Connect with us

HUKUM

Polres Poso Siaga Satu Pasca Bom Surabaya

Published

on

Suasana Peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja dan Gerbang Polrestabes Surabaya, Minggu (14/5/2018).

Apakabarnews.com, Poso – Peristiwa bom bunuh diri di tiga gereja dan Gerbang Polrestabes Surabaya, Minggu (14/5/2018), membuat Polres Poso meningkatkan kewaspadaan dengan siaga satu.

Kapolres Poso AKBP Bogiek Sugiarto, Senin (15/5/2018), dihubungi di Poso, mengatakan peningkatan kewaspadaan itu merupakan perintah dari Kapolda Sulteng pascaperistiwa bom di Surabaya.

Dia mengatakan untuk Kabupaten Poso meski siaga satu, namun tidak melakukan penambahan pasukan atau personil.

Bogiek mengatakan sejumlah titik kewaspadaan keamanan ditingkatkan, baik dalam kota Poso maupun di beberapa tempat ibadah.

Sementara itu, kata dia, untuk keamanan pintu masuk di markas Polres Poso, sudah sesuai prosedur sebelumnya dengan pemeriksaan kartu identitas warga dan barang bawaan lainnya.

“Saat ini kami melakukan siaga satu yang merupakan perintah dari Kapolda, untuk meningkatkan kewaspadaan keamanan di Kabupaten Poso,” katanya.

Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Poso, untuk tetap bersama menjaga keutuhan NKRI dan mengajak warga untuk tidak takut kepada terorisme.

Sementara itu di Kota Palu, pengamanan juga ditingkatkan baik di kantor-kantor polisi maupun di sejumlah tempat kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Di Mapolda Sulteng, misalnya, sejumlah personel disebar di beberapa tempat dilengkapi senjata. (fau)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

HUKUM

Ada Bonus Rp 5 Milyar, Buat yang Berhasil Tangkap Otak Utama Teroris

Published

on

Sam Aliano adakan sayembara berhadiah Rp 5 M untuk tangkap otak di balik teror

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden RI, Sam Aliano membuat Sayembara dengan hadiah uang Rp 5 Milyar buat warga Indonesia yang bisa menangkap dan menyerahkan otak utama teroris kepada pihak Kepolisian.

Hal ini diungkapkan oleh Sam Aliano, kepada media di Jakarta, Kamis (17/5/2018) yang juga dihadiri oleh Relawan Calon Presiden RI, Sam Aliano.

Kesenjangan Jadi Lahan Subur Terorisme

“Kita kumpul bersama dengan relawan saya selaku Capres RI untuk memberikan dukungan semangat kepada rakyat Indonesia, agar tidak takut dalam melawan para teroris dan bisa segera menyerahkan otak utama teroris kepada pihak kepolisian,” katanya.

Dirinya sudah menyiapkan hadiah uang senilai Rp 5 Milyar, kepada siapa saja yang bisa berhasil menangkap otak utama teroris dalam jangka waktu 5 x 24 jam dimulai Kamis (17/5/2018) ini.

Sam Aliano juga berharap otak utama teroris bisa segera tertangkap sebelum kabur ke luar negeri.

“Saya berharap negara bisa tenang, aman. Saya bela rakyat dan pasang badan untuk bela rakyat dan pihak Kepolisian karena rakyat adalah mahkota saya dan pihak Kepolisian adalah kebanggaan saya. Saya siap melawan para teroris dan siap mati demi rakyat,” tegasnya. (mistqola)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Tiga Terduga Teroris Probolinggo Terlibat Bom Surabaya-Sidoarjo

Published

on

Tiga terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus Antiteror Mabes Polri.

Apakabarnbews.com, Probolinggo – Tiga terduga teroris yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri bersama jajaran Polres Kota Probolinggo diduga terlibat aksi teror bom yang terjadi di Kota Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Tim Densus 88 menggerebek tiga rumah yang berbeda di kawasan Perumahan Sumbertaman Indah, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (16/5) malam hingga Kamis dini hari yang melibatkan puluhan personel Densus 88 dan Polresta Probolinggo.

Perkuat Intelijen Sebelum Berantas Terorisme

“Ada tiga terduga teroris berjenis kelamin laki-laki yang diamankan berinisial F, S, dan H untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Kapolresta Probolinggo AKBP Alfian Nurrizal kepada sejumlah wartawan di Probolinggo, Kamis.

Menurutnya tiga terduga teroris tersebut ditangkap tanpa perlawanan, sehingga tidak ada aksi kekerasan yang dilakukan untuk mengamankan tiga terduga teroris yang diduga terlibat aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo tersebut.

“Beberapa barang bukti yang diamankan di tiga lokasi rumah terduga teroris tersebut di antaranya senapan angin, satu busur panah, sebuah golok, sebuah parang, buku jihad, beberapa alat komunikasi dan beberapa rakitan elektronik,” tuturnya.

Ketiga terduga teroris itu, lanjut dia, merupakan warga asli Kota Probolinggo berdasarkan data yang ditelusuri, namun pihaknya masih belum bisa menyampaikan ketiganya merupakan jaringan teroris mana karena hal tersebut masih didalami oleh Mabes Polri.

“Setelah dibawa dari lokasi kejadian, ketiga terduga teroris itu sementara diamankan di Mapolresta Probolinggo dan selanjutnya akan dibawa ke Mabes Polri untuk pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Informasi di lapangan, petugas tidak menemukan bahan peledak di tiga rumah terduga teroris dan musala eksklusif yang berada di sekitar perumahan yang biasa digunakan oleh orang-orang tertentu. (zum)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

MUI Sulut Kutuk Keras Aksi Bom Surabaya

Published

on

Suasana setelah kejadian aksi bom yang terjadi disejumlah tempat di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Apakabarnews.com, Manado – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulut Abdul Wahab Abdul Gofur mengutuk keras aksi bom yang terjadi disejumlah tempat di Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

“Kami mengutuk dengan keras pelaku bom Surabaya,” kata Abdul di Manado, Senin (14/5/2018).

Dia mengatakan pelaku kejahatan teror bom di tiga gereja di Surabaya dan rusunawa di Wonocolo tersebut sebagai tindakan pengecut, munafik serta pemecah persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Selain itu juga aksi tersebut dapat merusak kerukunan antarumat beragama, yang selama ini telah terbina dengan baik dan nyaman.

“Tapi kita tidak takut dengan teroris, kita akan lawan dengan doa semoga para teroris segera ditangani aparat keamanan,” katanya.

Agama, katanya, tidak mengajarkan menegakkan kebenaran dengan cara membunuh orang lain apalagi diri sendiri.

MUI juga meminta agar kepolisian bisa mengungkap dalang dari peristiwa berdarah di Surabaya tersebut.

Serta meminta aparat dan pemerintah segera mengungkap otak pelaku bom bunuh diri, di samping itu meningkatkan keamanan untuk memberi ketenangan kepada masyarakat.

“Masyarakat lebih waspada terhadap gerak gerik orang mencurigakan di lingkungan masing-masing, dan segera laporkan,” jelasnya.

Pihaknya juga mengucapkan duka cita terhadap para korban kekejaman teroris dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran.

Ledakan bom terjadi di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) di Gereja Santa Maria Tak Bercelah Ngagel pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB.

Pada malam hari ledakan terjadi lagi di Wonocolo, dan kembali terjadi ledakan pada Senin (14/5/2018) pagi di Kantor Mapolresta Surabaya. (nlt)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending