Connect with us

KALIMANTAN TENGAH

Golkar Kalteng Pecat Dua Anggota DPRD

Published

on

Ketua DPD Partai Golkar Kalteng, HM Ruslan AS.

Apakabarnews.com, Kuala Pembuang – Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kalimantan Tengah memecat dua anggota DPRD dari Fraksi Golkar pada dua kabupaten karena tidak mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung partai tersebut dalam Pilkada Serentak 2018.

“Ada dua anggota DPRD dari Golkar yang kami copot, yakni anggota DPRD Kabupaten Sukamara dan Kabupaten Kapuas,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kalteng HM Ruslan AS, saat berkunjung ke Pembuang Hulu, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan, Senin (11/6/2018).

Ia menegaskan, kedua anggota DPRD tersebut dipecat secara tidak hormat karena terbukti mendukung pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusung oleh partai lain.

“Ini juga peringatan bagi kader Golkar lainnya. Kalau ada kader Golkar yang berkhianat akan kita copot,” katanya.

Ia mengatakan, DPD Partai Golkar Kalteng menargetkan dan optimistis dapat meraih kemenangan tujuh dari 11 pilkada yang berlangsung di kabupaten/kota daerah ini.

“Kita minta seluruh kader Partai Golkar agar bekerja keras untuk mewujudkan target tersebut,” katanya pula.

Menurutnya, berdasarkan hasil survei persentase kemenangan pasangan calon bupati dan wakil bupati diusung Golkar sudah jauh melebihi pasangan calon lainnya.

“Ini bukan sembarangan, kita ada konsultan serta survei, dan rata-rata persentase kemenangan di atas 60 persen,” kata dia.

Ia menambahkan, dari hasil kunjungan di lapangan, persiapan tim pemenangan pada masing-masing kabupaten/kota juga sudah sangat baik untuk memenangkan pasangan calon yang diusung.

“Semua persiapan sudah sangat baik, jadi tinggal menunggu saat pemilihan saja,” katanya.

Meski demikian, Ruslan mengingatkan agar seluruh tim pemenangan tetap solid, bersemangat dan terus bekerja keras sampai dengan waktu pemilihan pada 27 Juni mendatang.

“Insya Allah kita memimpin, tapi karena ini politik dan waktu pemilihan tidak terasa tinggal beberapa hari saja, maka saya terus mengingatkan agar tim pemenangan merapatkan barisan dan tetap solid untuk mencapai target maksimal,” katanya. (fah)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KALIMANTAN TENGAH

Karyawan Perkebunan Sawit Hilang di Sungai Seruyan

Published

on

Aparat Kepolisian bersama BPBD dan warga saat melakukan pencarian korban tenggelam di Sungai Seruyan Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Apakabarnews.com, Kuala Pembuang – Seorang karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit hilang setelah perahu motor yang ditumpanginya karam di Sungai Seruyan, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Korban hilang bernama Dian Andika Pratama (25) yang merupakan asisten PT Sawit Mas Nugraha Perdana (PT SMNP), kata Kapolsek Danau Sembuluh Iptu Moh Far’ul Usaedi di Kuala Pembuang, Minggu (16/4/2018).

Ia menjelaskan peristiwa tenggelam perahu motor yang ditumpangi Dian Andika Pratama terjadi pada Sabtu (14/4) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, korban bersama beberapa rekan satu perusahaan yakni Salmin (36) dan Jumadi (36), serta warga lainnya yaitu Beni Pramono, Mujimin, Hendrik dan seorang perempuan yang juga motoris bernama Remi (34) menyusuri Sungai Seruyan menggunakan perahu motor untuk keperluan memancing.

Saat dalam perjalanan di sekitar muara Sungai Ulak Jawa daerah aliran Sungai Seruyan yang berada di antara Desa Cempaka Baru dan Telaga Pulang Kecamatan Danau Sembuluh, perahu motor berbahan kayu yang mereka tumpangi tiba-tiba oleng akibat dihantam gelombang.

Tidak berapa lama perahu motor kemudian hilang keseimbangan karena terlalu banyak air yang masuk ke dalam perahu sampai akhirnya perahu pun karam.

Selanjutnya, satu persatu penumpang berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang menuju tepian Sungai Seruyan.

Namun, Dian Andika Pratama tidak bisa menyelamatkan diri terbawa arus dan tenggelam karena tidak bisa berenang.

Usai kejadian, petugas kepolisian yang menerima laporan langsung datang ke tempat kejadian perkara untuk melakukan pencarian.

“Sampai saat ini kami masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Seruyan dan masyarakat,” katanya, seperti dikutip Antara. (fah)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN TENGAH

Pemuda Tani Tuding Impor Beras Mematikan Petani

Published

on

"Yang menjadi korban adalah petani karena keadaan ini memicu permainan para tengkulak," kata Ketua Pemuda Tani, Abdur Rasid.

Indonesiaraya.co.id, Sampit – Keputusan pemerintah mengimpor 500.000 ton beras dari Vietnam dan Thailand, terus mendapat penolakan dari banyak pihak, termasuk Pamuda Tani Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Kami sangat tidak setuju karena itu sama saja pemerintah mematikan peluang para petani memproduksi dan memasarkan beras lokal. Nanti yang menjadi korban adalah kami para petani karena keadaan seperti ini memicu akan ada permainan para tengkulak,” kata Ketua Pemuda Tani Kotawaringin Timur, Abdur Rasid di Sampit, Senin (22/1/2018).

Jika alasannya ada yang kekurangan beras, pemerintah seharusnya mencari solusi lain.

Keputusan pemerintah mengimpor beras dinilai bertolak belakang dengan gencarnya pemerintah menggelorakan semangat petani meningkatkan produksi beras. Ketika seluruh petani di Indonesia bersemangat meningkatkan produksi, kini justru pemerintah sendiri yang melukai perasaan petani dengan kebijakannya mengimpor beras.

BACA JUGA : Surplus Beras, Purwakarta Tidak Butuh Impor

Menurut Rasid, apapun alasannya, keberadaan 500.000 ton beras impor itu nantinya akan berimbas pada harga beras di pasaran. Dampak akhirnya dirasakan petani karena permintaan beras kepada petani berkurang, sementara panen melimpah sehingga harga akan anjlok.

Jika alasan impor beras adalah adanya daerah yang kekurangan beras, pemerintah seharusnya mencari solusi lain, bukan mengimpor beras. Yakni dengan mengatur pola distribusi pasokan dan intervensi dengan mengarahkan daerah yang surplus beras memasok ke daerah yang masih kekurangan beras.

Rasid mencontohkan, Kalimantan Tengah, khususnya Kabupaten Kotawaringin Timur, tidak memerlukan beras impor karena dua tahun terakhir sudah surplus. Petani justru kebingungan memasarkan beras lokal yang kini panennya melimpah, sementara pemasarannya terbatas.

“Pemerintah harus turun tangan mencari solusinya. Kalau tidak mampu membantu meringankan, sekurang-kurangnya pemerintah tidak menambah beban para petani dengan mengimpor beras karena hanya akan menambah beban petani,” tandas Rasid.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, optimistis produksi beras pada 2017 lalu tetap mampu mencapai surplus meski jumlahnya menurun dibanding 2016.

“Dari perkiraan kami masih surplus kurang lebih 1.000 ton beras, dengan produksi kurang lebih 55.000 ton beras,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kotawaringin Timur, I Made Dikantara, seperti dikutip Antara.

Made mengatakan, pihaknya masih menunggu data angka tetap produksi beras hasil penghitungan oleh Badan Pusat Statistik. Angka itu yang nantinya menjadi patokan dalam pengukuran hasil produksi beras.

Tanam padi pada September 2017 yang dipanen pada Desember 2017 lalu mencapai 1.517 hektare dengan rata-rata produktivitas 4,4 ton per hektare. Dari panen periode ini diperoleh produksi sebanyak 6.674 ton gabah kering giling atau setara 4.218 ton beras.

Berdasarkan perkiraan angka, jika dihitung secara keseluruhan dengan luas tanam lebih dari 25.000 hektare, maka kebutuhan beras tercukupi dan diperkirakan malah terjadi surplus sebanyak 1.147 ton.

Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menargetkan produksi beras sebanyak 55.000 ton pada 2017. Secara jumlah, target nasional produksi beras Kotawaringin Timur di 2017 meningkat sebesar 4.000 ton beras dibandingkan tahun 2016.

Target nasional produksi beras Kotawaringin Timur pada 2016 sebanyak 48.000 ton dengan luas tanam 23.000 hektare. Dari target yang ditetapkan itu, produksi beras pada 2016 mencapai 51.000 ton, sehingga Kotawaringin Timur mampu surplus beras sebanyak 3.000 ton.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN TENGAH

Penenggelaman Kapal Asing Bagus, karena Memberikan Efek Jera Kepada Pencuri

Published

on

Penenggelaman kapal merupakan sanksi yang tegas agar kapal asing tak lagi berani menjarah ikan di perairan kita.

Indonesiaraya.co.id, Palangka Raya – Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kalimantan Tengah mengatakan penenggelaman kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di perairan Indonesia memberikan efek jera sehingga kebijakan tersebut harus didukung agar berkelanjutan.

“Apa yang dilakukan tersebut merupakan langkah tepat dan menjadi sanksi tegas kapal asing tak lagi berani menjarah ikan di perairan kita. Dengan begitu stok ikan kita juga meningkat ,” kata Ketua KTNA Kalimantan Tengah Sugianor di Palangka Raya, Kamis (18/1/2018).

Penenggelaman kapal pencuri ikan berhasil membuat stok ikan terus mengalami peningkatan.

Dia mengatakan sanksi berupa penenggelaman kapal pencuri ikan di kawasan perairan Indonesia juga bentuk penegakan hukum terhadap perundang-undangan.

BACA JUGA : Penindakan Kapal Asing Pencuri dengan Pelelangan, Tidak Efektif

Pria yang juga politikus PKB Kota Palangka Raya itu, menambahkan sebagai bentuk penegakan hukum maka proses tersebut harus terus dilaksanakan.

“Karena terkait aspek hukum maka itu juga sebagai bentuk penegasan kedaulatan bangsa di wilayah perairan,” katanya.

Dia mengatakan jika penenggelaman kapal pencuri ikan tersebut dihentikan maka praktik pencurian ikan di perairan Indonesia oleh kapal asing akan kembali marak.

“Jika praktik ‘ilegal fishing’ tersebut terus dilakukan maka yang paling merasakan dampaknya ialah para nelayan kita. Dan inilah yang harus kita jaga bersama,” katanya, seperti dikutip Antara.

Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan selama 2015 tercatat 113 kapal yang ditenggelamkan, pada 2016 tercatat 115 kapal, dan pada 2017 kembali meningkat hingga sekitar 250 kapal.

Penenggelaman kapal pencuri ikan yang telah dilakukan selama ini diklaim berhasil membuat stok ikan di kawasan perairan nasional juga terus mengalami peningkatan dari 6,5 juta ton pada 2011 menjadi 9,9 juta ton pada 2016.

KKP mengeluarkan Kepmen KP Nomor 47/KEPMEN-KP/2016 tentang Estimasi Potensi, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di WPP NRI dengan estimasi potensi sebesar 9,9 juta ton. (ran)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending