Connect with us

POLITIK

Bawaslu Gandeng UAS Kampanyekan Anti Politik Uang

Published

on

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan.

Apakabarnews.com, Pekanbaru – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Riau menggandeng Ustad Abdul Somad (UAS) guna mengkampanyekan Pilkada 2018 antipolitik uang.

“Kami akan gandeng UAS menyosialisasikan hukum anti politik uang yang atau bertajuk ‘Money Politic Haram’,” kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan di Pekanbaru, Senin (7/5/2018).

Rusidi Rusdan menjelaskan upaya UAS menyosialisasikan haramnya politik uang dilakukan melalui gerakan seribu spanduk.

Sebut dia rencananya spanduk yang berisikan hukum politik uang menurut ajaran agama Islam tersebut akan dipasang sebanyak dua unit di tiap desa se-Provinsi Riau.

Diharapkan akan memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa memberi dan menerima uang dalam politik itu hukumnya haram menurut ajaran agama islam.

“Perbuatan atau kegiatan yang menggunakan politik uang sudah jelas hukumnya “Haram”, karena merupakan suap,” ujar Rusidi. Ia menilai politik uang sangat rawan dilakukan oleh paslon maupun tim pemenangnya dengan maksud tujuan untuk terpilihnya pasangan calon sebagai pemenang pada pemilihan nanti.

“Isi spanduk sosialisasi sudah mendapat persetujuan dari Ustad Abdul Somad dan mengutip dari isi ceramah beliau, saat Tabligh Akbar tanggal 11 Februari 2018 yang lalu di Halaman mesjid Raya Annur Pekanbaru “Sabda Rasulullah SAW yang menyatakan pemberi dan penerima suap tempatnya di Neraka (H.R.Muslim),” tuturnya.

Selanjutnya Rusidi mengajak, kepada seluruh masyarakat se Provinsi Riau apabila menemukan atau melihat kecurangan dalam bentuk politik uang segera laporkan di call center Bawaslu Provinsi Riau yang tertera dalam spanduk dengan nomor 0822 8505 1362 atau datang langsung ke kantor panwas terdekat. (faz/ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Kemenag Diminta Hentikan Rilis Daftar Penceramah Agama, Cuma Bikin Gaduh

Published

on

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay meminta Kementerian Agama menghentikan merilis daftar nama penceramah seperti yang sedang dilakukan karena menimbulkan kontroversi dan kegaduhan.

“Banyak pihak yang menganggap hal itu tidak perlu. Bahkan, kementerian agama dapat memecah para mubaligh, setidaknya antara yang terdaftar dan yang tidak terdaftar,” kata Saleh melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Wakil Ketua Komisi IX DPR itu mengatakan bila perilisan daftar nama penceramah itu masih terus dilakukan, akan menimbulkan kesan Kementerian Agama menutup telinga terhadap masukan dan kritik masyarakat.

Dicap Bikin Daftar Mubalig Pro Jokowi, Sebaiknya Menag Diganti

“Hal itu tentu berdampak negatif bagi pemerintah secara kolektif,” ujarnya.

Karena, Saleh meminta Kementerian Agama tidak memperpanjang daftar nama yang sudah ada sebelumnya. Dia memperkirakan organisasi-organisasi kemasyarakatan yang sebelumnya disebut akan memberikan nama-nama banyak yang keberatan dan kemungkinan tidak akan memberikan nama.

Tentu hal itu akan menyulitkan Kementerian Agama untuk mendata ribuan bahkan puluhan ribu penceramah dari seluruh Indonesia.

“Saya termasuk yang tidak yakin kalau Muhammadiyah, misalnya, mau memberikan daftar nama. Dari pernyataan di media, Muhammadiyah justru menilai kebijakan ini tidak arif dan perlu ditinjau. Begitu juga dengan sejumlah tokoh dan ormas lainnya,” tuturnya. (rid)

Berita ini juga ditayangkan di mediaSerambiislam.com, suara kebangkitan islam.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Prabowo Menang Telak atas Jokowi, di Polling Medsos yang Dibuat Fadli Zon

Published

on

Prabowo, dan Jokowi

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon kembali membuat polling pemilihan Calon Presiden 2019 di Twitter pada Senin (21/5/2018).

Polling tersebut dibuat di akun Twitter pribadi Fadli Zon, @fadlizon. Dalam polling itu terdapat dua pilihan nama calon presiden yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat.

Di antaranya adalah Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Diketahui Fadli Zon mengadakan polling tersebut selama lima jam yang dimulai sekitar pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.

Indo Barometer : Semua Menunggu Sikap Prabowo Subianto

Hingga saat ini, Selasa (22/5/2018), polling ini sudah mendapatkan 18 ribu lebih pemilih. Dan hasilnya pun cukup membuat netizen terkejut, pasalnya elektabilitas Prabowo mendapatkan angka yang menang telak dari Presiden Jokowi.

Dari 18 ribu pemilih, 78% memilih Prabowo Subianto, sementara 22% memilih Presiden Jokowi. Diketahui, sebelumnya Fadli Zon juga pernah membuat polling yang serupa pada 23 April 2018 silam.

Dalam polling tersebut, Prabowo Subianto pun juga mengalahkan Presiden Jokowi. Saat itu, polling ditutup dengan hasil Presiden Jokowi mendapat 28% suara dan sementara Prabowo menang dengan 72% suara.

“Jika pilpres (pemilihan presiden) dilakukan sekarang, siapa yang Anda pilih?” tulis dalam polling Fadli. Seperti biasa, polling medsos versi Fadli Zon ini mendapat reaksi yang beragam dari netizen. (red)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Zulkifli Hasan : Hari Kebangkitan Nasional Harus Kuatkan Persatuan

Published

on

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan

Apakabarnews.com, Jakarta – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan melihat Kebangkitan Nasional sebagai narasi besar dalam mendahulukan kepentingan Indonesia di atas segala perbedaan, baik suku, agama, etnis dan latar belakang lainnya.

“Pesannya adalah Nation First, Mendahulukan Indonesia. Kebangkitan Nasional adalah awal tumbuhnya kesadaran bersama bahwa melawan penjajah harus dilawan dengan persatuan dan bukan lagi perjuangan kedaerahan,” Kata Zulkifli Hasan di Jakarta, Minggu (20/5/2018) dalam keterangan pers.

Narasi Kebangkitan Nasional dipandang relevan dengan kondisi saat ini, berkaitan dengan aksi teror yang melanda sejumlah daerah pekan kemarin.

“Bersatu itu menguatkan atau kata Bung Karno dengan rukun kita menjadi kuat. Seperti di Surabaya yang diserang gereja, tapi, kemanusiaan kita semua terluka apapun agamanya. Dengan bersatu kita lawan itu terorisme,” kata Zulkifli.

Persatuan juga berguna dalam menghadapi tahun politik, seperti sekarang ini.
Kontestasi politik dinilainya sebagai hal yang biasa terjadi dalam iklim demokrasi.

Dengan kata lain, menurut dia, slogan “Ganti Presiden” dan “Presiden 2 Periode” bisa saja terjadi selama berlangsung dengan damai.

“Beda pilihan itu biasa, yang penting Merah-Putih kita sama,” katanya. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending