Connect with us

KALIMANTAN BARAT

Komisi IV Sesalkan Adanya 92 Titik Api di Sebagian Lahan Hutan Indonesia

Published

on

Anggota Komisi IV DPR RI Daroria.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Darori menyesalkan adanya 92 titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan (hutan) di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Riau.

“Saya menyesalkan kembali terjadinya kebakaran hutan di beberapa wilayah di Kalimantan dan Riau. Ini sebagai bukti kurangnya sosialisasi baik dari pemda setempat maupun dari Kementerian LHK (lingkungan hidup dan kehutanan) akan bahayanya melakukan pembakaran lahan hutan,” ujar Darori.

Menurutnya, sebagaimana pengalamannya selama 22 tahun bergelut di bidang kehutanan, pola masyarakat sekitar hutan masih tergolong tradisional. Dimana setiap harinya mencangkul, membabat dan sore harinya ketika dilihatnya ada tumpukan daun-daun dan kayu sisa lalu dibakar, kemudian ditinggal pulang dan akhirnya terbawa angin terus membesar, dan akhirnya terjadilah kebakaran.

Berdasarkan pengalamannya bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar hutan itulah, Politisi dari fraksi Partai Gerinda ini menilai perlunya sosialisasi yang lebih massif dan maksimal terkait bahaya membakar hutan kepada masyarakat.

Tidak hanya dalam hal pencegahan, dalam penanganan kebakaran hutan pun harus melibatkan masyarakat. Mengingat masyarakat yang berada langsung di lokasi hutan, sementara petugas atau pejabat kehutanan bermukim relatif lebih jauh dari hutan.

“Sosialisasi kepada masyarakat bisa dilakukan lewat cara-cara tradisional juga, misalnya menyelipkan pesan dalam dakwah-dakwah di masjid, gereja atau berbagai kegiatan lainnya. Itu akan lebih memudahkan pesan untuk bisa sampai langsung ke masyarakat,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLH) bisa dikatakan tidak memiliki helikopter yang bisa dijadikan sarana pemadam kebakaran. Selama ini helikopter yang dimaksud hanya dimikili oleh BMKG (badan meteorologi, klimatologi dan geofisika), itupun jumlahnya masih sangat terbatas, yakni 2 buah.

Padahal dengan luas lahan hutan yang sangat besar di seluruh wilayah nusantara, KLH  sejatinya memiliki banyak helikopter. Sebut saja Jepang memiliki 50 helikopter pemadam kebakaran, dan Korea 45 helikopter. Dengan adanya helikopter pemadan kebakaran selain akan memudahkan pemadaman, juga dapat mencegah meluasnya kebakaran hutan.

“Jadi kalau menurut saya kebakaran itu sebenarnya memang tidak disengaja oleh masyarakat, kalau adanya kesengajaan perusahaan-perusahaan besar untuk membuka perkebunan sawit menurut saya akan terlihat jelas dititik-titik mana terjadi kebakaran.  Dan itu semua ada dalam UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Yang sengaja melakukan pembakaran hutan dikenakan 15 tahun hukuman penjara, dan 10 tahun bagi yang melakukan pembakaran hutan dan disengaja. Undang-undang itu juga harus disosialisasikan terus, agar masyarakat tahu konsekuensi hukumnya juga,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya beberapa lalu mengatakan bahwa ada 92 titik api yang berpotensi menyebabkan kebakaran lahan tahun ini. Titik api itu disebutnya berada di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Riau. (nwi)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

KALIMANTAN BARAT

Pegiat Dorong Penerapan Kota Ramah Peninggalan Bersejarah

Published

on

Pegiat sejarah Kota Pontianak mendorong pemerintah untuk menerapkan adanya Kota Ramah Peninggalan Sejarah (KRPB) di Indonesia.

Apakabarnews.com, Pontianak – Satu di antara pegiat sejarah Kota Pontianak, Ahmad Sofian DZ mendorong pemerintah untuk menerapkan adanya Kota Ramah Peninggalan Sejarah (KRPB) di Indonesia.

“KRPB penting karena sering kita lihat, dengar dan alami dilema-dilema yang berkenaan dengan keberadaan peninggalan bersejarah. Dari perusakan, penelantaran, perubahan, pencurian hingga penjualan benda peninggalan bersejarah,” ujarnya di Pontianak, Selasa (4/12/2018).

Selain itu, dari kondisi ketidak pedulian masyarakat, swasta, juga pemerintah daerah. Dari alasan data, sumber daya yang minim hingga alasan anggaran yang tidak ada, tambahnya.

Ia menambahkan belum lagi banyak peninggalan bersejarah yang berpotensi menjadi situs cagar budaya belum teridentifkasi, terdaftar apalagi dilindungi.

Bahkan peninggalan yang sudah di tetapkan menjadi cagar budaya pun banyak yang terabaikan dan bahkan menjadi rusak,? katanya.

Ia menyebutkan saat ini ada setidaknya 15 bidang atau hal kota ramah, seperti kota ramah anak, kota ramah lingkungan, kota ramah disabilitas dan beberapa lainnya lagi. Beberapa sudah diterapkan, bahkan kata Ahmad Sofian ada kebijakan yang menaunginya dan beberapa sedang disiapkan.

Namun, belum ada wacana bahkan penetapan KRPB. Padahal, tidak lagi perlu lagi kita jabarkan kayanya sejarah dan peninggalan bersejarah di negeri ini. Kita semua setuju, Indonesia adalah masterpiece-nya, Indonesia adalah mahakaryanya, kata dia.

Ia menjelaskan KRPB akan sangat berdampak besar di antaranya dalam upaya penyelamatan peninggalan bersejarah di seluruh Indonesia menjadi lebih menyeluruh, jelas tolak ukur serta indikatornya.

Kemudian semua provinsi, kota, kabupaten bahkan kecamatan bersemangat untuk menjadi KRPB dan para pemangku kepentingan terlibat dan berpartisipasi secara aktif. Tidak hanya pemerintah baik pusat maupun daerah, namun juga akademisi, media, swasta, masyarakat umum, penggiat pelestarian sejarah dan yang lainnya, ujar Ahmad Sofian.

Satu di antara poin paling penting dalam mewujudkan konsep KRPB adalah kebijakan yang menaungi. Inisiatif dari dari pemerintah nasional dengan menetapkan KRPB sebagai kebijakan prioritas dalam strategi kebudayaan nasional serta komitmen dari pemerintah daerah dari setiap ketentuan dalam undang – undang cagar budaya.

Senada juga disampaikan Pendiri Komunitas Wisata Sejarah (Kuwas) Pontianak, Haris Firmansyah. Komunitasnya mendorong penetapan perlu adanya KRPB agar bisa menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah.

Objek cagar budaya bisa menjadi objek wisata yang menjadi daya pikat bagi wisatawan. Misal Kota Pontianak kan sudah ditetapkan beberapa objek cagar budaya di sini bisa menjadi tujuan wisata, seperti anak-anak sekolah dari daerah yang mengunjungi Pontianak bisa berwisata kolonial bukannya hanya pergi ke mal, kata dia. (ded)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN BARAT

Beri Uang Pecahan 100 Ribu, Warga Ini Titipkan Amanah kepada Sandiaga Uno

Published

on

Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat berada di atas kapal wisata bersama Sultan Pontianak Syarif Mahmud Al-Kadrie di dermaga Pasar Tengah, Pontianak.

Apakabarnews.com, Pontianak – Seorang warga Pontianak menemui langsung dan memberikan selembar uang pecahan 100 ribu rupiah kepada Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno saat berada di atas kapal wisata bersama Sultan Pontianak Syarif Mahmud Al-Kadrie di dermaga Pasar Tengah, Pontianak, Kalbar, Rabu (19/9/2018) siang.

Pria yang mengenakan baju bergaris hitam dan abu-abu tersebut mengaku aksinya tersebut merupakan simbol amanat dari rakyat atas permasalahan ekonomi yang diamali masyarakat sehari-hari.

BACA JUGA : Profil Prabowo, Ingin Berkuasa dengan Izin Rakyat Indonesia

“Saya titip lapangan pekerjaan. Tolong murahkan semua bahan sembako, Pak Sandi. Terutama lapangan pekerjaan, Pak Sandi. Kasihan saudara-saudara kami,” ungkap pria tersebut dengan logat khas Pontianak.

Menerima uang tersebut, Sandi menyatakan akan berusaha untuk mengakomodasi setiap aspirasi dan amanat dari masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini meyakini sektor ekonomi akan menjadi isu sentral yang harus dientaskan bersama-sama melalui ketersediaan lapangan pekerjaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.

“Ini saya dikasih uang seratus ribu buat apaan. Tidak boleh dikembalikan ya?,” ujar Sandi kepada pria yang memberikannya uang 100 ribu rupiah

“Berarti ini buat berkah? Kalau gitu nanti saya sedekahkan juga kepada masyarakat yang membutuhkan,” lanjut Sandi.

Mantan Ketua HIPMI ini kemudian bersyukur kepada Tuhan atas kejadian penuh hikmah tersebut. Sandi pun bersalaman dengan pria yang memberikannya uang pecahan 100 ribu.

“Terima kasih pak. (Amanah) Ini luar biasa sekali,” ucapnya. (res)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN BARAT

Mengunjungi Kesultanan Pontianak, Sandi Meyakini Sektor Kebudayaan Mampu Ciptakan Ekonomi Tangguh

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat mengunjungi Istana Kadriya, Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (19/9/2019) pagi.

Apakabarnews.com, Pontianak – Bakal Calon Wakil Presiden yang diusung koalisi partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN Sandiaga Uno mengunjungi Istana Kadriya, Kesultanan Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (19/9/2019) pagi. Pada kesempatan tersebut, Sandi langsung mendapatkan sambutan hangat oleh Sultan Syarief Machmud Melvin Al-Kadri (Sulyan Pontianak IX).

“Saya diminta untuk memperhatikan tempat budaya di Kalimantan ini. Kesultanan Pontianak harus menjadi sentra ekonomi yang terus bergerak melakui UMKM dan industri kreatif. Karena di depan kesultanan, saya lihat ada pasar, ada juga sungai kapuas. Inilah denyut ekonomi sesungguhnya berada dan dibangun,” ucap Sandi.

BACA JUGA : Parpol Pengusung Prabowo-Sandiaga Tetapkan Koalisi Indonesia Adil Makmur

Mantan Ketua HIPMI ini juga diharapkan agar mengganti Bandara Supaduo menjadi Bandara Sultan Syarief Abdulrachman al-Kadri apabila menjabat sebaga Wapres nantinya. Selain itu, Pihak Kesultanan Pontianak juga meminta pengakuan sketsa lambang Garuda Pancasila terinspirasi dari desain Sultan Hamid II.

“Pada intinya, saya diminta agar nilai-nilai luhur kebudayaan khas kesultanan Pontianak diakui dan dijaga,” ungkapnya lebih lanjut.

Dalam pertemuan tersebut, Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga didoakan oleh Sultan agar duduk di istana negara dan menjadi pemimpin amanah yang mempersatukan. Sebelumnya, Sandi sudah menerima gelar kegormatan dari Sultan Palembang, Lembaga Adat Masyarakat Riau dan kini Kesultanan Pontianak. (zal)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending