Connect with us

FINANSIAL

Pelaporan Pajak Pribadi DIY Capai 80,51 Persen

Published

on

Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahun Pajak 2017 wajib pajak orang pribadi.

Apakabarnews.com, Yogyakarta – Pelaporan Surat Pemberitahuan Tahun Pajak 2017 wajib pajak orang pribadi di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Daerah Istimewa Yogyakarta hingga saat ini mencapai 80,51 persen.

“Totalnya yang menyampaikan SPT Tahunan sebanyak 204.541 atau mencapai 80.51 persen dari total jumlah wajib pajak yang memiliki kewajiban menyampaikan SPT Tahunan,” kata Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 dan Humas) Kanwil DJP DIY Sanityas Jukti Prawatyani di Yogyakarta, Senin (2/4/2018).

Menurut Sanityas, angka wajib pajak yang menyampaikan SPT tersebut akan semakin meningkat mengingat SPT PPh Badan yang masih memiliki batas akhir pelaporan hingga akhir April 2018.

Ia menyebutkan angka sebesar 204.541 wajib pajak merupakan gabungan dari wajib pajak yang melaporkan SPT Tahunannya melalui elektronik maupun manual.

Ada pun wajib pajak yang menggunakan fasilitas elektronik, kata dia, berjumlah 161.005 orang sedangkan wajib pajak yang datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak untuk melaporkan SPT Tahunannya sebanyak 43.536 orang.

Kendati batas waktu penyampaian SPT Tahunan Orang Pribadi telah berakhir, ia menegaskan kepada wajib pajak orang pribadi yang belum menyampaikan SPT Tahunan tetap wajib untuk menyampaikan.

Ia mengataman denda keterlambatan penyampaian SPT PPh Orang Pribadi mencapai Rp100.000. Sementara hingga saat ini tercatat 18.528 wajib pajak badan belum menyampaikan SPT Tahunannya.

“Diharapkan di sisa waktu satu bulan ini, wajib pajak dapat memenuhi kewajiban perpajakannya sehingga dapat terhindar dari sanksi administrasi keterlambatan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan sebesar Rp1.000.000,” kata dia. (luq)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

FINANSIAL

Perkuat Rupiah, Kadin Fasilitasi Pertemuan Pemerintah-Pengusaha

Published

on

Ketua Kadin Indonesia, Rosan Roeslani.

Apakabarnews.com, Jakarta – Sebagai upaya untuk memperkuat serta menstabilkan nilai tukar rupiah, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia akan memfasilitasi pertemuan lanjutan antara pemerintah dan pelaku usaha.

Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu malam (15/8/2018), mengatakan pertemuan tersebut akan dimulai minggu depan dan dilakukan secara satu per satu.

Rosan menjelaskan bahwa pelaku usaha yang diutamakan dalam pertemuan lanjutan tersebut adalah pengusaha dari sektor pertambangan, minyak dan gas, serta komoditas.

Ia mengatakan bahwa pelaku usaha dari sektor pertambangan akan menjadi pertimbangan utama.

“Sektor batubara untuk menaikkan produksi sampai 40-50 juta ton itu bisa dilakukan segera karena infrastrukturnya sudah ada. Perusahaan batubara juga sudah menyanggupi,” ujar Rosan.

Pertemuan antara pelaku usaha dan pemerintah dilakukan secara one-on-one karena setiap pengusaha mempunyai karakteristik yang berbeda- beda, sehingga penyelesaian masalahnya juga memiliki perbedaan.

“Ini sejalan dengan arahan Presiden bahwa ada pertemuan reguler, sehingga semua isu bisa ditanggapi dengan cepat dan implementasinya bisa dijalankan,” kata Rosan. (vin)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Penerimaan Pajak Capai Rp687,17 Triliun Hingga Juli

Published

on

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Robert Pakpahan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan pajak untuk periode Januari sampai Juli 2018 sebesar Rp687,17 triliun atau 48,26 persen dari total target Rp1.424 triliun hingga akhir tahun.

“Januari sampai Juli 2018 pertumbuhannya 14,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Angka ini lebih baik dari semester I-2018 yang tumbuh 13,99 persen (yoy),” kata Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu, Robert Pakpahan, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Pertumbuhan penerimaan pajak sampai dengan Juli 2018 ditopang jenis-jenis penerimaan pajak yang berasal dari aktvitas impor dan produksi.

Pertumbuhan positif ini ditopang oleh pajak penghasilan (PPh) non-migas yang tumbuh sebesar 14,4 persen, PPh migas 14,21 persen, pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) 14,26 persen, serta pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak lainnya 14,48 persen.

Dari sisi jenis pajak, pertumbuhan PPh pasal 21 peiode Januari-Juli 2018 tercatat sebesar 16,13 persen (yoy). Pencairan tunjangan hari raya dan gaji ke-13 menjadi faktor utama peningkatan tersebut.

Penyelenggaraan pilkada serentak 2018 juga turut mendorong peningkatan PPN dalam negeri di sektor perdagangan, yang sepanjang Januari-Juli 2018 tumbuh 19,43 persen (yoy) atau lebih besar dibandingkan tahun lalu yang tumbuh 13,54 persen.

Kemudian, Robert juga menjelaskan mengenai realisasi penerimaan per sektor usaha yang kontribusi terbesarnya disokong oleh industri pengolahan sebesar Rp194,36 triliun atau berkontribusi 29,9 persen dan perdagangan Rp131,7 triliun (20,3 persen).

Khusus untuk sektor pertambangan, tren kenaikan harga komoditas menyebabkan pertumbuhannya mencapai 78,08 persen (yoy). Harga batubara acuan, misalnya, dalam dua tahun terakhir naik dari 53,2 dolar AS per ton pada Januari 2016 menjadi 104,65 dolar AS per ton Juli 2018.

“Kami cukup positif dengan angka ini, mudah-mudahan di bulan depan lebih bagus lagi supaya bisa mendekati target yang ada di APBN,” kata Robert. (rcb)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

BKPM Catat Penurunan Investasi asing Triwulan II 2018

Published

on

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM),Thomas Trikasih Lembong.

Apakabarnews.com, Jakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) pada triwulan kedua 2018 mencapai Rp95,7 triliun atau turun 12,9 persen dibandingkan periode sama 2017 sebesar Rp109,9 triliun.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dalam paparan di Jakarta, Selasa (14/8/2018), mengakui perlambatan realisasi investasi pada triwulan kedua 2018 terjadi karena adanya penundaan proyek.

“Angka triwulan per triwulan itu sangat terpengaruh oleh penundaan. Jadi, banyak proyek bisa ditunda meski tidak batal,”

Ia meyakini penundaan proyek realisasi investasi juga disebabkan oleh ketidakpastian global yang terjadi.

Sikap wait and see para investor, ditambah perkembangan tahun politik pada 2018 serta gejolak rupiah dan pasar modal juga diyakini menjadi penyebab banyaknya proyek investasi tertunda.

“Tapi saya cukup yakin, penundaan ini tidak ada rencana pembatalan, hanya menunda sehingga berdampak signifikan terhadap angka triwulanan,”

Mantan Menteri Perdagangan itu menambahkan, pihaknya mendukung langkah Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga dan memperketat likuiditas guna menstabilkan nilai tukar rupiah.

Menurut Tom, sapaan akrabnya, selama investor belum yakin rupiah telah stabil, kecenderungan untuk menunggu dan menunda investasi masih tinggi.

“Makanya, stabilitas rupiah ini penting untuk sentimen investasi dan kepercayaan pasar,”

Dalam catatan BKPM, realisasi investasi pada triwulan kedua 2018 sebesar Rp176,3 triliun menurun 4,9 persen dari triwulan pertama 2018 sebesar Rp185,3 triliun atau meningkat 3,1 persen dari triwulan kedua 2017 sebesar Rp170,9 triliun.

Realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai sebesar Rp80,6 triliun, naik 32,1 persen dari Rp61,0 triliun pada periode yang sama tahun 2017. Sementara itu penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp95,7 triliun, turun 12,9 persen dari Rp109,9 triliun pada periode yang sama tahun 2017.

Sementara secara kumulatif Januari-Juni 2018 realisasi investasi mencapai Rp361,6 triliun, meningkat 7,4 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp336,7 triliun. (ade)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending