Connect with us

POLITIK

Wow, Prabowo Subianto Naik Sepeda. Begini 5 Gayanya yang Keren Banget

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dan Presiden PKS Sohibul Iman.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto naik sepeda, dalam rangka memperingati milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ke-20.

Bagaimana gaya Prabowo bersepeda? Berikut ini adalah foto-foto yang dikirimkan oleh Wasekjen Partai Gerindra Angga Raka Prabowo.

BACA JUGA : Lima Momen Prabowo, Hadiahi Topi Buat Dua Anak Pemanjat Tebing

Di sini, Anda bisa melihat langsung lima gaya bersepeda Prabowo, Capres yang sudah diusung oleh Partai Gerindra yang akan berkoalisi dengan PKS itu, sebagai berikut :

1. Melambaikan tangan, menyapa warga di sebelah kiri

2. Melambaikan tangan, menyapa warga di sebelah kanan

3. Serius, mengamati jalan di depan

4. Bersama Sandiaga Uno, dan Sohibul Iman

5. Ditemani Edhy Prabowo

Soal pertanyaan bagaimana kisah Prabowo naik sepeda? Kok beliau mau naik sepeda? Adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang mengajak Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto itu bersepeda di Milad ke-20 PKS.

“Saya ingin menjemput beliau. Jadi saya yakinkan beliau. Tadi Alhamdulillah beliau setuju mau naik sepeda,” ujar Sandiaga di Balai Agung, Jakarta, Sabtu (21/4/2018).

Sebelum mengajak Prabowo bersepeda, Sandi sempat mengkhawatirkan jika Prabowo tidak setuju untuk naik sepeda.

“Jadi Alhamdulillah beliau setuju. Jadi saya khawatir beliau tidak setuju karena beliau kan biasa naik kuda,” katanya. (bud)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Kemenag Diminta Hentikan Rilis Daftar Penceramah Agama, Cuma Bikin Gaduh

Published

on

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Agama menghentikan merilis daftar nama penceramah seperti yang sedang dilakukan karena menimbulkan kontroversi dan kegaduhan.

“Banyak pihak yang menganggap hal itu tidak perlu. Bahkan, kementerian agama dapat memecah para mubaligh, setidaknya antara yang terdaftar dan yang tidak terdaftar,” kata Saleh melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Wakil Ketua Komisi IX DPR itu mengatakan bila perilisan daftar nama penceramah itu masih terus dilakukan, akan menimbulkan kesan Kementerian Agama menutup telinga terhadap masukan dan kritik masyarakat.

Dicap Bikin Daftar Mubalig Pro Jokowi, Sebaiknya Menag Diganti

“Hal itu tentu berdampak negatif bagi pemerintah secara kolektif,” ujarnya.

Karena, Saleh meminta Kementerian Agama tidak memperpanjang daftar nama yang sudah ada sebelumnya. Dia memperkirakan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang sebelumnya disebut akan memberikan nama-nama banyak yang keberatan dan kemungkinan tidak akan memberikan nama.

Tentu hal itu akan menyulitkan Kementerian Agama untuk mendata ribuan bahkan puluhan ribu penceramah dari seluruh Indonesia.

“Saya termasuk yang tidak yakin kalau Muhammadiyah, misalnya, mau memberikan daftar nama. Dari pernyataan di media, Muhammadiyah justru menilai kebijakan ini tidak arif dan perlu ditinjau. Begitu juga dengan sejumlah tokoh dan ormas lainnya,” tuturnya. (rid)

Berita ini juga ditayangkan di mediaSerambiislam.com, suara kebangkitan islam.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Prabowo Menang Telak atas Jokowi, di Polling Medsos yang Dibuat Fadli Zon

Published

on

Prabowo, dan Jokowi

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali membuat polling pemilihan Calon Presiden 2019 di Twitter pada Senin (21/5/2018).

Polling tersebut dibuat di akun Twitter pribadi Fadli Zon, @fadlizon. Dalam polling itu terdapat dua pilihan nama calon presiden yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.

Di antaranya adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Diketahui Fadli Zon mengadakan polling tersebut selama lima jam yang dimulai sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Indo Barometer : Semua Menunggu Sikap Prabowo Subianto

Hingga saat ini, Selasa (22/5/2018), polling ini sudah mendapatkan 18 ribu lebih pemilih. Dan hasilnya pun cukup membuat netizen terkejut, pasalnya elektabilitas Prabowo mendapatkan angka yang menang telak dari Presiden Jokowi.

Dari 18 ribu pemilih, 78% memilih Prabowo Subianto, sementara 22% memilih Presiden Jokowi. Diketahui, sebelumnya Fadli Zon juga pernah membuat polling yang serupa pada 23 April 2018 silam.

Dalam polling tersebut, Prabowo Subianto pun juga mengalahkan Presiden Jokowi. Saat itu, polling ditutup dengan hasil Presiden Jokowi mendapat 28% suara dan sementara Prabowo menang dengan 72% suara.

“Jika pilpres (pemilihan presiden) dilakukan sekarang, siapa yang Anda pilih?” tulis dalam polling Fadli. Seperti biasa, polling medsos versi Fadli Zon ini mendapat reaksi yang beragam dari netizen. (red)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Zulkifli Hasan : Hari Kebangkitan Nasional Harus Kuatkan Persatuan

Published

on

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Apakabarnews.com, Jakarta – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melihat Kebangkitan Nasional sebagai narasi besar dalam mendahulukan kepentingan Indonesia di atas segala perbedaan, baik suku, agama, etnis dan latar belakang lainnya.

“Pesannya adalah Nation First, Mendahulukan Indonesia. Kebangkitan Nasional adalah awal tumbuhnya kesadaran bersama bahwa melawan penjajah harus dilawan dengan persatuan dan bukan lagi perjuangan kedaerahan,” Kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Minggu (20/5/2018) dalam keterangan pers.

Narasi Kebangkitan Nasional dipandang relevan dengan kondisi saat ini, berkaitan dengan aksi teror yang melanda sejumlah daerah pekan kemarin.

“Bersatu itu menguatkan atau kata Bung Karno dengan rukun kita menjadi kuat. Seperti di Surabaya yang diserang gereja, tapi, kemanusiaan kita semua terluka apapun agamanya. Dengan bersatu kita lawan itu terorisme,” kata Zulkifli.

Persatuan juga berguna dalam menghadapi tahun politik, seperti sekarang ini.
Kontestasi politik dinilainya sebagai hal yang biasa terjadi dalam iklim demokrasi.

Dengan kata lain, menurut dia, slogan “Ganti Presiden” dan “Presiden 2 Periode” bisa saja terjadi selama berlangsung dengan damai.

“Beda pilihan itu biasa, yang penting Merah-Putih kita sama,” katanya. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending