Connect with us

JAWA TENGAH

Gunung Lawu Terbakar Jalur Pendakian Ditutup

Published

on

Kawasan Gunung Lawu terbakar, sehingga seluruh jalur pendakian menuju puncak gunung tersebut, termasuk jalur pendakian Cemoro Sewu diPlaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Apakabarnews.com, Magetan – Sebagian kawasan Gunung Lawu terbakar, sehingga seluruh jalur pendakian menuju puncak gunung tersebut, termasuk jalur pendakian Cemoro Sewu di Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, ditutup.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra di Magetan, Rabu (21/8/2018) menuturkan, petugas BPBD, Perum Perhutani, dan pihak kepolisian sudah menutup jalur pendakian itu sejak Selasa (19/6/2018) malam.

“Sejak tadi malam petugas sudah melakukan penutupan sementara jalur pendakian Cemoro Sewu,” jelas Fery.

Menurut keterangan yang diperoleh Fery dari petugas yang berjaga di `basecamp pendakian, kebakaran terjadi di lereng Gunung Lawu yang berada di wilayah Jawa Tengah.

“Berdasarkan informasi yang saya terima, kebakaran terjadi di kawasan Argo Tiling, petak 63 Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Nglerak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta,” kata Fery menjelaskan.

Menurut keterangan petugas, bau asap kebakaran hutan tercium dari pos satu dan pos dua jalur pendakian Cemoro Kandang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

“Sejumlah relawan sudah bergerak naik guna melakukan penyisiran pendaki Gunung Lawu. Karena titik api berada di dekat jalur pendakian Candi Cetho,” ujarnya. (lou/sis)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

JAWA TENGAH

Belasan Rumah Terdampak Pergerakan Tanah di Banyumas

Published

on

Pergerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) di Banyumas, Jawa Tengah.

Apakabarnews.com, Purwokerto – Belasan rumah di Kabupaten Banyumas terdampak pergerakan tanah dan tanah longsor yang terjadi akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) siang hingga malam hari, kata Koordinator Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas Kusworo.

“Berdasarkan laporan sementara yang kami terima, bencana tanah bergerak terjadi di Grumbul Windusari, Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, sehingga berdampak terhadap 16 rumah warga yang dihuni 69 jiwa,” katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Rabu (5/12/2018).

Menurut dia tiga keluarga yang terdiri atas 15 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang aman karena rumah mereka terdampak pergerakan tanah. Sementara di Grumbul Buaran dan Grumbul Dukuh Palem, Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, empat rumah yang dihuni 11 orang terkena longsoran tanah.

Longsoran tanah, menurut Kusworo, juga menutup akses jalan yang menghubungkan Grumbul Buaran, Desa Baseh, dengan Grumbul Windusari, Desa Kalisalak, serta jalan penghubung Grumbul Buaran, Desa Baseh, dengan Grumbul Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas.

Bencana tanah bergerak dan longsor di daerah-daerah itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Nilai kerugiannya masih dalam penghitungan. Hari ini, kami bersama sukarelawan dari berbagai organisasi akan bekerja bakti menangani rumah warga yang terdampak bencana, maupun menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan,” kata Kusworo.

Selain di Banyumas, bencana tanah longsor juga dilaporkan terjadi di beberapa bagian Kabupaten Cilacap akibat hujan lebat pada Selasa (4/12/2018) siang hingga malam hari.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Tri Komara Sidhy mengatakan bencana tanah longsor di Dusun Sindangheula, Desa Malabar, Kecamatan Wanareja, menyebabkan rumah milik Rastono tertimpa material longsoran.

Seorang anak Rastono yang berusia enam bulan, Hilya Nur Asyifa Nuha, sempat tertimpa reruntuhan bangunan dan material longsoran saat tertidur di lantai setelah bermain boneka.

Ibunda Hilya, Siti Nurhasanah, yang mengetahui kejadian tersebut, segera minta tolong kepada warga sekitar hingga akhirnya anaknya bisa ditolong dan dibawa ke Puskesmas Wanareja 1 untuk menjalani perawatan.

“Tebing di Dusun Panimbang, Desa Mandala, Kecamatan Cimanggu, juga dilaporkan longsor pada hari Selasa (4/12/2018), sekitar pukul 18.00 WIB. Kami akan segera melakukan penanganan termasuk memberikan bantuan bagi warga yang terkena bencana,” kata Tri Komara.

Sebelumnya, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan data yang dikeluarkan Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, curah hujan di wilayah Cilacap dan Banyumas secara umum berkisar 301-400 milimeter, masuk kategori tinggi.

“Tetapi sebagian wilayah barat Cilacap masuk kategori menengah atau berkisar 201-300 milimeter, sedangkan sebagian kecil wilayah selatan Cilacap diprakirakan berkisar 401-500 milimeter atau masuk kategori tinggi,” katanya.

Sementara di wilayah pegunungan tengah Jawa Tengah seperti Purbalingga bagian utara dan sebagian Banjarnegara, kata dia, curah hujan pada bulan Desember diprakirakan lebih dari 500 milimeter atau sangat tinggi.

Teguh mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan tanah longsor meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana saat hujan lebat. (sum)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Kunjungi BUMN Geo Dipa, DPR Dukung Pengembangan Energi Panas Bumi

Published

on

Komisi VII DPR RI meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng.

Apakabarnews.com, Jakarta – Komisi VII DPR RI meninjau operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (Persero) di Dieng, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (30/11/2018) kemarin.

Peninjauan ini dalam rangka kunjungan kerja spesifik yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam selaku Ketua Tim.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Ridwan menyampaikan bahwa DPR – dalam hal ini Komisi VII, sangat memberikan perhatian terkait pengembangan energi baru dan terbarukan di tanah air.

Hal ini mengingat sumber energi panas bumi sebagai energi terbarukan, dapat menggantikan peran energi fosil yang cadangannya terus menurun dari waktu ke waktu. Sementara pada saat yang sama, wilayah Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia.

“Jika kita bisa mengoptimalkan potensi panas bumi ini sebagai sumber energi listrik, maka hal ini sejalan dengan tujuan kita untuk mencapai kemandirian energi nasional,” tegas Ridwan.

Dalam kunjungan tersebut hadir para anggota DPR RI Komisi VII, Dirjen EBTKE dan Dirjen Gatrik KESDM, Direktur PLN Regional Bisnis Jawa Bagian Barat serta Dirut PT Geo Dipa Energi beserta jajarannya, Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dan Wakil Bupati Wonosobo.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Geo Dipa, Riki Ibrahim melaporkan informasi penting terkait perkembangan BUMN ini, terutama mengenai proyek small scale, pembangunan binary power plant, serta pengembangan lapangan panas bumi Candradimuka yang berlokasi di Dataran Tinggi Dieng.

Riki juga memberikan informasi terakhir mengenai hambatan pengembangan Geo Dipa, terutama yang berkaitan dengan isu hukum, dan isu harga listrik energi baru terbarukan (EBT) ke PLN.

Terkait hal tersebut, Ridwan Hisjam menyampaikan bahwa DPR-RI mendukung penuh rencana pengembangan Geo Dipa sebagai BUMN yang diamanatkan untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan energi nasional. Seperti diketahui, pencapaian target porsi EBT pada bauran energi nasional sebesar 23% persen pada 2025.

Adapun bentuk dukungan DPR adalah dengan membentuk Panitia Kerja Rancangan Undang – Undangan Energi Terbarukan dan merancang peraturan UU. Saat ini penyusunan UU sudah dalam tahap konsepsi naskah akademik dan akan segera diselesaikan.

Selain mengoperasikan PLTP Unit Dieng, BUMN ini juga menjadi operator dan pemilik PLTP Patuha di Jawa Barat. PT Geo Dipa Energi adalah BUMN di bawah Kementerian Keuangan dengan prosentasi saham 93,33 % milik Pemerintah cq Kementerian Keuangan dan 6,67 % saham PT PLN (Persero). (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAWA TENGAH

Hujan Deras Mengguyur, Stasiun Tawang Tergenang Banjir

Published

on

Air banjir menggenangi terminal keberangkatan, ruang tunggu, dan peron di Stasiun kereta api Tawang Semarang, Jawa Tengah.

Apakabarnews.com, Semarang – Stasiun kereta api Tawang Semarang,Jawa Tengah, tergenang banjir setinggi mata kaki setelah hujan deras mengguyur Kota Semarang, Senin (3/12/2018) sore meski tidak mengganggu jadwal kereta api (KA).

Dari pantauan di lokasi, air banjir menggenangi terminal keberangkatan, ruang tunggu, dan peron di stasiun itu.

Akhirnya, peron yang menjadi tempat pemeriksaan tiket dipindahkan ke pintu barat yang letaknya lebih tinggi sehingga tidak mengharuskan penumpang melepas sepatu atau sandal.

Menurut informasi air mulai terlihat di terminal keberangkatan, ruang tunggu, dan peron stasiun yang lantainya rendah sekitar pukul 16.00 WIB seiring derasnya hujan di Kota Semarang disertai angin kencang.

Jalanan di kawasan Kota Lama Semarang, termasuk di depan Stasiun Tawang juga banjir, tetapi tak sampai menggenangi halaman salah satu stasiun besar di “Kota Atlas” itu.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi IV Semarang, Suprapto membenarkan banjir terjadi akibat curah hujan yang sangat tinggi di Kota Semarang.

“Akibat curah hujan yang sangat tinggi, mengakibatkan genangan air di ‘hall’ stasiun dengan ketinggian 2 hingga 3 centimeter,” katanya.
  Namun, ia memastikan pelayanan penumpang tetap berjalan dengan normal dengan memindahkan loket “boarding” tiket ke pintu barat stasiun yang lantainya lebih tinggi.

Suprapto juga mengemukakan sejauh ini tidak ada laporan mengenai gangguan perjalanan akibat banjir sehingga jadwal keberangkatan KA tetap berlangsung normal.

Sekarang ini, air yang menggenangi Stasiun Tawang juga berangsur surut seiring dengan hujan mereda, serta penyedotan dilakukan petugas.

Sementara itu, Sindu (37) calon penumpang KA yang berangkat dari Stasiun Tawang Semarang mengaku baru kali ini melihat stasiun tergenang karena hujan yang sangat deras.

“Ya, hujannya emang deras sekali. Jalan-jalan juga banjir tadi, sampai saya terlambat (naik KA, red.) karena banjir. Harusnya naik KA Harina tadi,” katanya. (zuh)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending