Connect with us

BANTEN

Menguntungkan, Bertani Jahe Merah di Lebak

Published

on

Petani Jahe Merah di Lebak Raih Keuntungan.

Apakabarnews.com, Lebak – Sejumlah petani jahe merah di Kabupaten Lebak, Banten, meraih keuntungan cukup besar setelah harga di tingkat penampung naik menjadi Rp17.000 per kilogram.

“Kita memastikan pendapatan petani jahe merah meningkat karena harga sebelumnya Rp10.000 per kilogram,” kata Ayub (45) seorang penampung di Jalan Lingkar Selatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (18/2/2018).

Selama ini, permintaan jahe merah cukup tinggi sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi petani.

Produksi jahe merah sekitar tujuh sampai 10 ton per pekan dan kebanyakan petani Badui.

Mereka petani Badui mengembangkan jahe merah itu sistem tumpang sari dengan tanaman padi huma.

Sebagian besar petani jahe merah itu dari wilayah Kecamatan Leuwidamar, Cimarga, Bojongmanik, Cirinten, Muncang dan Gunungkencana.

Sebab, di daerah itu merupakan sentra tanaman palawija.

Mereka petani jahe merah dipastikan mengeruk keuntungan, selain panen juga harga di pasaran relatif bagus hingga Rp17.000/Kg.

Padahal, sebelumnya jahe merah dijual Rp10.000/Kg.

Namun, pihaknya sangat terbantu tibanya musim panen karena permintaan pasar terpenuhi.

“Semua produksi jahe merah itu dipasok ke Tangerang dan Jakarta untuk bahan baku makanan dan obat-obatan,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, selama ini, permintaan pasar cenderung meningkat karena produksi komoditas jahe merah relatif kecil.

Mereka petani mengembangkan tanaman jahe itu masih dijadikan sambilan dan tidak dijadikan andalan ekonomi petani.

Petani Kabupaten Lebak masih melirik pada pertanian pangan yang menjadikan andalan,sehingga tanaman palawija hanya sambilan saja.

Padahal, komoditas pertanian palawija, seperti jahe merah cukup tinggi hingga menebus Rp17.000/Kg.

“Kami minta petani agar mengembangkan tanaman jahe merah sehingga bisa memenuhi permintaan pasar,” katanya.

Santa (45) seorang petani Badui mengatakan dirinya sangat terbantu dari hasil penjualan jahe merah sebanyak dua ton menghasilkan uang Rp3,4 juta.

Padahal, tiga bulan lalu menjual jahe sebanyak dua ton hanya Rp2 juta.

“Kami panen jahe merah tahun ini cukup lumayan dan menguntungkan,” katanya.

Sementara itu, Usman (50) seorang petani Cimarga Kabupaten Lebak mengaku dirinya menjual jahe merah sebanyak satu ton dengan harga Rp17.000/Kg.

Harga sebesar itu tentu sangat menguntungkan karena harga sebelumnya Rp10.000/Kg.

“Kami menjual jahe merah itu dari satu ton menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,7 juta,” kata Usman yang menanam jahe merah di lahan seluas 4.000 meter, seperti dikutip Antara. (man)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BANTEN

BMKG : Gelombang Selatan Banten 4-6 Meter Bahaya Bagi Perahu

Published

on

Gelombang di perairan selatan Banten berpeluang 4,0 sampai 6,0 meter sehingga membahayakan aktivitas nelayan dengan perahu berukuran kecil.

Apakabarnews.com, Lebak – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan tinggi gelombang di perairan selatan Banten berpeluang 4,0 sampai 6,0 meter sehingga membahayakan aktivitas nelayan dengan perahu berukuran kecil.

“Cuaca buruk itu berlangsung hingg 26 Juli mendatang,” kata Kepala BMKG Serang Sugarin dalam rilisnya di Lebak, Senin (23/7/2018).

Gelombang tinggi juga terjadi di Perairan Bengkulu hingga barat Lampung, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, perairan selatan Kalimantan, Laut Jawa bagian tengah dan barat.

Selain itu, Laut Banda Aceh, Perairan Kepulauan Sermata, Perairan Kepulauan Tanimbar, Perairan Kepuluan Aru, Perairan Merauke, dan Laut Arafura.

BMKG mengimbau pelaku pelayaran maupun nelayan di perairan selatan Banten meliputi Pantai Binuangeun, Cikeusik, Panggarangan, Bayah, Tanjungpanto, Sukamaju, dan Pulau Manuk agar tidak memaksakan diri untuk melaut.

“Kami berharap gelombang tinggi itu tidak menimbulkan kecelakaan laut,” katanya.

Ia menjelaskan selama ini, tingginya gelombang itu karena adanya peningkatan kecepatan angin timuran hingga 37 km/jam dan diprakirakan berlangsung sampai 26 Juli mendatang.

Selain itu, sepanjang Juli-Agutus 2018 memasuki puncak musim kemarau, khususnya Indonesia bagian selatan (Jawa, Bali, Nusa Tenggara) akan terjadi tekanan tinggi yang bertahan di Samudera Hindia (barat Australia).

“Kami sudah menyampaikan cuaca buruk itu ke BPBD, nelayan, kesyahbandaran, polair, dan stakeholder lainnya,” katanya. (man)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANTEN

Puncak Libur Paskah, Penumpang di Bandara Soetta Naik 18,4 Persen

Published

on

Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Apakabarnews.com, Tangerang – Jumlah penumpang Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten saat libur Paskah akhir pekan lalu meningkat 18,4 persen dibandingkan saat libur tahun lalu dengan waktu yang sama.

Senior Manager Of Branch Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta Erwin Revianto di Tangerang, Senin (2/4/2018) mengatakan, total penumpang pada hari Jumat (30/3/2018) mencapai mencapai 197.038 orang.

Total penumpang yang berangkat maupun datang pada tanggal 29 Maret 2017 sebanyak 195.313. Sedangkan pada 2018 terdapat 217.856 penumpang. Lalu tanggal 30 Maret 2017 ada sebanyak 166.428 dan 2018 sebanyak 197.038 penumpang.

Sementara itu, pada tanggal 31 Maret 2017 mencapai 141.729 orang, sedangkan pada 2018 165.233 penumpang. Di tanggal 1 April 2017 sebanyak 182.505 penumpang, sedangkan pada 2018 sebanyak 196.503 penumpang.

“Jika dibandingkan dengan 2017, total tren pada libur Paskah tahun ini jumlah penumpang tembus mencapai 13,2 persen,” katanya.

Menurut dia, total jumlah pesawat pun mengalami lonjakan mencapai 8,9 persen. Aktivitas arus balik terjadi sejak Sabtu (31/3/2018). Angka total penumpang internasional yang datang pada tahun 2018 ini pun tercatat naik mencapai 14,7 persen.

“Dalam beberapa tahun terakhir terjadi tren penumpang yang senang menghabiskan liburannya di sejumlah lokasi wisata. Termasuk juga wisatawan asing. Karena kami bekerja sama dengan maskapai dan Kementerian Pariwisata untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia,? ujar Erwin.

Apalagi dengan kehadiran kereta layang (skytrain) dan kereta bandara di Soekarno-Hatta yang dapat menyedot perhatian para pengguna jasa dalam mentransformasi interaksi para penumpang karena dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien.

“Bandara Soekarno-Hatta telah mempersiapkan operasional infrastruktur dengan tersistem. Baik disisi udara, maupun di sisi darat,” katanya. (ach)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANTEN

Wagub Banten Ajak ASN Pertahankan Opini WTP

Published

on

Apakabarnews.com, Serang – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengajak seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Banten untuk bisa mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BKP atas laporan hasil pemeriksaan kinerja laporan keuangan pemerintah Provinsi Banten.

“Pada Tahun Anggaran 2016 kita mendapatkan opini dari BPK yaitu WTP, ini tentu tidak mudah karena membutuhkan proses yang luar biasa. Untuk itu kita harus mempertahankan opini dari BPK ini,” kata Andika Hazrumy saat memimpin Apel Gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten di lantai dasar Masjid Raya Al Bantani KP3B di Serang, Senin.

Ia mengatakan, salah satu upaya untuk mempertahankan opini tersebut yakni dengan terus meningkatkan dan memperbaiki laporan keuangan serta meningkatkan semangat kerja untuk melayani masyarakat Provinsi Banten, karena masih banyak pelayanan kepada masyarakat belum maksimal dan pelayanan teknis pembangunan belum terealisasi.

Menurut dia, dalam menjalankan proses pembangunan tersebut Pemprov Banten sudah mempunyai aplikasi SIMRAL atau Sistem Informasi Manajemen Perencanaan, Penganggaran, dan Pelaporan. Melalui aplikasi tersebut, bisa membantu ASN untuk bekerja karena melalui Simral ASN bisa melihat data yang ada mulai dari proses perencanaan, program sampai dengan proses kualitas pembangunan dari proses pembangunan yang ada.

“Kita manfaatkan teknologi untuk peningkatan kualitas kinerja kita,” katanya.

Andika mengatakan dengan Simral juga para ASN bisa terbantu karena dapat mengetahui program mana yang mempunyai kendala atau belum berjalan dan bisa mengetahui dan membuka OPD (organisasi perangkat daerah) mana yang penyerapan anggarannya kurang untuk dibenahi atau diperbaiki bersama.

“Untuk bulan depan rapat pimpinan kita explore dari Simral,” kata Andika.

Andika mengajak seluruh ASN Banten untuk memaksimalkan kinerja dan kemampuannya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Banten terutama pada tiga bidang prioritas yakni pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Saya harapkan dan saya titip kepada bapak/Ibu semua ASN Pemrov Banten, ayo kita tingkatkan kinerja, kita berikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Provinsi Banten mulai dari program kesehatan, pendidikan dan infrastruktur,” kata Andika.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Ranta Soeharta optimistis Pemprov Banten akan kembali mendapat opini WTP atas Laporan Hasil Pemeriksaan BPK terhadap laporan keuangan Pemprov Banten Tahun 2017.

“Kita sudah berusaha maksimal, tinggal menunggu hasilnya. Saya yakin bisa kembali WTP,” kata Ranta Soeharta. (mul)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending