Connect with us

JAWA TENGAH

Omzet Penjual Telur Asin Brebes Anjlok

Published

on

Penjualan telur asin di wilayah Brebes anjlok signifikan pada musim libur menjelang lebaran tahun ini.

Apakabarnews.com, Brebes, Jawa Tengah – Omzet sejumlah penjual telur asin dan bawang merah di wilayah Brebes anjlok signifikan pada musim libur menjelang lebaran tahun ini.

Salah satu penjual makanan khas Brebes, Jawa Tengah, telur asin dan bawang merah, Sofiatun (45), di Kiosnya Jalan Kaligangsa Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Selasa (12/6/2018) mengeluhkan sepinya pembeli pada musim mudik tahun ini.

“Penjualannya turun kalau dibanding tahun lalu. Tidak banyak pemudik yang berhenti dan mampir beli telur asin dan bawang merah saya,” kata Sofiatun.

Ia mengatakan, pada hari-hari biasanya, ia bisa menjual telur asin berkisar 5-6 kg perhari namun saat ini paling banyak 3-4 kg perhari.
Sofiatun menyampaikan, tahun lalu saat tol Pejagan-Pemalang belum beroperasi, kendaraan keluar melalui pintu tol Brebes Timur (Brexit) hasil penjualan telurnya tergolong laris.

“Sehari minimal bisa 7-11 kg telor perharinya. Untuk tahun ini jarang kendaraan yang keluar dari Brexit dampaknya para pedagang pendapatnya menurun,” kata pemilik Kios Brexit yang menjual telur asin dan bawang merah itu.

Kiosnya yang berdiri sejak 6 tahun lalu itu berada tepat di seberang pintu tol Brexit. Kios itu menyediakan telur asin rebus maupun panggang dengan harga Rp4.500 ribu pertelur. Sedangkan, bawang merah saat ini dijual Rp35 ribu perkg.

Sofiatun berharap para pemudik yang ingin membeli oleh-oleh untuk kerabatnya di kampung berupa telur asin dan bawang merah khas Brebes keluar melalui pintu tol Brexit lebih dahulu untuk berbelanja kemudian melanjutkan perjalanannya kembali.

Hal serupa dikeluhkan Tjahyaningsih (36) yang juga menjual telur asin dan bawang merah di wilayah Ketanggungan, Brebes.

“Berkurang jauh dibanding tahun lalu, kalau dulu musim mudik bisa sampai 10 kg perhari sekarang paling 3 kg saja sudah untung,” katanya.

Pemilik kios telur asin Wijaya, Jaya (56), mengakui hal serupa yakni penurunan omzet yang sangat signifikan.

Ia bisa memasarkan sampai belasan kg perhari saat mudik tahun-tahun sebelumnya, namun tahun ini tidak sampai separuhnya. (han)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA TENGAH

Belasan Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Banyumas

Published

on

Pergerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) di Banyumas, Jawa Tengah.

Apakabarnews.com, Purwokerto – Belasan rumah di Kabupaten Banyumas terdampak pergerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) siang hingga malam hari, kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Kusworo.

“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, bencana tanah bergerak terjadi di Grumbul Windusari, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, sehingga berdampak terhadap 16 rumah warga yang dihuni 69 jiwa,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (5/12/2018).

Menurut dia tiga keluarga yang terdiri atas 15 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang aman karena rumah mereka terdampak pergerakan tanah. Sementara di Grumbul Buaran dan Grumbul Dukuh Palem, Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, empat rumah yang dihuni 11 orang terkena longsoran tanah.

Longsoran tanah, menurut Kusworo, juga menutup akses jalan yang menghubungkan Grumbul Buaran, Desa Baseh, dengan Grumbul Windusari, Desa Kalisalak, serta jalan penghubung Grumbul Buaran, Desa Baseh, dengan Grumbul Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas.

Bencana tanah bergerak dan longsor di daerah-daerah itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Nilai kerugiannya masih dalam penghitungan. Hari ini, kami bersama sukarelawan dari berbagai organisasi akan bekerja bakti menangani rumah warga yang terdampak bencana, maupun menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan,” kata Kusworo.

Selain di Banyumas, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa bagian Kabupaten Cilacap akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) siang hingga malam hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan bencana tanah longsor di Dusun Sindangheula, Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, menyebabkan rumah milik Rastono tertimpa material longsoran.

Seorang anak Rastono yang berusia enam bulan, Hilya Nur Asyifa Nuha, sempat tertimpa reruntuhan bangunan dan material longsoran saat tertidur di lantai setelah bermain boneka.

Ibunda Hilya, Siti Nurhasanah, yang mengetahui kejadian tersebut, segera minta tolong kepada warga sekitar hingga akhirnya anaknya bisa ditolong dan dibawa ke Puskesmas Wanareja 1 untuk menjalani perawatan.

“Tebing di Dusun Panimbang, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu, juga dilaporkan longsor pada hari Selasa (4/12/2018), sekitar pukul 18.00 WIB. Kami akan segera melakukan penanganan termasuk memberikan bantuan bagi warga yang terkena bencana,” kata Tri Komara.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas secara umum berkisar 301-400 milimeter, masuk kategori tinggi.

“Tetapi sebagian wilayah barat Cilacap masuk kategori menengah atau berkisar 201-300 milimeter, sedangkan sebagian kecil wilayah selatan Cilacap diprakirakan berkisar 401-500 milimeter atau masuk kategori tinggi,” katanya.

Sementara di wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah seperti Purbalingga bagian utara dan sebagian Banjarnegara, kata dia, curah hujan pada bulan Desember diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

Teguh mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan tanah longsor meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana saat hujan lebat. (sum)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Kunjungi BUMN Geo Dipa, DPR Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi

Published

on

Komisi VII DPR RI meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng.

Apakabarnews.com, Jakarta – Komisi VII DPR RI meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (30/11/2018) kemarin.

Peninjauan ini dalam rangka kunjungan kerja spesifik yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam selaku Ketua Tim.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Ridwan menyampaikan bahwa DPR – dalam hal ini Komisi VII, sangat memberikan perhatian terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di tanah air.

Hal ini mengingat sumber energi panas bumi sebagai energi terbarukan, dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya terus menurun dari waktu ke waktu. Sementara pada saat yang sama, wilayah Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia.

“Jika kita bisa mengoptimalkan potensi panas bumi ini sebagai sumber energi listrik, maka hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk mencapai kemandirian energi nasional,” tegas Ridwan.

Dalam kunjungan tersebut hadir para anggota DPR RI Komisi VII, Dirjen EBTKE dan Dirjen Gatrik KESDM, Direktur PLN Regional Bisnis Jawa Bagian Barat serta Dirut PT Geo Dipa Energi beserta jajarannya, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Wakil Bupati Wonosobo.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Geo Dipa, Riki Ibrahim melaporkan informasi penting terkait perkembangan BUMN ini, terutama mengenai proyek small scale, pembangunan binary power plant, serta pengembangan lapangan panas bumi Candradimuka yang berlokasi di Dataran Tinggi Dieng.

Riki juga memberikan informasi terakhir mengenai hambatan pengembangan Geo Dipa, terutama yang berkaitan dengan isu hukum, dan isu harga listrik energi baru terbarukan (EBT) ke PLN.

Terkait hal tersebut, Ridwan Hisjam menyampaikan bahwa DPR-RI mendukung penuh rencana pengembangan Geo Dipa sebagai BUMN yang diamanatkan untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Seperti diketahui, pencapaian target porsi EBT pada bauran energi nasional sebesar 23% persen pada 2025.

Adapun bentuk dukungan DPR adalah dengan membentuk Panitia Kerja Rancangan Undang – Undangan Energi Terbarukan dan merancang peraturan UU. Saat ini penyusunan UU sudah dalam tahap konsepsi naskah akademik dan akan segera diselesaikan.

Selain mengoperasikan PLTP Unit Dieng, BUMN ini juga menjadi operator dan pemilik PLTP Patuha di Jawa Barat. PT Geo Dipa Energi adalah BUMN di bawah Kementerian Keuangan dengan prosentasi saham 93,33 % milik Pemerintah cq Kementerian Keuangan dan 6,67 % saham PT PLN (Persero). (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Hujan Deras Mengguyur, Stasiun Tawang Tergenang Banjir

Published

on

Air banjir menggenangi terminal keberangkatan, ruang tunggu, dan peron di Stasiun kereta api Tawang Semarang, Jawa Tengah.

Apakabarnews.com, Semarang – Stasiun kereta api Tawang Semarang,Jawa Tengah, tergenang banjir setinggi mata kaki setelah hujan deras mengguyur Kota Semarang, Senin (3/12/2018) sore meski tidak mengganggu jadwal kereta api (KA).

Dari pantauan di lokasi, air banjir menggenangi terminal keberangkatan, ruang tunggu, dan peron di stasiun itu.

Akhirnya, peron yang menjadi tempat pemeriksaan tiket dipindahkan ke pintu barat yang letaknya lebih tinggi sehingga tidak mengharuskan penumpang melepas sepatu atau sandal.

Menurut informasi air mulai terlihat di terminal keberangkatan, ruang tunggu, dan peron stasiun yang lantainya rendah sekitar pukul 16.00 WIB seiring derasnya hujan di Kota Semarang disertai angin kencang.

Jalanan di kawasan Kota Lama Semarang, termasuk di depan Stasiun Tawang juga banjir, tetapi tak sampai menggenangi halaman salah satu stasiun besar di “Kota Atlas” itu.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang, Suprapto membenarkan banjir terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di Kota Semarang.

“Akibat curah hujan yang sangat tinggi, mengakibatkan genangan air di ‘hall’ stasiun dengan ketinggian 2 hingga 3 centimeter,” katanya.
  Namun, ia memastikan pelayanan penumpang tetap berjalan dengan normal dengan memindahkan loket “boarding” tiket ke pintu barat stasiun yang lantainya lebih tinggi.

Suprapto juga mengemukakan sejauh ini tidak ada laporan mengenai gangguan perjalanan akibat banjir sehingga jadwal keberangkatan KA tetap berlangsung normal.

Sekarang ini, air yang menggenangi Stasiun Tawang juga berangsur surut seiring dengan hujan mereda, serta penyedotan dilakukan petugas.

Sementara itu, Sindu (37) calon penumpang KA yang berangkat dari Stasiun Tawang Semarang mengaku baru kali ini melihat stasiun tergenang karena hujan yang sangat deras.

“Ya, hujannya emang deras sekali. Jalan-jalan juga banjir tadi, sampai saya terlambat (naik KA, red.) karena banjir. Harusnya naik KA Harina tadi,” katanya. (zuh)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending