Connect with us

NASIONAL

Catatan-Catatan Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, soal Mudik Lebaran

Published

on

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi

Apakabarnews.com, Jakarta – Tulus Abadi adalah Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). LSM ini memiliki misi membela hak-hak seluruh konsumen di Indonesia. Tulus sangat getol memperjuangkan hak-hak konsumen, dan gigih membelanya.

Pada liburan panjang kali ini, Tulus Abadi juga menjadi pengamat mudik dan sekaligus pelakunya sehingga bisa membuat catatan mudik lebaran ini secara jernih dan faktual.

Tulus juga sempat menuliskan puisi yang mengekspresikan soal urgensi pulang mudik lebaran sebagai bagian dari budaya bangsa. Simak puisinya :

Nyanyian Mudik Lebaran

Mudik Lebaran adalah nyanyian tanah leluhur
Pepohonan nan hijau memanggilku
Kemuning padi di sawah menyapaku lirih
Senyum lembut ibuku membayang di pelupuk mata
Dan dehem kakakku yang menggetarkan

Mudik Lebaran adalah nyanyian duka kehidupan
Petani mengeluhkan tentang harga pupuk yang mahal, kerna tanpa subsidi
Menangisi sulitnya mendapatkan bibit padi 
Dan kisah air irigasi yang kian sepi

Mudik Lebaran adalah nyanyian sembilu wajah desa
Geliat ekonomi yang senyap, tak merata
Potret kemiskinan masih menganga
Dan generasi tanpa masa depan
terjerembab adiksi nikotin, miras dan narkoba.

Mudik Lebaran adalah kepak jumawa
Burung garuda kota, berkisah tentang sukses hidupnya
Sementara nyanyian kemiskinan dan kesengsaraan sepanjang jalan kuat menyapa

Mudik Lebaran hanyalah tengara
untuk kesejatian perjalanan mudik ke kampung halaman-Nya
Sudah siapkah kita?

Pasar Rebo, 08/06/2018
Tulus Abadi

Menyelesaikan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, pada tahun 1996, Tulus Abadi kemudian merantau ke Jakarta untuk melamar kerja di dua LSM terkenal Indonesia sekaligus. Di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dan YLKI.

Tulus lebih suka jika dirinya diterima YLBHI atau Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia. Karena sesuai dengan bidang yang dipelajari ketika kuliah. Namun, panggilan kerja yang ditunggu-tunggu justru datang dari YLKI.

Tulus pernah menjadi redaktur Majalah ‘Warta Konsumen’ YLKI sejak 1998. terkait kerjanya di YLKI, Tulus pernah menulis VCD Bajakan vs Mental Pembajak (2000). Dimana dia menjadi juara lomba karya tulis tingkat nasional, untuk kategori jurnalis. Sejak muda dia sudah mendalami jurnalistik.

Berikut ini adalah tulisan-tulisannya mengenai catatan mudik lebaran kali ini. Selamat membaca, semoga bermanfaat.

CATATAN MUDIK LEBARAN 1 : Benarkah Arus Mudik Lancar karena Jalan trans Jawa?

Pages: 1 2 3 4


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Soal Kontroversi Tampang Boyolali, Prabowo Jelaskan Lagi Via Vlog

Published

on

Calon Presiden RI 2019, Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Masalah “tampang Boyolali” yang digoreng maksimal oleh pihak sebelah, ternyata gagal membuat opini publik yang negatif terhadap Capres RI Prabowo Subianto.

Bukan itu saja, seperti bumerang, serangan malah berbalik karena rakyat menjadi paham dengan disain yang dilakukan oleh lawan-lawan politik Prabowo Subianto.

BACA JUGA : Senangnya Anti Dikasih Sepatu oleh Sandiaga Uno

Mereka mengira rakyat bisa dibikin gagal faham, atau bisa dibohongi oleh narasi-narasi yang menyesatkan, dan pencitraan-yang mengelabui. Mereka lupa, rakyat sudah pintar karena belajar dari pengalaman politik sebelumnya.

Prabowo dengan penuh kesantunan dan kebijaksanaannya – meskipun tidak ada kesalahan yang dilakukannya, menyampaikan mohon maaf kepada yang tersinggung atas empati yang dilakukannya terhadap rakyat Boyolali.

“Dan maksud saya bukan menghina justru empati gitu loh, jadi kalau saya bicara tampang, tampang Boyolali ya di Boyolali, tampang Brebes ya di Brebes, itu kan selorohnya dalam arti empati saya solidaritas saya,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, justru yang dipermasalahkannya tentang ketidakadilan, kesenjangan, ya ketimpangan, dan yang semua orang tau ini semakin lebar. Makin tidak adil yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja.

“Maksudnya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu ya saya minta maaf,” kata Prabowo.

Berikut ini adalah transkrip lengkap vlog anggota BPN Prabowo Subianto dengan Capres RI dari Koalisi Adil Makmur, sebagai berikut :

Dahnil Simanjuntak (DS) : Lagi rame nih pak, katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali karena menyebut tampang Boyolali padahal kan bapak tampang Bojongkoneng pak. Hahhaa gimana pak?

Prabowo Subianto (PS) : Saya kira itu mungkin berlebihan ya, saya tidak ada niat sama sekali, itu kan cara saya kalau bicara saya itu kan familiar, ya istilah bahasa bahasa dari seorang teman.

Dan audiensi itu tidak terlalu besar sekitar paling hanya 400 sampai 500 kader dari partai-partai koalisi kita, (di) peresmian kantor pemenangan. Ya saya seloroh lah dan itu sambutan saya kira kira satu jam, 40 menit lebih, dan paling itu kan paling hanya 2 menit.

Dan maksud saya bukan menghina justru empati gitu loh, jadi kalau saya bicara tampang, tampang Boyolali ya di Boyolali, tampang Brebes ya di Brebes, itu kan selorohnya dalam arti empati saya solidaritas saya.

Saya tau kondisi kalian kan, justru yang saya permasalahan tentang ketidakadilan, kesenjangan, ya ketimpangan, dan yang semua orang tau ini semakin lebar, makin tidak adil yang menikmati kekayaan Indonesia kan hanya segelintir orang saja. Jadi maksud saya itu.

Ya kalau saya tampang bojongkoneng ya terimakasih lah.

DS : Ya teman-teman bojongkoneng itu adanya di bogor hambalang, tempat tinggal nya pak Prabowo.

PS : Betul betul. Dan ya, tapi kalau saya maksudnya tidak negatif, tapi kalau ada yang merasa tersinggung ya saya minta maaf. Maksud saya tidak seperti itu ya saya minta maaf.

Dan saya siap kalau suatu saat saya diminta dialog langsung gak ada masalah kita baik-baik saja. Demokrasi kan harus dinamis, kalau demokrasi tidak boleh melucu, tidak boleh berselolor, tidak boleh joke, gak boleh becanda ya bosan.

DS : Ya padahal kan kita ingin menggembirakan

PS : Ya tidur nanti kan semuanya. Capek mereka kasihan. Kan begitu maksud saya.

DS : Jadi pesan pak prabowo temen-temen, maksud beliau ingin akrab dengan masyarakat Boyolali, dan ingin akrab dengan seluruh rakyat Indonesia.

PS : Ya saya kira itu. (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Kiat Mendidik Anak Zaman “Now” Ala Kak Seto

Published

on

Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi, yang dikenal dengan sapaan Kak Seto, mengatakan salah satu prinsip dalam mendidik anak zaman sekarang adalah dengan memosisikan mereka sebagai teman.

“Prinsip dalam mendidik anak zaman now adalah memosisikan anak bukan sebagai bawahan, tapi sebagai teman, sebagai sahabat. Jadi nuansanya penuh persahabatan,” kata pegiat perlindungan anak yang juga psikolog itu kepada Antara di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Dia juga mengingatkan para orangtua agar mendengarkan dan menghargai aspirasi anak-anak, serta tidak bersikap otoriter.

“Lalu bagaimana dengan menyelesaikan masalah tetap dengan cara win-win solution, jadi mencoba untuk jalan tengah mana yang terbaik sehingga tidak ada pemaksaan. Anak juga tidak serba dituruti sehingga anak bisa terlatih bahwa di dalam menyelesaikan berbagai permasalahan itu justru dengan cara berdialog atau berdiskusi,” jelasnya.

Orangtua, menurut dia, sebaiknya mengedepankan diskusi dalam memecahkan suatu masalah serta menghargai pendapat anak.

Selain itu, menurut Seto, orangtua lebih baik mendorong anak menjadi anak yang mandiri dan bisa bekerja sama dengan orang lain, bukan hanya menjadi anak yang penurut karena takut pada orang tua.

Ia juga menekankan pentingnya orangtua mendengarkan suara anak dan masukan dari mereka.

“Jangan buru-buru mengkritisi anak. Kita perlu mendengar suara anak. Kita perlu akrab dan rukun dengan anak,” ujarnya.

Orangtua, ia melanjutkan, juga perlu menciptakan suasana akrab dengan anak, menyediakan waktu dan telinga untuk mendengarkan anak, melibatkan anak dalam membuat keputusan tentang diri mereka serta mendidik anak dengan pendekatan cinta.

“Anak-anak tidak hanya menjadi anak yang cerdas tapi mereka perlu jadi anak bahagia karena kita semua mendidik cinta,” ujarnya. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

WNI di China Awam Pemilu 2019

Published

on

Ketua PPLN Beijing Oei Edy Susanto (berdiri) saat memberikan sosialisasi Pemilu 2019 kepada WNI di aula KBRI Beijing, China.

Apakabarnews.com, China – Warga negara Indonesia yang tersebar di beberapa daerah di China masih awam atas pemahaman terhadap Pemilihan Umum 2019.

“Rata-rata dari kami pemilih pemula sehingga belum punya pengalaman tentang pemilu,” kata Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Zhengzhou, Dzaki Sholihin, kepada Antara di Zhengzhou, Provinsi Henan, Selasa (6/11/2018).

Demikian halnya dengan para pelajar asal Indonesia di Changsha, Provinsi Hunan, yang tidak mendapatkan pemahaman yang cukup tentang pemilihan Presiden dan Wakil Presiden serta anggota legislatif yang digelar serentak pada April 2019 itu.

“Mungkin tidak hanya kami, kebanyakan pelajar Indonesia di sini baru ikut pemilu pada tahun depan,” kata Ketua PPIT Cabang Changsha, Cindy Utamy Ramos.

Meskipun demikian, PPIT Zhengzhou dan PPIT Changsha telah mendaftarkan seluruh anggotanya sebagai pemilih tetap untuk Pemilu 2019.

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Beijing Oei Edy Susanto mengakui rendahnya pemahaman WNI di daratan Tiongkok tersebut atas Pemilu 2019.

“Oleh karena itu, kami proaktif menggelar sosialisasi kepada seluruh masyarakat Indonesia di Tiongkok, baik dengan bertatap muka secara langsung, maupun melalui media dalam jaringan,” ujarnya.

Ia menyebutkan program sosialisasi Pemilu 2019, terutama dengan menitikberatkan pada proses pendaftaran pemilih, telah dilakukan melalui tatap muka dengan para WNI yang tersebar di Beijing, Tianjin, Chongqing, Wuhan (Provinsi Hubei), Shijiazhuang (Provinsi Hebei), Zhengzhou (Provinsi Henan), dan Changsha (Provinsi Hunan).

Selain itu, sosialisasi juga akan dilakukan PPLN Beijing pada bulan ini di Dalian, Shenyang (keduanya Provinsi Liaoning), Changchun (Provinsi Jilin), dan Harbin (Provinsi Heilongjiang).

Di China daratan terdapat tiga PPLN, yakni Beijing, Shanghai, dan Guangzhou. Namun PPLN Beijing memiliki jangkauan terluas, yakni 23 provinsi/kota ditambah Mongolia sesuai dengan wilayah kerja Kedutaan Besar RI di Beijing.

Meskipun wilayahnya luas, jumlah pemilih potensial yang terdaftar pada Pemilu 2019 di wilayah kerja PPLN Beijing relatif lebih sedikit dibandingkan dengan wilayah kerja PPLN Shanghai dan PPLN Guangzhou.

“Karena terbatasnya anggaran, kami belum bisa menjangkau seluruh WNI yang tersebar di 23 provinsi/kota di Tiongkok dan Mongolia,” katat Edy menambahkan.

Pihaknya akan terus menggelar sosialsasi daring dengan menggunakan media “webinar” yang difasilitasi oleh PPIT, seperti yang pernah dilakukan pada pertengahan Oktober 2018 yang tingkat penyebaran audiensinya lebih merata, termasuk menjangkau WNI di Provinsi Xinjiang di baratlaut dan Provinsi Yunnan di barat daya.

Pemungutan suara Pemilu 2019 di luar negeri dilakukan dalam tiga alternatif pelaksanaan, yakni dengan mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), didatangi petugas KPPS yang membawa kotak suara keliling (drop box), dan melalui pos surat. (mii)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending