Connect with us

NASIONAL

Impor Beras Belum Dibutuhkan oleh Rakyat Jogja, Ini Alasannya

Published

on

Stok beras di DIY masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan.

Indonesiaraya.co.id, Yogyakarta – Ketua III Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta Budi Hanoto menyebutkan masyarakat di wilayah setempat belum membutuhkan dukungan pasokan beras impor.

“Kita masih menggunakan beras lokal, tidak perlu beras impor, karena hingga saat ini stoknya masih mencukupi,” kata Budi Hanoto di Kompleks cadangan stok beras di DIY masih mencukupi.

DIY belum membutuhkan beras impor, karena cadangan stok beras di DIY masih mencukupi.

Ia mengatakan impor beras merupakan kebijakan Pemerintah Pusat, maka apabila DIY tetap mendapatkan alokasi beras impor, pihaknya bersama Bulog DIY akan mengkaji pemanfaatannya.

BACA JUGA : KPPU Melarang Beras Impor Masuk Sumatera Utara

“Alokasi beras impor itu tergantung dari pusat, daerah hanya menerima. Perkara nanti diapakan akan kita kaji,” kata Budi yang juga Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta ini.

Meski demikian, ia memastikan stok beras di DIY masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan.

“Kalaupun ada alokasi beras impor dari pusat itu penggunaannya sangat selektif sekali dan saat situasi mendesak sekali. Apalagi Februari sudah masuk musim panen raya,” kata dia.

Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional DIY Miftahul Ulum mengakui hingga saat ini masih tersimpan 6.000 ton stok beras di tiga gudang Bulog DIY.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda DIY Budi Wibowo juga mengakui saat ini DIY belum membutuhkan beras impor. Budi berharap masyarakat tidak panik karena cadangan stok beras di DIY masih mencukupi.

“Angka cadangan panen yang ada di Pemda saat ini mencapai 260 ton. Sedangkan cadangan panen yang ada di Gapoktan mencapai 670 ton,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan keputusan pemerintah untuk mengimpor 500 ribu ton beras karena persediaan beras di dalam negeri masih kurang. Keputusan pemerintah pusat untuk mendatangkan beras dari Vietnam dan Thailand tersebut diambil setelah melakukan operasi pasar sejak November – Desember 2017.

Hasilnya, operasi pasar tersebut tidak terlalu memberi pengaruh terhadap penurunan harga. Bahkan, pada awal Januari 2018, harga beras medium berada pada kisaran Rp11.000 per kilogram, atau di atas harga eceran tertinggi (HET) yakni Rp 9.450. (lkh)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Prabowo – Sandi Datangi Rumah Dinas JK

Published

on

Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018) malam.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018) malam.

Prabowo yang mengenakan kemeja putih tiba pukul 20:44 WIB dengan mengendarai mobil berwarna putih. Di belakangnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani.

Sepuluh menit kemudian, bakal calon wapres Sandiaga Uno tiba di kediaman dinas Wapres Jusuf Kalla dengan mengenakan kemeja biru muda dan berpeci.

Juru Bicara Wapres Husain Abdullah mengatakan pertemuan tersebut untuk bersilaturahmi

“Mungkin karena Pak JK kan politikus senior, jadi sowan saja,” kata Husain. (fra)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Jabar Lokasi Pertama Deklarasi Prabowo – Sandi di Daerah

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Bogor – Koordinator Nasional Relawan Pendukung Prabowo (#RPP2019) menjadikan Jawa Barat sebagai lokasi pertama deklarasi pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

“Deklarasi yang sebenarnya akan dilaksanakan di daerah-daerah, dimulai dari Jawa Barat,” kata Rachel Maryam, selaku Dewan Penasihat Korda RPP2019 usai konsoldiasi RPP2019 di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/8/2018).

RPP2019 sebelumnya telah terbentuk 2014 dan mendapatkan legal hukum dari Kementerian Hukum dan HAM Juli 2018. Sebagai organisasi resmi, RPP2019 kini telah terbentuk di 14 provinsi 57 kabupaten/kota di Indonesia.

Menurut Rachel, alasan dipilihnya Jawa Barat sebagai lokasi pertama deklarasi RPP2019 mendukung Prabowo-Sandi karena menjadi barometer kemenangan pasangan ini.

“Kenapa Jabar, karena pada Pilpres 2014 lalu Prabowo menang di Jabar. Dan 20 persen pemilih ada di Jabar, jadi barometer kemenangan nasional,” kata Rachel.

Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan, RPP2019 merupakan relawan non partisan yang berasal dari luar partai. Terbentuk secara mandiri, tidak oleh Partai Gerindra.

“Jadi RPP lahir bukan karena disuruh Gerindra, tapi lahir dari akar rumput atas keinginan sendiri, memiliki keprihatinan yang sama, bisa menampung kegelisahan orang-orang yang punya cita-cita yang sama,” kata Rachel.

Sekjen RPP2019 Andi Irwandi menyebutkan, RPP terus berkembang, sejak dilegalkan di Kemenkumham, saat ini telah terbentuk di 14 provinsi di 57 kabupaten/kota termasuk Papua.

“Target kami sebelum masa kampanye 27 September, RPP sidah bisa hadir di 50 persen secara nasional,” katanya.

Visi dan misi RPP2019 adalah untuk menghantarkan Prabowo-Sandi menyukseskan Pilpres 2019, sebagai tim monitoring melakukan pengawasan di setiap TPS. (lai)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Sandiaga Uno Sapa Pedagang Pasar Tradisional di Lombok

Published

on

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat menyapa para pedagang tradisional yang berjualan di Pasar Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (14/8/2018).

Apakabarnews.com, Lombok Barat – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno di sela-sela meninjau korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyempatkan diri mampir dan menyapa para pedagang tradisional yang berjualan di Pasar Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (14/8/2018).

Dalam kunjungannya tersebut, Sandiaga Uno berjanji akan membantu merevitalisasi pasar tradisional Gunungsari pascagempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu (5/8/2018) malam.

“Tadi, saya sudah keliling dan menyerap aspirasi pedagang, mereka menghendaki adanya pasar yang lebih representatif,” kata Sandiaga Uno saat blusukan di Pasar Gunungsari.

Menurut Sandi, kondisi pasar Gunungsari dirasa sangat tidak layak. Karena itu revitalisasi salah satu pasar terbesar di Lobar itu mendesak dilakukan.

“Kita akan coba membantu agar para pedagang bisa berjualan lebih baik,” ucapnya.

Sandi yang datang ke NTB dalam rangka mengunjungi pengungsi korban gempa bumi di Wadon, Desa Kekait di Lombok Barat dan pengungsi di Lombok Timur mengaku, menyempatkan blusukan ke pasar tidak lain lebih banyak mendengarkan masukan dari para pedagang.

Hal ini, kata dia, sesuai dengan misinya yang selama ini akan fokus mengembangkan ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya sangat suka blusukan ke pasar untuk melihat pedagang dan pembeli yang akan memberikan aspirasi. Apalagi datang ke pasar adalah kebiasaan saya. Sehingga, jika sempat datang ke daerah di Indonesia, termasuk di NTB saat ini, saya sempatkan menemui pedagang di Pasar Gunungsari,” tambah Sandiaga.

Bakal calon wakil presiden dari calon presiden Prabowo Subianto yang diusung oleh koalisi parpol Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat, menambahkan program revitalisasi dan penataan sarana usaha kawasan pedagang kaki lima (PKL) di seluruh Indonesia dapat meningkatkan transaksi jual beli yang semula hanya bersifat mingguan menjadi pasar harian.

“Jadi, program revitalisasi pasar rakyat bagi saya akan mampu mendongkrak transaksi di Pasar Gunungsari,” kata Sandiaga Uno. (nur)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending