Connect with us

JAWA BARAT

Survei SPIN : Elektabilitas Prabowo di Jabar 55,3%, Sedangkan Jokowi 40,9%

Published

on

Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Jelang Pilpres 2019 lembaga Survey  & Polling Indonesia (SPIN)  merilis hasil survei di Jawa Barat. Hasilnya ternyata Prabowo Subianto masih di atas Jokowi.

Jika terjadi ‘dejavu Pilpres 2014’ di 2019 alias remacth head to head el classico  antara Prabowo vs Jokowi, maka Prabowo Subianto juga masih memimpin perolehan suara di Jawa Barat,” kata Direktur Survey & Polling Indonesia (SPIN), di Jakarta, Rabu (13/6/2018).

Ihor menjelaskan, Prabowo Subianto memimpinsuara di Jawa Barat dengan perolehan 45,3% , sedangkan Jokowi mendapat 40,9%, sementara yang menjawab tidak tahu 13,8%.

Saat responden ditanya jika Pilpres 2019 di gelar hari ini, maka Prabowo mendapat  37,1% suara, Jokowi meraih suara 30,5%, Gatot Nurmantyo 4, 2 % Agus Harimurti Yudhoyono 3.3%,  Anies Baswedan 2,1%  Hary Tanoesoedibjo 1,9%, Amin Rais 1,1% ,  Rizal Ramli  07%,  dan yang menjawab tidak tahu sebesar (19,1%).

“Tidak ada pergeseran di ProvinsiJawa Barat. Tanah Pasundan itu tetap akan menjadi lumbung suara bagi Prabowo, saat maju kembali melawan incumben Presiden Jokowi di Pilpres 2019,” kata Dosen Universitas Jayabaya itu.

Igor menambahkan, kemenangan Prabowo atas Jokowi juga terjadi saat Pilpres 2014 lalu, dengan perolehan suara 14.167.381 (59,78%) diatas Jokowi dengan raihan 9.530.315 suara (40,22%).

“Jokowi hanya menang atas Prabowo di Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon. Di sisa kabupaten lainnya Prabowo masih unggul atas Jokowi,” kata Igor.

Pilkada Jabar dinilai penting karena provinsi ini menyumbang hampir 20 %  pemilih nasional, dan voters di Jawa Barat dianggap berpengaruh terhadap perolehan suara nasional dalam pemilu serentak 2019.

Igor merinci, setidaknya ada tiga faktor penting sebab masih unggulnya Prabowo atas Jokowi di Jawa Barat.

Pertama, faktor ketokohan Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur 2 periode Jabar yang  namanya digadang menjadi salah satu cawapres kuat Prabowo dari PKS.

Aher terasosiasi kuat dengan figur Prabowo, karena sampai sekarang di level politik nasional, PKS merupakan barisan dari “partai oposisi” bersama Gerindra yang dipimpin Prabowo.

Kontroversi penunjukan kaos ganti presiden oleh pasangan Asyik saat acara debat Cagub Jabar juga memperkuat persepsi tersebut.

Kedua, demontration effect politik kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Pasangan yang diusung Prabowo di Pilkada DKI Jakarta 2017 ini menguatkan dan memantapkan pilihan warga Jabar terhadap mantan Danjen Kopassus ini. 

Jabar adalah daerah yang sangat penting dalam sejarah kompetisi dan kontestasi politik di Indonesia dan dikenal sebagai basisnya pemilih Islam.

Apalagi keberadaan sebagian wilayah Jabar yang secara geografis berdekatan dengan Jakarta signifikan mempengaruhi peta politik di Jabar. 

“Ketiga, pembanguan infrastruktur yang dilakukan oleh Presiden Jokowi memang nyata, namun perguliran isu tenaga kerja asing di Cimahi, Banten, Bogor, Bekasi,” kata Igor.

Selain itu masih mangkraknya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dan polemik pembangunan di Meikarta masih menyisakan kekhawatiran sebagian besar warga Jabar saat ini.

Igor menjelaskan, survei  SPIN ini dilaksanakan pada 5-10 Juni 2018 dengan responden 1.200 dan memakai teknik multistage random sampling. Margin of error 3% dan tingkat kepercayaan 95%.

Wawancara dilakukan melalui tatap muka langsung dengan bantuan kuisioner. Uji kualitas dilakukan melalui spot check dengan mengambil 20 % dari total sample. (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA BARAT

Iriawan Dapat Dukungan Sesepuh-Ulama Jabar

Published

on

Pejabat Gubernur Jawa Barat, Moch. Iriawan.

Apakabarnews.com, Bandung – Pejabat Gubernur Jawa Barat Moch. Iriawan mendapatkan dukungan untuk menjalankan tugasnya dari sesepuh dan ulama yang berpengaruh di Jawa Barat seperti Ketua Umum MUI Jabar KH M.Sudja’i, Ketua Umum MUI Kota Bandung KH Miftah Faridl, dan pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid KH Abdullah Gymnastiar.

“Saya percaya beliau (M Iriawan) akan jaga sebaik-baiknya amanah ini, beliau tidak mau mengecewakan orang tuanya dan karirnya juga tidak mau diakhiri dengan sesuatu yang tidak baik. Saya percaya pada beliau,” kata Aa Gym dalam siaran pers Biro Humas dan Protokol Setda Jawa Barat, Kamis (21/6/2018).

M Iriawan sebelumnya mengunjungi atau bersilaturahim ke sejumlah ulama salah satunya Aa Gym di Pondok Pesantren Daarut Tauhid Kota Bandung.

Aa Gym mengajak masyarakat untuk tidak menyangsikan sepak terjang pria yang akrab disapa Iwan Bule ini selama memimpin Jabar tiga bulan kedepan. Bila didapat menyalahi aturan, Aa Gym meminta masyarakat tak segan untuk mengingatkannya dengan cara yang baik.

“Aa menyarankan karena sekarang sudah dilantik kalau ada yang meragukan mari kita cermati bersama kalau nanti didapati ada yang kurang berkenan atau salah ya tentu ingkatkan dengan cara yang baik tapi kalau beliau ternyata menjalankan amanah ini dengan baik harus kita apresiasi. Kita tidak harus terus-menerus dengan perbedaan pendapat yang panas ya,” ujarnya.

Ia berpesan kepada M Iriawan untuk tidak takut pada siapapun selain Allah. Selama menjalankan tugas dengan ikhlas dan amanah Allah akan melindungi dan mengangkat derajatnya.

“Sing adil, sing amanah dan sing dekat dengan ulama dengan ikhlas,” ujar Aa Gym.

“Alhamdulillah saya bersyukur beliau rupanya dilantik kemarin dan langsung datang ke pesantren untuk silaturahmi, saya sangat menghargai bagaimana yang diberi amanah memimpin Jabar ini berkenan hadir,” lanjutnya.

Sementara itu, Pj Gubernur Jabar M Iriawan mengatakan bahwa hal itu merupakan kunjungan yang biasa dilakukan oleh pejabat baru.

“Ini kan silaturahim seperti biasa pejabat baru. Saya akan silaturahmi pada tokoh-tokoh dan sesepuh di Jabar dan akan datang ke beberapa pondok pesantren” kata Iriawan.

Usai bertemu Aa Gym, Iriawan juga bersilaturahmi pada KH. Miftah Faridl. Iriawan diterima Kiai Miftah di kediamannya di Sukaluyu Bandung dengan hangat. Diawali dengan shalat maghrib berjamaah, Iwan mendapat pesan-pesan dan doa untuk keberhasilan menjalankan tugas sebagai Pj Gubernur dari Kyai Miftah.

Dukungan serupa juga muncul dari Ketua MUI Jabar KH. M. Sudja i. Ia mengajak masyarakat untuk menerima M. Iriawan.

“Jabar itu nyunda dan nyantri. Itu ada pada diri Pa Iwan. Saya mengenal betul sejak jadi Kapolda. Beliau sering bersilaturahim dan bersama para ulama membangun sinergi membangun Jabar. Soal netralitas, jangan ragu lagi. Dia akan menjaga kredibilitasnya sebagai seorang perwira bhayangkara. Dia sejak dulu sudah netral, sekarang pun saya yakin beliau akan netral. Janganlah ada dugaan yang keliru kepadanya,” tutur Sudja’i.

Dukungan juga datang dari dari tokoh-tokoh Jawa Barat. Mantan Gubernur Jabar yang juga sesepuh Jabar, Solihin GP secara terbuka menyatakan dukungannya pada putra asli Jabar ini.

“Saya bersyukur Iriawan ditunjuk jadi Pj Gubernur Jabar. Sudahlah jangan diributkan. Saya sebagai sesepuh Jabar sangat mendambakan putra asli yang mengerti Jabar. Sekarang sudah terwujud eh masih ribut. Yang meributkan itu orang-orang yang tidak punya jasanya bagi Jabar. Sudah jangan didengar yang ribut-ribut itu. ‘Ngariweuhkeun’ saja. Kami ini ingin tenang untuk melaksanakan tugas yang baik bagi Jabar bagi nasional,” ujar pria yang akrab dipanggil Mang Ihin.

Sedangkan seniman dan musisi Acil Bimbo merasa bersyukur Iriawan jadi Pj Gubernur. Ia percaya Iwan Bule tidak akan merusak nama baiknya yang selama ini sudah diraihnya.

“Dia itu sangat mengenal potensi dan dinamika di Jabar karena pernah menjadi Kapolda Jabar. Dia juga sudah mendapat dukungan dari sesepuh Jabar. Dalam pertemuan sesepuh Jabar beberapa waktu lalu, kami sampaikan dukungan itu. Kalau ada yang protes silakan saja, tapi kami orang Jabar menerima dan mendukung kehadirannya sebagai Pj Gubernur Jabar,” kata Acil. (asd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA BARAT

TB Hasanuddin Berharap Ada Penambahan Waktu Debat

Published

on

Calon gubernur.Jawa Barat nomor urut dua, TB Hasanuddin (Kang Hasan). (tengah)

Apakabarnews.com, Bandung – Calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua, TB Hasanuddin (Kang Hasan) berharap ada penambahan waktu dalam debat publik ketiga Pilgub Jawa Barat 2018 yang akan digelar di Grand Ballroom Sudirman Convention Centre Kota Bandung, pada Jumat (22/6/2018).

“KPU mestinya memberikan penambahan waktu agar pemaparan visi, misi dan program masing-masing pasangan calon bisa lengkap dan publik pun dapat memahaminya secara utuh. Kalau hanya satu menit, baru prolog saja sudah habis,” kata Tb Hasanuddin dalam siaran persnya di Bandung, Kamis (21/6/2018).

Pria yang akrab disapa Kang Hasan ini menuturkan alokasi waktu yang disediakan oleh penyelenggara (KPU Jawa Barat) seringkali dianggap kurang mencukupi, terlebih debat publik digelar untuk menyampaikan visi, misi dan program masing-masing kandidat sebagai pedoman atau acuan pembangunan di masa mendatang Dengan demikian, kata dia, para kandidat kesulitan untuk memaparkan materi secara sempurna lantaran waktu yang disediakan sangat terbatas.

Dia menilai debat publik adalah bagian dari cara penyelenggara mengenalkan kandidat kepada masyarakat pemilih. Melalui debat publik, internalisasi pendidikan politik pun tersampaikan.

Oleh karena itu, ia berharap KPU Jawa Barat bisa mempertimbangkan adanya penambahan waktu, terlebih pada gelaran debat publik putaran ketiga, tema yang diangkat berkaitan tentang kebijakan dan hak-hak publik yang harus dijamin pemerintahan daerah, menyangkut didalamnya persoalan perempuan, disabilitas, anak, kepemudaan, sosial budaya dan ideologi.

“Paling tidak, kata dia, ada penambahan waktu antara 5 hingga 10 menit. Bagaimana disuruh menjelaskan untuk keperluan masyarakat Jawa Barat yang sangat principil dan strategis dalam waktu satu menit. Paling tidak, ‘grand design’ tuh lima menit atau 10 menit lah,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap tema yang disuguhkan merupakan masalah-masalah yang sudah biasa dihadapinya selama masa pengabdian, baik di bidang militer, politik maupun legislatif.

“Tidak ada persiapan secara khusus. Kerjakan seperti biasanya saja lah, begitu,” kata Kang Hasan. (asd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA BARAT

KPU Jabar Pastikan Pengamanan Debat Lebih Ketat

Published

on

Calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua, TB Hasanuddin (Kang Hasan).

Apakabarnews.com, Bandung – Calon gubernur Jawa Barat nomor urut dua, TB Hasanuddin (Kang Hasan) berharap ada penambahan waktu dalam debat publik ketiga Pilgub Jawa Barat 2018 yang akan digelar di Grand Ballroom Sudirman Convention Centre Kota Bandung, pada Jumat (22/6/2018).

“KPU mestinya memberikan penambahan waktu agar pemaparan visi, misi dan program masing-masing pasangan calon bisa lengkap dan publik pun dapat memahaminya secara utuh. Kalau hanya satu menit, baru prolog saja sudah habis,” kata Tb Hasanuddin dalam siaran persnya di Bandung, Kamis (21/6/2018).

Pria yang akrab disapa Kang Hasan ini menuturkan alokasi waktu yang disediakan oleh penyelenggara (KPU Jawa Barat) seringkali dianggap kurang mencukupi, terlebih debat publik digelar untuk menyampaikan visi, misi dan program masing-masing kandidat sebagai pedoman atau acuan pembangunan di masa mendatang Dengan demikian, kata dia, para kandidat kesulitan untuk memaparkan materi secara sempurna lantaran waktu yang disediakan sangat terbatas.

Dia menilai debat publik adalah bagian dari cara penyelenggara mengenalkan kandidat kepada masyarakat pemilih. Melalui debat publik, internalisasi pendidikan politik pun tersampaikan.

Oleh karena itu, ia berharap KPU Jawa Barat bisa mempertimbangkan adanya penambahan waktu, terlebih pada gelaran debat publik putaran ketiga, tema yang diangkat berkaitan tentang kebijakan dan hak-hak publik yang harus dijamin pemerintahan daerah, menyangkut didalamnya persoalan perempuan, disabilitas, anak, kepemudaan, sosial budaya dan ideologi.

“Paling tidak, kata dia, ada penambahan waktu antara 5 hingga 10 menit. Bagaimana disuruh menjelaskan untuk keperluan masyarakat Jawa Barat yang sangat principil dan strategis dalam waktu satu menit. Paling tidak, ‘grand design’ tuh lima menit atau 10 menit lah,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan setiap tema yang disuguhkan merupakan masalah-masalah yang sudah biasa dihadapinya selama masa pengabdian, baik di bidang militer, politik maupun legislatif.

“Tidak ada persiapan secara khusus. Kerjakan seperti biasanya saja lah, begitu,” kata Kang Hasan. (asd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending