Connect with us

POLITIK

Komisi IV Berharap Buwas Bisa Berantas Mafia Pangan

Published

on

Anggota Komisi IV DPR Fauzi amro.

Apakabarnews.com, Jakarta – Komisi IV DPR RI berharap Dirut Perum Bulog yang baru Budi Waseso perlakukan Bulog seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bisa memberantas Mafia Narkoba. Begitupun di Bulog, agar Buwas bisa memberantas Mafia di bidang pangan.

Hal tersebut terungkap dalam RDP Komisi IV DPR dengan Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan jajarannya di ruang rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarts, Rabu (23/5/2018).

“Saya mengingatkan saja Tupoksi Bulog sebagai Buffer, penjaga stabiltas pangan. Ekspektasi kita dari Pak Buwas, supaya Pak Buwas memperlakukan Blog seperti BNN, tapi dalam regulasi ada keterbatasan tentang penindakan. Bapak tidak bisa melakukan penindakan kecuali diserahkan ke satgas pangan. Namun problemnya, dalam Satgas pangan itu banyak institusi di situ. Kita tahu saat ini sedang darurat impor, apa-apa diimpor. Sementara kita di Komisi IV ini malah sebaliknya supaya ada kemandirian petani. Ada kesejahteran nelayan. Contoh konkret yang menarik ini saat ini adalah beras. Menteri Pertanian tidak bisa apa-apa ketika Menteri Perdagangan membuat peraturan dengan Permendag No.1 Tahun 2018 dimana impor tidak harus mendapat rekomendasi dari kementerian teknis. Ini problem sendiri,” ujar Fauzi Amro.

Dilanjutkannya, untuk melawan itu semua Menteri Pertanian kemudian melakukan panen raya di berbagai daerah. Semua ini menurut Fauzi adalah karena kurangnya koordinasi diantara kementerian. Dalam ratas (rapat terbatas), Kementerian Pertanian tidak didengar lagi.

Oleh karena itu jika Kementerian Pertanian mengatakan Indonesia surplus beras, artinya Bulog juga harusnya mengamini hal itu. Meskipun kemudian Kemendag (Kementerian Perdagangan) memaksa kembali impor. Oleh karena pihaknya berharap Buwas bisa menjaga Bulog sesuai dengan Tupoksinya, sesuai amanah Undang-Undang No. 48 Tahun 2016.

“Kita berharap betul dengan latar belakang bapak sebagai Polisi, Kabareskrim dan Kepala BNN. Bapak bisa berkordinasi dengan Satgas Pangan, supaya mafia-mafia yang sangat luar biasa di bidang pangan bisa diberantas sedikit demi sedikit. Itu semua demi peningkatan nasib petani kita,” tegasnya dalam RDP yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo.

Menjawab hal tersebut, Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan bahwa tingginya harga beras di pasaran yang disusul dengan tambahan impor beras sebanyak 500 ribu ton oleh Menteri Perdagangan diakuinya karena ada permainan di rantai distribusi.

Ia pun telah memiliki peta permainan beras di tanah air. Namun ia mengamini bahwa meski memiliki peta, tapi ia tidak bisa bertindak, karena hal tersebut bukan wewenang Bulog.

“Saya tahu bagaimana permainan dan juga kartel, saya sudah punya petanya, bagaimanapun saya pernah jadi aparat dan punya kekuatan jejaring intelijen dan sudah saya coba dan terbukti. Tapi ini masalahnya jadi besar makanya saya silent. Bedanya sekarang saya tidak bisa menangani,” aku Budi Waseso.

Bahkan, Mantan Kepala BNN ini menduga ada beberapa gudang di daerah yang menimbun beras. Ini karena jumlah beras di gudang tersebut lebih besar dibanding Bulog. Temuan tersebut dikatakannya sudah dilaporkan ke Satgas Pangan Polri untuk penindakan. (nwi)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

POLITIK

Harga Telur Ayam Melonjak, Anggota DPR Prihatin

Published

on

Anggota Komisi VI DPR, Hamdhani.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR Hamdhani mengutarakan rasa keprihatinannya mengenai kenaikan yang cukup tinggi yang melanda komoditas telur ayam di berbagai wilayah seperti di DKI Jakarta dan diharapkan persoalan itu dapat diantisipasi kementerian terkait.

“Saya prihatin dengan tingginya harga telur ayam, padahal ini bukan hari raya atau hari istimewa lainnya,” kata Hamdhani dalam rilis di Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Untuk itu, ujar dia, pemerintah baik Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian agar dapat mencari solusi terkait permasalahan tersebut.

Politisi Nasdem itu berpendapat bahwa sudah selayaknya kementerian terkait turun langsung ke pasar-pasar untuk memastikan baik ketersediaan maupun pasokan telur ayam, agar tidak ada terjadi permainan terkait kenaikan ini.

Ia juga menginginkan pemerintah baik pusat maupu daerah dapat memberikan bantuan yang memadai agar bisa memaksimalkan para peternak dalam beternak unggas.

Di wilayah DKI Jakarta, sebagaimana diberitakan sejumlah media, Pemprov DKI Jakarta telah memberikan bantuan berupa telur ayam bagi warga DKI dengan menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut, dilaporkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Blitar di Jawa Timur untuk dapat memenuhi pasokan telur ayam itu.

Sebelumnya, harga telur ayam di pasar tradisional wilayah Jakarta Barat naik menjadi Rp28.000 per kilogram pada Rabu (18/7).

Beberapa kios yang menjual telur ayam, menurut pantauan Antara di sekitar Pasar Palmerah, Jakarta Barat, rata-rata mematok harga terendah sekitar Rp28ribu per kilogramnya.

Harga tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp2000 dibandingkan dua hari lalu yang sempat turun drastis, dari Rp 30ribu pada Jumat (13/7) menjadi Rp26ribu.

Sementara itu, Ketua Satgas Pangan Polri Irjen Polisi Setyo Wasisto mengatakan pihaknya sedang menelusuri penyebab kenaikan harga telur ayam yang saat ini melambung di pasaran.

“Ini sedang diteliti kalau ada yang main-main (mempermainkan harga),” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu.

Terkait kenaikan harga ini, pihaknya mengatakan telah mengadakan rapat di Kementerian Perdagangan yang dihadiri oleh pihak Kemendag, Satgas Pangan, asosiasi peternak, pedagang dan integrator. (mrr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Prabowo Belum Pilih Siapa Cawapres Pendampingnya

Published

on

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sampai saat ini belum memutuskan akan memilih siapa yang menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping dirinya pada pemilu presiden 2019.

Ketua DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan hal itu saat menjawab pertanyaan wartawan di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis (19/7/2018).

“Saya tegaskan, sampai hari ini Pak Prabowo belum memutuskan siapa yang akan dipilih menjadi cawapres untuk mendampingi dirinya,” kata Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut Sufmi, Prabowo Subianto sampai saat ini masih mengantongi beberapa nama bakal cawapres baik yang diusulkan partai politik mitra koalisi maupun tokoh dari luar partai politik. Rumor yang beredar beberapa nama tersebut antara lain, Ahmad Heryawan (PKS), Zulkifli Hasan (PAN), Gatot Nurmantyo (mantan Panglima TNI), dan Anies Baswedan (Gubernur DKI Jakarta).

Anggota Komisi III DPR RI ini menjelaskan, Prabowo saat ini masih terus membangun komunikasi secara intensif dengan pimpinan partai politik, pimpinan ormas keagaman, maupun tokoh nasional. Prabowo pada Selasa (17/7/2018) dikabarkan bertemu dengan ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani di Jakarta. Baik Prabowo maupun Puan Maharani, membenarkan kabar tersebut.

Ketika ditanya, apakah masih ada pertemuan berikutnya antara Prabowo dan Puan Maharani, Sufmi mengatakan, Prabowo masih akan melakukan komunikasi intensi dengan pimpinan partai politik, sampai sebelum tanggal 10 Agustus.

Prabowo juga mengunjungi Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang sedang dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (18/7/2018) petang. Usai pertemuan, Prabowo mengatakan, pertemuannya dengan sahabat lama. “Saya mengingatkan agar menjaga kesehatan. Harus agak santai,” katanya.

Sufmi juga menegaskan, Partai Gerindra masih berusaha merangkul partai politik sebanyak-sebanyaknya menjadi mitra koalisi. Partai Gerindra akan mengumumkan pasangan capres-cawapres sebelum tanggal 10 Agustus 2018.

KPU membuka pendaftaran pasangan capres-cawapres, pada 4-10 Agustus 2018. (rhr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

PDIP Rekrut Caleg Artis Kuatkan Kepribadian Bangsa

Published

on

Katon Bagaskara, adalah artis yang menjadi bakal caleg dari PDI Perjuangan dari daerah pemilihan di Yogyakarta.

Apakabarnews.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan PDI Perjuangan merekrut artis menjadi bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dengan pertimbangan untuk menguatkan kepribadian bangsa dalam konteks kebudayaan.

“PDI Perjuangan tidak asal comot bakal caleg hanya karena memiliki elektoral tinggi. Kalaupun PDI Perjuangan merekrut para artis, mereka bukan sembarangan dipilih, tapi telah menjalani beberapa tahapan proses,” kata Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Hasto mengatakan hal itu menjawab pertanyaan pers terkait banyaknya artis dan selebritis yang masuk dalam daftar bakal caleg PDI Perjuangan untuk DPR RI yang telah didaftarkan ke KPU, pada Selasa (17/7). PDI Perjuangan mendaftarn sebanyak 575 bakal caleg dari 80 daerah pemilihan ke KPU, beberapa di antaranya adalah artis.

Menurut Hasto, PDI Perjuangan tidak sembarangan merekrut artis, tapi melalui pertimbangan memiliki rekam jejak yang baik dan dapat memperkuat narasi cinta tanah air, dalam konteks memperkuat kepribadian bangsa Indonesia di bidang budaya.

Sejumlah artis dan selebritis yang menjadi bakal caleg dari PDI Perjuangan adalah, Kris Dayanti dari daerah pemilihan Jawa Timur V, Katon Bagaskara dari daerah pemilihan DI Yogyakarta, Ian Kasela dari daerah pemilihan Kalimantan Selatan, Harvey Malaiholo dari daerah pemilihan Papua Barat, dan Jeffry Woworuntu dari daerah pemilihan Maluku.

Sejumlah artis lainnya yang menjadi bakal caleg PDI Perjuangan adalah, Chicha Koeswoyo, Sari Yok Koeswoyo, Angel Karamoy, dan Kirana Larasati. “Para artis tersebut mendapat tugas untuk memperkuat kepribadian bangsa Indonesia di bidang budaya,” katanya. (iza)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending