Connect with us

BENGKULU

Waspada Peredaran Uang Palsu Menjelang Ramadhan

Published

on

Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu mengajak semua pihak khususnya masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu.

Apakabarnews.com, Bengkulu – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu mengajak semua pihak khususnya masyarakat agar lebih waspada terhadap peredaran uang palsu, apalagi akan memasuki bulan suci Ramadhan yang notabene masyarakat lebih konsumtif.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra di Bengkulu, Selasa (24/4/2018), menyebutkan, tidak hanya Ramadhan, saat ini di Kota Bengkulu juga sedang ada gelaran Pilkada 2018 dan juga ada agenda besar masyarakat lainnya yakni tahun ajaran baru.

“Menjadi kesempatan bagi oknum untuk menyebarkan uang palsu, ketika tingkat konsumsi melonjak, artinya transaksi meningkat, oleh karena itu perlu hati-hati,” kata dia.

Seperti kejadian pada Senin 23 April 2018, Kepolisian Bengkulu membekuk enam orang tersangka pembuat dan pengedar uang palsu, dari tangan tersangka diamankan upal. Jika dinilai nominalnya dalam bentuk rupiah maka akan mencapai Rp73 juta.

“Tapi sebenarnya nilainya nol, itu tidak ada nilainya karena bukan rupiah. Kalau ada temuan jangan takut untuk melapor,” kata dia lagi.

Secara mudah sebenarnya masyarakat bisa mengecek keaslian uang yaitu dengan cara 3D atau yang jamak dikenal dengan dilihat, diraba dan diterawang. Uang yang asli menurut Endang memiliki kualitas cetak yang sangat baik, jika diraba terasa kasar, dan disertakan dengan tanda air serta benang pengaman.

“Masih banyak lagi cara mengenali rupiah lainnya seperti gambar tersembunyi, tekstur, perubahan warna, fitur pelangi, ultra violet dan rectoverso,” ujarnya.

Masyarakat juga bisa memastikan keaslian rupiah dengan menggunakan peralatan tambahan seperti menyediakan lampu ultra violet untuk keperluan transaksi.

Yang lebih aman lagi, Endang mengajak semua pihak untuk beralih menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi. Cara ini tentu dapat menekan kerugian akibat peredaran uang palsu atau kriminal vandalisme. (blw)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BENGKULU

Investasi di Kaur Capai 122 Juta Dolar

Published

on

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten, Kaur Alfian.

Apakabarnews.com, Kaur – Nilai investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, dalam lima tahun terakhir tercatat mencapai 122 juta dolar AS, yakni berupa modal untuk industri pengolahan kepala sawit dan industri besi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kaur Alfian di Bintuhan, Jumat (13/7/2018), mengatakan realisasi itu terbilang bagus mengingat daerahnya merupakan kabupaten pemekaran yang baru berumur 15 tahun.

“Masuknya investasi itu karena Kabupaten Kaur menyimpan potensi sumber daya alam yang melimpah,” katanya.

Nilai besaran PMA dalam lima tahun terakhir tercatat 99,4 juta dolar AS pada 2013, lalu masing-masing 6,8 juta dolar AS pada 2014 dan 2015.

Sementara sepanjang 2016 hingga 2018, penambahan investasi justru berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp1,8 triliun yang didominasi perkebunan kelapa sawit dan budidaya tambak udang.

“Investor asing yang masuk ke Kabupaten Kaur yaitu dua dari Malaysia, dua dari Tiongkok dan satu dari Singapura,” sebut Alfian.

Lebih lanjut, dia mengatakan aksesabilitas transportasi mesti dipermudah agar laju pertumbuhan investasi meningkat.

Menurutnya, jarak tempuh berkendara lima jam atau sekitar 250 kilometer dari Kota Bengkulu (ibukota Provinsi Bengkulu) menuju Bintuhan (ibukota Kabupaten Kaur) masih menjadi hambatan investor dalam menanamkan modalnya.

“Harapan kami ada pada Bandara Muhammad Taufik Kiemas di Krui, Lampung, karena jarak tempuh via darat hanya dua jam perjalanan,” ungkapnya.

Merujuk ulasan Badan Pusat Statistik Kabupaten Kaur, sektor pertanian, perkebunan dan perikanan merupakan sektor utana yang memberikan peran terbesar dalam pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Peran pertanian, perkebunan dan kelautan dalam perekonomian Kabupaten Kaur masih sangat dominan dan sulit digeser oleh sektor-sektor lainnya. Fenomena itu terlihat dari distribusinya pada lapangan usaha PDRB yang mencapai 52 persen. (nur)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BENGKULU

Pembentukan Pusat Studi ASEAN IAIN Bengkulu

Published

on

Sekretaris Ditjen Kerjasama ASEAN, Ashariyadi dan Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin M., M.Ag., M.H.

Apakabarnews.com, Bengkulu – Kementerian Luar Negeri bekerja sama dengan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu membentuk Pusat Studi ASEAN (PSA), melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Bidang Pendidikan, Penelitian/Pengkajian dan Pengabdian kepada Masyarakat.  Dengan demikian PSA IAIN Bengkulu yang dibentuk pada tanggal 28 Februari 2018 tersebut, merupakan PSA ke-51 yang dibentuk di Indonesia.

Rektor IAIN Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin M., M.Ag., M.H. dalam sambutannya menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan berkah dan kebanggaan bagi pihak IAIN Bengkulu yang merupakan PSA ketiga di Indonesia yang dibentuk di lingkungan UIN dan IAIN. 

Rektor juga menilai cakupan PSA semakin luas, termasuk studi-studi keagamaan, dimana IAIN Bengkulu memiliki fasiltas dan SDM yang memadai. Selain itu diharapkan kerja sama ini dapat semakin diperkenalkan Islam Indonesia yang menjadi model bagi hubungan dan toleransi antar umat beragama.

Dalam kesempatan tersebut Sekretaris Ditjen Kerja Sama ASEAN menyampaikan bahwa Pembentukan PSA ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran publik di Provinsi Bengkulu mengenai ASEAN, serta upaya memanfaatkan peluang yang tercipta di era Masyarakat ASEAN. Dipilihnya IAIN Bengkulu menunjukkan bahwa cakupan kerja sama ASEAN sangat luas, termasuk Pilar Sosial Budaya.

Pembentukan PSA IAIN Bengkulu juga dirangkaikan dengan pelaksanaan kuliah tamu dan forum diskusi yang juga melibatkan Rektor dan Pimpinan perguruan tinggi serta para dosen serta mahasiswa dari Universitas Prof. Dr. Hazairin dan Universitas Dehasen.  Acara juga diisi dengan konperensi pers dengan media massa setempat. (nwi)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending