Connect with us

SUMATERA BARAT

Legislator Desak Pemerintah Segera Atasi Pelemahan Rupiah

Published

on

Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat, Hermanto.

Apakabarnews.com, Padang – Anggota DPR RI daerah pemilihan Sumatera Barat Hermanto mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis dan taktis guna mengatasi melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat agar tidak berdampak buruk terhadap ekonomi nasional.

“Terus melemahnya nilai Rupiah akan mengakibatkan pelarian modal ke luar negeri dan menurunnya pertumbuhan ekonomi, oleh sebab itu harus ada upaya konkret mengatasinya,” kata dia di Padang, Senin (9/7/2018).

Menurut dia, Bank Indonesia memang telah mengambil langkah menaikan suku bunga acuan atau 7 days reverse repo rate. “Namun kebijakan tersebut parsial dan jangka pendek, harus disertai dengan kebijakan yang komprehensif dan berjangka panjang guna memperkuat fundamental ekonomi nasional,” kata doktor ekonomi lulusan IPB ini.

Ia mengingatkan perlu juga diwaspadai penggunaan modal asing untuk pembiayaan infrastruktur dengan pengembalian jangka panjang sementara pengembalian modal plus bunga bersifat jangka pendek. “Ini bisa berakibat terganggunya likuiditas keuangan negara dan sama sekali tidak mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat,” katanya.

Ia mengatakan semakin menguatnya nilai Dolar AS yang disertai dengan defisit neraca perdagangan berdampak pada semakin besarnya Rupiah yang diperlukan untuk menanggung beban utang asing.

“Kondisi ini akan memberatkan keuangan negara dalam menopang pembiayaan-pembiayaan dalam negeri dan bila terus berlanjut maka akan berakibat pada semakin lemahnya fundamental ekonomi,” katanya.

Lebih jauh politisi PKS ini menyampaikan situasi politik dan kepemimpinan nasional menghadapi Pemilu dan Pilpres tahun 2019 juga mempengaruhi melemahnya nilai Rupiah karena pihak asing khawatir dan bersiaga sehingga setiap saat dan bisa menarik investasi dan memindahkan ke negara lain.

“Saat ini diperlukan konsolidasi kepemimpinan nasional yang solid untuk menjaga kepercayaan asing. Namun hal ini sulit direalisasikan karena kompetisi menjelang pemilu dan pilpres sudah terlanjur tajam,” kata dia.

Hermanto berpendapat ada satu upaya yang bersifat ideologis dan non ekonomi yang bisa dilakukan yaitu menguatkan dan menumbuhkan nasionalisme anak bangsa untuk cinta pada rupiah dan mengonsumsi produk dalam negeri.

“Untuk mewujudkan nasionalisme yang kuat diperlukan kepemimpinan nasional yang kuat dan keteladanan negarawan yang mumpuni sehingga dapat menyatukan anak bangsa yang dengan itu otomatis mampu memperkuat ekonomi nasional”, tuturnya.

Ia menambahkan dengan kepemimpinan nasional yang kuat disertai dukungan penuh dari rakyat dan struktur pemerintahan yang solid maka kebijakan ekonomi dapat berjalan dengan baik. (wan)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SUMATERA BARAT

Ratusan Kapal Nelayan Sumut Tak Bisa Melaut

Published

on

Kapal penangkapan ikan milik nelayan yang tidak bisa melaut akibat pelaksanaan peraturan pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik.

Apakabarnews.com, Medan – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia, Sumatera Utara meminta kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan agar menunda pelaksanaan peraturan pelayanan perizinan terintegrasi secara elektronik, karena membuat ratusan kapal nelayan di daerah itu tidak diperbolehkan melaut.

Wakil Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumut Nazli, di Medan, Selasa (7/8/2018) mengatakan PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik itu mengharuskan setiap kapal penangkapan ikan milik nelayan yang berada di atas 30 Gross Ton (GT) mengurus izin SIUP dan SIPI melalui Kementarian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Sedangkan kapal milik nelayan yang berada di bawah 30 GT, merupakan kewenangan Provinsi Sumatera Utara,” ujar Nazli.

Namun, ia mengatakan, sampai saat ini nelayan yang akan mengurus SIUP (Surat Izin Usaha Penangkapan Ikan) dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan) melalui KKP tersebut mengalami kesulitan.

Selain itu, dalam Pelayanan Perizinan Terintegrasi Secara Elektronik yang telah diberlakukan masih terdapat berbagai kelemahan dan proses pengurusan SIUP dan SIPI yang cukup lama.

“Akibatnya, kapal nelayan tidak berani pergi menangkap ikan ke laut, karena bisa saja mereka ditangkap petugas TNI AL, Polisi Perairan dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) karena tidak memiliki SIUP dan SIPI,” ucap dia.

Nazli menyebutkan, jika kapal nelayan itu, memaksakan pergi melaut merupakan pelanggaran hukum, karena tidak memiliki izin pelayaran yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Bahkan, kapal nelayan tersebut, sudah hampir dua bulan lebih tidak melaut dan mereka masih menganggur di rumah, serta banyak terlilit utang dengan para pengusaha perikanan.

Hal ini, jika terus dibiarkan akan berdampak kepada gangguan perekonomian nelayan di Sumut.

“Kapal ikan nelayan yang belum bisa melaut itu, berasal dari wilayah Pantai Barat dan Pantai Timur Sumatera, yakni Sibolga Tapanuli Tengah, Asahan, Tanjung Balai, Batubara, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Belawan dan beberapa daerah lainnya,” kata Wakil Ketua HNSI Sumut itu. (mmd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SPORT

Obor Asian Games akan Masuk Lubang Jepang di Bukittinggi

Published

on

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Gideon Purba, menyulut api abadi Asian Games 2018 ke mini cauldron di pelataran depan pintu utama Rumah Pengasingan Bung Karno di Parapat, Simalungun, di tepi Danau Toba, Selasa (31/7/2018).

Apakabarnews.com, Padang Pariaman – Kirab obor api Asian Games 2018 akan dibawa masuk ke terowongan Lubang Jepang di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Kamis.

Lubang Jepang merupakan salah satu objek wisata sejarah yang merupakan sebuah terowongan perlindungan dibangun tentara Jepang pada 1942 untuk kepentingan pertahanan.

Menurut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit di Padang Pariaman, Kamis, pawai obor Asian Games ini akan berbeda dengan daerah lainnya saat berada di Sumbar karena api tersebut akan dibawa ke Lubang Jepang.

Api dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Minangkabau sekitar pukul 10.00 WIB diangkut menggunakan pesawat Hercules dari Pekanbaru.

Sampai di Bukittinggi sekitar pukul 13.00 WIB, api akan dibawa lari oleh Menristekdikti M Nasir, Wagub Sumbar Nasrul Abit, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal, dan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias

Api juga akan dibawa ke panorama dan Rumah Kelahiran Bung Hatta.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol Singgamata menyampaikan pihaknya akan melakukan beberapa rekayasa lalu lintas untuk memastikan kelancaran perjalanan kirab obor Asian Games 2018 yang akan berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Bukttinggi.

“Beberapa titik dilakukan rekayasa lalu lintas, terutama pasar serta simpang yang menjadi simpul keramaian di sepanjang jalan menuju Kota Bukittinggi,” kata dia.

Rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan guna memastikan pelaksanaan kirab berjalan dengan baik.

Beberapa titik yang dijadikan perhatian seperti Pasar Lubuak Alung, kawasan Air Terjun Lembah Anai, Silaing, Koto Baru, Simpang Padang Luar, dan lainnya. (iwy)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SPORT

Sejumlah Jalan Bukittinggi Ditutup Selama Kirab Obor

Published

on

Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Gideon Purba, menyulut api abadi Asian Games 2018 ke mini cauldron di pelataran depan pintu utama Rumah Pengasingan Bung Karno di Parapat, Simalungun, di tepi Danau Toba, Selasa (31/7/2018).

Apakabarnews.com, Bukittinggi – Sejumlah ruas jalan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, akan ditutup selama tiga jam saat kirab obor Asian Games 2018 berlangsung di daerah itu.

“Jalan-jalan tersebut tidak ditutup sepenuhnya melainkan ditutup menyesuaikan rangkaian kegiatan. Secara keseluruhan diperkirakan selama tiga jam,” kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi, AKP Sukur Hendri Saputra di Bukittinggi, Rabu (1/8/2018).

Kirab obor Asian Games 2018 di Bukittinggi berlangsung pada Kamis (2/8/2018) diperkirakan mulai pukul 13.00 WIB dengan rute sepanjang sekitar 10 kilometer.

Pihaknya akan mulai mengalihkan dan menutup arus ketika rombongan kirab obor telah berada di Padang Panjang diperkirakan pukul 12.00 WIB.

“Ketika itu lalu lintas dari Padang Luar sampai Panorama mulai berangsur dialihkan lalu ditutup. Jalur ini akan dibuka setelah prosesi kirab di sini selesai. Penutupan beralih ke jalur lain seperti di Simpang Tembok dan Simpang Gadut,” ujarnya.

Terdapat 20 titik yang akan dilalui dalam pawai obor yaitu Lapangan Wirabraja-Tugu Polwan-Simpang DPRD-Panorama- pintu masuk Lubang Jepang-pintu keluar Lubang Jepang-Simpang Bantolaweh-Tugu Imam Bonjol.

Dilanjutkan ke Simpang Jirek-Kantor Pengadilan Negeri-Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang-Simpang Bypass-Tugu Tri Tura-GOR Bermawi-Simpang Surau Gadang-Simpang Manggis-Polsek Bukittinggi-Rumah Kelahiran Bung Hatta-Patung Pahlawan Tak Dikenal dan berakhir di Istana Bung Hatta.

Total waktu penutupan perkiraan selama tiga jam tersebut masih dapat berubah bergantung rangkaian kegiatan yang terjadi saat “torch relay”.

“Dalam gladi pertama Sabtu (28/7/2018), penutupan selama 2 jam 15 menit tapi ini tanpa perayaan-perayaan. Jika ditambah lagi dengan perayaan seperti tarian dan kata sambutan dari tamu maka perkiraannya menjadi tiga jam,” tuturnya.

Bagi masyarakat setempat, ia harapkan dapat memaklumi penutupan jalan sementara dan ikut memeriahkan pesta olahraga di Asia tersebut.

“Di tiap jalur yang dilalui obor, akan ada petugas yang berjaga. Pengguna jalan yang mungkin bingung dengan pengalihan dan penutupan jalan dapat ikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya. (sya)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending