Connect with us

HUKUM

Kasus First Travel, Syahrini Terancam Dipanggil Paksa

Published

on

Penyanyi Indonesia Syahrini.

Apakabarnews.com, Depok – Jaksa Penuntut Umum kasus First Travel akan memanggil paksa artis Syahrini karena sudah dua kali dipanggil untuk menjadi saksi tidak pernah datang.

“Memang sudah dua kali Syahrini dijadwalkan untuk hadir dalam sidang, tapi dia tak pernah datang, kita akan panggil paksa,” kata Koordinator Jaksa Penuntu Umum (JPU) Herry Jerman, sebelum sidang dimulai di Pengadilan Negeri Depok, Rabu (21/3/2018).

JPU sudah dua kali memanggil Syahrini yaitu pada Rabu (14/3/2018) dan Rabu (21/3/2018), namun Syahrini tak memenuhi panggila jaksa.

Herry mengatakan alasan Syahrini tak memenuhi panggilan karena masih berada di eropa untuk keperluan pekerjaan. “Dia ada kontrak yang harus diselesaikan di eropa,” ucapnya.

Untuk itu, kata Herry pihaknya akan memanggilnya kembali pada 2 April 2018. Herry berharap Syahrini bisa datang untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Dia seharusnya bisa menjelaskan apakah benar berita yang beredar di media,” ujarnya.

Dalam persidangan sebelumnya Rabu (14/3/2018) Artis Vicky Veranita Yudhasoka yang dikenal dengan Vicky Shu telah memberikan kesaksian pada sidang kasus First Travel di Pengadilan Negeri Depok.

Ia menyatakan pertama kali bertemu dengan terdakwa Anissa Hasibuan pada acara “fashion show” di New York, Amerika Serikat.

“Kenal pertama pada acara fashion show di AS, saya untuk desainer sepatu, kalau Anissa untuk desainer pakaian,” ungkapnya.

Dari perkenalan tersebut terus berlanjut dengan keikutsertaan Vicky Shu menjadi jamaah umrah First Travel untuk pertama kali pada Desember 2015 dengan membayar Rp34 juta. “Jadi saya tidak gratis pergi umrah yang pertama,” jelas Vicky.

Namun, lanjut Vicky pada keberangkatan umrah yang kedua pada Maret 2017, dirinya memang tidak membayar, tetapi mempunyai pekerjaan melakukan aktivitas foto-foto dan video mengenai peliputan sarana-sarana yang dipakai First Travel.

“Saya juga diminta untuk meng-‘upload’ (unggah) kegiatan tersebut di akun media sosial saya,” tuturnya.

Dalam persidangan Jaksa Penuntut Umum (JPU) melakukan tiga dakwaan terhadap tiga terdakwa kasus First Travel dalam sidang perdana.

Ketiga dakwaan tersebut masing-masing adalah Pasal 378 KUHP, 372 KUHP jo 55 ayat 1 dan jo 64, dan pasal 3 Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (fer)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUKUM

Abraham Samad Ajak Mahasiswa Cegah Korupsi

Published

on

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad.

Apakabarnews.com, Palembang – Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengajak para mahasiswa seluruh Indonesia untuk mencegah korupsi agar tidak terjadi penyelewengan uang negara.

“Generasi penerus harus bebas dari korupsi, oleh karena itu kami mengajak para mahasiswa dengan mendatangi kampus,” kata dia kepada wartawan di Palembang, Minggu (22/4/2018).

Menurut dia, pemuda harus menjadi pilar terdepan dalam mengawal sistem demokrasi yang berjalan. Terlebih lagi bonus demografi Indonesia pada 2030 yang dinilai akan melahirkan sumberdaya manusia potensial sehingga di tangan pemuda lah maju mundur bangsa ini.

Pihaknya rutin berdiskusi dan seminar tentang pentingnya pencegahan korupsi tersebut kepada para mahasiswa di Indonesia termasuk Sumsel. Untuk Sumsel sendiri telah melaksanakan diskusi dengan mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang dan Unsri Indralaya.

Memang dalam pencegahan korupsi, menurut dia, yang perlu dibenahi permasalahan sistem yang ada. Walaupun orang bersih bila sudah masuk dalam suatu sistem bisa saja mereka tergelincir.

Oleh karena itu sistem perlu dibenahi agar dalam menjalankan organisasi sulit untuk terjebak, ujar dia.

Dia mengatakan, selain itu perlu adanya pendidikan dasar dari keluarga terutama pendidikan moral. Bila generasi penerus sudah memiliki dasar kehidupan yang baik maka korupsi akan dapat dihindari.

“Generasi muda perlu dipersiapkan untuk memimpin bangsa dimasa mendatang,” jelas dia.

Sebelumnya ke Palembang Abraham Samad melalui Gerakan “Kami Indonesia” telah berdiskusi di kota pelajar Yogyakarta. Kemudian berlanjut ke Bandung dan Makassar sebagai lokasi roadshow, seerti dikutip Antara. (uir)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

3 Gaya Seksi Pedangdut Xena Xenita Bersama Sahabat-Sahabatnya

Published

on

Pedangdut seksi Xena Xenita yang terjerat hukum

Apakabarnews.com, Jogja – Satu lagi penyanyi yang harus berurusan dengan polisi karena kasus obat-obatan.

Seorang penyanyi dangdut yang cukup ternama di wilayah Yogyakarta, Xena Xenita (19), ditangkap polisi pada 10 April 2018 lalu karena diduga memiliki dan mengedarkan jenis obat keras tanpa izin.

Mau tahu, bagaimana Xena Xenita dan kawan-kawannya, bergaya di depan kamera?

Xena ditangkap di simpang empat Karangnongko, Wates seusai manggung di sebuah acara sekolah. Rupanya, polisi sudah mengendus penyalahgunaan obat keras oleh warga Mantrijeron, Kota Yogyakarta itu lalu dilakukan pengintaian.

BACA JUGA : Di Tahanan Polisi pedangdut Lokal Xena Xenita Dijenguk Ibunya

Bagaimana Xena dan kawan-kawannya bergaya di depan kamera. Berikut ini adala 3 gayanya yang diperoleh dari akun medsos instagramnya.

Gaya 1 : Saat di Boyolali, Jawa Tengah.

Gaya 2 : Saat di Hotel, Jogjakarta

Gaya 3 : Saat di Kecamatan Selo, Boyolali.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Kasus Abu Tours, Hari Ini Polda Tetapkan Tersangka Baru

Published

on

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani.

Apakabarnews.com, Makassar – Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menetapkan tersangka baru dalam kasus bisnis umrah PT Amanah Bersama Ummat (Abu Tours) yang merugikan jamaahnya hingga Rp1,4 triliun atau sekitar 86.720 orang.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan anggota, tersangka dalam kasus ini tidak hanya satu orang saja dan berdasarkan bukti-bukti telah ditetapkan lagi satu tersangka baru,” ujar Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani di Makassar, Jumat (20/4/2018).

Adapun tersangka baru yang ditetapkan penyidik Sub Direktorat II Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel yakni mantan Direktur Keuangan PT Abu Tours berinisial MK (40).

BACA JUGA : Polisi Periksa Istri CEO Abu Tour

Dicky mengatakan, tersangka MK disebut ikut serta melakukan penggelapan dan pencucian uang sehingga menyebabkan kerugian bagi para calon jamaah umrah. Ia menyebut, MK sebagai Manajer Keuangan berperan mengendalikan lalu lintas keuangan dari rekening penampungan. Bahkan tersangka juga melakukan pendistribusian sebagian dana ke rekening pribadi dan untuk keperluan lain di luar keperluan umrah.

“Jadi tersangka ini punya peran menampung semua dana jamaah kemudian tersangka juga mengalihkan dana jamaah itu ke rekening pribadinya,” jelas Dicky.

Atas perbuatannya itu, penyidik kemudian menerapkan Pasal 374 Subsider 372 Juncto 55, 64 Ayat (1) KUHP atau Pasal 5 Undang Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman lima tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Sebelumnya, Jumat (23/3/2018), penyidik menetapkan Hamzah Mamba sebagai tersangka karena perusahaannya yang bergerak di bidang travel umrah itu tidak mampu memberangkatkan 86.720 jamaahnya ke Arab Saudi.

Mantan Direktur Sabhara Polda Kepulauan Riau (Kepri) itu mengatakan dalam menangani kasus itu pihaknya berkoordinasi intensif dengan Kemenag Sulsel.

Total kerugian para jamaah umrah yang jumlahnya sebanyak 86.720 orang itu diperkirakan lebih dari Rp1,8 triliun sesuai dengan besaran dana yang masuk dari setiap jamaah.

Atas ketidakmampuan dari pihak Abu Tour dalam memberangkatkan jamaah umrah ini, pihaknya menjerat tersangka dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah jo Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan serta Pasal 45 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Adapun ancaman hukuman yang disangkakan kepada tersangka adalah pidana penjara maksimal 20 tahun dan denda Rp10 miliar. (rfr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending