Connect with us

RIAU

Polisi Bongkar Praktik Aborsi di Riau

Published

on

Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Provinsi Riau membongkar praktik aborsi yang telah beroperasi sejak 2017 di Desa Sungai Beringin.

Apakabarnews.com, Pekanbaru – Kepolisian Resor Indragiri Hulu, Provinsi Riau membongkar praktik aborsi yang telah beroperasi sejak 2017 di Desa Sungai Beringin.

“Dua orang pelaku berhasil kita tangkap dari pengungkapan ini,” kata Kapolres Indragiri Hulu, AKBP Arif Bastari di Pekanbaru, Ahad.

Arif menjelaskan pelaku yang berhasil dibekuk berinisial M alias Ita (50) yang disebut sebagai dukun aborsi.

Selanjutnya seorang wanita berinisial D alias Uwai (23) yang saat itu sedang berupaya menggugurkan kandungan.

Menurut Arif, pengungkapan praktik aborsi pada Kamis dinihari lalu, (19/4/2018) tersebut berawal dari informasi akurat yang diterima jajarannya akan keberadaan aktivitas mencurigakan di rumah Ita, Pasir Rambai.

“Masyarakat curiga karena ada seorang wanita muda yang masuk ke rumah tersangka Ita dan tidak muncul selama beberapa waktu,” ujarnya.

Warga selanjutnya melaporkan kecurigaan itu ke aparat kepolisian setempat. Polisi langsung menindaklanjuti laporan itu dan langsung melakukan penggerebekan pada Kamis dinihari sekitar pukul 02.30 WIB.

Saat digrebek, polisi menemukan wanita muda dalam keadaan lemas dan terbaring di sebuah tempat tidur. Wanita berinisial D itu baru saja selesai menggugurkan kandungan. Polisi juga menemukan Ita, sang dukun beranak di rumah sederhana itu.

Keduanya langsung digelandang ke Mapolres Indragiri Hulu guna proses penyelidikan.

D alias Uwai sedang melakukan aborsi terhadap kandungannya yang berusia tiga bulan, sedangkan Ita menerima upah Rp1 juta dalam membantu aborsi tersebut.

“Dari pengakuan Ita juga terungkap praktik aborsi itu telah dilakukan sejak 2017 lalu. Sebanyak lima orang telah menjadi pasiennya,” kata Arif.

Dari pengungkapan tersebut, selain mengamankan dua tersangka polisi turut menyita sejumlah barang bukti diantaranya satu botol cairan alkohol, alat suntik, obat pelancar haid, gunting, kain kafan, keris, jimat-jimat, ramuan obat dan sejumlah peralatan aborsi lainnya. (arm)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

RIAU

Seekor Buaya Serang Warga Kampung Kabupaten Kampar

Published

on

Seorang warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dirawat intensif setelah bergulat dengan buaya muara yang menyerang dan menggigit kaki kirinya ketika korban sedang menyeberang sungai.

Apakabarnews.com, Pekanbaru – Seorang warga Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dirawat intensif setelah bergulat dengan buaya muara yang menyerang dan menggigit kaki kirinya ketika korban sedang menyeberang sungai.

Kepala Polsek Tapung Hulu, AKP Agus Pranata di Pekanbaru mengatakan insiden yang menimpa pria bernama Selamat tersebut terjadi di Sungai Siak Pacah, Desa Danau Lancang, Kamis siang (12/7/2018).

“Korban diserang pada bagian kaki saat menyeberang sungai untuk menuju ke kebun,” katanya.

Dia menjelaskan, insiden itu berawal saat korban berusia paruh baya tersebut berusaha menyeberang Sungai Siak Pacah. Sungai tersebut merupakan salah satu anak sungai terpanjang di Riau yang berada di wilayah Kampar.

Pada saat kejadian, kondisi air sungai itu dalam keadaan naik. Sementara Selamat sama sekali tidak menaruh perasaan curiga karena kerap melintasi anak sungai itu untuk menuju ke perkebunan sawit.

Namun, nasib nahas berkata lain. Ketika korban masuk ke dalam sungai, tiba-tiba kaki korban langsung diterkam predator ganas tersebut.

Saat bersamaan, korban juga diseret masuk ke dalam sungai. Namun, korban berupaya menyelamatkan diri. Sempat terjadi gulat di dalam sungai.

Usaha keras korban berhasil melepaskan kaki kirinya dari gigi tajam buaya tersebut. Korban lalu berusaha menepi dan naik ke daratan. Namun, Selamat mengalami luka sangat serius pada bagian kaki kirinya.

Saat ini, korban telah menjalani perawatan medis di rumah sakit setempat. Tampak sekujur kaki kiri korban dipenuhi perban.

Lebih jauh, AKP Agus mengatakan jajarannya langsung menuju ke TKP dan meminta agar warga sementara waktu tidak berada di sekitar areal sungai.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau untuk menangkap dan mengevakuasi buaya tersebut,” ujarnya. (oni)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

RIAU

KM Berkat Jambi-Batam Tenggelam di Perairan Mentuda

Published

on

Kapal naas itu saat ditemukan dalam posisi terbalik dan terapung, dan sejumlah penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan.

Apakabarnews.com, Batam – Kapal Motor (KM) Berkat Anugrah yang berlayar dari Nipah Panjang, Jambi, menuju Kota Batam, Kepulauan Riau, tenggelam di perairan Mentuda, Kabupaten Lingga.

“Saat ini para penumpang dan awak kapal yang selamat dibawa ke Desa Tanjung Kelit, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga,” kata seorang warga Tanjungkelit Abu kepada ANTARA News, Minggu (24/6/2018).

Kapal naas itu saat ditemukan dalam posisi terbalik dan terapung, dan sejumlah penumpang dan awak kapal dilaporkan berhasil diselamatkan awak kapal MV Oceana rute Dabo Singkep-Batam yang kebetulan tengah melintasi perairan tersebut.

A post shared by Liputan Warga (@liputanwarga) on

Saat diselamatkan, penumpang dan awak kapal sudah terapung-apung selama beberapa jam di sana. Berdasarkan data yang bisa dikumpulkan, kapal tersebut ditumpangi tiga belas orang, termasuk awak kapal.

Awalnya kapal MV Oceanna berhasil menyelamatkan 11 orang awak dan penumpang kapal. Satu orang dinyatakan meninggal dunia dan seorang lagi sempat hilang.

Setelah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor (Satpolair Polres) Lingga, seorang yang dinyatakan ditemukan dalam keadaan selamat.

Kapal naas itu rencananya berlayar menuju Batam, dan mengangkut pula hasil pertanian, seperti pisang dan sayuran.

Kapal berangkat dari Nipah Panjang pada Sabtu (23/6) sekira pukul 21.00 WIB, dan karena cuaca buruk dan gelombang tinggi membuat kapal sempat karam, kemudian tenggelam karena pompa tidak mampu menahan air yang masuk.

Seorang meninggal perempuan atas nama Eri (45) yang merupakan warga Bengkong Nusantara kota Batam.

Saat ini penumpang kapal yang meninggal dan yang selamat dievakuasi ke Desa Tanjungkelit. Kebanyakan penumpang adalah warga Nipah Panjang Jambi dan Batam yang terdiri dari 11 orang laki-laki, 2 orang perempuan dan satu anak laki-laki masih berusia lima tahun. (os)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

RIAU

PLN Pekanbaru Kembali Lakukan Pemadaman Listrik Sepekan

Published

on

Pemadaman Listrik Dipekanbaru.

Apakabarnews.com, Pekanbaru – PT PLN Wilayah Riau Cabang Kota Pekanbaru kembali melakukan pemadaman listrik bergilir bagi daerah di bawah unit kerja setempat untuk sepekan ke depan terhitung mulai Senin.

“Pemadaman kembali dilakukan mulai Senin (12/3/2018) ini hingga Sabtu (17/3/2018) di lima wilayah kerja cabang Pekanbaru,” kata Pejabat Humas PLN Area Kota Pekanbaru, Komang, di Pekanbaru, Senin.

Berdasarkan edaran yang sudah diumumkan pihaknya, akan ada jadwal dan waktu pemadaman untuk durasi empat hingga delapan jam. Dimulai pukul 09.00-13.00 WIB atau 08.00-16.00 WIB sesuai wilayah.

Pemadaman bergilir meliputi wilayah Pelalawan, Kampar, Rokan Hulu, Siak, dan Kota Pekanbaru.

Oleh karena itu, ia meminta maaf kepada semua pelanggan atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh pemadaman tersebut.

Ia menjelaskan pemadaman dilakukan guna pekerjaan pemeliharaan atau perbaikan Jaringan Listrik Tegangan Menengah.

“Kita masih melakukan pemeliharaan atau perbaikan Jaringan Listrik Tegangan Menengah untuk itu dilakukan pemadaman, ” ujarnya.

Perbaikan jaringan itu, katanya, untuk meningkatkan kualitas pelayanan PLN ke depan kepada masyarakat.

“Kami mengantisipasi terjadinya gangguan yang lebih besar. Tidak hanya di Kota Pekanbaru, pemadaman listrik bergilir juga terjadi di beberapa wilayah Riau,” katanya.

Hingga saat ini, pihaknya untuk masa pemeliharaan belum bisa menjalankan sistem Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) karena belum memiliki tim khusus.

Pihaknya sudah memiliki program untuk penerapan sistem itu, namun hingga kini masih melakukan berbagai persiapan, seperti menyangkut pelatihan dan peralatan.

“Mudah-mudahan tahun ini sudah selesai pelatihan dan pembentukan tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan, ” kata dia.

Dengan sistem PDKB, katanya, dalam pemeliharaan jaringan, penyambungan baru, tidak meski dilakukan pemadaman bergilir seperti sekarang. Dengan sistem PDKB itu, listrik tetap bisa menyala dan pekerjaan tetap bisa berlangsung.

Luna (40), warga Sigunggung Pekanbaru, mengakui terganggu dengan jadwal pemadaman yang hampir setiap minggu terjadi di tempatnya.

Ia terpaksa harus buru-buru menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga, seperti mencuci dan memasaka sebelum jadwal pemadaman pukul 09.00 WIB.

“Saya harus bangun subuh untuk mengejar penyelesaian tugas rumah tangga sebelum listrik padam, padahal pagi hari semua aktivitas sangat sibuk harus mengurus anak dan mengantar ke sekolah,” katanya.

Ia berharap pemadaman bergilir seperti itu segera berakhir agar warga bisa tenang dalam beraktivitas.

Johan (45), pemilik usaha fotokopi di Jalan Durian Pekanbaru, mengaku dengan pemadaman belakangan ini setidaknya menurunkan omzet usahanya.

Ia juga mengaku tidak sanggup kalau harus memakai generator pengganti saat listrik PLN padam karena tidak seimbang antara modal operasional usahanya dengan keuntungan yang didapat.

“Kalau listrik padam fotokopi ikut stop tidak hidup,” katanya. (far/ver)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending