Connect with us

INTERNASIONAL

Kunjungan Wantimpres Kontraproduktif, terkait Dukungan RI untuk Palestina Merdeka

Published

on

Wantimpres Yahya Staquf ke Israel memenuhi undangan The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Minggu (10/6/18).

Oleh : Fadli Zon

Kehadiran Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru saja dilantik, Yahya Staquf, dalam konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018 melukai Palestina.

Kunjungan Staquf ke Israel kontraproduktif dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang sejak 1947 konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Kunjungan anggota Wantimpres ini juga bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Kunjungan Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain mencederai reputasi politik luar Indonesia di mata internasional, juga melukai rakyat Palestina. Selain itu, bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Dalam konstitusi kita tertulis tegas penentangan segala bentuk penjajahan. Dan Israel, berdasarkan serangkaian Resolusi yang dikeluarkan PBB, merupakan negara yang telah melakukan banyak pelanggaran kemanusiaan terhadap Palestina.

Mulai dari Resolusi 181 tahun 1947 tentang pembagian wilayah Palestina dan Israel, Resolusi 2253 tahun 1967 tentang upaya Israel mengubah status Yerusalem, Resolusi 3379 tentang Zionisme tahun 1975, Resolusi 4321 tahun 1988 tentang pendudukan Israel dalam peristiwa intifada, dan sejumlah resolusi lainnya baru-baru ini.

BACA SELANJUTNYA : Lebih dari 2069 Anak Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Pages: 1 2 3


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INTERNASIONAL

Indeks Dow Jones Turun Delapan Hari Berturut-turut

Published

on

Caterpillar kehilangan 2,52 persen dan Boeing jatuh 1,5 persen, dengan indeks industri S & P turun 1,19 persen, penurunan yang ketujuh kali dalam delapan hari perdagangan.

Apakabarnews.com, New York – Harga saham AS jatuh pada hari Kamis (21/6/2018), dengan indeks Dow Jones merosot untuk ke delapan hari berturut-turut menyusul goyahnya saham-saham industri karena kekhawatiran perang perdagangan, sementara saham Amazon dan pengecer online lainnya melemah setelah Mahkamah Agung AS memutuskan akan memungut pajak penjualan di negara bagian.

Produsen mobil AS tertekan setelah perusahaan Jerman Daimler memangkas prediksi laba tahun 2018 dan BMW mengatakan itu sedang melihat “opsi strategis” karena perang dagang antara Amerika Serikat dan China.

Caterpillar kehilangan 2,52 persen dan Boeing jatuh
1,5 persen, dengan indeks industri S & P turun 1,19 persen, penurunan yang ketujuh kali dalam delapan hari perdagangan.

“Ini menunjukkan kurangnya kepercayaan pada (Trump) kemampuan administrasi untuk mendorong agenda ekonomi ke depan, ” kata Phil Blancato, CEO dari Ladenburg Thalmann Asset Management di New York.

“Jika kepercayaan berkurang karena imigrasi dan tarif, kedua hal itu memberi tekanan pada pasar.”

Harga saham Amazon turun 1,9 persen setelah putusan pengadilan, yang memungkinkan negara bagian untuk memaksa pengecer online untuk mengumpulkan pajak penjualan.

Saham Intel juga sangat menekan indeks S & P 500, turun 2,4 persen setelah Chief Executive Officer Brian Krzanich mengundurkan diri menyusul penyelidikan yang mengungkapkan hubungannya dengan seorang karyawan yang melanggar kebijakan perusahaan.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 196,1 poin, atau 0,8 persen, menjadi 24.461,7, S & P 500 kehilangan 17,56 poin, atau 0,63 persen, ke 2,749.76 dan Nasdaq Komposit turun 68,56 poin, atau 0,88 persen, menjadi 7,712.95.

Indeks Dow sangat dipengaruhi perusahaan industri, dan kekhawatiran perdagangan mendorongnya ke zona negatif pada awal pekan ini.

Ford turun 1,35 persen, General Motors turun 1,98 persen dan Tesla kehilangan 4,06 persen. Indeks S & P 500 untuk mobil dan komponen merosot 1,79 persen.

Sektor energi mengalami kinerja terburuk, turun 1,93 persen karena harga minyak jatuh menjelang pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), dimana produsen diharapkan meningkatkan produksi, demikian Reuters. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Wall Street Bervariasi di Tengah Berita Perusahaan dan Data Ekonomi

Published

on

Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (20/6/2018).

Apakabarnews.com, New York – Saham-saham di Wall Street bervariasi pada akhir perdagangan Rabu (20/6/2018).(Kamis pagi WIB), karena para investor mencerna sejumlah berita perusahaan dan data ekonomi terbaru, demikian laporan Xinhua.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 42,41 poin atau 0,17 persen menjadi ditutup di 24.657,80 poin. Indeks S&P 500 berakhir naik 4,73 poin atau 0,17 persen menjadi 2.767,32 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 55,93 poin atau 0,72 persen, menjadi ditutup di 7.781,51 poin.

Kenaikan Indeks Komposit Nasdaq terutama dipimpin oleh Facebook dan Netflix, dengan kedua saham meningkat lebih dari dua persen pada penutupan pasar. Sementara kemajuan S&P 500 didukung oleh reli pada saham teknologi, sementara Dow kesulitan untuk naik.

Saham Walgreens Boots Alliance meningkat 5,25 persen setelah S&P Dow Jones Indices mengumumkan akan menggantikan General Electric pada indeks saham unggulan (blue-chips). Sementara itu, General Electric diperdagangkan 0,54 persen lebih rendah pada Rabu (20/6/2018).

Saham Winnebago Industries Inc. dan Actuant Corporation masing-masing melonjak 14,87 persen dan 11,95 persen, setelah kedua perusahaan itu melaporkan laba kuartalan lebih baik dari perkiraan pada Rabu (20/6/2018).

Di bidang ekonomi, total penjualan existing-home (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales/rumah bekas) menurun 0,4 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,43 juta pada Mei dari angka dirivisi 5,45 juta pada April.

Ini penurunan penjualan bulanan kedua berturut-turut, menurut angka terbaru dari National Association of Realtors AS. (ape)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Minyak Mentah AS Naik, Brent Turun Jelang Pertemuan OPEC

Published

on

Minyak mentah berjangka AS naik hampir dua persen pada akhir perdagangan Rabu (20/6/2018).

Apakabarnews.com, New York  – Minyak mentah berjangka AS naik hampir dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), didukung oleh penurunan persediaan domestik, sementara Brent turun tipis menjelang pertemuan OPEC akhir pekan ini yang dapat menghasilkan keputusan peningkatan produksi global.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli, naik 1,15 dolar AS atau 1,8 persen menjadi menetap di 66,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange. WTI berjangka untuk pengirima Agustus ditutup 81 sen lebih tinggi pada 65,71 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Agustus turun 0,34 dolar AS atau 0,5 persen menjadi ditutup pada 74,74 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange, demikian seperti dilansir Reuters.

Persediaan minyak mentah AS turun 5,9 juta barel pekan lalu, penurunan satu minggu terbesar sejak Januari, kata Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu (20/6/2018).

Konsumsi kilang minyak mentah AS naik menjadi 17,7 juta barel per hari, rekor tertinggi untuk tahun ini, data EIA menunjukkan.

“Laporan EIA hari ini tampak sangat optimis terhadap WTI mengingat penarikan stok minyak mentah yang jauh lebih besar dari perkiraan hampir enam juta barel, yang lebih dari dua kali lipat dari peningkatan yang kami perkirakan,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, dalam sebuah catatan.

“Namun, penurunan besar dalam minyak mentah hampir sama sekali diimbangi oleh peningkatan gabungan bensin (dan) distilasi sekitar enam juta barel.”

Para pedagang mengatakan penurunan dalam pasokan Libya, termasuk berkurangnya tangki penyimpanan 400.000 barel, juga membantu mendukung harga minyak.

Produksi minyak Libya telah dipangkas menjadi antara 600.000 hingga 700.000 barel dari lebih dari satu barel per hari, menyusul bentrokan di terminal minyak Ras Lanuf dan Es Sider.

Serangan oleh faksi-faksi bersenjata yang menentang Tentara Nasional Libya (LNA) Khalifa Haftar telah memaksa penutupan dua pelabuhan sejak 14 Juni dan deklarasi force majeure pada ekspor.

Namun demikian, pasar dibayangi kesuraman terkait pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen besar lainnya, termasuk Rusia, yang dijadwalkan pada 22-23 Juni di Wina.

“Setiap perkembangan di OPEC dapat menggerakkan kita,” kata Phil Flynn, analis di Price Futures Group di Chicago.

Arab Saudi sedang mencoba untuk meyakinkan sesama anggota OPEC tentang perlunya meningkatkan produksi minyak, kata seorang sumber pada Rabu (20/9/2018).

Rusia, yang bukan bagian dari OPEC namun merupakan produsen minyak terbesar dunia, juga mendorong untuk melonggarkan kendali pasokan yang diperkenalkan untuk menopang harga pada 2017.

Anggota OPEC lainnya, termasuk Iran, menentang langkah semacam itu, karena khawatir harga akan merosot.

Iran mengisyaratkan pihaknya akan memungkinkan peningkatan kecil dalam produksi minyak OPEC, membiarkan beberapa anggota OPEC yang telah overdelivered pada pemotongan kembali untuk mematuhi kuota.

Itu akan secara efektif berarti sebuah dorongan moderat dari produsen-produsen seperti Arab Saudi yang telah memotong lebih dalam daripada yang direncanakan, meskipun ada penghentian produksi di Venezuela dan Libya.

Scott Sheffield, ketua eksekutif Pioneer Natural Resource Co mengatakan OPEC akan meningkatkan produksi sekitar satu juta barel per hari untuk menjaga pasokan minyak mentah global dan permintaan dalam keseimbangan seiring penurunan produksi di tempat lain. (ape)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending