Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Pertemuan IMF Kenalkan Indonesia di Dunia Internasional

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan.

Apakabarnews.com, Lombok Tengah – Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pertemuan Annual Meeting IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober 2018 membuat nama Indonesia semakin di dunia internasional.

“Banyak hal yang kita dapat dari pertemuan ini. Salah satunya Indonesia semakin dikenal,” ujar Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau KEK Mandalika, Lombok Tengah bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus D W Martowardojo, Kamis (1/3/2018).

Luhut, menyebutkan pelaksanaan Annual Meeting IMF-World Bank akan dihadiri 18 ribu hingga 20 ribu delegasi dan peserta yang datang ke Bali. Termasuk, nantinya mereka akan mengunjungi Pulau Lombok.

“Jadi semua kita pastikan semua siap, termasuk NTB,” terangnya.

Ia mengungkapkan, saat Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional, IMF, Christine Lagarde, mengaku gembira dengan pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai Indonesia.

“Mereka juga mengakui bagaimana Ibu Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus D W Martowardojo bisa mengatur moneter dan fiskal, itu dibuat berimbang. Sehingga kita punyak masalah inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi kita bagus walaupun di sana sini masih banyak kita perbaiki, seperti pendidikan kita perbaikin,” jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, IMF melihat pasar Indonesia memiliki masa depan yang lebih baik. Sehingga NTB memiliki masalah inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi juga bagus. Walaupun di sana sini masih banyak diperbaiki, pendidikan juga diperbaiki.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan progres pembangunan KEK Mandalika di Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, NTB.

“Saya kira dibanding setahun yang lalu, progresnya sudah luar biasa sekarang,” ujarnya.

Sebagai destinasi yang diputuskan dikunjungi secara keseluruhan pembangunan infrastruktur dasar di kawasan seluas 1.175 hektare tersebut ditargetkan sudah rampung pada bulan September 2018.

“Tadi sudah kita dengar bersama pemaparan dari PT ITDC seluruh pembangunan pada di bulan September sudah rampung. Kalau yang belum kita bereskan dan bersihkan,” katanya. (nur)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

BI NTB Sosialisasikan Keaslian Rupiah kepada Tunanetra

Published

on

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada penyandang tunanetra di Sekolah Luar Biasa A YPTN Mataram.

Apakabarnews.com, Mataram – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Nusa Tenggara Barat menyosialisasikan ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada penyandang tunanetra di Sekolah Luar Biasa A YPTN Mataram, Selasa (17/7/2018).

“Sosialisasi tentang rupiah kepada siswa sekolah luar biasa tersebut merupakan rangkaian HUT ke-65 Bank Indonesia, dan HUT ke-73 Republik Indonesia,” kata Kepala Tim Sistem Pembayaran Kantor BI NTB Ocky Ganesia.

Sebanyak 30 orang penyandang tunanetra mengikuti sosialisasi yang disampaikan oleh dua orang kasir Kantor Perwakilan BI NTB, yaitu Alex Iskandar dan I Komang Aribowo.

Okcy mengatakan kegiatan edukasi terlaksana berkat dukungan dan kontribusi positif Generasi Baru Indonesia (GenBI), yang memfasilitasi mulai tahap perencanaan sampai dengan pelaksanaan kegiatan.

Anggota GenBI yang berasal dari mahasiswa Universitas Mataram (Unram), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, dengan cekatan membimbing para siswa penyandang disabilitas mengenali uang rupiah.

Dalam sosialisasi tersebut, para siswa SLB A YPTN diberikan pengetahuan tentang keaslian uang rupiah yang dilengkapi dengan tanda-tanda yang diperuntukkan bagi tunanetra.

Khusus uang rupiah emisi tahun 2016 yang dikenal dengan uang NKRI telah mengalami penyempurnaan fitur kode tunanetra (blind code).

Menurut dia, hal itu sejalan dengan pengesahan konvensi mengenai hak penyandang disabilitas dan dalam rangka meningkatkan aksesibilitas terhadap uang rupiah bagi penyandang tunanetra.

“Oleh karena itu, penyandang tunanetra dapat mengenali rupiah dengan cara sederhana dan tanpa alat bantu yang dikenal dengan istilah 3D, khususnya dengan cara meraba,” ujarnya Ocky.

Kegiatan edukasi yang dikemas secara sederhana, namun kental dengan suasana kekeluargaan tersebut membuat para peserta antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga berakhir.

Para penyandang tunanetra mengungkapkan kegembiraan dan rasa terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah peduli dan menaruh perhatian.

“Bank Indonesia tidak hanya sibuk mengurus tugas-tugas pokoknya saja, tetapi juga menaruh perhatian besar terhadap kegiatan edukasi dan sosial seperti kegiatan ini,” kata Ocky.

Edukasi tentang ciri-ciri keaslian rupiah kepada para penyandang disabilitas tersebut sejalan dengan tema HUT ke-65 Bank Indonesia, yaitu “Berprestasi dan berkontribusi melalui sinergi dengan landasan religi”.

Rangkaian kegiatan HUT ke-65, Bank Indonesia juga akan mengadakan pekan mengajar, baik di perguruan tinggi, sekolah maupun komunitas. Kegiatan lain yang dilakukan adalah peduli pendidikan dan peduli rumah ibadah. (din)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

BI NTB Berikan Penghargaan Kepada Perbankan Berprestasi

Published

on

Kepala Perwakilan BI NTB, Achris Sarwani.

Apakabarnews.com, Mataram – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Barat memberikan penghargaan kepada perbankan berprestasi atau dinilai berteladanan dalam pelayanan perkasan, baik kepada masyarakat maupun setoran ke bank sentral.

“Kami mengucapkan rasa bangga kepada perbankan di NTB yang senantiasa solid dalam memberikan layanan sistem pembayaran dan pengedaran uang kepada masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Achris Sarwani, di Mataram, Senin (9/7/2018).

Ia menyebutkan terdapat lima kategori pengolahan uang terbaik ditambah satu penghargaan yang diberikan oleh BI kepada bank yang terlibat pada kegiatan pelayanan kas keliling bersama selama bulan Ramadhan 1439 Hijriah.

Kelima kategori tersebut adalah pengolahan uang terbaik diberikan kepada China Construction Bank Indonesia, pelayanan kegiatan setoran terbaik diberikan kepada Maybank Indonesia.

Selain itu, pelaksanaan penukaran uang teraktif diberikan kepada bank OCBC NISP, pelayanan penukaran uang teraktif diberikan kepada Bank Bukopin, dan proyeksi kebutuhan uang terbaik bulan ramadhan 2018 diberikan kepadan Bank Tabungan Negara (BTN) dengan deviasi dari proyeksi hanya 3 persen.

Achris menambahkan untuk penghargaan atas partisipasi pada kegiatan kas keliling bersama selama Ramadhan dalam memenuhi kebutuhan uang masyarakat terhadap kualitas yang baik, jumlah yang cukup, serta pecahan yang sesuai diberikan kepada 12 bank, yakni Bank NTB, Bank Mandiri, BNI, BRI, Bank Mega, BTN, Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah serta BRI Syariah.

“Penghargaan kepada seluruh perbankan tersebut kami berikan sebagai rangkaian halal bihalal Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) NTB bersama pimpinan industri perbankan di NTB,” ujarnya.

Kantor Perwakilan BI NTB, mencatat jumlah uang yang keluar (cash outflow) dari loket mencapai Rp2,64 triliun selama Ramadhan 1439 Hijriah.

Uang yang keluar dari loket terdiri atas penarikan perbankan senilai Rp2,28 triliun atau mencapai 120 persen dari proyeksi sebesar Rp1,90 triliun.

Selain itu, dari layanan kas keliling senilai Rp27 miliar atau sebesar 96 persen dari proyeksi senilai Rp28 miliar, dan dari layanan kas titipan mencapai Rp334 miliar atau sebesar 68,02 persen dari proyeksi senilai Rp491 miliar.

“Total ‘outflow’ selama Ramadhan 2018 meningkat sebesar 30,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp2,03 triliun,” kata Deputi Bidang Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan BI NTB Ocky Ganesia. (din)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Bulog NTB Produksi Beras Kemasan Kecil

Published

on

Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat akan memproduksi beras premium dengan kemasan kecil (sachet) isi 200 gram.

Apakabarnews.com, Mataram – Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat akan memproduksi beras premium dengan kemasan kecil (sachet) isi 200 gram sebagai terobosan pengembangan bisnis perusahaan.

Kepala Divisi Regional Bulog NTB Ramlan UE di Mataram, Senin (2/7/2018), mengatakan NTB merupakan salah satu dari lima divre yang ditugaskan memproduksi beras kemasan “sachet” selain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“NTB masuk dalam lima provinsi sentra penyerapan beras petani terbanyak dengan kualitas yang relatif bagus. Bahkan, tahun ini diperkirakan bisa melebihi 150 ribu ton,” katanya.

Menurut dia, upaya memproduksi beras kemasan “sachet” dengan merek “Beraskita” tersebut untuk memberikan pilihan bagi konsumen dari sisi harga dan volume beras yang ingin dimasak.

Ia mengatakan produksi akan dilakukan dalam waktu dekat dan tinggal menunggu kedatangan mesin berkapasitas delapan ton per hari yang sudah dipesan.

Pada tahap awal, kata Ramlan, pemasaran produk tersebut akan dilakukan di NTB.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan dikirim ke berbagai daerah jika memang ada penugasan dari direksi.

“Untuk tahap awal, kami akan memproduksi 20-30 ton dan akan dijual untuk pasar lokal, belum ke pasar di luar NTB,” ujarnya.

Meskipun belum produksi, Bulog Divre NTB sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana menjual beras kualitas premium kemasan “sachet” 200 gram. Sosialisasi dilakukan melalui media elektronik dan cetak.

Ramlan menambahkan pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk lebih memperluas jangkauan pemasaran hingga ke seluruh kabupaten/kota di NTB.

Penjualan juga akan dilakukan di berbagai gerai, mulai dari pasar modern hingga warung berskala kecil di tingkat perkampungan.

“Kami juga akan memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk memasarkan beras ‘sachet’ tersebut. Jumlah RPK relatif banyak dan tersebar hampir di 10 kabupaten/kota,” ucapnya. (din)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending