Connect with us

FINANSIAL

LSPPM Gandeng Media Infofinansial.com untuk Bangun Kompetensi Pasar Modal

Published

on

Ketua Dewan Pelaksana LSPPM Haryajid Ramelan (kiri) dan Pemimpin Umum Media Ekbis Group (MEG) Budi Purnomo Karjodihardjo (kanan) di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Apakabarnews.com, Jakarta – Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSPPM) menggandeng kerjasama dengan media Infofinansial.com untuk membangun masyarakat praktisi pasar modal yang berbasis kompetensi.

Kesepakatan kerjasama itu dilakukan oleh Ketua Dewan Pelaksana LSPPM Haryajid Ramelan dengan Pemimpin Umum Media Ekbis Group (MEG) Budi Purnomo Karjodihardjo di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Menurut Haryajid, saat ini para praktisi pasar modal perlu mengembangkan kompetensi untuk dapat bersaing dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

“Kebutuhan sumber daya manusia pasar modal yang kompeten akan dapat menghadapi disrupsi dari persaingan pasar kerja ASEAN, kami memggandeng media pasar modal Infofinansial.com untuk menghadapi era ini,” kata Haryajid.

Dalam kerjasama ini, Infofinansial.com akan menjadi sarana promosi dan komunikasi terkait pengembangan kompetensi sumber daya pasar modal Indonesia.

Sementara LSPPM yang saat ini telah memiliki ribuan pemegang sertifikat kompetensi di bidang pasar modal akan menjadi sarana pengembangan Infofinansial.com sebagai portal bisnis dan pasar modal terkemuka di Indonesia.

Lebih jauh Budi Purnomo menambahkan, masyarakat membutuhkan informasi yang tepat dan cepat. Untuk itu dengan keunggulan infofinansial.com yang selalu memberikan berita pasar modal yang terdepan, akan menjadi rujukan bagi investor, pemerintah, bursa efek, emiten dan masyarakat luas.

“Dengan dukungan ribuan praktisi kompeten di bidang pasar modal, kami akan semakin unggul dalam memberikan informasi terkait pasar modal kepada seluruh pihak,” ungkap Budi Purnomo.

Seperti diketahui, Infofinansial.com termasuk salah satu media anggota Jaringan Media Ekbis Group (MEG). Selain media tersebut, MEG (Ekbis.co.id) juga memiliki Mediaemiten.com, Fokussawit.com, Mediabeacukai.com, SuaraBUMN.com, dan sebagainya, seperti dikutip Infofinansial.com(vin)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

FINANSIAL

Pefindo Perkirakan Penerbitan Obligasi Capai Rp140 Triliun

Published

on

Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Syahputra.

Apakabarnews.com, Jakarta – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memperkirakan penerbitan obligasi pada 2018 mencapai Rp140 triliun atau turun 13,04 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp161,36 triliun.

“Potensi kenaikan suku bunga menjadi salah satu faktor beberapa emiten menunda penebitan oblligasi,” ujar Presiden Direktur Pefindo, Salyadi Syahputra di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Ia mengatakan naiknya suku bunga akan membuat kupon obligasi yang ditawarkan kepada investor menjadi meningkat sehingga menambah beban biaya penerbit.

“Dari awal tahun saja, rata-rata kenaikan bunga obligasi mencapai 1,5 persen hingga 2 persen,” paparnya.

Sepanjang tahun ini, lanjut dia, total nilai emisi obligasi yang telah diterbitkan mencapai Rp100 triliun. Saat ini, Pefindo memegang mandat pemeringkatan efek bersifat utang yang akan terbit sekitar Rp30 triliun hingga Rp40 triliun.

“Jadi sampai akhir tahun diperkirakan mencapai Rp140 triliun. Kita perkirakan tahun ini tidak bisa lebih tinggi dari tahun lalu,” katanya.

Menurut Salyadi Syahputra, penerbitan obligasi di sisa tahun ini akan didominasi oleh perusahaan dengan peringkat di atas level idA (single A). (zub)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Banggar DPR Setujui Asumsi Kurs Rp14.500

Published

on

Ketua Panja, Said Abdullah.

Apakabarnews.com, Jakarta – Rapat Panitia Kerja Badan Anggaran DPR RI menyetujui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2019 sebesar Rp14.500 per dolar AS, atau lebih tinggi dari asumsi awal yang disepakati dalam Komisi XI sebesar Rp14.400 per dolar AS.

“Kami bisa menyetujui kurs Rp14.500 per dolar AS,” ujar Ketua Panja Said Abdullah saat memimpin Rapat Panja Badan Anggaran antara DPR dengan pemerintah di Jakarta, Selasa (18/9/2018).

Rapat tersebut juga menyepakati asumsi ekonomi lainnya dalam RAPBN 2019 seperti pertumbuhan ekonomi 5,3 persen, laju inflasi 3,5 persen, suku bunga SPN 3 bulan 5,3 persen, harga ICP minyak 70 dolar AS per barel dan lifting gas 1.250 ribu barel per hari setara minyak.

Namun, untuk lifting minyak, Rapat Panja memutuskan untuk menaikkan asumsi, dari sebelumnya 750 ribu barel menjadi 775 ribu barel per hari, sesuai keputusan di Komisi VII.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan angka kesepakatan baru untuk asumsi kurs ini bisa diterima oleh pemerintah karena masih dalam kisaran Rp14.300-Rp14.700 per dolar AS sesuai proyeksi Bank Indonesia.

“Kami cukup `comfortable` pada level Rp14.500-Rp14.600, kalau tadi ditawarkan Rp14.500, kami bisa menerima,” katanya.

Dengan kenaikan asumsi nilai tukar ini, Suahasil menambahkan, maka juga terdapat penyesuaian target dan pagu dalam postur penerimaan maupun belanja negara yang sebelumnya disusun dalam draf awal RAPBN 2019.

“Kalau terdapat kenaikan Rp100, `nett effect`nya itu surplus Rp1,1 triliun-Rp1,2 triliun,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah anggota Badan Anggaran meminta adanya kenaikan kurs dari asumsi awal Rp14.400 per dolar AS untuk RAPBN 2019, mengingat tekanan global yang masih terjadi dapat mempengaruhi pergerakan rupiah hingga tahun depan.

Suahasil mengakui pergerakan rupiah saat ini yang berada pada kisaran Rp14.800-Rp14.900 per dolar AS merupakan angka yang “undervalued” karena tingginya tekanan eksternal, meski untuk rata-rata tahunan hingga pertengahan September 2018 mencapai Rp13.998 per dolar AS.

“Pemahaman kami, angka rupiah yang sebenarnya `undervalued`, karena itu terbuka ruang untuk penguatan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Rapat Panja juga menyepakati target pembangunan 2019 yaitu angka pengangguran 4,8 persen-5,2 persen, angka kemiskinan 8,5 persen-9,5 persen, rasio gini 0.38-0.385 dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 71,98. (sty)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

FINANSIAL

Perusahaan BUMN Geo Dipa Dukung Kegiatan IMF-World Bank Annual Meeting

Published

on

lMF-WB 2018 adalah ajang Indonesia untuk mempresentasikan pencapaian Indonesia dalam reformasi dan demokrasi, hingga kemajuan ekonomi nasional pasca krisis.

Apakabarnews.com, Jakarta – Badan usaha milik negara yang bergerak dalam bidang panas bumi PT Geo Dipa Energi (Persero) turut mendukung kegiatan International Monetary Fund (IMF)-World Bank Annual Meeetings 2018 di Nusa Dua, Bali.

“Ini adalah ajang Indonesia untuk mempresentasikan pencapaian Indonesia dalam reformasi dan demokrasi, hingga kemajuan ekonomi nasional pasca krisis hebat di 1997-1998, kami mendukung,” kata Dirut Geo Dipa Riki Ibrahim di Jakarta, Selasa (20/9/2018).

Menurut Riki, dukungan bukan hanya dari Geo Dipa, sejumlah BUMN lainnya juga mendukung kegiatan ini, antara lain : Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), dan PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF).

Pertemuan yang diselenggarakan mulai dari 8 Oktober 2018 sampai 14 Oktober 2018 ini akan dihadiri oleh lebih dari 15,000 orang yang terdiri anggota parlemen, pejabat negara, pengamat internasional, akademisi, wartawan, dan lembaga internasional.

Pertemuan selama sepekan tersebut juga akan menghadirkan seluruh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral dari 189 negara, 5,000 investor di industri keuangan dan dan 500 lembaga swadaya masyarakat.

“Ini adalah pertemuan ekonomi terbesar di dunia ini yang akan sangat menguntungkan Indonesia karena akan mendatangkan jutaan dolar ke pendapatan negara melalui sektor perhotelan, sektor kuliner, sektor pariwisata dan sektor transportasi,” kata Riki.

Selain itu, menurut Riki, pertemuan selama seminggu tersebut akan menarik banyak investor asing untuk berinvestasi di dalam negeri.

“Oleh karena itu, Indonesia dapat menunjukkan kemajuannya sebagai negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara dan menawarkan keuntungan kepada dunia apabila berinvestasi di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, pertemuan ekonomi ini harus dijadikan momentum penting untuk mempercepat kemajuan Indonesia.

Sebelumnya, Menko Maritim Luhut Panjaitan menyebutkan, penyelenggaraan 3.000 pertemuan di Annual Meeting 2018 membutuhkan kerja luar biasa keras dari seluruh lini, mengingat akan dibanjiri 15 ribu sampai 17 ribu tamu. Terdiri dari 1.500 dari IMF-World Bank, delegasi resmi mencapai 3.000-4.000 orang, dan peserta lain termasuk keluarga peserta. 

“Ini akan menjadi pusat perhatian di seluruh dunia. Ini waktu yang tepat untuk mempresentasikan Indonesia, bukan hanya jadi host tapi juga di dalam memaparkan kemajuan pembangunan dan aspek pariwisata,” jelas Luhut.

Rangkaian pertemuan lMF-WB 2018 ini memiliki makna yang sangat strategis dan prestisius. Indonesia akan menjadi pusat perhatian dunia, karena pentingnya kesepakatan yang dihasilkan, serta kehadiran para pelaku utama sektor keuangan dan ekonomi global. (kik)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending