Connect with us

NUSA TENGGARA TIMUR

Kadernya Ditangkap KPK, Dukungan untuk Marianus Sae Dicabut PDI Perjuangan

Published

on

Politisi PDIP Hugo Parera, dan Cagub NTT Marianus Sae yang sempat diusung PDI Perjuangan.

Indonesiaraya.co.id, Kupang – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa partainya sudah mencabut dukungan kepada Marianus Sae (MS) untuk maju dalam Pilkada Serentak Juni 2018 sebagai calon gubernur NTT 2018.

“Ada indikasi bahwa Marianus Sae memiliki keanggotaan ganda. Oleh karena itu partai sudah bersikap tegas dan dan menarik dukungan kepada dirinya,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (12/2/2018) setelah Marianus ditangkap KPK di Surabaya atas dugaan kasus korupsi.

Ketua DPP PDIP Andres Hugo Parera sempat menelepon dan mengirimkan pesan kepada Marianus namun tak digubris.

Hasto menyatakan penyesalan atas kasus yang dialami MarianuS. Padahal sejak awal, menurut Hasto, partai banteng moncong putih sudah menegaskan kepada para kader tidak menoleransi kader terjerat kasus korupsi.

BACA JUGA : KPK OTT Kader PDIP Bupati Ngada Marianus Sae

“Kami akan mempercepat penetapan pelanggaran disiplin berat terhadap Marianus,” ujarnya pula.

Hasto juga mengatakan bahwa partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu dalam berbagai kegiatan selalu menekankan strategi gotong royong guna menekan pengeluaran atau biaya.

Hasto menegaskan bahwa selama dia berada di NTT untuk mengelar konsolidasi pemenangan Marianus Sae-Emilia Nomlani, MS justru tak ditemui bahkan susah untuk dihubungi.

Ketua DPP PDIP Andres Hugo Parera juga mengeluhkan serupa. Bahkan, ia juga sempat menelepon dan mengirimkan pesan kepada Marianus namun tak digubris.

“Saya sempat mengontak Marianus Sae via telepon maupun SMS, namun sama sekali tidak ada respons dari bersangkutan,” kata Andreas, seperti dikutip Antara.

KPK telah menetapkan Bupati Ngada 2016-2021 Marianus Sae sebagai tersangka tindak pidana korupsi suap terkait proyek pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Ngada, NTT.

KPK menduga Bupati Ngada 2015-2020 Marianus Sae itu adalah penerima suap, sedangkan pemberi suap adalah Direktur PT Sinar 99 Permai (S99P) Wilhelmus Iwan Ulumbu.

Pemberian uang dari Wilhelmus kepada Marianus terkait fee proyek-proyek di Kabupaten Ngada, kata KPK. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DESTINASI

NTT Ingin Ambil Bagian Kelola Wisata Komodo

Published

on

NTT Ingin Ambil Bagian Kelola kawasan wisata Taman Nasional Komodo.

Apakabarnews.com, Kupang – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Marius Ardu Jelamu mengatakan, pemerintah provinsi setempat berkeinginan untuk mengambil bagian dalam pengelolaan kawasan wisata Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

“Pak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat berkomitmen untuk mengambil bagian dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo,” katanya ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (2/11/2019).

Dijelaskannya, pengelolaan kawasan wisata Komodo selama ini menjadi wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Komodo.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah provinsi tidak mendapatkan bagian apapun dari pengelolaan objek wisata yang memiliki habitat satwa purba Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajabian dunia (new 7 wonders) itu.

“Karena itu Pak Gubernur tidak mau seperti itu, Pemprov harus mengambil bagian di dalamnya karena ini berada di wilayah kita, dan sebagai wakil pemerintah pusat kita punya hak untuk mengatur itu,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah provinsi masih mencari pola atau rancangan bagaimana Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan Pemerintah Pusat bisa duduk bersama untuk membicarakan wewenang pengelolaan kawasan wisata tersebut.

“Termasuk bagaimana hak untuk mendapatkan bagi hasil dari pendapatan Taman Nasional Komodo itu sendiri,” katanya.

Marius mengatakan, selama ini pendapatan semua taman nasional di Indonesia merupakan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang langsung disetor ke kas negara.

“Untuk itu pemerintah provinsi ingin agar ada pendapatan yang harus masuk ke kas daerah,” katanya.

Untuk diketahui, Balai Taman Nasional Komodo mencatat, nilai pendapatan dari hasil pengelolaan kawasan wisata Komodo pada tahun 2017 lalu mencapai sebanyak Rp29 miliar.

Selain itu, dalam kurun Januari-Juni 2018, jumlah pendapatan yang sudah diperoleh sebesar Rp13,5 miliar dengan sumber utama dari penjualan tiket wisata. (alo)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

NTT Baru Masuk Musim Hujan pada Desember

Published

on

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan wilayah NTT baru memasuki musim hujan pada awal Desember

Apakabarnews.com, Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru memasuki musim hujan pada awal Desember, namun demikian beberapa bagian provinsi itu sudah diguyur hujan sejak akhir November.

“Hujan kemarin sebagai pertanda bahwa NTT sudah memasuki musim pancaroba dari musim panas ke musim hujan,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Apolonaris Samsudin Geru ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (2/11/2018).

Kedatangan musim pancaroba, ia melanjutkan, ditandai dengan cuaca ekstrem seperti suhu yang bisa sampai 35 derajat Celsius serta hujan yang bersifat lokal dan sporadis.

Ia menjelaskan pula bahwa daerah-daerah yang kedatangan hujan lebih awal seperti Manggarai Tengah dan daerah dataran tinggi lain di NTT kemungkinan akan memasuki musim hujan lebih awal.

“Wilayah-wilayah tersebut akan memasuki musim hujan lebih awal jika dibandingkan dengan daerah lainnya di NTT. Sedang wilayah pesisir tampaknya masih diguyur hujan ringan,” katanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kupang Bambang Setiajid menjelaskan kedatangan musim hujan antara lain ditandai dengan turunnya hujan dengan intensitas 50 milimeter selama satu dasarian, kelembaban udara mencapai 95 persen, dan angin yang relatif stabil.

Ia menambahkan bahwa saat ini cuaca wilayah NTT “masih normal dan aman-aman saja”. (mlr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

Gempa Guncang Sumba Barat Daya dan Badung

Published

on

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (16/10/2018) malam.

Apakabarnews.com, Jakarta – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (16/10/2018) malam.

Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi di kabupaten Sumba Barat Daya dengan kekuatan 4,9 Skala Richter (SR) itu terjadi pada pukul 23.26 WIB.

Gempa bumi itu berlokasi di 9,86 Lintang Selatan dan 118,82 Bujur Timur dengan kedalaman 44 kilometer.

Pusat gempa bumi berada di laut 50 kilometer Barat Daya Sumba Barat Daya.

Getaran gempa dirasakan sampai Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Dompu NTB, dan Waikeko dalam skala III Modified Mercally Intensity (MMI).

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 2,9 SR mengguncang Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (16/10) pukul 23.01 WIB.

Gempa berlokasi di 8,81 Lintang Selatan dan 115,11 Bujur Timur dengan kedalaman 13 kilometer.

Pusat gempa bumi berada di darat 26 kilometer Barat Daya Badung dan juga dirasakan sampai Kuta, Nusa Dua, dan Jimbaran dalam skala III Modified Mercally Intensity (MMI). (ben)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending