Connect with us

NUSA TENGGARA TIMUR

Menko Luhut Ingatkan Pentingnya Jaga Kebersihan Labuan Bajo

Published

on

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Zone.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, sebagai destinasi wisata unggulan.

Dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (22/2/2018), Luhut menyebut menjaga kebersihan lingkungan sangat penting, jika Labuan Bajo berniat mencapai target kunjungan wisatawan sebanyak 500.000 orang sampai tahun 2019 mendatang.

“Kebersihan lingkungan itu merupakan faktor penting dibidang pariwisata. Kalau lingkungan bersih makin banyak wisatawan yang mau datang ke sini,” katanya.

Luhut mengunjungi Labuan Bajo untuk melihat persiapan yang dilakukan kabupaten tersebut sebagai satu dari lima destinasi yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah menjelang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali yang akan berlangsung pada tanggal 8-14 Oktober mendatang.

Turut hadir mendampingi Bupati Kabupaten Manggarai Barat Agustinus Ch. Dula dan Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementarian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rosa Vivien Ratnawati.

“Masalah sampah di sini harus kita selesaikan oleh pemerintah bersama rakyat. Pemerintah menyiapkan mekanismenya,” ujarnya.

Luhut juga mendorong peran keluarga dalam memberikan edukasi kepada anak-anaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Dalam kesempatan tersebut, Dirjen PSLB3 Rosa mengatakan rumah tangga yang tinggal di wilayah kepulauan diharapkan tidak lagi membuang sampah ke laut. Pemerintah akan melakukan edukasi secara bertahap dari mulai memilah sampah di rumah dan mengenalkan bank sampah kepada warga.

“Diharapkan warga menyadari dengan memisahkan sampah, mereka juga bisa mendapatkan uang. Jadi ada nilai ekonominya,” ungkapnya.

Rosa juga meminta kepada penduduk pulau, yang jumlahnya sekitar 2.300 orang, untuk aktif memilah sampah masing-masing. Pemerintah, di sisi lain, juga melakukan berbagai upaya untuk membantu masyarakat.

“Kementerian LHK akan menyediakan kapal penjemput sampah yang akan mendatangi pulau-pulau kecil secara reguler,” katanya.

Perbaikan fasilitas TNK

Dalam kunjungannya, Luhut menyempatkan diri melihat Pelabuhan Labuan Bajo dan mengaku puas atas kebijakan kepala syahbandar yang mewajibkan kapal-kapal yang berlayar ke pulau-pulau kecil mengangkut sampah ke Pelabuhan Utama.

Mantan Menko Polhukam itu juga menginventarisasi masalah-masalah yang masih terjadi atau peningkatan-peningkatan yang perlu dilakukan di bidang atraksi wisata seperti desa wisata, Taman Nasional Komodo, infrastruktur penunjang serta pasokan listrik.

Khusus untuk Taman Nasional Komodo (TNK), Luhut mengaku akan membereskan beberapa fasilitas untuk wisatawan di Pulau Komodo dan Rinca, seperti pasokan air, listrik, batasan pengunjung berdekatan dengan komodo hingga harga tanda masuk dan beberapa hal lainnya.

Pemerintah juga berencana untuk membangun pelabuhan baru di Bari sehingga Pelabuhan Labuan Bajo bisa fokus digunakan untuk kepentingan wiaata.

“Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan membangun jalan sepanjang 23 kilometer yang saat ini masih hutan,” katanya.

Luhut berharap semua persiapan yang dilakukan akan dapat ikut menyukseskan gelaran akbar yang rencananya akan didatangi oleh sekitar 15.000 peserta dan delegasi dari seluruh dunia Oktober mendatang. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

DESTINASI

NTT Ingin Ambil Bagian Kelola Wisata Komodo

Published

on

NTT Ingin Ambil Bagian Kelola kawasan wisata Taman Nasional Komodo.

Apakabarnews.com, Kupang – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Marius Ardu Jelamu mengatakan, pemerintah provinsi setempat berkeinginan untuk mengambil bagian dalam pengelolaan kawasan wisata Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

“Pak Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat berkomitmen untuk mengambil bagian dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo,” katanya ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (2/11/2019).

Dijelaskannya, pengelolaan kawasan wisata Komodo selama ini menjadi wewenang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Taman Nasional Komodo.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah provinsi tidak mendapatkan bagian apapun dari pengelolaan objek wisata yang memiliki habitat satwa purba Komodo sebagai salah satu dari tujuh keajabian dunia (new 7 wonders) itu.

“Karena itu Pak Gubernur tidak mau seperti itu, Pemprov harus mengambil bagian di dalamnya karena ini berada di wilayah kita, dan sebagai wakil pemerintah pusat kita punya hak untuk mengatur itu,” katanya.

Dia menjelaskan, saat ini pemerintah provinsi masih mencari pola atau rancangan bagaimana Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, dan Pemerintah Pusat bisa duduk bersama untuk membicarakan wewenang pengelolaan kawasan wisata tersebut.

“Termasuk bagaimana hak untuk mendapatkan bagi hasil dari pendapatan Taman Nasional Komodo itu sendiri,” katanya.

Marius mengatakan, selama ini pendapatan semua taman nasional di Indonesia merupakan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) yang langsung disetor ke kas negara.

“Untuk itu pemerintah provinsi ingin agar ada pendapatan yang harus masuk ke kas daerah,” katanya.

Untuk diketahui, Balai Taman Nasional Komodo mencatat, nilai pendapatan dari hasil pengelolaan kawasan wisata Komodo pada tahun 2017 lalu mencapai sebanyak Rp29 miliar.

Selain itu, dalam kurun Januari-Juni 2018, jumlah pendapatan yang sudah diperoleh sebesar Rp13,5 miliar dengan sumber utama dari penjualan tiket wisata. (alo)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

NTT Baru Masuk Musim Hujan pada Desember

Published

on

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memperkirakan wilayah NTT baru memasuki musim hujan pada awal Desember

Apakabarnews.com, Kupang – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprakirakan wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) baru memasuki musim hujan pada awal Desember, namun demikian beberapa bagian provinsi itu sudah diguyur hujan sejak akhir November.

“Hujan kemarin sebagai pertanda bahwa NTT sudah memasuki musim pancaroba dari musim panas ke musim hujan,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Apolonaris Samsudin Geru ketika dihubungi Antara di Kupang, Jumat (2/11/2018).

Kedatangan musim pancaroba, ia melanjutkan, ditandai dengan cuaca ekstrem seperti suhu yang bisa sampai 35 derajat Celsius serta hujan yang bersifat lokal dan sporadis.

Ia menjelaskan pula bahwa daerah-daerah yang kedatangan hujan lebih awal seperti Manggarai Tengah dan daerah dataran tinggi lain di NTT kemungkinan akan memasuki musim hujan lebih awal.

“Wilayah-wilayah tersebut akan memasuki musim hujan lebih awal jika dibandingkan dengan daerah lainnya di NTT. Sedang wilayah pesisir tampaknya masih diguyur hujan ringan,” katanya.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kupang Bambang Setiajid menjelaskan kedatangan musim hujan antara lain ditandai dengan turunnya hujan dengan intensitas 50 milimeter selama satu dasarian, kelembaban udara mencapai 95 persen, dan angin yang relatif stabil.

Ia menambahkan bahwa saat ini cuaca wilayah NTT “masih normal dan aman-aman saja”. (mlr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA TIMUR

Gempa Guncang Sumba Barat Daya dan Badung

Published

on

Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (16/10/2018) malam.

Apakabarnews.com, Jakarta – Gempa bumi mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (16/10/2018) malam.

Laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan gempa bumi di kabupaten Sumba Barat Daya dengan kekuatan 4,9 Skala Richter (SR) itu terjadi pada pukul 23.26 WIB.

Gempa bumi itu berlokasi di 9,86 Lintang Selatan dan 118,82 Bujur Timur dengan kedalaman 44 kilometer.

Pusat gempa bumi berada di laut 50 kilometer Barat Daya Sumba Barat Daya.

Getaran gempa dirasakan sampai Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat (NTB), Kabupaten Dompu NTB, dan Waikeko dalam skala III Modified Mercally Intensity (MMI).

Sebelumnya, gempa dengan kekuatan 2,9 SR mengguncang Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (16/10) pukul 23.01 WIB.

Gempa berlokasi di 8,81 Lintang Selatan dan 115,11 Bujur Timur dengan kedalaman 13 kilometer.

Pusat gempa bumi berada di darat 26 kilometer Barat Daya Badung dan juga dirasakan sampai Kuta, Nusa Dua, dan Jimbaran dalam skala III Modified Mercally Intensity (MMI). (ben)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending