Connect with us

PAPUA

FGGJ Sebaiknya Berdialog dengan FKUB

Published

on

Anggota Komisi III DPR RI Mohammad Toha.

Apakabarnews.com, Papua – Forum Gereja-Gereja Jayapura (FGGJ) hendaknya berdialog terlebih dahulu dengan Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) sebelum mengeluarkan kebijakan yang menyangkut kepentingan agama lainnya. Ini penting dilakukan agar isu SARA tak meluas. Seruan ini disampaikan menyusul pelarangan azan dengan pengeras suara di Jayapura, Papua.

Anggota Komisi III DPR RI Mohammad Toha saat dimintai komentarnya di DPR sebelum mengikuti rapat mengatakan, dialog antar-ummat beragama penting untuk menjaga toleransi.

“Dulu di Manokwari ada Perda yang memicu isu sara. Dan itu sudah dibetulkan oleh Kemendagri. Ini muncul lagi. Sekadar imbauan saja, mestinya dirembuk bersama FKUB, tidak dengan FGGJ saja, sehingga keputusannya tidak sepihak,” ujar Toha.

Menurut Toha, ini isu kecil dan sederhana yang bisa diselesaikan dengan baik. Semua pemeluk agama mestinya bisa berdialog dan tidak mengedepankan egoisme tanpa menjunjung tingi toleransi terhadapa pemeluk agama lain.

Seperti diketahui, PGGJ sempat menyoroti pembangunan Masjid Al Aqsha di Sentani, Papua. Seiring pembangunan masjid tersebut, terbit kebijakan pelarangan azan dengan peneras suara. Azan hanya boleh disuarakan ke dalam masjid.

Di daerah yang mayoritas Islam, bila ada kebijakan yang merugikan kepentingan ummat agama lain, pasti pemeluk agama minoritas akan marah.

“Jangan membuat keputusan sepihak. Suara azan itu, kan, seruan untuk beribadah. Jadi harus pake suara keluar. Saya mengimbau dengan serius kepada FGGJ di Papua untuk tidak menimbulkan ketegangan. Percikan-percikan kecil ini bisa membesar bila forum dialog tidak dibuka,” kilah anggota FKB itu.

Kebebasan beragama, lanjut Toha, dilindungi konstitusi. Ia lalu membandingkan dengan Jawa dan Sumatera yang mayoritas muslim. “Gerejanya di dua pulau ini minoritas. Saat azan berkumandang, gereja-gerejanya tak merasa terganggu dengan azan yang keluar itu,” imbuhnya. (nwi)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PAPUA

Pembangunan Jalan TransPapua di Nduga Segera Diambil Alih TNI

Published

on

Pembangunan jalan dan jembatan di jalur transPapua.

Apakabarnews.com, Wamena – Pembangunan jalan dan jembatan di jalur transPapua terutama di lokasi pembantaian pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yal dan Yigi, Kabupaten Nduga, Papua segera diambil alih atau dikerjakan oleh pihak TNI.

Danrem 172/PWY Kolonel Inf Jonathan B Parluhutan di Markas Satgas Yonif 756 Wimane Sili di Jayawijaya, Kamis (13/12/2018), mengatakan sementara masih dalam tahap komunikasi dengan Mabes TNI.

Ia mengatakan sebelumnya ada instruksi dari pimpinan untuk melanjutkan pengerjaan jalan dan jembatan yang terhenti pascapenembakan belasan pekerja oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pembukaan akses daerah terisolir itu akan dilakukan oleh TNI dari zeni tempur.

“Mungkin satu dua minggu ke depan sudah masuk personel ke sana, dan kemungkinan minggu depan sudah mulai mendorong alat-alat ke lokasi. Paling lambat tiga minggu ke depan sudah mulai bekerja,” katanya.

Pihak TNI juga tengah membangun koordinasi dengan balai jalan agar pemenuhan infrastruktur Papua sesuai instruksi Presiden bisa terus dilakukan.

“Apapun yang terjadi, harus tuntaskan pembangunan infrastruktur karena itu yang bisa kita lakukan untuk memajukan untuk daerah terpencil di Papua,” katanya.

Danrem 172/PWY belum mengetahui pasti jumlah personel yang nantinya ditempatkan di sana, namun diperkirakan di atas 500 orang, dan ditambah pasukan pengamanan.

“Intinya TNI siap kerjakan itu karena tugas kita untuk bagaimana caranya masyarakat di Papua, hingga wilayah terpencil bisa merasakan sentuhan pembangunan pemerintah, karena itu sudah komitmen pemerintah dan TNI/Polri siap, bila perlu korbankan jiwa dan raga kita lakukan untuk membangun Papua,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional XVIII Jayapura Osman Marbun mengatakan pengerjaan jalan tetap dilanjutkan oleh TNI.

“Ke depan pengamanan harus tetap melekat di pihak yang melaksanakan, dalam hal ini penyedia jasa pengerjaan itu, dan bahkan dengan kejadian kemarin, Zipur akan turun membantu kita,” katanya.

Marbun mengatakan segala sesuatu yang berkaitan dengan kelanjutan pembangunan jalan transPapua itu masih dipersiapkan.

“Misalnya dari Zipur mereka pun harus mempersiapkan dahulu pengiriman personilnya maupun mobilisasi alat dan sebagainya,” katanya.

Sejauh ini pengerjaan 14 jembatan untuk empat tahun anggaran di wilayah itu sudah mencapai 72 persen.

“Tahun ini saja sudah 72 persen, jadi lanjutannya lagi di 2019 akan diselesaikan dengan melibatkan TNI,” katanya. (mfy)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Wagub Papua Desak Proses Hukum Penembakan di Papua

Published

on

Wakil Gubernur (Wagub) Papua, Klemen Tinal.

Apakabarnews.com, Jakarta – Wakil Gubernur (Wagub) Papua Klemen Tinal mendesak aparat kepolisian untuk segera memproses hukum pelaku penembakan kepada para pekerja pembangunan jalan di Provinsi Papua.

“Kita minta kepolisian, keamanan, segera menindaklanjuti siapapun yang terlibat di dalamnya bisa diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Klemen di halaman Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/12/2018).

BACA JUGA : Polda Papua Bertekad Kejar KKb Nduga

Menurut Klemen, insiden berdarah itu adalah tragedi kemanusiaan yang kembali terjadi di Papua.

Selain itu, Wagub menyebutkan perusahaan maupun para pekerja yang melakukan pembangunan infrastruktur di Papua perlu berkoordinasi dengan masyarakat lokal saat melakukan pekerjaan.

Wagub menyarankan agar perusahaan melakukan pendekatan dan koordinasi dengan tokoh adat di lokasi yang akan dibangun.

Klemen meminta perusahaan untuk memberikan pengamanan kepada sejumlah pekerja yang membangun di daerah hutan maupun kawasan pegunungan yang masih rawan tindak kriminal.

“Ketiga, libatkan mereka (masyarakat lokal) juga di situ, dengan kerja. Entah jadi buruh kasar, agar mereka juga punya keterlibatan, memiliki. Dengan demikian, jalan selesai dan masyarakat dapat ikut serta,” ujar Klemen.

Sebelumnya, telah terjadi insiden penembakan kepada para pekerja PT Istaka Karya yang mengerjakan pembangunan jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak pada Minggu (2/12).

Hingga pada Minggu (9/12), jenazah korban pembantaian oleh kelompok kriminal sipil bersenjata yang disebut KKSB itu tercatat 18 orang meninggal terdiri dari 17 warga sipil dan satu anggota TNI AD. (bay)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

PAPUA

Polda Papua Bertekad Kejar KKb Nduga

Published

on

Kapolda Papua Irjen Polisi, Martuani Sormin.

Apakabarnews.com, Timika – Kepolisian Daerah Papua dengan dibantu oleh Kodam XVII/Cenderawasih sepenuhnya bertekad mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) Nduga yang menembak mati para karyawan PT Istaka Karya, staf Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional Wilayah Papua dan anggota TNI AD Sertu Handoko beberapa waktu lalu.

Kapolda Papua Irjen Polisi Martuani Sormin yang dihubungi dari Timika, Selasa (11/12/2018), mengatakan untuk penegakan hukum terhadap kasus tersebut, jajaran Polda Papua mendapat dukungan penuh dari Kodam XVII/Cenderawasih.

“Kami telah membentuk tim untuk pengejaran para pelaku. Komitmen kami dari Polda Papua tidak akan berhenti untuk melakukan pengejaran, penangkapan dan penegakan hukum terhadap KKB ini,” kata Irjen Martuani.

Kapolda mengatakan sesuai perintah Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian bahwa jajaran TNI akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk perbantuan kepada Polri dalam rangka menangkap, memproses dan mengajukan ke persidangan anggota KKB Nduga pimpinan Egianus Kogoya.

Kelompok tersebut diperkirakan memiliki sejumlah senjata api standar militer hasil rampasan dari anggota TNI dan Polri dan sebagian diduga diselundupkan dari luar negeri seperti Mindanao, Filipina Selatan dan sebagian lagi dari daerah bekas konflik seperti di Ambon.

Jajaran Kepolisian beberapa waktu lalu di Sorong, Papua Barat pernah mengungkap kasus penyelundupan senjata api ke Papua dari Mindanao.

Upaya pengejaran KKB Nduga menghadapi hambatan cukup berat karena kondisi medan geografis yang sulit.

“Di sana itu daerah ketinggian di atas 10 ribu kaki dengan oksigen tipis, lereng-lereng curam, cuaca juga tidak bersahabat, signal telepon tidak ada. Anggota kita tidak terbiasa di medan-medan seperti itu, sementara mereka sudah terbiasa karena mereka menyatu dan dibesarkan di alam seperti itu,” jelas Irjen Martuani.

Sementara itu Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring menegaskan bahwa pembangunan Jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Perintah Panglima TNI sudah jelas bahwa pembangunan kembali Jalan Trans Papua akan segera dilakukan, tidak boleh berhenti,” katanya. (eva)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending