Connect with us

NASIONAL

Penumpukan Kendaraan di Gadog Diprediksi Mulai H-3 Lebaran

Published

on

Penumpukan Kendaraan di Gadog Diprediksi Mulai H-3 Lebaran.

Apakabarnews.com, Cibinong, Bogor – Satuan Lalulintas Polres Bogor, Jawa Barat memprediksi penumpukan kendaraan dari arah Gadog menuju Cianjur hingga Sukabumi pada H-3 dan H+7 Libur Hari Raya Idul Fitri 1439 H/2018.

“Bila itu terjadi maka akan dialihkan ke Jalur Jonggol Cariu sebagai alternatif yang dimana jalan sudah bagus dan sudah ada rambu-rambunya,” kata Kepala Satlantas Polres Bogor, AKBP Hasby Ristama di Cibinong, Kamis.

Dishub Karawang Mulai Uji Kelaikan Bus Lebaran

Seluruh anggota Polres Bogor ditambah dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bogor, dan Dinas Perhubugan (Dishub) setempat akan bersiaga guna mengantisipasi kemacetan.

Selain itu nanti akan diberlakukan satu jalur pada arah Gadog hingga Cipanas, juga akan ada pembagian waktu jalan untuk kedua sisi jalan, serta pemberlakuan sistem buka tutup jalan yang dimulai dari Gadog menuju Cipanas atau sebaliknya.

Namun untuk saat ini masih diberlakukan dua jalur, karenanya belum mengalami penumpukan jalur pada kedua sisinya.

“Kemacetan sudah pasti terjadi, karena tidak semua masyarakat akan melakukan mudik, tapi juga antisipasi lainnya,” katanya.

Ia menambahkan dalam upaya tersebut juga akan melakukan penjagaan pada daerah yang sering terjadinya pasar dadakan seperti arah Cisarua, Cibodas, dan lain sebagainya.

Itu sudah menjadi tradisi tahunan yang dimana perlunya penjagaan yang diperkirakan menerjunian 20 personil.

“Kalau tidak begitu takutnya akan terjadi kepadatan yang menyebabkan penumpukan kendaraan,” katanya.

Lanjut AKBP Hasby menjelaskan dalam menyikapi masalah kemacetan tersebut sebenarnya akan banyak pemudik menggunakan kendaraan roda dua.

Dan antisipasi itu sudah diberikan imbauan-imbauan bagi pengguna kendaran roda dua. Pasalnya kemacetan yang ditimbulkan dapat membahayakan orang lain. (may)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Prabowo – Sandi Datangi Rumah Dinas JK

Published

on

Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018) malam.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto mendatangi kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (15/8/2018) malam.

Prabowo yang mengenakan kemeja putih tiba pukul 20:44 WIB dengan mengendarai mobil berwarna putih. Di belakangnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Ahmad Muzani.

Sepuluh menit kemudian, bakal calon wapres Sandiaga Uno tiba di kediaman dinas Wapres Jusuf Kalla dengan mengenakan kemeja biru muda dan berpeci.

Juru Bicara Wapres Husain Abdullah mengatakan pertemuan tersebut untuk bersilaturahmi

“Mungkin karena Pak JK kan politikus senior, jadi sowan saja,” kata Husain. (fra)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Jabar Lokasi Pertama Deklarasi Prabowo – Sandi di Daerah

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Bogor – Koordinator Nasional Relawan Pendukung Prabowo (#RPP2019) menjadikan Jawa Barat sebagai lokasi pertama deklarasi pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019.

“Deklarasi yang sebenarnya akan dilaksanakan di daerah-daerah, dimulai dari Jawa Barat,” kata Rachel Maryam, selaku Dewan Penasihat Korda RPP2019 usai konsoldiasi RPP2019 di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/8/2018).

RPP2019 sebelumnya telah terbentuk 2014 dan mendapatkan legal hukum dari Kementerian Hukum dan HAM Juli 2018. Sebagai organisasi resmi, RPP2019 kini telah terbentuk di 14 provinsi 57 kabupaten/kota di Indonesia.

Menurut Rachel, alasan dipilihnya Jawa Barat sebagai lokasi pertama deklarasi RPP2019 mendukung Prabowo-Sandi karena menjadi barometer kemenangan pasangan ini.

“Kenapa Jabar, karena pada Pilpres 2014 lalu Prabowo menang di Jabar. Dan 20 persen pemilih ada di Jabar, jadi barometer kemenangan nasional,” kata Rachel.

Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan, RPP2019 merupakan relawan non partisan yang berasal dari luar partai. Terbentuk secara mandiri, tidak oleh Partai Gerindra.

“Jadi RPP lahir bukan karena disuruh Gerindra, tapi lahir dari akar rumput atas keinginan sendiri, memiliki keprihatinan yang sama, bisa menampung kegelisahan orang-orang yang punya cita-cita yang sama,” kata Rachel.

Sekjen RPP2019 Andi Irwandi menyebutkan, RPP terus berkembang, sejak dilegalkan di Kemenkumham, saat ini telah terbentuk di 14 provinsi di 57 kabupaten/kota termasuk Papua.

“Target kami sebelum masa kampanye 27 September, RPP sidah bisa hadir di 50 persen secara nasional,” katanya.

Visi dan misi RPP2019 adalah untuk menghantarkan Prabowo-Sandi menyukseskan Pilpres 2019, sebagai tim monitoring melakukan pengawasan di setiap TPS. (lai)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Sandiaga Uno Sapa Pedagang Pasar Tradisional di Lombok

Published

on

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat menyapa para pedagang tradisional yang berjualan di Pasar Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (14/8/2018).

Apakabarnews.com, Lombok Barat – Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno di sela-sela meninjau korban gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, menyempatkan diri mampir dan menyapa para pedagang tradisional yang berjualan di Pasar Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (14/8/2018).

Dalam kunjungannya tersebut, Sandiaga Uno berjanji akan membantu merevitalisasi pasar tradisional Gunungsari pascagempa bumi 7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Lombok pada Minggu (5/8/2018) malam.

“Tadi, saya sudah keliling dan menyerap aspirasi pedagang, mereka menghendaki adanya pasar yang lebih representatif,” kata Sandiaga Uno saat blusukan di Pasar Gunungsari.

Menurut Sandi, kondisi pasar Gunungsari dirasa sangat tidak layak. Karena itu revitalisasi salah satu pasar terbesar di Lobar itu mendesak dilakukan.

“Kita akan coba membantu agar para pedagang bisa berjualan lebih baik,” ucapnya.

Sandi yang datang ke NTB dalam rangka mengunjungi pengungsi korban gempa bumi di Wadon, Desa Kekait di Lombok Barat dan pengungsi di Lombok Timur mengaku, menyempatkan blusukan ke pasar tidak lain lebih banyak mendengarkan masukan dari para pedagang.

Hal ini, kata dia, sesuai dengan misinya yang selama ini akan fokus mengembangkan ekonomi kerakyatan di seluruh wilayah Indonesia.

“Saya sangat suka blusukan ke pasar untuk melihat pedagang dan pembeli yang akan memberikan aspirasi. Apalagi datang ke pasar adalah kebiasaan saya. Sehingga, jika sempat datang ke daerah di Indonesia, termasuk di NTB saat ini, saya sempatkan menemui pedagang di Pasar Gunungsari,” tambah Sandiaga.

Bakal calon wakil presiden dari calon presiden Prabowo Subianto yang diusung oleh koalisi parpol Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat, menambahkan program revitalisasi dan penataan sarana usaha kawasan pedagang kaki lima (PKL) di seluruh Indonesia dapat meningkatkan transaksi jual beli yang semula hanya bersifat mingguan menjadi pasar harian.

“Jadi, program revitalisasi pasar rakyat bagi saya akan mampu mendongkrak transaksi di Pasar Gunungsari,” kata Sandiaga Uno. (nur)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending