Connect with us

BALI

Luhut Jelaskan Alasan Urusi Pembangunan Patung GWK

Published

on

Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan alasan dirinya ikut terlibat dalam pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

“Ada yang kritik saya, bilang ngapain urusin GWK. Asal tahu saja itu sudah 24 tahun (terbengkalai). Saya urusin karena belum pernah diresmikan Pak Harto. Barangnya belum ada, apa yang mau diresmikan,” katanya di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (25/6/2018).

Mantan Menko Polhukam itu mengatakan rencananya Patung GWK akan diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Agustus atau September mendatang.

Rampungnya patung yang berlokasi di Kompleks GWK di Bukit Unggasan, Jimbaran, itu juga merupakan bagian dari persiapan menyambut perhelatan akbar Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang akan digelar di pulau dewata, Oktober mendatang.

Selain itu, Luhut menambahkan, patung yang diklaim tertinggi kedua di dunia yang dibangun sebagai salah satu desstinasi pariwisata Bali itu menjadi tanggung jawab dia sebagai kementerian koordinator yang mengkoordinatori Kementerian Pariwisata.

“Kementerian Pariwisata di bawah saya, jadi saya yang mengorganisasikan karena melibatkan banyak institusi,” katanya.

Sebelumnya, banyak pihak yang mengkritik keterlibatan Luhut dalam proyek penyelesaian patung GWK. Sebagai Menko Kemaritiman yang dianggap hanya mengurusi lautan atau maritim, peran Luhut dinilai tumpang tindih. Kritikan tersebut banyak diungkapkan terutama di media sosial. (aij)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BALI

Pusat Belanja Dukung Pengurangan Kantong Plastik di Denpasar

Published

on

APPBI Provinsi Bali mendukung rencana Pemerintah Kota Denpasar menerapkan peraturan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Apakabarnews.com, Denpasar – Pengurus Daerah Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Provinsi Bali mendukung rencana Pemerintah Kota Denpasar menerapkan peraturan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan dan toko modern mulai 1 Januari 2019.

“Pada prinsipnya kami mendukung gerakan itu, dan kami sudah mengimbau kepada pusat-pusat perbelanjaan, khususnya di Pulau Bali untuk mengurangi penggunaan kantong plastik,” kata Ketua DPD APPBI Provinsi Bali Gita Sunarwulan di Denpasar, Kamis (13/12/2018).

“Itu karena dari data yang telah dirilis pemerintah bahwa pencemaran sampah plastik telah menganggu ekosistem hingga kelautan, karena itu kami mengimbau kepada anggota APPBI untuk mengikuti peraturan pemerintah tersebut,” katanya di sela acara “Bali Ultimate Great Sale (BUGS)” di Kuta.

Mall Manager Level 21 Zenzen Guisi Halmis juga mengemukakan bahwa perusahaannya sudah mengimbau para pedagang pengguna fasilitas pusat perbelanjaan melarang penggunaan kantong plastik.

“Kami mendukung Perwali Kota Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Ini langkah baik untuk menjaga lingkungan agar Bali dan bahkan bumi ini bebas dari sampah plastik,” ujarnya.

“Kami mendukung sepenuhnya Perwali Kota Denpasar tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Kami sudah mengimbau kepada pemilik tenan dan memasang baliho dan spanduk sebagai sosialisasi Perwali Kota Denpasar itu,” ia menambahkan.

Manajer Alfamart Mohammad Sofii juga menyatakan sudah melakukan sosialisasi kepada pengunjung mengenai Peraturan Wali Kota Denpasar mengenai pengurangan penggunaan kantong plastik.

“Pada prinsipnya kami juga sudah melakukan sosialisasi kepada pengunjung toko mengenai pemberlakukan Perwali Kota Denpasar itu. Kami pun sudah mempersiapkan dan juga akan mengikuti aturan tersebut,” katanya.

Pemerintah Kota Denpasar akan memberlakukan larangan penggunaan kantong plastik di toko-toko modern dan pusat perbelanjaan mulai 1 Januari 2019 dalam upaya mengurangi sampah plastik di perkotaan.

Pemerintah kota sudah menyosialisasikan pemberlakuan peraturan tersebut kepada warga dan pengelola pusat belanja, serta memasang spanduk berisi informasi mengenai peraturan tersebut di beberapa bagian kota. (iks)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BALI

Kemenkes Bantah Ada Wabah Radang Otak di Bali

Published

on

Direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan, Vensya Sitohang.

Apakabarnews.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan membantah terjadinya wabah penyakit radang otak atau japanese encephalitis (JE) di Indonesia khususnya di Bali sebagaimana diberitakan di beberapa media asing Australia.

“Tidak benar jika diberitakan terjadi lonjakan kasus atau bahkan outbreak JE di Bali. Sepanjang tahun 2018, hanya ditemukan satu kasus JE pada bulan Januari tanpa kematian”, kata Direktur Surveilan dan Karantina Kesehatan Vensya Sitohang dalam keterangan pers seperti dikutip laman resmi Kemenkes di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Pemerintah melaksanakan vaksinasi penyakit JE di Bali pada bulan April 2018 yang merupakan kampanye imunisasi JE. khusus di Bali Bali dipilih karena merupakan daerah endemis JE.

Kemenkes mencatatkan cakupan imunisasi tersebut mencapai 100 persen di Bali.

Untuk tahap selanjutnya, imunisasi JE di Bali sudah masuk imunisasi rutin yang sasarannya adalah seluruh bayi usia 10 bulan di provinsi Bali.

Penyakit JE adalah penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus japanese encephalitis yang disebarkan oleh vektor nyamuk culex.

Hingga saat ini, belum ada obat untuk mengatasi infeksi JE, pengobatan yang ada bersifat suportif untuk mengurangi tingkat kematian akibat JE. Oleh karenanya upaya menjaga kesebersihan lingkungan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN Plus) bersama Masyarakat dan imunisasi adalah cara pencegahan paling efektif.

Sebelumnya diberitakan beberapa media Australia menginformasikan bahwa pemerintah Australia memperingatkan warga negara Australia yang akan bepergian ke Bali agar lebih berhati-hati karena menganggap telah terjadi kejadian luar biasa atau wabah JE di wilayah tersebut.

Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit radang otak disebabkan oleh virus Japanese Encefalitis termasuk Family Flavivirus dan merupakan masalah kesehatan masyarakat di Asia termasuk di Indonesia.

Virus JE ditularkan diantaranya oleh nyamuk. Manusia bisa tertular virus JE bila tergigit oleh nyamuk Culex Tritaeniorhynchus yang terinfeksi. Biasanya nyamuk ini lebih aktif pada malam hari.

Nyamuk golongan Culex ini banyak terdapat di persawahan dan area irigasi. Kejadian penyakit JE pada manusia biasanya meningkat pada musim hujan. (dit)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BALI

Masyarakat Dunia Diminta Peduli Laut

Published

on

Peserta membersihkan kawasan Pantai Kuta saat Pre-Event Our Ocean Conference.

Apakabarnews.com, Denpasar – Pejabat Eksekutif Tertinggi (Chief Executive Officer/CEO) Oceana, Andrew Sharplass mendorong semua negara di dunia untuk menjaga lingkungan laut, termasuk juga aktivitas penangkapan ikan.

“Kami berharap semua masyarakat dunia peduli dengan lingkungan laut. Sebab laut sumber semua kehidupan, salah satunya dalam memenuhi kebutuhan ikan bagi warga,” katanya dalam diskusi kelautan, serangkaian “Our Ocean Conference 2018” di Nusa Dua, Bali, Minggu (28/10/2018).

Ia menambahkan pihaknya dalam mengembangkan dan meluncurkan “Global Fishing Watch” adalah sebuah “platform online” yang memungkinkan masyarakat menyaksikan penangkapan ikan komersial berskala global untuk pertama kalinya secara gratis dengan menjalin kemitraan bersama SkyTruth dan Google.

“Penggunaan Fishing Watch juga telah dilakukan di Indonesia. Saat ini negara Peru juga menerapkan sistem tersebut dalam upaya mengawasi dan melihat penangkapan ikan secara benar dilakukan para pengusaha penangkapan ikan, termasuk masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Menurutnya dengan penerapan sistem tersebut, maka otoritas yang menangani kelautan dapat secara langsung mengawasi atau mengontrol terjadinya penangkapan ikan yang dilakukan perusahaan bersangkutan.

“Dengan menggunakan sistem `Global Fishing Watch`, maka keberadaan ikan tangkapan bisa diprediksi. Termasuk juga para perusahaan penangkap ikan menggunakan peralatan secara benar, termasuk menyeleksi ikan-ikan yang akan ditangkap tersebut,” ujarnya.

Dengan sistem tersebut, kata Andrew maka pergerakan ikan dapat dipantau pada perairan laut. Dan komitmen yang dibangun dalam Ocean adalah melakukan kampanye kepada masyarakat dunia agar menjaga lingkungan laut, yang dilakukan mulai dari masyarakat pengunungan dan perkotaan.

“Saat ini pencemaran laut berasal dari daratan. Salah satunya penggunaan kemasan plastik, sehingga sampah tersebut nantinya akan terbuang ke tempat akhir adalah laut,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Chief Policy Officer Oceana, Jacqueline Savitz bahwa yang terjadi dilaut adalah tumpukan sampah plastik yang mengotori habitat laut di dunia.

“Karena semua sampah plastik sangat sulit terurai, bahkan memerlukan waktu 500 tahun 1000 tahun. Ini yang terjadi sekarang di lautan. Karena itu kami mengajak perusahaan plastik untuk bersama-sama mencarikan solusi terkait limbah sampah plastik ini agar tidak sampai mencemari lingkungan laut,” ujarnya.

Maka dari itu, dalam kegiatan “Our Ocean Conference” kali ini melibatkan dari berbagai kalangan, pejabat pemerintah, swasta, akademisi dan penggiat lingkungan.

“Tujuan terpenting adalah komitmen untuk mencarikan jalan keluar agar sampah plastik dapat diatasi, salah satunya mendaur ulang sehingga menekan angka pencemaran dari berbahan plastik itu,” katanya. (iks)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending