Connect with us

BANGKA BELITUNG

Jangan Lupa Siapkan Alat Berenang dan Menyelam Jika ke Pulau Belitung

Published

on

Ada situs gerbang tua di bukit Gunong Kenupuk, Dusun Kelekak Usang, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan.

Apakabarnews.com, Belitung – Belitung adalah salah satu destinasi yang sangat diminati bagi traveler saat ini. Bahkan dapat dikatakan, sebagai salah satu wisata yang dulunya tersembunyi.

Namun, semenjak ada film layar lebar “Laskar Pelangi”, keindahan pulau Belitung mulai terekspos dengan baik ke seluruh negeri.

BACA JUGA : Zaman Dulu, Pulau Belitung adalah Bagian dari Kerajaan Sriwijaya. Sudah Tahu?

Seperti apa keindahan Belitung? Mulai hari ini, wartawan media ini, yaitu Banny Rachman, dan Putri Shavira mengunjungi Pulau Belitung, dan akan melaporkan pandangan mata, apa yang dilihatnya di destinasi wisata itu. Ini dia tulisan pertamanya.

Dengan modal empat alasan inilah, kami memutuskan berangkat ke Belitung yang menjadi wisata terfavorit akhir-akhir ini

Mengapa memilih Pulau Belitung? Ada banyak alasan mengapa kami memilih berwisata ke Belitung. Pertama, Liburan ke Belitung itu murah. Apalagi, jika bisa menyesuaikan waktu dan memilih menggunakan jasa tour tavel Belitung yang terpercaya, dan memilih pilihan tour sesuai dengan budget yang tersedia.

Kedua, pantainya keren-keren. Nah, kalau soal yang satu ini kita tidak harus berbicara panjang lebar, silahkan browsing di youtube, dan temukan lah video-video mengenai keindahan pantai di Pulau Belitung.

Ketiga, Belitung memiliki taman bawah laut yang menakjubkan. Sama seperti tadi, untuk soal keindahan Taman Laut, biarlah video-video yang ada di Youtube menceritakan kepada kalian betapa menakjubkannya Taman Bawah Laut Belitung. Ingat, berhati-hatilah, karena snorkeling atau diving itu adalah “candu”.

Keempat, Belitung adalah surganya seafood. Berwisata tanpa kuliner pastilah tidak seru. Di Belitung kalian akan dengan mudah menemukan berbagai macam olahan makanan laut seperti ikan, cumi, kerang, kepiting, udang, dan berbagai spesies lainnya.

Dengan modal empat alasan inilah, kami memutuskan berangkat ke Belitung yang menjadi wisata terfavorit akhir-akhir ini, Rencananya, perjalanan akan kami lakukan tanggal 23 -26 April 2018.

Di mana sih Pulau Belitung? Menurut Wikipedia Belitung berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (disingkat Babel), yaitu sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung

Masih banyak pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah, namun yang berpenghuni hanya 50 pulau.

Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang.

Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.

Persiapan untuk Wiisata Laut

Sehari sebelum keberangkatan, kami mempersiapkan segala sesuatunya untuk wisata di sana. Dan wisata yang paling dinantikan adalah pesona keindahan lautnya, kami sudah siap untuk snorkeling.

Sebelumnya kami telah melakukan perjalanan wisata ke Lombok. Jadi ini snorkeling kedua buat kami, seharusnya tidak terlalu kaget dan sudah paham apa-apa yang harus dipersiapkan.

Alat-alat yang digunakan untuk snorkeling antara lain, masker, snorkel dan kaki katak. Sebenarnya alat-alat tersebut sudah disiapkan dari jasa travel yang saya sewa.

Info tentang alat snorkeling :

1. Masker selam adalah jendela kedap air yang melindungi sebagian wajah, terutama mata dan hidung dari air.

2. Snorkel terdiri dari dua bagian, yaitu selang udara dan pelindung mulut.

3. Kaki katak adalah sepatu karet dengan sirip yang melebar di bagian ujung kaki.

Karena snorkel itu pelindung mulut, jadi kurang higienis kalau memakai yang disediakan jasa travel, jadi kami memutuskan untuk membelinya saja.

Kebetulan tidak ada yang jual snorkelnya saja, pasti mesti beli satu set dengan masker. Harga alat snorkeling ini berkisar dari 100.000 – 300.000, bahkan ada yang lebih dari itu, tergantung merk dan bahannya.

Nah, kami suda tiba di Bandara Hanandjuddin, Tanjung Pandan. Siap-siap menglilingii Pulau ke il yang luar biasa ini. Tunggu keseruan kami di Belitung ya. (*)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BANGKA BELITUNG

Lasehan Green Tawarkan Citarasa Tradisional Kuliner Khas Toboali

Published

on

Tidak hanya terkenal akan pesona pariwisatanya, Kabupaten Bangka Selatan mempunyai banyak kuliner tradisional yang khas membuat para pelancong rindu akan kenikmatan citarasa yang ditawarkan.

Apakabarnews.com, Toboali – Tidak hanya terkenal akan pesona pariwisatanya, Kabupaten Bangka Selatan mempunyai banyak kuliner tradisional yang khas membuat para pelancong rindu akan kenikmatan citarasa yang ditawarkan.

Lasehan Green adalah salah satu resto berkonsep tradisional menyajikan citarasa kuliner asli Toboali yang membuat para pecinta makanan terpincut menu-menu andalannya.

Lasehan Green yang berdiri sejak 26 februari 2014 lalu terletak di sudut kota Toboali yakni Jalan Angsana, Toboali, Bangka Selatan adalah restoran yang menciptakan menu-menu tradisioanal khas Bangka Selatan yang sudah tidak asing lagi di lidah orang Bangka dan membuat rindu para pendatang.

“Banyak sekali menu-menu khas Lasehan Green yang beraneka ragam dan banyak pilihan yang siap membuat lidah pengunjung “bergoyang” bila mencicipi menu khas miliknya ini,” Kata Owner Lasehan Green Suhardi Joy di Toboal, Selasa (4/12/2018).

Adapun Menu andalan dari Lasehan Green yang biasa diorder pengunjung yakni, seperti lempah ikan semilang, lempah pangut ikan pari, lempah burung punai (musiman), lempah ayam kampung, ikan bakar bumbu Toboali, lempah darat, tumis kulat pelawan (musiman) dan tumis jantung pisang.

Tak hanya itu, Lasehan Green juga menyajikan menu minuman khas yang diantaranya jus nanas Bikang, juice tomate dan lain sebagainya.

Selain itu juga, Joy menuturkan terdapat momen-momen yang berkesan yakni kedatangan para petinggi-petinggi atau tokoh tokoh daerah Provinsi di Bangka Belitung dan juga Tokoh Nasional yang menjadi pelanggan Lesehan Green Toboali dan juga tamu-tamu luar negeri atau turis eropa dan asia yang singgah ke gubuk Lasehan Green Toboali ini.

Joy berpesan kepada enterpreneur muda untuk kiat menjadi sukses tidak serta merta semudah membalik telapak tangan, banyak proses jatuh bangun dilaluinya selama membidangi usaha kuliner ini.

“Saya berpesan menjadi pengusaha harus punya niat yang kuat, mental yang siap lalu action. Serta ditambah banyak belajar (jangan mudah puas) dan bangun hubungan komunikasi akses keluar atau sesama pengusaha sehingga secara pengetahuan atau wawasan kita lebih baik dalam hal dunia usaha,” katanya. (eko)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANGKA BELITUNG

Empat Jenazah Korban Lion asal Pangkalpinang Diserahkan ke Keluarga

Published

on

Empat jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 kepada keluarga mereka di Pangkalpinang, Rabu (6/11/2018).

Apakabarnews.com, Pangkalpinang – Wakil Ketua I DPRD Bangka Belitung Hendra Apollo menyerahkan empat jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 kepada keluarga mereka di Pangkalpinang, Rabu (6/11/2018).

“Langsung kita serahkan ke pihak keluarga untuk segera dimakamkan,” kata Hendra mengenai jenazah korban bernama Wahyu Aldila, Donny, Tesa Kausar dan Ariawan Komardy.

BACA JUGA : Keluarga Jemput Empat Jenazah Korban JT 610

Wahyu Aldila (32) tercatat beralamat di Jalan Gandaria, Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang; dan Dony (45) semasa hidup tinggal di Jalan Depati Hamzah, Kelurahan Semabung Lama, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang.

Sementara Tesa Kausar (37) beralamat di Jalan Masyarif DT Bandardlelo, Batin Tikal, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang; dan Ariawan Komardy (37) alamatnya di Jalan Sumedang, Kejaksaan, Kecamatan Taman Sari, Kota Pangkalpinang.?

“Hingga saat ini total jenazah korban Lion Air JT 610 asal Babel yang sudah diserahkan ke pihak keluarga sebanyak 11 jenazah,” kata Apollo.

Pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang membawa 189 penumpang dan kru jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, pada 29 Oktober.

Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Raden Said Sukanto di Jakarta total sudah menerima 185 kantong jenazah dan 23 kantong properti dari tim yang mencari dan mengevakuasi jasad korban dan puing pesawat di lokasi sekitar jatuhnya pesawat. Dari seluruh jenazah yang sudah masuk RS Polri, 44 sudah diidentifikasi. (ahm)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BANGKA BELITUNG

Keluarga Terima Jenazah Tiga Korban JT 610 di Pangkalpinang

Published

on

Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang berada di ruang kedatangan Bandara Depati Amir.

Apakabarnews.com, Pangkalpinang – Komandan Korem 045 Garuda Jaya Kolonel Inf Dadang Arif Abdurahman menyerahkan tiga jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 atas nama Eryanto, Fera Yunita dan Resti Amelia kepada keluarga mereka di Posko Pusat Krisis Bandara Depati Amir Pangkalpinang untuk selanjutnya dibawa dan dimakamkan di kampung halaman.

“Duka keluarga adalah duka bersama dan mudah-mudahan kejadian ini merupakan musibah terakhir,” kata Dadang saat memimpin prosesi serah terima jenazah Eryanto di Posko Krisis Center Pangkalpinang, Selasa (6/11/2018).

BACA JUGA : KRI Banda Aceh Bawa Bagian Roda JT 610

Jenazah yang diserahkan kepada keluarga di Pangkalpinang meliputi jenazah atas nama Eryanto (41) yang beralamat di Perumahan Tanjung Bunga, Kelurahan Sinar Bulan, Kecamatan Bukit Intan, Kota Pangkalpinang; Resti Amelia (27) yang beralamat di Desa Air Putih, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat; dan Fera Yunita yang beralamat di Sungailiat, Kabupaten Bangka.

“Hari ini merupakan hari kedua posko crisis center daerah menerima jenazah korban pesawat nahas ini,” kata Dadang.

Ia juga mewakili Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami berdoa dari segenap masyarakat Babel semoga amal ibadah korban diterima dan ditempatkan di tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

Keluarga Eryanto, Syamsudin Basari, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, Polri, Basarnas dan instansi terkait lainnya yang telah melakukan pencarian, evakuasi dan identifikasi jenazah korban kecelakaan Lion Air JT 610.

“Hari ini merupakan hari yang sangat sedih,” katanya. (nis)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending