Connect with us

OPINI

Mengapa Harus Prabowo? Ini Alasannya

Published

on

Prabowo Subianto, bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Wagub Sandiaga Uno.

Oleh : Sudaryono

Jika kita menceramati perkembangan dunia media sosial, berita online dan semua isu isu politik khususnya seputar Pemilihan Presiden 2019, maka dengan sangat gamblang ada semacam framing ada semacam penggiringan opini ada semacam strategi konspirasi untuk mendegradasi nama, popularitas dan elektabilitas Prabowo Subianto.

Dengan pemilihan Presiden yang tinggal tahun depan 2019 dan pendaftaran Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden yang tinggal beberapa bulan ke depan. Maka, akan sangat wajar jika orang membahas tentang siapa-siapa sosok-sosok yang diprediksi akan muncul menjadi kandidat Calon Presiden maupun calon Wakil Presiden pada pemilu 2019 yang akan datang.

Prabowo sampai saat ini menjadi lawan terberat Incumbent Jokowi. Bahkan beberapa survey menunjukkan indikasi elektabilitasnya lebih baik

Dan setiap orang punya hak yang dilindungi oleh UUD 1945 untuk dapat mencalonkan diri menjadi calon Presiden maupun Wakil Presiden. selama bisa memenuhi syarat yang ditentukan. misalnya harus didukung oleh Partai Politik.

Dalam beberapa bulan terakhir hangat di media sosial dan berita online dan juga muncul dalam pembahasan-pembahasan diskusi dalam rangka mencari sosok calon pemimpin tersebut. Ada beberapa nama yang muncul baik yang aktif di partai politik tertentu, ada yang pensiunan Jenderal TNI dan lain lain.

Sebut saja, Tuan Guru Bajang, Gubernur NTB, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo adalah dua sosok yang paling banyak dibahas dan digadang-gadang untuk menjadi Calon Presiden di luar nama Presiden Incumbent Jokowi dan Calon Presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto.

Selanjutnya ada beberapa nama lain seperti Cak Imin dari PKB, Romy dari PPP, Mahfud MD, Anies baswedan, Akhmad Heryawan, Yusril dan tokoh lainnya yang disebut sebut potensi menjadi calon wakil presiden. Ada yang kepengen jadi Cawapresnya Jokowi dan ada juga yang digadang untuk menjadi cawapresnya Prabowo.

Yang unik, yang aneh, yang mengherankan bagi saya dan banyak orang adalah beberapa nama yang akan saya ulas di bawah ini.

Pertama, Jend TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, mantan Panglima TNI yang digadang menjadi calon Presiden. Sekali lagi sah-sah saja mencalonkan Beliau menjadi capres, tinggal mau pakai Partai yang mana?

Yang membuat saya dan kita semua bingung adalah framing berita mengapa Gatot selalu dikaitkan dengan Partai Gerindra dan diframing agar Prabowo legowo memberikan dukungan Partai Gerindra menjadi “King Maker”. Mengapa harus terus menerus Prabowo dan Gerindra? Mengapa bukan SBY dengan Partai Demokrat misalnya? Atau Golkar? atau partai lain.

Oke, pada tanggal 11 April yang lalu Partai Gerindra melalui mekanisme Rakornas/ Rapimnas memutuskan dan meminta kepada Prabowo untuk maju menjadi Calon Presiden pada pemilu 2019.

Surat keputusan dibacakan oleh Muzani sang sekjen Partai waktu itu dan Prabowo menjawab permintaan partainya itu dengan mengatakan “Jika Seluruh kader Partai Gerindra seluruhnya memberikan mandat kepada saya untuk maju menjadi Calon Presiden pada pemilu 2019 yang akan datang, maka dengan ini saya menerima mandat itu dan akan menjalankan mandat itu dengan sebaik-baiknya”.

Udah jelas doong, secara resmi Prabowo dicalonkan oleh Partai Gerindra, masih terus sampai sekarang framing Gatot akan dicalonkan oleh Gerindra dan Prabowo King Maker dihembuskan ke publik.

Pertanyaan saya kenapa musti Prabowo dan Gerindra sih hei wahai pendukung Pak Gatot? sono lho ke partai lain. Gerindra sudah ada calon Presiden. Bismillah Insyaallah dengan dukungan rakyat akan menang.

Saran Saya untuk Pak Gatot. Mari kita bersama sama membangun bangsa yang lebih baik. Ikutlah satu barusan dengan Indonesia Raya. Jadilah salah satu insan terbaik yang masuk barisan dibawah Panji Prabowo Subianto.

Kedua, Tuan Guru Bajang TGB, Gubernur NTB yang juga politisi Partai Demokrat ini juga digadang menjadi calon potensial pada pilpres 2019 nanti. Yang aneh bagi saya adalah, mengapa Prabowo lagi yang diminta untuk legowo menjadi King Maker menyerahkan dukungan Partai Gerindra untuk TGB ?? lha ya Demokrat sono dong yang kalian minta untuk dukung. Toh sampai sekarang juga masih abu-abu belum menentukan pilihan seperti biasanya.

Ketiga, Romy PPP belakangan juga ikutan komentar tentang Prabowo. Dibilang Prabowo minta jadi Cawapresnya Jokowi katanya. Padahal Romy ini ikut pertemuan aja nggak, nguping di luar juga nggak, kok berani bilang sesuatu yang kebenarannya sangat diragukan? mengapa dia lakukan ini, banyak yang bilang untuk cari muka ke Jokowi barangkali mau untuk dijadikan calon wakilnya Jokowi di 2019.

Pak Romy, kalau mau maju cawapres silakan aja Pak. Nggak perlu dengan menjelekkan Prabowo. Pak Prabowo pernah salah apa sama anda?? apakah pernah menyakiti anda? pernah penyakiti keluarga anak dan istri anda? Setahu saya, Pak Prabowo nggak pernah menyakiti anda, membahas anda bahkan mikirin anda aja nggak pernah. Semoga karma yang membalasnya. Amin

Keempat, yang terakhir yang ingin saya tanyakan adalah mengenai Prof. Mahfud MD. Mengapa juga Prof ikut masuk framing degradasi Prabowo?. Setahu saya selama saya ikut mendampingi Pak Prabowo. Prof Mahfud adalah sosok yang sangat dikagumi dan dihormati oleh Pak Prabowo.

Tidak pernah sedikit pun membahas Prof Mahfud kecuali dengan hal hal yang positif. Maka Prof, dengan segala hormat, semoga Prof kembali ke jalan yang semestinya dan keluar dari jebakan framing pihak tertentu itu.

Kecuali, mungkin kata orang orang di sosmed itu benar, bahwa ini merupakan cara Prof untuk menarik hati Jokowi supaya Prof dilirik Jokowi jadi Cawapresnya. Allahualam. Kalaupun iya, ya tolong lah bukan dengan cara seperti ini.

Dari beberapa fenomena ini, sangat jelas kelihatan semacam konspirasi framing untuk menjadikan Prabowo tidak maju dalam kancah Pemilihan Presiden 2019.

Mengapa?? karena pihak sebelah yang pro kepentingan cukong dan asing itu takut dan khawatir Prabowo Menang. Karena Prabowo lah yang sampai saat ini menjadi lawan terberat Incumbent Jokowi.

Bahkan beberapa survey sudah menunjukkan indikasi elektabilitas Prabowo mampu mengungguli Jokowi yang Incumbent saat ini.

* Sudaryono adalah Wakil Sekjen Partai Gerindra. Tulisan ini adalah pendapat pribadi.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

INTERNASIONAL

Kunjungan Wantimpres Kontraproduktif, terkait Dukungan RI untuk Palestina Merdeka

Published

on

Wantimpres Yahya Staquf ke Israel memenuhi undangan The David Amar Worldwide North Africa Jewish Heritage Center, Minggu (10/6/18).

Oleh : Fadli Zon

Kehadiran Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru saja dilantik, Yahya Staquf, dalam konferensi tahunan Forum Global AJC (Komite Yahudi Amerika) yang digelar di Yerusalem selama 10-13 Juni 2018 melukai Palestina.

Kunjungan Staquf ke Israel kontraproduktif dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang sejak 1947 konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Kunjungan anggota Wantimpres ini juga bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Kunjungan Wantimpres Yahya Staquf ke Israel, selain mencederai reputasi politik luar Indonesia di mata internasional, juga melukai rakyat Palestina. Selain itu, bisa melanggar konstitusi dan UU No.37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Dalam konstitusi kita tertulis tegas penentangan segala bentuk penjajahan. Dan Israel, berdasarkan serangkaian Resolusi yang dikeluarkan PBB, merupakan negara yang telah melakukan banyak pelanggaran kemanusiaan terhadap Palestina.

Mulai dari Resolusi 181 tahun 1947 tentang pembagian wilayah Palestina dan Israel, Resolusi 2253 tahun 1967 tentang upaya Israel mengubah status Yerusalem, Resolusi 3379 tentang Zionisme tahun 1975, Resolusi 4321 tahun 1988 tentang pendudukan Israel dalam peristiwa intifada, dan sejumlah resolusi lainnya baru-baru ini.

BACA SELANJUTNYA : Lebih dari 2069 Anak Palestina Tewas Akibat Serangan Israel

Pages: 1 2 3


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OPINI

Peran Airport Menjelang Hari Raya Lebaran

Published

on

Wajah interior sebuah airport seyogyanya mencerminkan watak dan ciri bangsa ini yang melahirkan budaya luhur rakyatnya.

Oleh : Kristiya Kartika.

Suasana lebaran yang bernuansa mengerasnya detak jantung lantaran ada rasa riang, gairah, ritual dan inklusif serta mungkin lainnya lagi telah menyelimuti masyarakat sejak awal minggu ini.

Airport sebagai salah satu infrastruktur yang berperan aktif dalam menghantar masyarakat untuk mudik lebaran, sangat menentukan apakah suasana Lebaran tahun ini cukup menyenangkan atau kurang menyenangkan.

Aksentuasi peran utama sebuah bandara adalah pelayanan penumpang pengguna bandara dan masyarakat pada umumnya. Pelayanan sebuah bandara diawali pengaturan lalu lintas dari luar menuju kompleks bandara.

Selanjutnya pelayanan dalam memanfaatkan fasilitas airport, dan berikutnya juga pelayanan dalam menghantar penumpang menuju pesawat terbang sekaligus penataan arus lalu lintas udara.

Dengan jumlah penumpang bandara yang berlipat ganda tatkala Lebaran tiba, pengelolaan bandara pasti dan harus mengalami peningkatan kesiapan dalam berbagai hal. Mulai dari kesiapan yg bersifat manajerial hingga teknis dan pengamanan.

Dalam pengalaman sehari-hari, kita kerap menyadari bahwa peran-peran itu semua sangat menentukan keberhasilan. Artinya, semua peran itu penting. Semua personal pelaku peran itu penting.

Tidak bisa kita membenarkan adagium lama bahwa kalau pengaturan dalam konteks manajemen pelayanan dan penerbangan sudah tersusun rapi, secara otomatis semua pelayanan dan fungsi bandara berhasil mencapai target.

Andaikan konsep pengaturan dan manajemen telah selesai tersusun, tapi implementasinya tidak tertib, tidak sesuai dengan aturan yang ada, dan faktor-faktor lainnya, maka bisa menimbulkan kejadian-kejadian yang membuat program pelayanan secara keseluruhan gagal.

Terkadang ada hal-hal kecil atau sepele yang bisa mengganggu konsep dasar pelayanan. Misalnya, disaat antrean penumpang didepan loket tiket, ada seseorang penumpang yang karena pesan tiketnya melalui e-ticketing tiba-tiba mengalami hal sepele misalnya baterai HP nya mati, sehingga menunggu lama, maka itu akan bisa mengganggu kelancaran penerbangan dalam perspektif waktu. Kekecewaan penumpang akan muncul.

Banyak contoh-contoh lain yang sudah kerap terjadi, yang bisa mempengaruhi atau bahkan mengganggu kelancaran pelayanan bandara dan penerbangan.

Belum lagi soal keamanan yang harus dipatuhi penumpang tatkala seorang Petugas Keamanan minta agar salah satu isi dalam tas Penumpang ditahan lantaran membahayakan penerbangan, sementara karena si penumpang menganggap benda itu dibutuhkan banget maka kemudian meminta klarifikasi bahkan dispensasi kepada otoritas bandara agar benda tsb diperbolehkan masuk pesawat.

Ini perlu penjelasan, kejelasan dan kesepakatan yang mungkin saja harus melibatkan bagian keamanan, otoritas bandara, pihak maskapai penerbangan hingga teknisi pesawat untuk menilai sejauh mana bahaya dari benda itu yang bisa mempengaruhi security penerbangan.

Muara persoalannya adalah mengganggu jadawal penerbangan. Mulai dari urusan parkir kendaraan, tiket, bagasi, kebersihan toilet, service Executive Lounge, alat komunikasi informasi jadwal penerbangan, antrean menuju pesawat hingga pengaturan parkir pesawat.

Ddemikian pula sebaliknya bagi airport tempat tujuan penerbangan, merupakan masalah yang tidak sederhana dan harus dapat perhatian sungguh-sungguh dari Pengelola Bandara.

Selain itu dari perspektif peran penangungjawab air-lines juga penting. Mulai dari ketepatan jadwal yg harus diawali oleh ketepatan kehadiran dan kesiapan para crew pesawat, pengaturan penumpang menuju kursinya secara praktis dan cepat (tentu saja juga harus ramah dan sopan), pengaturan bagasi, sajian hidangan untuk penumpang, informasi dan komunikasi untuk penumpang, semuanya merupakan detil-detil tugas yang harus terkoordinasi dengan tepat dan cepat.

Yang jauh sebelumnya sudah harus beres juga adalah kesiapan pesawat terbang baik dari aspek mechanical, electrical, sound system, lampu penerangan, fasilitas hiburan Video dsb. Detil-detil itu cukup berperan bagi hadirnya sebuah suasana yang nyaman serta menarik bagi penumpang.

BACA BERIKUTNYA : Bagasi yang Terpisah

Pages: 1 2 3


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

OPINI

Perspektif Tumbuhnya Ideologi Terorisme, di Indonesia

Published

on

Ryanti Suryawan, Wakil ketua DPC Gerindra Kota Bogor

Oleh : Ryanti Suryawan

INDONESIA kembali diguncang aksi radikal terorisme yang sudah melampui batas prikemanusian dan akal sehat. Nyawa nyawa tak berdosa kembali menjadi korban kebiadaban yang kita sebut sebagai aksi radikal teroris.

Tak ada ruang sedikitpun di bumi Indonesia ini yang dapat menjadi tempat tumbuh kembangnya terorisme, maka dari itu pemerintah wajib mengungkap dan mengusut tuntas aksi radikal terorisme yang sungguh diluar batas kemanusian.

Tiga Terduga Teroris Probolinggo Terlibat Bom Surabaya-Sidoarjo

Seperti yang kita ketahui sepekan sebelumnya peristiwa terorisme sangat mengejutkan justru terjadi didalam Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Depok.

Ironisnya ini terjadi di dalam sebuah penjara yang notabene adalah merupakan Markas Komando yang dimana merupakan markas pasukan elite kepolisian dan yang lebih tragis didalam aksi terorisme itu telah gugur lima polisi yang dimana para teroris itu dapat menguasai senjata yang dirampas dari pasukan elite brimob dan melumpuhkan serta melukai banyak korban.

Sungguh tragis dan kita bertanya mengapa hal ini dapat terjadi? Kelemahan sistem seperti apa sebetulnya yang terjadi? Sehingga dengan begitu mudahnya teroris dapat menguasai tempat yang justru dimana mereka ditawan.

Hal-hal seperti ini yang seharusnya menjadi penjelasan dari pihak terkait sehingga tidak menjadi pertanyaan masyarakat. Dan kini kasus Marko Brimob masih belum reda muncul kembali aksi terorisme yang radikal dan memakan korban tidak sedikit.

Indonesia tidak takut terhadap terorisme dan indonesia sangat membenci terorisme apapun alasannya apapun ideologinya, dan Indonesia harus dapat mengalahkan Terorisme.

Tragedi Mako Brimob dan Surabaya membuktikan bila ideologi terorisme masih sangat hidup diIndonesia dan sepertinya ideologi terorisme di indonesia sulit dihentikan.

Perbuatan terorisme adalah perbuatan biadab dan sangat tidak mencerminkan tindakan orang yang beragama, maka dari itu tidak tepat pula bila teroris dikaitkan dengan agama karena terorisme adalah kejahatan kemanusian yang dilakukan individu.

Tidak ada satu agama manapun yang membenarkan pembunuhan walau mengatasnamakan jihad dijalan allah, karena seperti yang kita ketahui para terorisme mempunyai konsep “cosmix war” yaitu berperang melawan yang baik dan yang jahat, dan semua teroris merasa bila selalu dijalan yang benar dan ini diyakini semua teroris.

Dalam hal ini sekiranya DPR sudah sangat perlu untuk segera mengesahkan RUU Antiterorisme dan memuat sejumlah aturan, karena sejauh ini masih menjadi perdebatan di DPR karena masih ada perdebatan dan perbedaan pendapat yang masih elementer didalam tubuh DPR itu sendiri. Terutama menyangkut katagori terorisme, gejala terorisme,penomena terorisme dan pencegahan terorisme yang debatable.

Karena itu langkah yang harus segera diambil adalah kerjasama yang baik antara Polri,BIN dan BNPT (Badan Nasional penanggulangan Terorisme) agar melakukan pendekatan secara cermat dan komprehensif untuk pencegahan maupun penanggulangan setiap aksi teror.

Dan mari kita bersama dan bersatu untuk melawan dan menghadapi terorisme. Keutuhan NKRI terlalu mahal untuk dipertaruhkan karena anak cucu kita kelak yang akan memiliki masa depan yang seutuhnya.

Ryanti Suryawan, adalah Wakil ketua DPC Gerindra Kota Bogor.


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending