Connect with us

KALIMANTAN SELATAN

Kotabaru Tindaklanjuti Pembahasan Raperda Sanitasi

Published

on

DPRD Kabupaten Kotabaru, H Genta Kusan.

Apakabarnews.co.id, Kotabaru – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kabupaten Kotabaru melakukan kunjungan kerja sekaligus konsultasi ke Pemprov Kalimantan Selatan, guna menindaklanjuti pembahasan Raperda Sanitasi Permukiman yang kini masih “alot” dan belum bisa disahkan.

Ketua Pansus III DPRD Kabupaten Kotabaru, H Genta Kusan, Senin (5/3/2018) mengatakan, pihaknya melakukan banyak koordinasi dan konsultasi dengan pihak terkait, termasuk studi banding ke sejumlah daerah yang dinilai lebih dulu menerapkan sistem sanitasi yang benar.

“Tindak lanjut atas pembahasan raperda inisiatif ini, kami melaukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Kalsel di Banjarmasin/Banjarbaru, di ataranya Dinas Kesehatan, Biro Hukum dan BLHD,” kata H Genta Kusan.

Dikatakannya, dari sejumlah forum koordinasi dan konsultasi tersebut, pihaknya mengaku banyak masukan terhadap poin-poin yang akan menjadi draf atau rancangan dalam peraturan yang kini dibahas.

Namun, lanjut dia, banyak hal yang menjadi satu ketentuan dan pensyaratan yang harus dipenuhi sebelum rancangan peraturan ini disahkan menjadi peraturan, dan semua itu sepertinya relatif sulit untuk dipenuhi dalam waktu dekat ini.

Sebelumnya, politikus PAN ini mengungkapkan, masih terkait dengan pembahasan Raperda tentang Sanitasi Permukiman, sebelumnya dewan melaksanakan kunjungan kerja ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

H Gegen-sapaan akrab Genta Kusan, mengatakan, alasan Kota Palangkaraya menjadi tujuan studi kajian dalam Raperda ini karena daerah tersebut dinilai cukup berhasil dalam tata kelola sanitasi.

“Ada tiga lembaga yang menjadi tujuan studi kami (Pansus III), yakni Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman serta Bagian Hukum Sekretariat Kota Palangkaraya,” katanya.

Menurut dia, dari tinjauan secara fisik memang tidak dimungkiri, Kota Palangkaraya saat ini terlihat lebih tertata dan bagus, karena memang daerah itu telah menerapkan Perda tentang Sanitasi Permukiman.

Pantauan secara langsung, dalam penataan sanitasi permukiman yang terhubung dengan aliran drainase di sisi jalan, semua itu terintegrasi dengan instalasi pengolahan limbah.

Bagusnya lagi, lanjut politikus PAN ini, tata kelola limbah, ternyata terpisah dengan penanganan sampah, karena ada divisi lain yang menanganinya, yakni terpusat pada bank sampah.

H Gegen mengungkapkan, hal positif yang diketahui dalam tata kelola sanitasi permukiman ini, Palangkaraya juga telah memiliki mini lab yang diperuntukkan pengujian atas kandungan limbah terhadap virus tertentu yang lazim berkembang di lingkungan, seperti jenis virus e-coli dan lainnya.

Lebih lanjut, legislator yang juga sebagai anggota Komisi III DPRD Kotabaru ini mengungkapkan, kaitannya dengan Raperda inisiatif, salah satunya dimaksudkan sebagai payung hukum dalam melakukan penataan terhadap lingkungan setempat.

Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk mengantisipasi atau sebagai bentuk pencegahan atas wabah atau terjangkitnya penyakit yang bersumber dari tidak bagusnya sanitasi permukiman dan linkungan.

“Tujuan lain atas dibuatnya Perda tentang Sanitasi Permukiman ini adalah sebagai upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari penerapan peraturan tersebut,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, dengan dibahasnya Raperda ini diharapkan sesuai dengan target bisa disahkan menjadi Perda, sehingga upaya penataan sanitasi permukiman di Kotabaru sudah bisa diterapkan sesuai dengan tujuan tersebut. (imh)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KALIMANTAN SELATAN

Syamsudin Noor Siap Layani Penerbangan Haji

Published

on

Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Apakabarnews.com, Banjarbaru – Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah siap melayani penerbangan bagi jamaah calon haji 2018 baik pemberangkatan atau embarkasi maupun pemulangan (debarkasi).

General Manager Bandara Syamsudin Noor Wahyudi di Kota Banjarbaru, Ahad mengatakan, pihaknya sudah melakukan persiapan untuk memastikan pelayanan berjalan dengan baik.

“Persiapan yang dilakukan baik terkait penyediaan fasilitas maupun personel di area bandara dan ruang pemeriksaan di lingkungan asrama haji embarkasi dan debarkasi Banjarmasin,” ujarnya.

Dijelaskan, bandara Syamsudin Noor yang terletak di Kota Banjarbaru sekitar 25 kilometer dari Banjarmasin tahun ini melayani keberangkatan dan kedatangan 17 kelompok terbang (kloter).

Disebutkan, jamaah calon haji yang diterbangkan melalui Bandara Syamsudin Noor berasal dari Provinsi Kalsel maupun Kalteng dengan jumlah keseluruhan sebanyak 5.533 orang.

“Pemberangkatan kloter pertama dimulai tanggal 19 Juli 2018 hingga 13 Agustus 2018 menggunakan pesawat milik maskapai Garuda Indonesia tipe Airbus A332,” ungkapnya.

Menurut dia, sebanyak 5.533 jamaah calon haji dua provinsi itu terdiri dari 3.831 jamaah Kalsel dan 1.617 jamaah provinsi tetangga, Kalteng termasuk 85 petugas haji dan petugas kesehatan haji.

Ia mengatakan, jumlah jamaah calon haji 2018 yang diberangkatkan maupun dipulangkan melalui Bandara Syamsudin Noor merupakan tertinggi selama kurun waktu lima tahun terakhir.

“Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi kami selaku pengelola bandara yang menjadi embarkasi dan debarkasi untuk terus berupaya meningkatkan pelayanan khususnya dari sisi udara,” ucap dia.

Dikatakan, sejumlah program untuk memastikan kelancaran pergerakan pendukung haji dari sisi udara telah dilaksanakan sesuai aturan dan prosedur yang memenuhi standar.

Kegiatan pendukung dilaksanakan mulai uji layak kendaraan, sosialisasi atau safety induction tata tertib berkendara di sisi udara hingga penerbitan tanda ijin mengemudi untuk operator kendaraan. Selain itu, peningkatan kategori Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKPPK) dari kategori tujuh menjadi kategori delapan adalah bukti komitmen manajemen.

“Peningkatan itu berdampak pada peningkatan kapasitas bahan pemadam api serta penambahan jumlah personel profesional yang sebelumnya mengikuti sejumlah pelatihan,” katanya. (zal)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN SELATAN

Bandara Sjamsudin Noor Diharapkan Tetap Embaraksi Haji

Published

on

Bandara Sjamsudin Noor di Banjarmasin.

Apakabarnews.com, Banjarmasin – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Selatan mengharapkan Bandara Sjamsudin Noor Banjarmasin tetap sebagai embarkasi haji.

Ketua Komisi IV Bidang Kesra DPRD Kalimantan Selatan Yazidie Fauzi di Banjarmasin, Jumat (13/7/2018) mengatakan hal itu sebelum kunjungan ke Kabupaten Hulu Sungai Selatan untuk meninjau proyek pembangunan di daerah itu yang pendanaannya juga dari pemerintah provinsi setempat.

 Mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalsel itu, mengaku belum mengetahui atau membaca berita terkait dengan rencana Direktorat Jenderal Urusan Haji Kementerian Agama Republik Indonesia akan meniadakan Bandara Sjamsudin Noor sebagai embarkasi haji.

Rencana Ditjen Haji Kemenag itu akan meniadakan Bandara Sjamsudin Noor yang berkedudukan di wilayah Kota Banjarbaru (sekitar 27 kilometer utara Banjarmasin) tersebut karena tidak berstatus bandara internasional.

Wakil rakyat asal Daerah Pemilihan Kalsel IV (Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Hulu Sungai Tengah) itu menyayangkan kalau Bandara Sjamsudin Noor tidak lagi sebagai embarkasi dan debarkasi haji hanya karena belum berstatus bandara internasional.

Oleh karena itu, wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa bergelar sarjana komputer itu, menyarankan agar Pemprov Kalsel bersama Kemenag setempat memberikan klarifikasi dengan Ditjen Haji, bahwa Bandara Sjamsudin Noor sedang dalam pembangunan untuk mendapatkan status bandara internasional.

Laki-laki kelahiran pada 1967 itu, optimistis bahwa Ditjen Haji bisa memaklumi dan tidak akan menghapus status Bandara Sjamsudin Noor sebagai embarkasi haji karena seiring selesainya pembangunan sarana dan prasarana perhubungan udara itu, nanti bisa mendapatkan status bandara internasional.

“Kita berharap pembangunan pengembangan Bandara Sjamsudin Noor yang menjadi kebanggaan masyarakat Kalsel segera selesai, dan tidak ada lagi permasalahan mendasar serta faktor teknis lainnya,” demikian Yazidie.

 Status Bandara Sjamsudin Noor sebagai embarkasi dan debarkasi haji sejak 2014 yang langsung penerbangan dari dan ke Arab Saudi, sedangkan sebelumnya melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. (suk)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN SELATAN

Mantan Gubernur : Wartawan Turut Ciptakan Keadaan Kondusif

Published

on

Mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Ariffin.

Apakabarnews.com, Banjarmasin – Mantan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Ariffin berpendapat, wartawan atau media massa turut menciptakan keadaan kondusif.

Pendapat tersebut dikemukakan saat acara sahur bersama wartawan/media massa, di kediamannya Jalan Garuda Banjarbaru (35 kilometer utara Banjarmasin), Minggu dini hari (10/6/2018).

Mantan orang nomor satu selama dua periode di jajaran Pemerintah Provinsi Kalsel tersebut mengajak wartawan/media massa untuk tetap bersama-sama memelihara keadaan daerah yang sudah kondusif.

Untuk menjaga agar keadaan tetap kondusif, menurut Rudy Ariffin yang juga mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kalsel dua periode itu, kembali mengajak memelihara kebersamaan.

Laki-laki yang memasuki usia 65 tahun pada 17 Agustus 2018 itu juga mengingatkan bahwa tidak lama lagi Kalsel menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) pada empat kabupaten dari 13 kabupaten/kota se-provinsi tersebut.

Selain itu, pada 2019 pelaksanaan pesta demokrasi nasional yaitu Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang menjadi tanggung jawab bersama-sama untuk menyukseskannya.

“Kita juga tetap berharap, pilkada, pemilu dan pilpres berjalan dengan aman dan lancar,” demikian Rudy Ariffin.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel Ir Zainal Helmie dalam sambutannya menyatakan terima kasih atas perhatian kerja sama atau kebersamaan dalam membangun daerah serta dunia kewartawanan khususnya.

Hadir dalam sahur bersama itu, anggota DPR RI H Aditya Mufti Ariffin SH MH asal Daerah Pemilihan II Kalsel yang juga kini Ketua DPW PPP tingkat provinsi tersebut dan putra dari Rudy Ariffin.

Dalam sahur bersama itu pula, hadir Komandan Kodim 1006 Martapura Kabupaten Banjar/Kota Banjarbaru, serta Wakil Wali Kota setempat, dan para pengurus DPW PPP Kalsel. (suk)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending