Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

46.630 Wisatawan ke TN Komodo pada Januari-April

Published

on

Wisatawan ke TN Komodo pada Januari-April mencapai 45.630 orang.

Apakabarnews.com, Kupang – Balai Taman Nasional Komodo mencatat, jumlah pengunjung yang berwisata ke Taman Nasional Komodo dari Januari-April 2018 mencapai mencapai 45.630 orang.

“Jumlah pengunjung ini didominasi wisatawan asing, 27.550 orang. Sedangkan domestik sebanyak 18.080 orang,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, Dwi Sugiarto, ketika dihubungi dari Kupang, Selasa.

Ia mengatakan, jumlah itu masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dari Januari-April 2017 lalu, 38.147 orang.

Data yang diperoleh dari Balai Taman Nasional Komodo, jumlah wisatawan terkoreksi meningkat setiap bulan selama empat bulan terakhir.

Pada Januari 2018, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 8.626 orang, kemudian Februari meningkat menjadi 9.119 orang. Kemudian, pada Maret sebanyak 13.668 orang dan terakhir pada April mencapai 14.217 orang.

Sebelumnya, Kepala Balai Taman Nasional Komodo Budi Kurniawan secara terpisah mengemukakan, arus wisatawan ke tujuan wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba komodo (Varanus komodoensis) itu masih terpantau aman dan lancar.

Mereka juga bersiap menerima kehadiran wisatawan mancanegara terkait pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia. (alo)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NUSA TENGGARA BARAT

Mataram Diguncang Gempa 5,7 SR

Published

on

Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis pagi (6/12/2018), diguncang gempa dengan kekuatan 5,7 Skala Richter (SR).

Apakabarnews.com, Mataram – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis pagi (6/12/2018), diguncang gempa dengan kekuatan 5,7 Skala Richter (SR).

Dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan gempa tektonik itu terjadi pada pukul 08:02:46 WIB.

Pusat gempa di 23 kilometer Barat Laut Mataram. Tepatnya pada 8,37 Lintang Selatan (LS) dan 116,06 Bujur Timur (BT).

Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer, namun tidak berpotensi terjadi tsunami.

Guncangan gempa itu sempat membuat kepanikan warga khususnya di perkantoran Jalan Langko, Mataram. Khususnya rumah lantai satu, atap rumah berderak-derak kencang.

“Guncangannya lumayan keras tapi mendatar. Atap rumah berderak-derak,” kata salah seorang warga di Jalan Langko. (riz)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Gerindra : Vonis Nuril, Kado Pahit Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Published

on

Baiq Nuril, Mantan Guru Honorer SMAN 7 Mataram tersangka dalam kasus penyebaran informasi elektronik bermuatan materi asusila.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswati menyayangkan vonis Mahkamah Agung (MA) terhadap Baiq Nuril (36).

Politisi yang akrab dipanggil Sara ini menilai vonis itu menjadi kado pahit Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) yang jatuh bulan November ini.

“Ini kado pahit untuk perjuangan perempuan. Sangat disayangkan sepertinya keputusan MA tidak mempertimbangkan aspek kekerasan verbal yang diterima Nuril,” ujarnya, 14 November 2018.

MA memvonis Baiq Nuril hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan bui. Mantan Guru Honorer SMAN 7 Mataram, NTB dinilai melanggar pasal 27 ayat 1 UU ITE karena menyebarkan informasi elektronik bermuatan materi asusila.

Di sisi lain Nuril dinilai sejumlah pihak merupakan korban pelecehan seksual secara verbal oleh eks kepala sekolah SMAN 7 Kota Mataram, Muslim, saat keduanya bertemu ataupun melalui saluran telefon.

“Nuril merekam itu sebagai bukti adanya perilaku kekerasan oleh atasannya bilamana nanti terjadi perkara hukum di masa mendatang, dia memiliki satu bukti, selain kesaksiannya,” ujarnya.

Rekaman Nuril tersebar saat rekan  sekantornya HIM dan NA meminjam telepon gengamnya. Nuril tidak menyadari ternyata isi rekaman dalam teleponnya dikemudian hari tersebar dan berujung pada pelaporan Muslim ke kepolisian.

Sara menilai “kuatnya” UU ITE dalam menjerat Nuril tidak sepadan dengan upaya negara melindungi perempuan dari segala aksi kekerasan. 

Hukuman terhadap Nuril ini akan memasung kembali semangat para perempuan di Indonesia dalam upaya melindungi diri dari ancaman kekerasan yang dapat menimpa mereka.

“Dengan segala hormat kepada MA, saya tidak melihat negara hadir dalam putusan tersebut.  Seorang perempuan yang berani bersuara karena mendapatkan kekerasan, itu sudah sesuatu yang luar biasa di Indonesia, karena mayoritas memilih diam,” ujarnya.

Sara menilai perlu adanya revisi terhasap UU ITE dalam perpesktif upaya seseorang melindungi hak-haknya. 

Ia juga berharap Komisi VIII dan pemerintah bisa segera merampungkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai langkah maju perlindungan terhadap perempuan.

“Salah satunya mengatur mengenai terjadinya kekerasan seksual karena relasi kuasa. Dimana kasus itu terjadi karena pelaku memanfaatkan kekuasaannya kepada korban, seperti kasus bu Nuril ini,” tutupnya. (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Gempa Bumi 4,8 SR Mengguncang Lombok Utara

Published

on

Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok bagian utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/10/2018).

Apakabarnews.com, Mataram – Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok bagian utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/10/2018) pukul 08.13 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa pusat gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 8,2 lintang selatan dan 116,24 bujur timur.

“Lokasi gempa berada di laut pada jarak 21 kilometer barat laut Lombok Utara, pada kedalaman 10 kilometer,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto.

Ia mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Mataram dan Lombok Utara II SIG-BMKG (III MMI).

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas “back arc trust”.

Agus mengimbau masyarakat di wilayah Mataram, dan Lombok Utara, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (awl)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending