Connect with us

MEDIA

Ancaman Sekretaris Fraksi PDIP Bambang Wuryanto Dinilai Sangat Berbahaya

Published

on

Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ), Teguh Santosa. (kanan)

Apakabarnews.com, Jakarta – Pernyataan petinggi PDI Perjuangan yang mengatakan bahwa kantor media bisa rata dengan tanah apabila memuat berita yang menyinggung pemimpin partai itu patut disayangkan. Pernyataan tersebut dinilai telah mencoreng nama baik Indonesia.

Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN (CAJ) Teguh Santosa mengatakan, bahwa selama ini dalam berbagai forum wartawan ASEAN, praktik kebebasan berpendapat dan kemerdekaan pers di Indonesia kerap dijadikan sebagai model.

Jurnalis Bogor Aksi Tolak Intimidasi Terhadap Media

Menurut Teguh, selama ini, terutama pasca Orde Baru, ada semacam “kecemburuan” di kalangan teman-teman wartawan ASEAN melihat kemerdekaan pers di Indonesia. Terlepas dari indeks kemerdekaan pers yang dirilis Reporters Without Borders setiap tahun, paktik kemerdekaan pers di Indonesia dinilai cukup asyik dan cukup baik.

“Prinsip self regulation yang dianut masyarakat pers nasional menjadi contoh yang diidam-idamkan dan coba ditiru di negara-negara ASEAN lainnya,” ujar Wakil Presiden CAJ Teguh Santosa dalam keterangan yang diterima redaksi.

Dalam prinsip self regulation yang didasarkan pada UU 40/1999 tentang Pers, Dewan Pers yang dibentuk masyarakat pers nasional menjadi instrumen utama yang bertugas melindungi kemerdekaan pers dengan berbagai kegiatan.

Mulai dari mendorong peningkatan kapasitas kerja wartawan dan profesionalisme perusahaan media, hingga penyelesaian sengketa atas pemberitaan atau karya jurnalistik produk pers.

Pernyataan bernada ancaman yang disampaikan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI Bambang Wuryanto sangat berbahaya. Menurut Teguh, karena disampaikan oleh seorang pejabat penting partai, pernyataan itu bisa dimaknai sebagai “instruksi” atau “restu” kepada kader dan simpatisan partai untuk melakukan represi sekeras mungkin terhadap media.

“Saya khawatir ini bisa memicu kekerasan terhadap wartawan dan media hingga ke level yang sangat sadis dan tak terbayangkan sebelumnya,” ujar Teguh sambil mencontohkan pembantaian Ampatuan di Provinsi Maguindanao, Filipina, tahun 2009 yang menewaskan 58 orang, termasuk 34 wartawan.

Pernyataan “rata dengan tanah” disampaikan Bambang Wuryanto sebagai respon atas pemberitaan Radar Bogor yang menyoroti aktivitas dan gaji Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

“Kalau pemberitaan kayak begitu, Radar Bogor memberitakan di Jawa Tengah, saya khawatir itu kantornya rata dengan tanah,” kata Bambang.

Di sisi lain, Teguh juga mengapresiasi seruan Megawati Soekarnoputri yang disampaikan putranya Prananda Prabowo agar seluruh simpatisan dan kader PDIP menjaga hubungan baik dengan media.

Prananda Prabowo yang juga Kepala Pusat Analisa dan Pengendali Situasi PDIP meminta agar ketidakpuasan terhadap pemberitaan media ditempuh dengan cara-cara yang telah diatur oleh undang-undang.

“Semoga pernyataan yang disampaikan ini dapat menghindarkan situasi terburuk yang bisa membahayakan kemerdekaan pers kita,” demikian Teguh menanggapi seruan tersebut, seperti dikutip Pusatsiaranpers.com. (psp)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MEDIA

Pengamat Katakan Hoaks Tetap Ramai pada Pemilu 2019

Published

on

Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, memperkirakan penggunaan hoaks alias informasi bohong akan tetap marak pada kampanye Pemilu 2019.

“Namun demikian, hoaks berbasis SARA tidak akan signifikan pada Pemilu 2019,” katanya, usai diskusi Hoaks dan Pemilu di Gedung Kementerian Kominfo, Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Pengajar komunikasi politik UIN Jakarta itu mengatakan, penggunaan isu SARA dalam pemilihan presiden 2019 kurang efektif untuk menarik pemilih. Hal ini dipengaruhi oleh penunjukan KH Ma’ruf Amin sebagai calon wakil presiden mendampingi Jokowi.

Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, Anita Wahid, dalam diskusi tersebut mengatakan, belum terlihat komitmen partai politik yang secara sungguh-sungguh untuk memberantas hoaks.

“Tidak ada program riil parpol untuk pemberantasan hoaks,” katanya.

Ketua DPP Partai NasDem bidang Media dan Komunikasi Publik, Willy Aditya, mengatakan, hoaks saat ini lebih banyak disebarkan di group-group tertutup seperti WA grup.

Penyebaran melalui grup-grup tersebut, menurut dia, sangat efektif untuk mempengaruhi massa dalam pemilu.

Ia mencontohkan, partai berkuasa di India membuat ribuan grup WA untuk mempengaruhi masyarakat dalam Pemilu. (mai)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDIA

Caketum PWI Pusat Seharusnya Muda, Berprestasi, dan dari Media Mainstream

Published

on

Muda, berprestasi dan dari media mainstream, Ketua PWI Jatim Akhmad Munir berpotensi besar menjadi Ketua PWI Pusat

Apakabarnews.com, Surabaya – Geliat Pemilihan Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang rencananya bakal digelar di Kota Solo, ikut bergema di arena Rakernas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) III di Jakarta.

Kabar yang beredar di lingkungan kepengurusan pusat (Jakarta), telah muncul dua kandidat yakni Atal S Depari, Henri Ch Bangun, dan Sasongko Tedjo yang secara diam-diam sudah mulai melakukan penggalangan dukungan dari berbagai daerah (provinsi)

Kesiapan Atal Wakil Ketua Bidang Daerah PWI maju menggantikan Margiono, sudah dibicarakan, dan konon bursa ketua umum PWI juga diramaikan pengurus teras PWI serta figur wartawan muda yang memiliki jaringan kuat.

Menanggapi hal ini, Bendahara SMSI Jatim Andy Setyawan mengatakan, pengganti figur Ketua Umum PWI penerus Margiono menjadi hak peserta Kongres nanti.

BACA JUGA : Ini Pengganti Margiono yang Diusulkan oleh PWI Jatim

Pages: 1 2


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

MEDIA

2018, Kembalinya Antara Sebagai Media Resmi Asian Games

Published

on

Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) memberikan Bimbingan Teknis untuk Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sebagai media pemberitaan resmi Asian Games 2018.

Apakabarnews.com, Jakarta – Mendapat kepercayaan dari seseorang untuk melaksanakan suatu tugas adalah modal bagus bagi orang itu, sebab sebelum proses penyerahaan kepercayaan tentunya ada pertimbangan dan penilaian khusus, yang dianggap orang itu sanggup melaksanakan.

Hal itu, kini dialami Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara yang mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk menjadi media pemberitaan resmi pesta multicabang olahraga Asia, yakni Asian Games 2018 yang digelar 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang.

Tentu kepercayaan yang diberikan pemerintah ini bukan asal tunjuk, karena pasti ada penilaian khusus yang menunjukkan LKBN Antara sanggup melaksanakan tanggungjawab tersebut.

Antara sebagai kantor berita bukanlah media baru di Indonesia, sebab termasuk jajaran media tertua yang didirikan sejak 13 Desember 1937, dan mempunyai beragam pengalaman di event olahraga terbesar dunia, seperti Asian Games, Piala Dunia maupun Olimpiade.

Penunjukan yang dilakukan pemerintah saat ini bukanlah yang pertama kali, sebab pada tahun 1962 LKBN Antara juga ditunjuk langsung oleh Presiden Soekarno untuk menjadi media resmi Asian Games saat itu yang berlangsung di Jakarta, sehingga penunjukan saat ini pun tidak ada salahnya.

Namun demikian, dinamika olahraga pada tahun 1962 tentu berbeda dengan saat ini, jumlah peserta Asian Games saat itu masih 17 negara dengan mempertandingkan 15 cabang olahraga, dan Indonesia mampu merebut posisi kedua di bawah Jepang.

Untuk Asian Games 2018, Antara kembali menjadi garda informasi terdepan dalam hal informasi, dengan harapan mampu mendorong semangat atlet untuk meraih prestasi lebih tinggi.

LKBN Antara juga telah mempersiapkan diri sejak Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pada tahun 2014, dan diminta menjadi pembuat citra bangsa yang positif karena dalam event ini Indonesia selaku tuan rumah.

Awalnya, Asian Games 2018 disetujui Dewan Eksekutif Dewan Olimpiade Asia dilaksanakan pada tahun 2019, kemudian dimajukan menjadi tahun 2018 karena menghindari pemilihan legislatif dan pemilihan presiden Indonesia yang juga diselenggarakan pada tahun 2019.

Asian Games kali ini diikuti 45 negara, dan ada sekitar 11.000 atlet serta ofisial yang akan datang ke Indonesia untuk mengikuti 465 nomor pertandingan di 40 cabang olahraga.

Selain itu bakal diliput 5.000 orang jurnalis, yang terdiri dari 2.500 orang wakil dari negara peserta, 1.500 orang dari Indonesia dan 1.000 orang dari negara bukan peserta.

“Menjadi media pemberitaan resmi Asian Games 2018 adalah sebuah kepercayaan besar, dan kami siap memberikan yang terbaik demi suksesnya acara besar ini,” kata Direktur Pemberitaan LKBN Antara Akhmad Munir.

Munir, pada saat pembukaan Bimbingan Teknis Media Pemberitaan Resmi Asian Games 2018 di Auditorium Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, mengatakan ini waktunya pembuktian bagi LKBN ANTARA sebagai kantor berita berkelas dunia untuk menyajikan berita yang berkualitas, dan menciptakan semangat untuk meraih prestasi tertinggi.

“Mari dukung dan ciptakan nilai positif pada pelaksanaan Asian Games 2018. Dan saatnya Antara menujukkan sebagai kantor berita berkelas dunia,” katanya.

Totalitas

Totalitas LKBN Antara ditunjukkan dengan rencana target produksi berita dalam event ini yang akan dibuat sebanyak 2.235 berita.

Redaktur Pelaksana LKBN Antara, Budi Setiawanto mengatakan total produksi berita itu dibuat dalam tiga periode, yakni 18 Mei sampai 17 Agustus 2018 sebanyak 432 berita, kemudian 18 Agustus sampai 2 September 2018 sebanyak 1.700 berita, dan 3 September sampai 29 September 2018 sebanyak 103 berita.

“Total produksi berita yang kami sajikan ini bertujuan untuk memberikan informasi secara detail kepada masyarakat Indonesia mengenai ajang ini,” katanya.

Berita-berita yang disajikan, kata Budi, antara lain berjenis lempang (straightnews), artikel, serba-serbi Asian Games 2018 serta berita pra dan pascapertandingan, yang disajikan secara detail kepada masyarakat.

Untuk memenuhi total sajian produksi berita itu, Budi mengatakan LKBN Antara akan melibatkan 250 lebih pewarta tulis, foto dan video yang akan meliput setiap lokasi pertandingan di dua tempat, yakni Jakarta dan Palembang.

Ketua Tim Koordinator Fotografer resmi LKBN Antara, Hermanus Prihatna mengaku untuk foto, pihaknya akan melibatkan sekitar 130 fotografer profesional, khusus mengambil setiap peristiwa olahraga.

Kami juga tugaskan fotografer senior dalam kegiatan ini, artinya kami sangat serius mendokumentasikan setiap peristiwa secara detail. Dan hasilnya diharapkan bisa menjadi catatan sejarah baru bagi Indonesia,” katanya.

Sekretaris Jenderal Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC), Eris Herryanto menyambut baik penunjukan LKBN Antara sebagai media pemberitaan resmi Asian Games 2018.

Menurutnya, ditunjuknya LKBN Antara menjadi penting mengingat pengalamannya dalam bekerjasama di event besar.

Oleh sebab itu, pemerintah Indonesia ingin mengabadikan momen bersejarah tersebut dengan berusaha memberikan yang terbaik bagi atlet yang bertanding, ofisial dan para pengunjung dari berbagai negara.

Sebelumnya, berbagai hal juga telah dilakukan pemerintah dan swasta untuk menyukseskan Asian Games 2018, mulai dari pembangunan, pemugaran arena, pengetatan keamanan hingga penyemarakan publikasi.

Namun demikian, upaya itu bisa sia-sia bila informasi yang disampaikan kurang proposional, dan saat inilah LKBN Antara kembali dipercaya memberikan informasi membangun serta menyatukan semangat kebangsaan atau nasionalisme untuk meraih prestasi terbaik di Asian Games 2018. (ami)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending