Connect with us

NASIONAL

Masih Tanda Tanya, Impor Beras Dipersoalkan Wakil Rakyat NTT

Published

on

Anggota DPD-RI asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur, Ibrahim Agustinus Medah

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Anggota DPD-RI asal daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur Ibrahim Agustinus Medah mempertanyakan kebijakan pemerintah melakukan impor beras dalam jumlah banyak.

“Kebijakan impor beras dalam jumlah besar yang mencapai 500.000 ton itu penuh tanda tanya, karena indikator yang digunakan pemerintah untuk melakukan impor hanya semata lantaran adanya gejolak harga beras di pasaran,” kata dia di Kupang, Jumat (19/1/2018).

Kebijakan impor beras ini tetap menjadi tanda tanya karena indikatornya hanya gejolak harga di pasar

Dia mengemukakan hal itu terkait dengan kebijakan pemerintah melakukan impor beras 500.000 ton yang diperkirakan mulai masuk Indonesia pada Februari 2018.

BACA JUGA : Top, Bupati Aceh Barat Tolak Impor Beras

Mantan Bupati Kupang dua periode itu mengatakan semestinya pemerintah tidak menggunkan indikator harga beras di pasar untuk melakukan impor beras.

Pemerintah, kata dia, seharusnya mengamati secara baik apa yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga beras di pasaran, sebelum mengambil kebijakan impor.

“Kita hanya menggunakan indikator harga beras di pasar naik lalu kita impor, tetapi kita belum mengamati secara baik mengapa terjadi kenaikan harga di pasar,” kata mantan Ketua DPRD NTT itu.

Menurut Medah, kenaikan harga di pasar itu fluktuatif dan sesuai kondisi seperti hujan atau kondisi transportasi.

“Pada musim hujan seperti ini, transportasi mengalami gangguan sehingga pasokan ke pasar mengalami defisit dan pasti berpengaruh terhadap harga pasar. Tetapi tanpa melihat indikator lain, kita lalu mengambil kesimpulan untuk impor,” katanya.

Dia menambahkan beras yang diimpor pemerintah juga adalah beras jenis premium, padahal rakyat Indonesia masih banyak yang miskin, yang tentunya sebagian besar dari rakyat tidak mengonsumsi beras premium.

“Jadi kalau sekarang pemerintah mengimpor beras jenis premium, sebenarnya untuk kebutuhan siapa,” katanya, seperti dikutip Antara.

Oleh karena itu, menurut dia, kebijakan impor beras ini tetap menjadi tanda tanya karena indikator yang digunakan pemerintah hanya karena adanya gejolak harga di pasar, tanpa melihat faktor lain seperti cuaca dan stok beras di daerah. (bet)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Wapres Kalla Sebut Pengurangan Kesenjangan Belum Tercapai

Published

on

Wakil Presiden, Jusuf Kalla.

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang belum tercapai di Indonesia adalah pengurangan kesenjangan karena koefisien gini masih cukup tinggi.

“Yang belum dicapai itu ‘equality’, keadilan karena gini ratio, walaupun ada perbaikan, masih cukup tinggi. Jadi dibutuhkan suatu pendapatan masyarakat yang cukup luas,” kata Wapres Jusuf Kalla usai menghadiri Konferensi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SPB) Tahun 2018 di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Untuk mencapai tujuan pengurangan kesenjangan tersebut, lanjut Wapres, perlu diupayakan sejumlah upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Wapres mengatakan diperlukan penyesuaian upah minimum regional (UMR) atau standar pendapatan minimal dengan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Indonesia.

“Gini ratio itu kan pendapatan dari sekian persen orang dibanding sekian persen rendah maka karena itu pendapatan masyarakat, baik pendapatan yang produktif atau UMR, kan selalu kita sesuaikan dengan pertumbuhan. Jadi, ya pendapatan masyarakat ini harus naik,” jelas Wapres.

Wapres menambahkan 17 poin dalam TPB, yang disepakati pada 25 September 2015, saling terkait sehingga perlu kerja bersama dari berbagai pihak untuk mewujudkan Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 tersebut.

“Tidak ada pendidikan yang baik tanpa pendapatan yang baik, tidak ada ‘zero hunger’ (kelaparan) kalau ada produksi pangan yang baik. Semuanya bersambung dan banyak dibicarakan,” katanya.

Pemerintah Indonesia pun, lanjut Wapres, sudah sejak lama menerapkan poin-poin TPB tersebut dalam program kerja pemerintah, bahkan sejak era pemerintahan Presiden Soeharto.

“Sebetulnya bagi kita hal itu bukan hal yang baru, tetapi selalu dikerjakan di setiap pemerintahan sejak (zaman) Pak Harto dan lainnya. Masalah pendidikan ada SD inpres, kesehatan kita jalankan dengan BPJS, ‘zero hunger’ perlu meningkatkan produktifitas (pertanian),” ujarnya.

Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030 merupakan kesepakatan negara anggota PBB melalui 17 poin TGB, yang menjadi kelanjutan dari Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals) periode tahun 2000 – 2015.

Sebanyak 17 tujuan yang diharapkan tercapai itu adalah tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan, kehidupan sehat dan sejahtera, pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi layak, energi bersih dan terjangkau, pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta industri, inovasi dan infrastruktur.

Kemudian ada tujuan untuk berkurangnya kesenjangan, kota dan pemukiman berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggungjawab, penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, ekosistem daratan, perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang tangguh, serta kemitraan untuk mencapai tujuan. (fra)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Menteri Susi Pudjiastuti Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan

Published

on

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat bertemu dengan Paus Fransiskus di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12/2018).

Apakabarnews.com, London – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menghadiri audiensi dengan Paus Fransiskus di Aula Paolo Sesto Vatikan, Rabu (12/12/2018), pukul 09.00-11.00 waktu setempat, bersama ribuan umat Katolik dan wisatawan non-Katolik menurut Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Vatikan Wanry Wabang.

Susi menghadiri acara di Vatikan atas undangan Nuncio (Kepala Perwakilan) Tahta Suci Vatikan di Jakarta Monsinyur Piero Pioppo yang disampaikan pada acara Our Ocean Conference di Bali pada 29-30 Oktober.

Dalam acara itu, Susi berkesempatan bersalaman dengan Paus Fransiskus dan menyampaikan ucapan terima kasih atas surat Paus yang dikirimkan pada acara Our Ocean Conference 2018 serta mengundang Paus ke Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih secara langsung atas dukungan dan komitmen Vatikan yang disampaikan yang disampaikan oleh H.E Archbishop Piero Pioppo…,” demikian antara lain cuitan sang menteri di akun Twitter.

Kepada Susi, Paus menyatakan akan terus mendoakan dan memberikan dukungan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Setelah bertemu dengan Paus, Susi melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Vatikan Monsinyur Paul Richard Gallagher di Istana Apostolik Vatikan, antara lain membahas saling pengertian antara Vatikan dan Indonesia mengenai upaya penanggulangan pencurian ikan dan “perbudakan” di sektor perikanan.

Vatikan setuju membantu upaya Indonesia mengangkat isu hak-hak kelautan di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam kunjungannya ke Vatikan, Menteri Kelautan dan Perikanan juga mengunjungi Biara Santa Ursula di Roma dan melakukan interaksi informal dengan sejumlah biarawati dan biarawan. (zey)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Hadiri Peringatan Maulid Nabi dan Haul Habib Kwitang, Prabowo Disambut Takbir Ribuan Jamaah

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi, Kamis (6/12/2018).

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden Prabowo Subianto disambut ribuan jamaah saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi atau akrab disapa Habib Ali Kwitang di Jalan Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis (6/12/2018). 

Setibanya di Jalan kwitang, Prabowo terpaksa harus turun dari kendaraannya dan harus berjalan ratusan meter untuk menuju lokasi acara. Sebab,sepanjang jalan, ribuan jamaah telah memenuhi jalan-jalan dan gang di lokasi sekitar acara. 

BACA JUGA : Sandiaga Janjkan “One Kyai For One Center Enterpreneurship”

Tak ayal, para jamaah yang melihat kehadiran Prabowo pun langsung berebut meminta salaman dan foto bersama. Capres nomer urut 02 itu pun meladeni, satu persatu jamaah yang berdiri sepanjang jalan menuju lokasi acara disalami dan berfoto bersama. Tak sedikit dari jamaah yang melontarkan kalimat takbir saat melihat kehadiran Prabowo. 

“Prabowo, Presiden, Prabowo, Presiden, takbir, AllahuAkbar,” teriak para jamaah menyambut kehadiran Prabowo saat berjalan menuju lokasi acara. 

Setibanya di lokasi acara di Gedung Majelis Ta’lim Habib Ali Al Habsyi Kwitang, Prabowo langsung disambut oleh Habib Ali bin Abdurrahman yang merupakan keturunan langsung Habib Kwitang. 

“Selamat datang pak prabowo,” sambut Habib Ali sambil memeluk Prabowo. 

Prabowo juga mengucapkan rasa hormat dan terimakasihnya kepada Habib Ali dan pengurus Majelis Ta’lim Habib Ali Al Habsyi Kwitang lantaran telah mengundang dirinya untuk bisa menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Habib Ali Bin Abdurrahman Al Habsyi atau akrab disapa Habib Ali Kwitang Majelis Ta’lim Habib Ali Al Habsyi Kwitang. 

“Terimakasih habib telah mengundang saya dan rombongan untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi dan Haul Habib Kwitang,” ungkap Prabowo saat berbincang dengan Habib Ali di panggung acara. 

Dalam acara tersebut, Prabowo juga terlihat khusyuk melantunkan shalawat dan juga mengaminkan doa yang dipanjatkan oleh para puluhan habaib yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia dan dari timur tengah itu. 

Dalam sambutannya, Habib Ali menjelaskan bahwa pada acara Maulid dan Haul kali ini, majelisnya dihadiri oleh dua orang tokoh nasional yakni tokoh Partai Demokrat Agus Harimurty Yudhoyono atau yang akrab disapa AHY dan Calon Presiden Prabowo Subianto. 

“Telah hadir bersama kita dua orang tokoh nasional yakni Pak Agus Harimurty Yudhoyono atau pak AHY beliau adalah sahabat dari ayahanda kami, dan yang kedua adalah Prabowo Subianto beliau juga merupakan sahabat dari ayahanda kami dan ayah beliau adalah sahabat dari kakek kami,” ungkap Habib Ali dihadapan ribuan jamaah. (dam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending