Connect with us

SUMATERA BARAT

Bocah Lima Tahun Tewas Setelah Tenggelam di Kolam Renang

Published

on

Seorang bocah warga Koja Nagari Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat tewas tenggelam di area kolam renang.

Apakabarnews.com, Simpang Empat – Nabila Faluvi (5), seorang bocah warga Koja Nagari Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) tewas tenggelam di area kolam renang Mountain View Water Zone di Jorang Sariak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo, Minggu (15/4/2018).

“Benar, korban tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Saat ini kita melakukan penyelidikan terkait peristiwa itu,” kata Kepala Kepolisian Sektor Pasaman, AKP Muzhendra di Simpang Empat, Minggu (15/4/2018).

Ia mengatakan peristiwa itu berawal ketika korban bersama kakak ibu korban, Siti Khadijah (35), datang bersama ke kolam renang Mountain View Water Zone untuk rekreasi mengisi waktu liburan.

Sesampai di lokasi, korban langsung mandi di kolam anak-anak sementara Siti Khadijah duduk-duduk di pinggir kolam.

Kemudian tanpa sepengetahuan Siti Khadijah dan pengelola kolam renang, korban ditemukan mengapung dalam keadaan lemas di dalam kolam besar dengan berkedalaman 130 cm pada pukul 11.00 WIB.

Melihat kejadian tersebut, pemilik kolam renang, Eristo Setiawan (42)) dan pengunjung lainnya berusaha menolong korban.

Setelah mengeluarkan dari kolam renang, korban dibawa ke RSUD Pasaman Barat namun dalam perjalanan menuju rumah sakit korban meninggal dunia. Di duga karena banyaknya air masuk ke dalam tubuh korban.

“Kemudian pada pukul 14.00 WIB korban dibawa oleh pihak keluarga dari RSUD Pasaman Barat menuju rumah duka di Jorong Koja Nagari Kinali untuk dikebumikan,” katanya.

Ia mengharapkan kepada orangtua yang membawa anak-anaknya berlibur khususnya wisata air untuk selalu mengawasi anak secara ketat, seperti dikutip Antara. (atl)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SUMATERA BARAT

Polisi Grebek Rumah Diduga Oplos Gas Bersubsidi

Published

on

Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, menggerebek satu unit rumah di Jalan Tunggang, Pasar Ambacang, Kuranji daerah setempat diduga menjadi tempat mengoplos gas elpiji 3 kilogram bersubsidi.

Apakabarnews.com, Padang – Kepolisian Resor Kota Padang, Sumatera Barat, menggerebek satu unit rumah di Jalan Tunggang, Pasar Ambacang, Kuranji daerah setempat diduga menjadi tempat mengoplos gas elpiji 3 kilogram bersubsidi ke gas elpiji 12 kilogram non-subsidi.

“Berawal dari laporan masyarakat bahwa di tempat tersebut ada aktivitas mengoplos gas, dengan itu jajaran Kepolisian Sektor Kuranji (Polsek) Kuranji langsung bergerak,” kata Kepala Kepolisian Resor Kota Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, didampingi Kapolsek Kuranji AKP Armijon, di Padang, Kamis (16/8/2018).

Dari penggerebekan pada Rabu (15/8) itu diamankan dua pekerja berinisial M (34) dan D (40), yang diduga sebagai pengoplos gas. Keduanya mengaku mendapatkan upah Rp100 ribu sehari.

“Modus pekerjaannya dengan cara memindahkan isi tabung dari gas 3 kilogram ke tabung gas 12 kilogram, sehingga dengan cara itu didapat keuntungan besar,” jelasnya.

Baik M ataupun D mengaku tidak mengetahui kepada siapa gas tersebut dijual, karena mereka hanya sebagai pekerja.

Selain kedua pekerja juga turut diamankan sopir truk yang jadi pemasok gas bersubsidi berinisial Z. Ia kebetulan sedang berada di lokasi saat petugas datang.

Dari dalam rumah tampak ratusan tabung gas mulai dari tabung 3 kilogram, tabung 5,5 kilogram, dan 12 kilogram. Kini rumah itu telah dipasangi garis polisi demi kepentingan penyelidikan “Diketahui aktivitas yang mereka lakukan sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir,” jelasnya.

Ketiga orang itu kini sudah diamankan di Kantor Polsek Kuranji, untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Sementara ratusan tabung gas, dua mobil pickup, dan truk disita polisi sebagai barang bukti.

Sementara Armijon mengatakan pihaknya juga akan mengembangkan kasus dengan menyelidiki atasan kedua pekerja., karena saat penggerebekan sang pemilik tidak berada di lokasi.

“Kami juga akan selidiki siapa pemilik, kemana gas ini dijual, dan siapa saja yang memasok gas,” katanya.

Sementara Kapolres Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, mengingatkan agar tidak ada oknum masyarakat yang melakukan hal serupa.

“Jangan ada yang coba-coba cari keuntungan dengan merugikan orang lain, jika ada akan ditindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan,” katanya. (sya)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SUMATERA BARAT

Ratusan Kapal Nelayan Sumut Tak Bisa Melaut

Published

on

Kapal penangkapan ikan milik nelayan yang tidak bisa melaut akibat pelaksanaan peraturan pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik.

Apakabarnews.com, Medan – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menunda pelaksanaan peraturan pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik, karena membuat ratusan kapal nelayan di daerah itu tidak diperbolehkan melaut.

Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, di Medan, Selasa (7/8/2018) mengatakan PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik itu mengharuskan setiap kapal penangkapan ikan milik nelayan yang berada di atas 30 Gross Ton (GT) mengurus izin SIUP dan SIPI melalui Kementarian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Sedangkan kapal milik nelayan yang berada di bawah 30 GT, merupakan kewenangan Provinsi Sumatera Utara,” ujar Nazli.

Namun, ia mengatakan, sampai saat ini nelayan yang akan mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Penangkapan Ikan) dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) melalui KKP tersebut mengalami kesulitan.

Selain itu, dalam Pelayanan Perizinan Terintegrasi Secara Elektronik yang telah diberlakukan masih terdapat berbagai kelemahan dan proses pengurusan SIUP dan SIPI yang cukup lama.

“Akibatnya, kapal nelayan tidak berani pergi menangkap ikan ke laut, karena bisa saja mereka ditangkap petugas TNI AL, Polisi Perairan dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) karena tidak memiliki SIUP dan SIPI,” ucap dia.

Nazli menyebutkan, jika kapal nelayan itu, memaksakan pergi melaut merupakan pelanggaran hukum, karena tidak memiliki izin pelayaran yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bahkan, kapal nelayan tersebut, sudah hampir dua bulan lebih tidak melaut dan mereka masih menganggur di rumah, serta banyak terlilit utang dengan para pengusaha perikanan.

Hal ini, jika terus dibiarkan akan berdampak kepada gangguan perekonomian nelayan di Sumut.

“Kapal ikan nelayan yang belum bisa melaut itu, berasal dari wilayah Pantai Barat dan Pantai Timur Sumatera, yakni Sibolga Tapanuli Tengah, Asahan, Tanjung Balai, Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Belawan dan beberapa daerah lainnya,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu. (mmd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SPORT

Obor Asian Games akan Masuk Lubang Jepang di Bukittinggi

Published

on

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Gideon Purba, menyulut api abadi Asian Games 2018 ke mini cauldron di pelataran depan pintu utama Rumah Pengasingan Bung Karno di Parapat, Simalungun, di tepi Danau Toba, Selasa (31/7/2018).

Apakabarnews.com, Padang Pariaman – Kirab obor api Asian Games 2018 akan dibawa masuk ke terowongan Lubang Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Kamis.

Lubang Jepang merupakan salah satu objek wisata sejarah yang merupakan sebuah terowongan perlindungan dibangun tentara Jepang pada 1942 untuk kepentingan pertahanan.

Menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang Pariaman, Kamis, pawai obor Asian Games ini akan berbeda dengan daerah lainnya saat berada di Sumbar karena api tersebut akan dibawa ke Lubang Jepang.

Api dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 10.00 WIB diangkut menggunakan pesawat Hercules dari Pekanbaru.

Sampai di Bukittinggi sekitar pukul 13.00 WIB, api akan dibawa lari oleh Menristekdikti M Nasir, Wagub Sumbar Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias

Api juga akan dibawa ke panorama dan Rumah Kelahiran Bung Hatta.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata menyampaikan pihaknya akan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan kirab obor Asian Games 2018 yang akan berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Bukttinggi.

“Beberapa titik dilakukan rekayasa lalu lintas, terutama pasar serta simpang yang menjadi simpul keramaian di sepanjang jalan menuju Kota Bukittinggi,” kata dia.

Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan kirab berjalan dengan baik.

Beberapa titik yang dijadikan perhatian seperti Pasar Lubuak Alung, kawasan Air Terjun Lembah Anai, Silaing, Koto Baru, Simpang Padang Luar, dan lainnya. (iwy)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending