Connect with us

BOLA

Kompany Tak Nyaman Sebutan Generasi Emas Belgia

Published

on

Bek tim nasional Belgia, Vincent Kompany.

Apakabarnews.com, Moskow  – Bek tim nasional Belgia Vincent Kompany menyatakan laga perempat final Piala Dunia 2018 melawan Brazil di Kazan, Rusia, pada Sabtu (7/7/2018) dini hari WIB, adalah pertandingan menentukan bagi tim yang kini diisi para pemain berbakat namun menegaskan bahwa ia dan rekan-rekannya tak lagi nyaman dengan sebutan generasi emas.

“Istilah generasi emas jelas tak diterima dengan baik di antara para pemain dan sebetulnya itu bukan sesuatu yang terlalu penting bagi kami,” katanya dalam konferensi pers di markas latihan timnas Belgia di luar Moskow, Rabu (4/7/2018) setempat.

“Bahwa laga melawan Brazil itu penting buat generasi kami, jelas. Namun itu tak berarti sampai saat ini kami gagal, hanya saja kami perlu mencapai level yang lebih tinggi, yang bisa dicapai lewat pertandingan yang akan kami mainkan melawan Brazil,” ujarnya menambahkan.

Kompany menegaskan bahwa pertandingan tersebut tidak hanya penting bagi Belgia tetapi juga bagi Brazil, bahkan menyebut bahwa seharusnya kedua negara tak bertemu di babak yang lebih jauh di turnamen sepak bola paling wahid.

“Jadi, ini adalah permainan yang menentukan, tetapi tidak hanya bagi kami, itu adalah permainan yang menentukan untuk Brasil juga. Dengan komposisi pemain yang dimiliki kedua tim sebetulnya layak bertemu di babak yang lebih jauh di turnamen ini dan tidak di perempat final,” katanya.

Selama beberapa tahun terakhir, label generasi emas disematkan kepada timnas Belgia, yang sebelumnya dikapteni oleh Kompany, yang berisikan pemain sekaliber Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Thibaut Courtois dan Dries Mertens.

Namun harapan besar yang ditaruh ke generasi emas Belgia itu selalu runtuh, lewat pencapaian yang tak terlalu gemilang termasuk tersingkir di perempat final Piala Dunia 2014 demikian juga terhenti di perempat final Piala Eropa 2016.

Tapi Kompany yakin bahwa Belgia kini memiliki skala mental yang lebih tangguh, mengingat skuatnya berisikan pemain yang telah memenangi berbagai gelar di level klub di seantero Eropa.

“Dulu dalam budaya Belgia, dan saya pikir semua orang akan setuju dengan saya, kami akan merasa kalah bahkan sebelum pertandingan seperti ini tetapi semua pemain ini di tim kami, yang bermain di klub di seluruh dunia, sekarang percaya 100 persen kami bisa mengalahkan Brazil. Apakah itu realistis saya tidak tahu, Brazil adalah tim yang luar biasa tetapi tidak ada satu hari saya pergi tidur sambil berpikir ‘bagaimana kalau kita kalah?’,” katanya.

Ketika dimintai komentar mengenai drama yang ditampilkan Neymar dalam laga putaran 16 besar melawan Meksiko, saat ia berguling-guling bak cacing kepanasan setelah kontak fisik ringan dengan pemain lawan, Kompany mengaku tidak peduli.

“Saya tidak tahu. Saya tidak peduli,” katanya.

“Jika pertandingan itu hanya akan menjadi kontes individual semata, percayalah kami tidak memiliki kesempatan melawan Brazil. Tetapi jika ini persoalan penampilan kolektif tim yang tahu cara bermain dan berjuang bersama, maka kami memiliki kesempatan dan itu satu-satunya hal yang saya pedulikan. Apapun yang dilakukan pemain tim lawan tidak akan banyak berpengaruh,” pungkas Kompany, yang dalam konferensi pers itu menjawab pertanyaan dalam empat bahasa. (tri)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

BOLA

Hadapi West Ham di Laga Perdana, Liverpool Bermasalah di Lini Pertahanan

Published

on

Manager Liverpool, Juergen Klopp.

Apakabarnews.com, London  – Liverpool menghadapi potensi masalah di pertahanan menjelang pertandingan pembukaan Liga Inggris melawan West Ham United pada Minggu (5/8/2018) di mana hanya Virgil van Dijk dan Joe Gomez yang merupakan pemain senior di pos bek tengah yang bugar dan dapat dimainkan, kata manajer Juergen Klopp.

Joel Matip (pinggang) dan Ragnar Klavan (otot paha belakang) keduanya absen saat mereka menang 5-0 atas tim Italia Napoli pada Sabtu karena cedera, dan diragukan dapat tampil untuk pertandingan pramusim terakhir Liverpool melawan Torino pada Selasa (31/8/2018).

“Joel, kita lihat saja. Klavan, mestinya tidak terlalu serius, namun apakah (pertandingan) Selasa terlalu dini saya masih belum tahu,” kata Klopp kepada The Liverpool Echo.

“Mungkin kami akan melakukan beberapa sulap pada formasi pada Selasa. Saya belum tahu bagaimana kami akan melakukannya.”

Pemain internasional Kroasia Dejan Lovren akan kembali bergabung dengan skuat pada Senin setelah mendapat perpanjangan liburan menyusul partisipasinya di Piala Dunia, namun ia diragukan dapat tampil pada dua pertandingan mendatang.

“Dejan sejauh ini belum berlatih. Ia mungkin tidak akan dimainkan pada Selasa dan Minggu karena itu akan sangat sulit,” tambah Klopp. “Dua pertandingan liga pertama setidaknya adalah pramusim (untuk para pemain yang tampil di Piala Dunia).”

Liverpool finis di peringkat keempat pada musim lalu dan mencapai final Liga Champions di mana mereka dikalahkan Real Madrid.

“Liga akan berbeda,” kata Klopp. “Ini bukan mengenai menilai situasi kami dan berpikir, “wow, benar-benar bagus”.”

“Kami perlu bersiap untuk setiap pekan, bukan hanya untuk beberapa pertandingan. Itulah tantangan kami. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOLA

DFB Akui Kesalahan Terkait Ozil

Published

on

Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel.

Apakabarnews.com, Berlin – Ketua Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) Reinhard Grindel pada Kamis (26/7/2018) mengatakan bahwa dirinya semestinya menjelaskan rasisme tidak dapat diterima setelah gelandang Mesut Ozil mengundurkan diri dari tim nasional, dengan menyatakan terdapat “rasisme dan tidak dihormati” karena darah keturunan Turki-nya.

Ozil, yang bermain untuk klub Liga Inggris Arsenal, dikritik karena berfoto dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan pada Mei.

Ozil dan Ilkay Gundogan, rekannya di timnas Jerman yang juga berfoto dengan Erdogan, dicemooh para penggemar Jerman saat pertandingan-pertandingan pemanasan sebelum Piala Dunia di Rusia.

Grindel menolak tuduhan-tuduhan Ozil bahwa DFB bersikap rasis. Namun Grindel menyesali foto-foto itu telah disalah artikan untuk menjustifikasi “kata-kata rasis.”

“Pada peninjauan kembali, sebagai presiden saya semestinya menjelaskan apa yang nyata bagi saya secara pribadi dan bagi kami sebagai asosiasi, menyatakan bahwa semua bentuk rasisme tidak tertahankan, tidak dapat diterima, dan tidak dapat ditoleransi,” ucapnya dalam pernyataannya.

Keputusan pemain 29 tahun itu untuk mengundurkan diri dari timnas memicu perdebatan publik di Jerman mengenai hubungan mereka dengan komunitas imigran terbesar. Ozil merupakan pemain kunci tim yang menjuarai Piala Dunia 2014 dan terpilih lima kali sebagai Pemain Terbaik Jerman melalui jajak pendapat publik.

Sejumlah politisi dan pemimpin komunitas Turki menuntut Grindel mengundurkan diri, namun sebagian lain mengatakan klaim-klaim rasisme Ozil tidak tepat.

Wolfgang Schaeuble, anggota parlemen dan politisi paling senior di Jerman yang turut mengkritik DFB, mengatakan kepada surat kabar RND bahwa merupakan hal yang “memalukan” membuat masalah foto Erdogan menyeruak ke permukaan seperti yang telah terjadi.

“Seseorang yang cerdas semestinya menghentikan semua yang terjadi,” ucapnya, sambil menambahi bahwa para pesepak bola, yang masih begitu muda, sering memerlukan bimbingan.

“Sebagai seorang penggemar sepak bola saya sedih bahwa era Ozil dalam balutan seragam tim nasional berakhir seperti ini,” ucapnya. “Sebagai seorang politisi, saya menyesali semua kesalahan dan salah paham yang telah merusak integrasi. Namun itu akan dapat dilalui bersama waktu.”

Ozil mengatakan Grindel menyalahkan dirinya untuk tersingkirnya Jerman di fase grup pada Piala Dunia tahun ini, tersingkirnya mereka secara dini dari turnamen akbar tersebut dalam kurun waktu 80 tahun terakhir. Ozil menyatakan bahwa banyak pihak menyebut dirinya adalah orang Jerman ketika timnas menang namun ia disebut seorang imigran ketika tim Jerman kalah.

Grindel mengatakan kritik pribadi tersebut telah memengaruhi dirinya.

“Saya bahkan merasa lebih menyesal untuk semua kolega saya, semua sukarelawan dan staf di DFB yang terperangkap (tuduhan) rasisme,” tuturnya. “Saya tentu saja menolak hal ini baik untuk saya secara pribadi dan untuk asosiasi.”

Ia mengatakan ia dan DFB mempercayai keberagaman, solidaritas, dan non diskriminasi dan menjanjikan bahwa DFB akan menggunakan perdebatan yang dipicu hengkangnya Ozil sebagai peluang untuk melipat gandakan upaya-upaya integrasi.

DFB akan melakukan pemeriksaan terhadap penampilan buruk tim di Rusia, dan Grindel menambahi bahwa pihaknya berharap dapat memenangi hak untuk menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024 di mana Turki juga mengajukan diri sebagai calon tuan rumah. UEFA akan mengadakan pertemuan pada 27 September untuk memilih tuan rumah. (jun)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

BOLA

Mancini Senang Bila Pirlo Datang

Published

on

Roberto Mancini, adalah seorang mantan pemain sepak bola asal Italia.

Apakabarnews.com, Roma – Roberto Mancini berharap Andrea Pirlo bisa menjadi asisten pelatih Timnas Italia menyusul kegagalan Tim Azzurri lolos ke ajang Piala Dunia 2018 di Rusia.

Pirlo pensiun sebagai pemain pada tahun lalu setelah ia berlaga di kompetisi Liga Amerika Serikat, sebagaimana dikutip dari laman Football Italia.

Ia pernah mengungkapkan keinginan berkarier sebagai pelatih. Sebuah laporan menyebutkan bahwa kesepakatan sudah terjadi mengenai kesediaan Pirlo menjadi asisten Mancini di Timnas Italia.

Selama wawancara dengan Gazzetta dello Sport, Mancini mengonfirmasi bahwa bila saja Pirlo bersedia maka hal itu “baik”.

“Kita tunggu sampai ada pemberitahuan resmi mengenai hal itu, meski Andrea berkeinginan menjadi pelatih, dan hal itu sungguh tepat,” kata Mancini.

“Itu (menjadi asisten pelatih) menjadi awal yang baik bagi dia, tetapi saya sungguh mencari sosok yang berkualitas di lapangan.”

“Kami sedang menunggu, meski hal itu menjadi langkah yang baik untuk dia dan untuk kami,” katanya.

Mancini juga pernah berujar sebelumnya tentang Mario Balotelli.

Mantan pelatih Manchester City, Inter Milan dan Galatasaray yakin bahwa pemain berusia 27 tahun itu “lengkap sebagai penyerang tengah”.

“Ini juga baik untuk diputuskan. Mario berpotensi besar sebagai pemain, dan hal itu segera dapat diputuskan, sebagaimana saat ia membela Italia di Piala Eropa 2012.”

“Ia (Balotelli) pemain yang lengkap sebagai penyerang tengah. Ia punya kekuatan fisik, kemampuan teknik yang mumpuni, punya kemampuan tembakan dan sundulan,” kata Mancini. (aab)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending