Connect with us

MALUKU UTARA

Nelayan Pulau Tawabi Harapkan Bantuan Kapal Ikan

Published

on

Kapal Ikan.

Apakabarnews.com, Ternate – Para nelayan di Pulau Tawabi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara mengharapkan bantuan kapal ikan dari pemerintah daerah untuk memudahkan mereka mencari ikan di laut.

“Mayoritas penduduk di Pulau Tawabi adalah nelayan, tetapi selama ini tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam pemberian bantuan kapal ikan,” kata seorang nelayan dari Pulau Tawabi, Caco Subur di Ternate, Selasa (27/2/2018).

Para nelayan di pulau itu selama ini menangkap ikan menggunakan perahu katinting (perahu mesin tempel), yang hasilnya tidak seberapa karena hanya bisa menjangkau perairan dekat pantai, selain itu ada pula yang menangkap ikan menggunakan bagang, tetapi jumlahnya terbatas.

Menurut dia, sebagian nelayan di Pulau Tawabi mengoperasikan kapal ikan inka mina dari Kota Tidore Kepulauan, yang pembagian hasilnya dinilai tidak adil, karena pemilik kapal mendapat dua bagian sedangkan mereka hanya satu bagian.

Contohnya jika penghasilan sekali melaut mencapai Rp30 juta maka pemilik kapal mendapat bagian Rp20 juta dan yang mengoperasikan kapal ikan Rp10 juta untuk seluruh anak buah kapal (ABK) 15 orang.

“Kami berharap nelayan di Pulau Tawabi bisa mendapatkan bantuan kapal, seperti kapal ikan inka mina yang bobotnya 30 GT ke atas, karena nelayan di Pulau itu umumnya pemancing ikan cakalang dan ikan tuna yang membutuhkan kapal ikan seperti itu,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Malut, M Buyung Rajilun mengatakan Pemprov Malut akan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan nelayan di daerah ini, di antaranya dengan memberikan bantuan sarana penangkapan ikan, seperti kapal ikan dan bagang ikan.

Pada 2018 ini, Pemprov akan memberikan bantuan 35 kapal ikan, terdiri atas 32 kapal ikan berbobot 3 GT dan 3 kapal ikan berbobot 10 GT kepada nelayan di sepuluh kabupaten/kota di daerah ini. (ode)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

MALUKU UTARA

Senangnya Anti Dikasih Sepatu oleh Sandiaga Uno

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat berkunjung ke Pasar Higienis Gamalama, Ternate, Selasa (6/11/2018).

Apakabarnews.com, Ternate – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno memberikan sepatu yang dipakaiya kepada Anti Buamona di Pasar Higienis Gamalama, Ternate, Selasa (6/11/2018).

Awalnya Anti yang tengah naik motor  tertarik melihat keramaian di depan pasar. Masih menggunakan helm, dia langsung  bergabung dikerumunan dan melihat Sandi tengah memberikan orasi di panggung yang sederhana. 

BACA JUGA : BPN Prabowo-Sandi Tidak Rekrut Hotman Paris

Saat sesi tanya jawab, Anti langsung mengacungkan jari. “Pak kalau jadi Prediden bantu kami pak agar harga-harga sembilan bahan polok pada turun. Sekarang semua seba naik. Listrik, BBM semuanya pak. Tolong pak. Saya bawa uang seratus ribu tidak berani beli ayam, ikan. Saya cuma berani beli sayur dan tempe,” kata Anti yang diamini ratusan orang di depan panggung. 

Sandiaga berjanji akan memenuhi keinginan Anti untuk membuat harga-harga stabil dan terjangkau. “In Shaa Allah kami penuhi keinginan ibu Anti dan masyarakat Ternate, juga seluruh masyarakat Indonesia. 

Usai acara Anti pun ingin berfoto dengan mantan wakil gubernur DKI ini. Ikut berdesak-desakan sepatu yang dikenakannya jebol. Sandi yang melihat kejadian ini mengajak 
anti ke mobil. Lalu sandi melepaskan sepatunya dan memberikannya kepada Anti. 

“Ya Allah terima kasih Pak Sandi, ini nggak bakal saya lupakan. Terima kasih Pak Sandi,” kata Anti dengan senyum sumringah. (ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MALUKU UTARA

Objek Wisata Cengkeh Berumur 400 Tahun Makin Diminati Wisatawan

Published

on

Objek wisata Cengkih Afo di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut).

Apakabarnews.com, Ternate – Objek wisata Cengkih Afo di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) semakin diminati wisatawan, tercermin dari banyaknya wisatawan dari dalam dan luar negeri yang berkunjung ke objek wisata itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Ternate, Samin Marsaoly di Ternate, Senin (10/9/2018), mengatakan sesuai informasi dari pengelola objek wisata Cengkih Afo sampai awal September 2018 ini sudah lebih dari sepuluh ribu wisatawan yang berkunjung kesana.

Daya tarik utama objek wisata yang terletak di Keluharan Kelurahan Marikurubu, Kecamatan Ternate Tengah atau sekitar 4 Km dari pusat kota Ternate itu adalah adanya cengkih tertua di dunia yakni berusia lebih dari 400 tahun yang dikenal dengan nama Cengkih Afo.

“Informasi mengenai keberadaan Cengkih Afo itu sudah menyebar luas di dalam dan luar negeri, sehingga banyak wisatawan yang tertarik datang ke Ternate karena ingin melihatnya secara langsung,” katanya.

Daya tarik lainnya yang dimiliki objek wisata Cengkih Afo yang dikembangkan melalui pola pemberdayaan masyarakat adalah suasana Ternate pada massa lampau yang ditampilkan diobjek wisata itu.

Fasilitas yang ada di objek wisata Cengkih Afo, kata Samin Marsaoly semuanya dibangun menggunakan bahan lokal, khususnya bambu cina, yang merupakan jenis bambu khas daerah ini.

Kuliner yang disajikan diobjek wisata itu, juga proses memasaknya dan menyajikan juga menggunakan peralatan tradisional, gelas untuk minuman dan piring untuk makan misalnya dari bahan tempurung seperti yang dipakai masyarakat Ternate zaman dulu.

Ia menambahkan, panorama di objek wisata Cengkih Afo yang berada di daerah ketinggian itu juga sangat indah, karena selain bisa melihat hamparan perkebunan cengkih dan pala, juga laut biru dan pulau-pulau sekitar Ternate, Pulau Tidore dan Pulau Halmahera.

Wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Cengkih Afo, setelah puas menikmati objek wisata itu dapat melanjutkan perjalanan melihat berbagai objek wisata lainnya di Ternate, seperti Kedaton Kesultanan Ternate, benteng peninggalan kolonial dan sejumlah objek wisata pantai, di antaranya Pantai Sulamadaha dan Danau Tolire. (ode)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

KPK Tahan Cagub Malut Ahmad Hidayat Mus

Published

on

calon gubernur Maluku Utara, Ahmad Hidayat Mus.

Apakabarnews.com, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan bupati Kepulauan Sula 2005-2010 yang juga calon gubernur Maluku Utara Ahmad Hidayat Mus dan adiknya Zainal Mus. “Setelah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong pada APBD Tahun Anggaran 2009 di Kabupaten Sula dan terpenuhinya ketentuan di Pasal 21 KUHAP, maka dilakukan penahanan terhadap Ahmad Hidayat Mus selama 20 hari ke depan terhitung hari ini di Rutan Cabang KPK di Kavling K-4,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Sedangkan kata Febri, untuk Zainal Mus juga ditahan selama 20 hari ke depan di Rutan Cabang KPK di Pomdam Jaya Guntur.

Sebelumnya, KPK pada Senin memeriksa keduanya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus di Kabupaten Kepulauan Sula itu.

Seusai diperiksa, Ahmad Hidayat Mus menyinggung soal Pilkada 2018. Ahmad Hidayat Mus merupakan calon gubernur Maluku Utara dalam Pilkada 2018 berpasangan dengan Rivai Umar.

Pasangan tersebut diusung oleh Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Saya terima kasih kepada semua saudara-saudara yang sudah memilih AHM-Rivai nomor satu dan bagi saya ini adalah bagian nikmat yang sangat luar biasa kita sudah menang Pilkada, sabar saja masyarakat Maluku Utara Insya Allah kita dilindungi Allah SWT,” kata Ahmad yang telah mengenakan rompi jingga tahanan KPK itu.

Enggan jelaskan Saat dikonfirmasi soal tindak pidana korupsi pengadaan pembebasan lahan Bandara Bobong, Ahmad enggan menjelaskannya lebih lanjut.

“Nanti biar penasihat hukum yang jelaskan,” kata dia.

Sementara itu seusai diperiksa, Zainal Mus memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media terkait penahanannya itu.

“Makasih makasih,” ucap Zainal.

Sebelumnya, KPK pada 16 Maret 2018 telah mengumumkan Ahmad Hidayat Mus bersama adiknya Zainal Mus sebagai tersangka.

Tersangka Ahmad Hidayat Mus selaku bupati Kepulauan Sula 2005-2010 bersama-sama dengan Zainal Mus selaku Ketua DPRD Kepulauan Sula 2009-2014 diduga telah menguntungkan diri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Terkait pengadaan pembebasan lahan di Bandara Bobong pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2009 di Kabupaten Kepulauan Sula.

Ahmad Hidayat Mus dan Zainal Mus disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 dan Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dugaan kerugian keuangan negara berdasarkan perhitungan dan koordinasi dengan BPK adalah sebesar Rp3,4 miliar sesuai jumlah pencairan SP2D kas daerah Kabupaten Kepulauan Sula. (ben)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending