Connect with us

NASIONAL

Pilih Pemimpin yang Memperjuangkan Rakyat, Bukan karena Paket Sembako

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di tengah-tengah rakyat

Indonesiaraya.co.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyampaikan pesan dan ucapan Selamat memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2018, melalui akun medsos facebook, pada Minggu (20/5/2018).

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan rakyat Indonesia bahwa di era demokrasi saat ini kita memiliki kesempatan untuk menghadirkan 171 pemimpin-pemimpin daerah yang mengabdi kepada rakyatnya, pemimpin yang jujur, pemimpin yang mampu menjaga kepentingan rakyat, mampu menjaga kepentingan bangsa.


“Sampaikan kepada sahabat dan keluarga untuk memilih pemimpin yang memperjuangkan kepentingan rakyat bukan karena paket sembako,” kata Prabowo.

Kita bukan untuk menjadi kacung bangsa lain. Tidak juga menindas bangsa lain. Tetapi sederajat dengan bangsa lain

Prabowo menngingatkan kembali, tahun 1908 berdiri organisasi Budi Oetomo yang digagaskan pertama kali oleh Dr Wahidin Sudiro Husodo bertujuan untuk memperjuangkan nasib rakyat dan menjadi bangsa yang terhormat serta merdeka.

BACA JUGA : Keliling Jateng, Prabowo Perintahkan Kader Jaga Rumah Ibadah

“Jangan kita melupakan sejarah. Jangan kita melupakan tujuan pengorbanan jiwa raga para pendahulu bangsa kita agar kita sebagai bangsa tidak hidup miskin, dapat hidup merdeka dan sederajat dengan bangsa-bangsa lain,” kata Prabowo.

Zulkifli Hasan : Hari Kebangkitan Nasional Harus Kuatkan Persatuan

Dia menambahkan, kita bukan untuk menjadi kacung bangsa lain. Tidak juga menindas bangsa lain. Tetapi sederajat dengan bangsa lain untuk menciptakan kehidupan yang aman dan damai,” kata Prabowo. (bud)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Prabowo akan Naikkan Rasio Perpajakan Menjadi 16 Persen

Published

on

Pasangan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden Nomor Urut 2 Prabowo Subianto mengatakan bila dirinya terpilih sebagai Presiden Indonesia periode 2019 – 2024 berencana untuk menaikkan rasio perpajakan menjadi 16 persen.

“Saya akan tingkatkan rasio perpajakan yang sekarang berada di 10 persen dikembalikan ke minimal 16 persen,” ujar Prabowo dalam debat putaran pertama di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019).

BACA JUGA : Prabowo Subianto : Gaji Kepala Daerah Harus Besar Hindari Korupsi

Hal itu dikatakan Prabowo yang merasa bahwa penghasilan para pegawai negeri yang terlalu kecil merupakan akar masalah birokrasi di Indonesia.

Oleh sebab itu Prabowo berencana menaikkan gaji para birokrat, dengan uang yang didapat dari peningkatan rasio perpajakan.

“Berkali-kali saya utarakan di ruang publik, bahwa akar masalah birokrasi adalah penghasilan para pegawai negeri atau birokrat itu kurang dan tidak realistis,” ujar Prabowo.

Lebih lanjut Prabowo mengatakan dengan menaikkan rasio perpajakan hingga 16 persen, maka Indonesia diperkirakan akan menerima setidaknya 60 miliar dolar tiap tahunnya.

“Pegawai negeri kita tingkatkan gajinya, kebutuhannya kita penuhi, tetapi kalau dia masih korupsi, maka haru dihukum sekeras-kerasnya,” kata Prabowo.

Prabowo memberi contoh salah satu hukuman yang mungkin dapat diberikan kepada birokrat yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi adalah dengan memutasi birokrat tersebut di lokasi terpencil.

“Suruh dia tambang pasir terus menerus,” kata Prabowo.

Oleh sebab itu Prabowo menyatakan bila dirinya dipercaya memimpin Indonesia dan berhasil menaikkan rasio perpajakan dan menaikkan penghasilan birokrat, maka dia juga akan meningkatkan pengawasan birokrasi.

“Kita awasi dengan segala senjata seperti instrumen, perangkat yang kita miliki seperti inspektorat, kejaksaan, polisi, KPK, baik di daerah maupun di pusat,” kata Prabowo. (mdp)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo Subianto : Gaji Kepala Daerah Harus Besar Hindari Korupsi

Published

on

Pasangan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengatakan, salah satu cara meminimalkan korupsi di kalangan pejabat adalah dengan menaikkan gaji kepala daerah.

Prabowo mengatakan, perlu ada terobosan dengan menaikkan gaji kepala daerah, pejabat daerah dan pejabat negara; untuk meminimalkan perilaku korupsi.

“Jadi saya kira seorang kepala pemerintah, eksekutif, kalau benar-benar niat memperbaiki itu, kita harus segera berani melakukan terobosan-terobosan supaya penghasilan pejabat publik itu sangat besar,” kata Prabowo menanggapi pertanyan debat perdana calon presiden, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis malam (17/1/2019).

Dalam tema debat tentang korupsi dan terorisme, Prabowo menjawab pertanyaan di amplop A, yakni: Untuk menduduki jabatan publik seringkali dibutuhkan biaya yang sangat tinggi; sehingga setelah menduduki jabatan, perilaku korupsi tidak terhindarkan. Apa strategi anda untuk mengatasi politik berbiaya tinggi ini?

Prabowo juga mengatakan, perlu ada langkah konkret dan praktis untuk menghindarkan perilaku koruptif di kalangan pejabat daerah. Dia menyoroti gaji kepala daerah yang kecil itu dapat memicu gubernur, bupati, dan wali kota untuk korupsi.

“Bagaimana bisa seorang gubernur gajinya hanya Rp8 juta, kemudian dia mengelola provinsi umpamanya Jawa Tengah, yang lebih besar dari Malaysia, dengan APBD yang lebih besar. Jadi ini hal-hal yang tidak realistis,” kata Prabowo.

Selain itu, dia mengatakan biaya kampanye di media massa juga perlu ditiadakan sehingga pemilu dan pilkada di Indonesia berbiaya murah.

“Kita potong semua kebutuhan-kebutuhan kampanye. Sebagai contoh, TV adalah milik rakyat, dunia maya; jadi tidak boleh kita terlalu banyak bayar untuk muncul di TV, demikian juga radio, demikian juga baliho-baliho di kota-kota itu,” ujarnya. (fra)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Prabowo : Terorisme karena Ketidakadilan dan Keputusasaan

Published

on

Pasangan Capres-Cawapres 2019 nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa terorisme terjadi karena adanya ketidakadilan dan keputusasaan.

“Banyak terorisme yang merupakan penyusupan dari luar, tapi terorisme yang berasal dari dalam negeri akibat rasa ketidakadilan keputusasasan,” kata Prabowo Subianto di Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (17/1/2019).

BACA JUGA : Prabowo dalam Debat Singgung Besaran Gaji Gubernur di Indonesia, Ini Cek Faktanya

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menjawab pertanyaan tentang terorisme dari moderator.

“Terorisme dan radikalisme semakin menjadi ancaman karena itu dibutuhkan langkahpencegahan dan deradikalisasi, bukan hanya individu yang sudah terpapar tapi juga keluarganya menjadi lahan yang sudah subur untuk pemahaman radikal, apa bentuk pencegahan dan deradikalisasi yang efektif,” tanya moderator.

“Mereka melihat perlakuan tidak baik, tidak benar, tersakiti, jadi dipengaruhi pengajaran-pengajaran dan paham-paham yang radikal dan mengarah ke kekerasan,” ungkap Prabowo.

Prabowo mengatakan mendukung deradikalissi dengan melakukan investasi besar-besaran di bidang pendidikan, kesehatan serta membantu rakyat paling miskin.

“Pesantren, madrasah, sekolah, guru kita bantu kapasitasnya kualitas hidupnya agar bisa memperbaiki pengajaran dan pembangunan iklim lebih baik, suasana tidak merasa saling membenci dan tidak tersakiti,” jelas Prabowo.

Sandiaga Uno menambahkan bahwa program kontra radikalisi, kontra progpaganda bagi banyak masyarakat agar masyarakat merasakan manfaan masa depan.

“Mereka yang tidak merasa masa depan cerah terpapar, kami akan lihat peta-peta timbulnya radikalisasi berdasarkan ideologinya itu,” ungkap Sandiaga.

Komisi Pemilihan Umum menyelenggarakan debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 yang mengangkat tema hukum, HAM, korupsi dan terorisme. (dln)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending