Connect with us

KALIMANTAN TIMUR

Bandara Sepinggan Targetkan Turis Naik 15 Persen

Published

on

Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan,,.

Apakabarnews.com, Balikpapan – PT Angkasa Pura (AP) I, pengelola Bandara Sepinggan, Balikpapan, menargetkan jumlah penumpang yang melalui bandara termegah di Indonesia Timur itu naik sebesar 15 persen pada tahun 2018.

“kami turut menargetkan kenaikan jumlah turis ke Kalimantan Timur sebesar 14-15 persen dari 2017,” kata General Manager (GM) AP I Bandara Sepinggan Handy Heryudhitiawan, Senin (13/3/2018).

Sampai akhir Februari 2018, Bandara Sepinggan menerima kunjungan hingga 7,4 juta penumpang. Sebanyak 9 persen atau 660 ribu lebih adalah turis. Target 15 persen berarti hingga jumlah turis itu mencapai lebih kurang 750 ribu orang.

Untuk mencapai target itu, menurut Heryudhitiawan, pihaknya merayu sejumlah maskapai untuk membuka rute-rute baru dari atau ke Bandara Sepinggan.

Yang sudah terwujud antara lain Xpress Air yang membuka rute Balikpapan-Melak dan Balikpapan-Malinau. Melak adalah kecamatan utama Kabupaten Kutai Barat bersama dengan Barong Tongkok dan Sekolaq Darat membentuk ibukota Sendawar. Malinau adalah satu kota utama Provinsi Kalimantan Utara.

Kedua kota pedalaman tersebut adalah satu tujuan wisata budaya, alam, dan petualangan. Di sekitar Melak ada sejumlah air terjun, dan tak jauh dari Sekolaq Darat ada padang anggrek hitam (Coelegyn pandurata) yang langka.

Ada juga maskapai-maskapai yang sudah eksis di Bandara Sepinggan yang diminta untuk membuka rute ke kota-kota tujuan wisata seperti Malang, Denpasar, Lombok, termasuk Banjarmasin. Rute ke atau dari kota-kota tersebut sebagai rute lanjutan atau koneksi.

Dari Balikpapan baru Citilink yang terbang langsung ke Denpasar, Bali, kota tujuan wisata utama dunia, sebanyak 2 kali seminggu. Selain itu, semua maskapai lain mengaturnya untuk singgah dulu di Surabaya. Garuda juga pernah membuat rute ke Bali melalui Makassar.

“Kami dorong maskapai untuk membuka rute-rute baru itu dengan insentif. Target kami ada 26 rute baru di pertengahan 2018 ini,” kata Heryudhitiawan. Saat ini, sebutnya, sudah ada 23 rute baru, termasuk ke Malinau dan Melak itu.

Insentif yang dimaksud adalah diskon 50 persen selama 6 bulan biaya parkir pesawat di apron Bandara Sepinggan. Itulah, menurut GM AP I Bandara Sepinggan bisa membuat maskapai tertarik untuk buka rute ke dan dari Bandara Sepinggan. (nov)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KALIMANTAN TIMUR

Pupuk Kaltim Targetkan Pabrik Metanol Beroperasi 2023

Published

on

Direktur Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman.

Apakabarnews.com, Bontang – PT Pupuk Kaltim, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan pabrik metanol di Bontang, Kalimantan Timur, yang mulai dibangun pada 2019 akan beroperasi secara komersial pada tahun 2023.

“Mudah-mudahan akhir 2023 (pabrik metanol) bisa komersial atau paling lambat tahun 2024,” kata Direktur Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman, di Bontang, Selasa (18/9/2018).

BACA JUGA : Begini Cara Rini Ekspresikan Bangga pada BUMN Pupuk

Menurut dia, hal sesuai arahan Menteri BUMN Rini Soemarno yang menginginkan Pupuk Kaltim ke depannya dapat dikembangkan tidak lagi hanya memproduksi pupuk tetapi juga sebagai pusat industri petrokimia penghasil metanol.

Dengan pengembangan industri metanol maka hasil produk turunannya bisa jauh lebih banyak dibanding amonia.

Bakir Pasaman menjelaskan bahwa pengembangan industri metanol di Indonesia sudah tertinggal dibandingkan dengan negara lainnya di dunia.

Pabrik penghasil metanol ini berbasis gas bumi, sehingga harus berkoordinasi intensif dengan SKK Migas untuk mendapatkan alokasi dan harga gas yang kompetitif.

Pihaknya juga sedang melakukan penjajakan dengan sejumlah mitra strategis dari beberapa negara seperti Jepang dan Korea.

Untuk itu Pupuk Kaltim sedang mempersiapkan lahan seluas sekitar 60 hektare yang harus terealisasi pada tahun 2019.

Bila penjajakan dengan mitra strategis telah menghasilkan kerja sama dalam bentuk “joint venture”, dan lahan sudah tersedia maka akan dilanjutkan dengan tender dokumen EPC (Engineering Pricurement Construction).

Setelah ada kontraktor, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan pabrik dalam jangka waktu sekitar 36 bulan yang dijadwalkan selesai pada 2023. (raz)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN TIMUR

Begini Cara Rini Ekspresikan Bangga pada BUMN Pupuk

Published

on

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjauan persiapan ekspor urea PT Pupuk Kaltim (Kalimantan Timur) di Bontang.

Apakabarnews.com, Bontang – Di luar kebiasaan, Menteri BUMN Rini Soemarno, tiba-tiba minta waktu kepada tuan rumah untuk berbicara.

“Boleh ya saya bicara. Kan saya susah sekali ke sini, ga pernah ketemu,” ujarnya di sela-sela peninjauan persiapan ekspor urea PT Pupuk Kaltim (Kalimantan Timur) di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (18/9/2018).

Hal itu diungkapkannya secara spontan, setelah menekan tombol tanda peresmian persiapan ekspor 20 ribu ton pupuk urea ke Filipina, yang didampingi Dirut PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat dan Dirut Pupuk Kaltim Bakir Pasaman.

Menteri BUMN itu mengatakan ingin mengungkapkan langsung terima kasihnya kepada karyawan dan manajemen Pupuk Kaltim yang memberi kontribusi ekspor pupuk urea terbesar dalam grup PT Pupuk Indonesia.

“Kedatangan saya ke sini untuk mengekspresikan, saya sangat bangga dengan seluruh manajemen PT Pupuk Kaltim , dan tentunya juga PT Pupuk Indonesia yang dipimpin Pak Aas,” ujarnya.

Menurut dia, Pupuk Kaltim – yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Indonesia – telah memberi kontribusi yang besar tidak hanya dalam memenuhi kebutuhan dalam negeri, tapi juga ekspor yang efisien untuk menambah devisa negara.

“Pupuk Kaltim ini merupakan pabrik pupuk yang tidak hanya terbesar di Indonesia, tapi juga Asia Tenggara,” ujar Rini.

Selain itu, dengan kapasitas produksi yang besar dan letak yang strategis di pinggir laut, ekspor urea dari BUMN tersebut menjadi lebih efisien, terutama untuk menjangkau negara-negara di Asia Tenggara.

“Saya menyadari betul Pupuk Kaltim banyak sekali perubahannya,” ujar mantan Menperindag itu.

Oleh karena itu, ia menyatakan dukungan penuh pada rencana BUMN pupuk itu untuk membangun pabrik metanol di Bontang.

“Saya dukung sepenuhnya. Cuma katanya tidak ada lahan, jadi tolong reklamasi lahannya dipercepat, sehingga nanti Pupuk Kaltim tidak hanya (produksi) pupuk tapi menjadi petrochemical and fertilizer industry, ” ujarnya. (ris)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

KALIMANTAN TIMUR

Wujudkan Nawacita, Jalan Perbatasan di Kaltara-Kaltim Tersambung 2019

Published

on

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan jalan perbatasan dengan negara tetangga, Malaysia, di wilayah Provinsi Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur, tersambung pada 2019.

“Jaringan jalan perbatasan ini merupakan infrastruktur yang bernilai strategis bagi NKRI dengan fungsi sebagai pertahanan dan keamanan negara dan mendukung pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan perbatasan,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis (6/9/2018).

Menteri Basuki memaparkan, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan menjadi salah satu prioritas Kementerian PUPR sebagai tindak lanjut mewujudkan Nawacita Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membangun dari pinggiran dalam rangka menjaga NKRI.

Selain itu, ujar dia, pembangunan jalan perbatasan secara otomatis akan membuka keterisolasian wilayah. Dampaknya, akses masyarakat jadi lebih terbuka hingga kemudian terbentuk jalur-jalur logistik baru yang mendukung embrio pusat-pusat pertumbuhan.

Sedangkan di kawasan perbatasan Kalimantan, Kementerian PUPR saat ini tengah menyelesaikan pembangunan jalan paralel sepanjang 1.920 km.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Refly Ruddy Tangkere menyampaikan dari 1.920 km jalan paralel perbatasan di Kalimantan, yang berada di Provinsi Kaltara sepanjang 824 km dan Kaltim sepanjang 244 km.

Ia menuturkan bahwa jalan tersebut ditargetkan sudah bisa tersambung dan fungsional pada akhir 2019 dengan kondisi sebagian beraspal, sebagian perkerasan agregat, dan perkerasan tanah.

“Dari panjang 1.068 kilometer jalan perbatasan Kaltim dan Kaltara, saat ini masih 185 km yang belum tembus, yakni 126 kilometer di Kaltara dan 59 kilometer di Kaltim,” katanya.

Selain ekspedisi jalan perbatasan, dilaksanakan pula peninjauan terhadap progres pembangunan Jembatan Pulau Balang dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Menurut dia, pembangunan jalan perbatasan juga memperhatikan kemampuan dana pemerintah.

Oleh karenanya, konstruksi jalan perbatasan beraspal diprioritaskan pada ruas jalan yang melintasi pusat kegiatan ekonomi dan pelayanan sosial, seperti permukiman, sekolah, pasar, dan puskesmas.

Ia mengungkapkan, kendala dalam pembangunan jalan perbatasan antara lain adalah kondisi teknis medan cukup berat seperti topografinya berbukit-bukit, terutama di perbatasan Kaltim dan Kaltara sehingga mempengaruhi waktu pengerjaan dan biaya konstruksi.

Selain itu, faktor nonteknis, yakni kultur budaya masyarakat perbatasan dan cuaca cenderung ekstrim akhir-akhir ini juga menjadi tantangan tersendiri.

Pembangunan jalan paralel perbatasan Kaltim dan Kaltara telah dimulai sejak 2015 dengan melibatkan Zeni TNI AD untuk pembukaan lahan.

Pada tahun 2018 Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran total sebesar Rp839,4 miliar untuk pembangunan dua jalan paralel perbatasan tersebut.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending