Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Bulog NTB Produksi Beras Kemasan Kecil

Published

on

Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat akan memproduksi beras premium dengan kemasan kecil (sachet) isi 200 gram.

Apakabarnews.com, Mataram – Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional Nusa Tenggara Barat akan memproduksi beras premium dengan kemasan kecil (sachet) isi 200 gram sebagai terobosan pengembangan bisnis perusahaan.

Kepala Divisi Regional Bulog NTB Ramlan UE di Mataram, Senin (2/7/2018), mengatakan NTB merupakan salah satu dari lima divre yang ditugaskan memproduksi beras kemasan “sachet” selain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

“NTB masuk dalam lima provinsi sentra penyerapan beras petani terbanyak dengan kualitas yang relatif bagus. Bahkan, tahun ini diperkirakan bisa melebihi 150 ribu ton,” katanya.

Menurut dia, upaya memproduksi beras kemasan “sachet” dengan merek “Beraskita” tersebut untuk memberikan pilihan bagi konsumen dari sisi harga dan volume beras yang ingin dimasak.

Ia mengatakan produksi akan dilakukan dalam waktu dekat dan tinggal menunggu kedatangan mesin berkapasitas delapan ton per hari yang sudah dipesan.

Pada tahap awal, kata Ramlan, pemasaran produk tersebut akan dilakukan di NTB.

Namun, tidak menutup kemungkinan akan dikirim ke berbagai daerah jika memang ada penugasan dari direksi.

“Untuk tahap awal, kami akan memproduksi 20-30 ton dan akan dijual untuk pasar lokal, belum ke pasar di luar NTB,” ujarnya.

Meskipun belum produksi, Bulog Divre NTB sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana menjual beras kualitas premium kemasan “sachet” 200 gram. Sosialisasi dilakukan melalui media elektronik dan cetak.

Ramlan menambahkan pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan instansi terkait untuk lebih memperluas jangkauan pemasaran hingga ke seluruh kabupaten/kota di NTB.

Penjualan juga akan dilakukan di berbagai gerai, mulai dari pasar modern hingga warung berskala kecil di tingkat perkampungan.

“Kami juga akan memanfaatkan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk memasarkan beras ‘sachet’ tersebut. Jumlah RPK relatif banyak dan tersebar hampir di 10 kabupaten/kota,” ucapnya. (din)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NUSA TENGGARA BARAT

Mataram Diguncang Gempa 5,7 SR

Published

on

Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis pagi (6/12/2018), diguncang gempa dengan kekuatan 5,7 Skala Richter (SR).

Apakabarnews.com, Mataram – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, Kamis pagi (6/12/2018), diguncang gempa dengan kekuatan 5,7 Skala Richter (SR).

Dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyebutkan gempa tektonik itu terjadi pada pukul 08:02:46 WIB.

Pusat gempa di 23 kilometer Barat Laut Mataram. Tepatnya pada 8,37 Lintang Selatan (LS) dan 116,06 Bujur Timur (BT).

Pusat gempa di kedalaman 10 kilometer, namun tidak berpotensi terjadi tsunami.

Guncangan gempa itu sempat membuat kepanikan warga khususnya di perkantoran Jalan Langko, Mataram. Khususnya rumah lantai satu, atap rumah berderak-derak kencang.

“Guncangannya lumayan keras tapi mendatar. Atap rumah berderak-derak,” kata salah seorang warga di Jalan Langko. (riz)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Gerindra : Vonis Nuril, Kado Pahit Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Published

on

Baiq Nuril, Mantan Guru Honorer SMAN 7 Mataram tersangka dalam kasus penyebaran informasi elektronik bermuatan materi asusila.

Apakabarnews.com, Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswati menyayangkan vonis Mahkamah Agung (MA) terhadap Baiq Nuril (36).

Politisi yang akrab dipanggil Sara ini menilai vonis itu menjadi kado pahit Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 Days of Activism Against Gender Violence) yang jatuh bulan November ini.

“Ini kado pahit untuk perjuangan perempuan. Sangat disayangkan sepertinya keputusan MA tidak mempertimbangkan aspek kekerasan verbal yang diterima Nuril,” ujarnya, 14 November 2018.

MA memvonis Baiq Nuril hukuman 6 bulan penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan bui. Mantan Guru Honorer SMAN 7 Mataram, NTB dinilai melanggar pasal 27 ayat 1 UU ITE karena menyebarkan informasi elektronik bermuatan materi asusila.

Di sisi lain Nuril dinilai sejumlah pihak merupakan korban pelecehan seksual secara verbal oleh eks kepala sekolah SMAN 7 Kota Mataram, Muslim, saat keduanya bertemu ataupun melalui saluran telefon.

“Nuril merekam itu sebagai bukti adanya perilaku kekerasan oleh atasannya bilamana nanti terjadi perkara hukum di masa mendatang, dia memiliki satu bukti, selain kesaksiannya,” ujarnya.

Rekaman Nuril tersebar saat rekan  sekantornya HIM dan NA meminjam telepon gengamnya. Nuril tidak menyadari ternyata isi rekaman dalam teleponnya dikemudian hari tersebar dan berujung pada pelaporan Muslim ke kepolisian.

Sara menilai “kuatnya” UU ITE dalam menjerat Nuril tidak sepadan dengan upaya negara melindungi perempuan dari segala aksi kekerasan. 

Hukuman terhadap Nuril ini akan memasung kembali semangat para perempuan di Indonesia dalam upaya melindungi diri dari ancaman kekerasan yang dapat menimpa mereka.

“Dengan segala hormat kepada MA, saya tidak melihat negara hadir dalam putusan tersebut.  Seorang perempuan yang berani bersuara karena mendapatkan kekerasan, itu sudah sesuatu yang luar biasa di Indonesia, karena mayoritas memilih diam,” ujarnya.

Sara menilai perlu adanya revisi terhasap UU ITE dalam perpesktif upaya seseorang melindungi hak-haknya. 

Ia juga berharap Komisi VIII dan pemerintah bisa segera merampungkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual sebagai langkah maju perlindungan terhadap perempuan.

“Salah satunya mengatur mengenai terjadinya kekerasan seksual karena relasi kuasa. Dimana kasus itu terjadi karena pelaku memanfaatkan kekuasaannya kepada korban, seperti kasus bu Nuril ini,” tutupnya. (tim)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Gempa Bumi 4,8 SR Mengguncang Lombok Utara

Published

on

Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok bagian utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/10/2018).

Apakabarnews.com, Mataram – Gempa bumi tektonik berkekuatan 4,8 skala Richter (SR) mengguncang Pulau Lombok bagian utara, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/10/2018) pukul 08.13 WITA, namun tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menunjukkan bahwa pusat gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 8,2 lintang selatan dan 116,24 bujur timur.

“Lokasi gempa berada di laut pada jarak 21 kilometer barat laut Lombok Utara, pada kedalaman 10 kilometer,” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Agus Riyanto.

Ia mengatakan dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat berupa guncangan dirasakan di wilayah Mataram dan Lombok Utara II SIG-BMKG (III MMI).

Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktifitas “back arc trust”.

Agus mengimbau masyarakat di wilayah Mataram, dan Lombok Utara, agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. (awl)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending