Connect with us

POLITIK

AHY Kunjungi Sultan Kutai

Published

on

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memulai lawatannya di Provinsi Kalimantan Timur dengan bersilaturahim menemui Sultan Kutai Kartanegara Sultan Salehuddin II.

Apakabarnews.com, Tenggarong – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memulai lawatannya di Provinsi Kalimantan Timur dengan bersilaturahim menemui Sultan Kutai Kartanegara Sultan Salehuddin II di kediamannya di Jln. S. Parman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin sore (11/6/2018).

Putra pertama Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yuhdoyono tersebut, berharap dalam kunjungannya bisa mendapatkan wejangan dari Sultan berusia 94 tahun tersebut.

“Maksud dan tujuan saya datang ke sini untuk silaturahim. Saya tentunya ingin mengenal secara langsung dan memohon wejangan, nasihat, petuah dari Ayahanda yang tentunya telah banyak sekali nasihat-nasihat penting, berharga yang telah diberikan kepada tokoh-tokoh lainnya, tidak hanya di Kalimantan tetapi juga tokoh-tokoh negeri ini,” ujar AHY kepada Sultan Salehuddin II.

Silaturahim AHY ini disambut baik oleh Sultan Salehuddin II. Hal ini disampaikan oleh Putra Mahkota Deddy, cucu dari Sultan Salehuddin II yang menyampaikan langsung pesan dari Sultan terkait silaturahim Komandan Kogasma Partai Demokrat tersebut.

“Pak Agus, karena kondisi beliau sedang dalam proses penyembuhan, jadi beliau tidak bisa bicara banyak hari ini. Untuk restu tadi sudah saya sampaikan ke beliau tujuan dan maksud Bapak silaturahim ke sini. Beliau sangat menyetujui dan minta ada waktu empat mata,” tuturnya.

AHY kemudian masuk ke dalam ruangan lain bersama Sultan Salehuddin II ditemani Deddy dan sejumlah kerabat.

AHY tiba di bandar udara internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan pukul 12.10 WITA. Kehadiran AHY di bandara langsung disambut ratusan relawan dan kader Partai Demokrat.

AHY dipakaikan rompi khas Dayak dan menjalani prosesi tepung tawar sebelum bertolak ke kediaman Sultan Salehuddin II.

Tak lupa di perjalanan AHY singgah di Masjid Muhammad Cheng Hoo di Samarinda untuk menunaikan shalat Zuhur.

Turut mendampingi AHY bersilaturahim ke Sultan Salehuddin II antara lain, Pasangan calon Gubernur dan Cawagub Kaltim yang diusung Partai Demokrat Syarief Ja`ang dan Awang Ferdian Hidayat, anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Ikhwan Datuk Awam, Herman Khaeron, Putu Supadma Rudana, dan Sayed Abubakar Assegaf. (aru)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

POLITIK

Syafruddin Diharapkan Jauhkan PNS dari Korupsi

Published

on

Sahroni, di Jakarta, Rabu, menilai sebagai perwira tinggi kepolisian Syafruddin terbilang sosok yang bersih.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni mendukung dilantiknya Wakapolri Komjen Pol Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menggantikan Asman Abnur yang mundur dari jabatannya. Syafruddin diharapkan dapat menjauhkan PNS dari perilaku korupsi.

Sahroni, di Jakarta, Rabu, menilai sebagai perwira tinggi kepolisian Syafruddin terbilang sosok yang bersih. Pengalamannnya sebagai Wakapolri yang memiliki peran mengatur sumber daya manusia di institusi Polri merupakan salah satu gambaran jelas prestasinya.

“Syafruddin sosok yang bersih dan berpengalaman mengatur institusi besar dengan jabatannya sebagai Wakapolri. Kita berharap dan yakin Syafruddin mampu meneruskan pekerjaan yang belum terselesaikan oleh Asman terkait reformasi birokrasi khususnya di lingkungan aparatur negara,” kata politisi NasDem ini dalam keterangan tertulisnya.

Indonesian Corruption Watch sebelumnya merilis data yang menyebutkan pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Daerah (Pemda) dinilai menjadi aktor pelaku korup terbanyak selama tahun 2017.

Dalam data Tren Pelaku Profesi Korupsi berdasarkan profesi tahun 2015-2017, dari keseluruhan terdakwa korupsi, aktor yang berprofesi sebagai pegawai di tingkat Pemkab/Pemkot/Pemprov masih menempati urutan tertinggi sebagai pelaku korupsi.

Sebanyak 456 PNS di daerah yang terjerat kasus korupsi di tahun 2017, meningkat drastis dari tahun 2016 dengan angka yang terkena kasus korupsi sebanyak 217 PNS.

Sahroni berharap dengan pengetahuannya di bidang hukum, Syafruddin akan mampu menjadikan para PNS menjadi lebih bersih, khususnya dari kasus korupsi.

“Berbekal pengalamannya sebagai penegak hukum, kita berharap para aparatur negara di bawah kepemimpinannya akan lebih bersih. Jangan lagi ada PNS yang terlibat kasus korupsi dan reformasi birokrasi akan berjalan lebih baik,” ujarnya.

Mengenai sosok pengganti Wakapolri yang dikabarkan akan diteruskan oleh Irjen Idham Azis, Sahroni menilai sosok perwira tinggi yang saat ini menjabat Kapolda Metro Jaya terbilang mumpuni.

Ia berharap ketegasan yang dimiliki oleh Idham akan diteruskan ketika menjabat sebagai Wakapolri. Idham tukas Sahroni harus mampu meneruskan pekerjaan baik yang sudah dilakukan oleh Syafruddin. (sfh)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Muhammadiyah Bebaskan Anggota Tentukan Pilihan Politik

Published

on

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti.

Apakabarnews.com, Sukoharjo – Organisasi Islam Muhammadiyah membebaskan para anggotanya menentukan pilihan politik pada Pemilihan Umum Presiden 2019.

“Ini sesuai dengan khitah Muhammadiyah yang bergerak di bidang dakwah,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti di sela pelantikan Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Kampus UMS Sukoharjo, Selasa (14/8/2018).

Terkait dengan pilpres yang dilaksanakan pada tahun depan, pihaknya berpesan kepada dua pasang peserta agar ke depan membangun Indonesia dengan dilandasi nilai agama, Pancasila, dan nilai luhur sebagai bangsa Indonesia.

“Ini juga saya sampaikan kepada Bakal Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden RI Prabowo/Sandiaga Uno saat pasangan ini melakukan silaturahmi di Kantor Pusat Muhammadiyah pada hari Senin (13/8),” kata Abdul Mu’ti.

Pesan politik yang kedua, katanya lagi, yaitu tentang pentingnya peningkatan kedaulatan bangsa, baik dalam kedaulatan politik maupun kedaulatan ekonomi.

“Ini juga harus disertai dengan peningkatan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan dan berdaya saing tinggi serta berkarakter,” ucapnya.

Pesan politik ketiga, lanjut Abdul Mu’ti, yaitu negara yang harus aktif membangun kesejahteraan masyarakat secara merata, mengurangi kesenjangan ekonomi, terutama antargolongan.

Selain itu, pihaknya berharap agar Indonesia bisa memiliki daya saing hingga level internasional serta secara politik Indonesia harus lebih baik.

“Pada dasarnya reformasi politik harus tetap berjalan dengan menjadikan keadaban dan moralitas sebagai dasar berpolitik. Politik bukan saja berdasarkan kekuasaan,” katanya.

Menurut dia, yang paling penting adalah bagaimana Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam bisa berperan lebih besar di kancah internasional, terutama di negara Islam. (ris)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Kapolri Belum Tentukan Pengganti Syafruddin sebagai Wakapolri

Published

on

Apakabarnews.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengatakan belum menentukan pengganti Syafruddin untuk menduduki jabatan sebagai Wakapolri. “Belum ada (nama), nanti saya komunikasi dengan bapak Presiden,” kata Tito di Istana Negara Jakarta, Rabu.

Pada hari ini, Presiden Joko Widodo melantik mantan Wakapolri Syafruddin sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menggantikan Asman Abnur. Syafruddin yang sebelumnya berpangkat Komjen Pol juga menyatakan pensiun sebagai anggota Polri aktif.

“Pertimbangannya perwira bintang dua (Irjen) atau bintang tiga (Komjen),” tambah Tito.

Saat dimintai pendapatnya mengenai nama Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Idham Azis yang saat ini menjadi Kapolda Metro Jaya, Tito tetap mengatakan harus berkonsultasi dengan Presiden Joko Widodo.

“Nanti setelah saya konsultasi sama bapak presiden karena memang mekanismenya begitu. Itu prerogatif presiden setelah menyampaikan persetujuan dari bapak presiden, tidak ada batas waktunya,” ungkap Tito.

Idham Azis sendiri juga hadir dalam pelantikan Syafruddin hari ini di istana. “Saya diperintah untuk menemani Kapolri,” kata Idham.

Inspektur Jenderal (Irjen) Idham Azis adalah Kapolda Metro Jaya lulusan Akpol tahun 1988.

Pada 2005 saat menjabat sebagai Kepala Unit Pemeriksaan Sub Detasemen Investigasi Densus/Anti-Teror, Idham masuk dalam tim yang melumpuhkan teroris Dr. Azhari dan kelompoknya di Batu, Jawa Timur, pada tanggal 9 November 2005.

Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu Jendral Sutanto bersama dengan Kapolri saat ini Jenderal Pol Tito Karnavian, Petrus Reinhard Golose, Rycko Amelza Dahniel.

Idham juga pernah menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya (2009), Wakil Kepala Densus 88/Anti-Teror Polri (2010), Direktur Tindak Pidana Korupsi Badan Reserse Kriminal Polri (2013), Kapolda Sulawesi Tengah (2014), hingga Kapolda Metro Jaya pada 2017. (dln)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending