Connect with us

DIGITAL

Apple Dituding Langgar Regulasi Antimonopoli Jepang

Published

on

Apple.

Apakabarnews.com, Jakarta – Raksasa teknologi, Apple Inc, dituding Komisi Persaingan Usaha (FTC) Jepang telah melanggar regulasi antimonopoli negara tersebut, lewat upaya meminta operator seluler menjual iPhone secara murah, namun, membebankan biaya bulanan tinggi sehingga konsumen tidak memiliki pilihan.

FTC menyebut unit Apple di Jepang memaksa NTT Docomo Inc, KDDI Corp, dan Softbank Group Corp untuk menawarkan subsidi dan menjual iPhone dengan potongan harga.

“Mengharuskan operator seluler untuk menawarkan subsidi (untuk iPhone) dapat menghalangi operator menawarkan biaya bulanan yang murah dan menutup komptisi,” kata FTC dalam keterangan tertulis, dikutip dari Reuters.

FTC mengawasi penjualan Apple sejak 2016, namun, tidak mengenakan sanksi karena perusahaan tersebut sepakat untuk mengubah kontrak mereka dengan operator. Perwakilan Apple untuk Jepang masih belum berkenan mengomentari isu ini.

Menurut data MM Research Institute, Jepang merupakan salah satu pasar menguntungkan bagi Apple, dengan perbandingan satu dari dua ponsel yang terjual adalah iPhone.

Di sana, Apple dijual murah, untuk menutupinya, mereka mengenakan biaya yang tinggi pada konsumen untuk biaya bulanan selama periode dua hingga empat tahun.

FTC mengatakan Apple setuju memperbaiki kebijakan tersebut, mengizinkan operator menawarkan pilihan bagi konsumen untuk membeli iPhone tanpa subsidi, tapi, membayar biaya bulanan lebih rendah. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

DIGITAL

Google Maps Miliki Fitur Kirim Pesan

Published

on

Ketuk profil yang muncul di peta, pengguna akan menemukan opsi untuk mengirim pesan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Google mempermudah pemilik bisnis yang mengaktifkan Profil Bisnis di platform tersebut melalui kemampuan baru di aplikasi peta Maps, berkirim pesan.

“Mengirim pesan ke akun bisnis membuat Anda tidak perlu menelepon jika ingin memesan kue untuk ibu yang sedang berulang tahun sementara Anda sedang di bus, atau memastikan toko sepatu punya ukuran Anda,” kata Manajer Produk Google Maps, Aditya Tendulkar dalam tulisan di blog resmi Google, dikutip Kamis (15/11/2018).

BACA JUGA : Google Gelontorkan 25 Juta Dolar Dana Hibah AI

Opsi mengirim pesan ke Profil Bisnis dapat dilakukan langsung melalui aplikasi Maps terbaru. Ketuk profil yang muncul di peta, pengguna akan menemukan opsi untuk mengirim pesan.

Pesan yang sudah dikirim dapat dilihat di menu “Message” di bar menu. Pantauan Antara, fitur ini belum tersedia di Indonesia.

Google dalam keterangan tersebut menyebutkan pengguna di beberapa “negara tambahan” akan merasakan mengirim pesan melalui aplikasi Google Maps.

Sementara itu, bagi para pemilik akun bisnis yang ingin dapat menerima pesan melalui Google Maps, mereka perlu memasang aplikasi terbaru Google My Business dari Google Play maupun App Store untuk terus terhubung dengan pelanggan.

Google mulai mengaktifkan mengirim pesan antar profil bisnis sejak tahun lalu di sejumlah negara. (nat)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Menhub Prihatin Demo Taksi Online, Perusahaan Mitra akan Dipanggil

Published

on

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan prihatin atas aksi unjuk rasa atau demo para pengemudi angkutan online yang tergabung dalam Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) di depan Gedung Lippo, kantor Grab Indonesia, yang membuat kemacetan di Jalan Rasuna Said, kemarin, dan akan segera memanggil perusahaan jasa taksi daring tersebut.

“Di satu sisi saya mendukung penyampaian aspirasi oleh teman-teman pengemudi taksi online akan tetapi di sisi lain saya sangat menyayangkan aksi ini hingga sampai menutup jalur jalan raya sehingga menimbulkan kemacetan,” ujarnya pada keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (14/11/2018).

Menhub meminta agar aksi unjuk rasa para pengemudi taksi daring ini ke depan tetap mengutamakan aspek kedisiplinan dan ketertiban lalu lintas.

“Silahkan berunjuk rasa, menyampaikan pendapat tapi harus diingat tetap tertib dan disiplin. Aksi kemarin itu jelas melanggar aturan lalu lintas dengan parkir kendaraan di jalan raya. Ini sangat mengganggu pengguna jalan yang lain. Saya percaya teman-teman pengemudi taksi online ini adalah orang yang disiplin dan tertib berlalu lintas. Mohon agar ikuti arahan petugas kepolisian di lapangan,” tegasnya.

Selanjutnya, Budi mengatakan akan segera memanggil perusahaan aplikasi angkutan sewa khusus terkait dan meminta agar perusahaan mitra pengemudi taksi daring ini untuk segera menyelesaikan persoalan ini.

“Dalam waktu dekat kami akan segera memanggil perusahaan terkait. Saya akan mendorong perusahaan untuk segera duduk bersama para pengemudi,” ujarnya.

Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena hal tersebut merugikan orang banyak terutama pengguna jalan.

“Saya harap tidak ada lagi unjuk rasa atau penyampaian aspirasi dalam bentuk apapun sampai menutup jalan sehingga merugikan orang lain khususnya pengguna jalan,” kata Menhub.

Kementerian Perhubungan saat ini tengah mempersiapkan pengaturan terhadap angkutan daring (Angkutan Sewa Khusus) pasca Putusan MA Nomor 15P/HUM/2018, dimana ada beberapa pasal dalam PM 108/2017 yang dibatalkan.

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Putusan Mahkamah Agung No 15P/HUM/2018 atas Permenhub No PM 108/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek, telah disusun Rancangan Peraturan Menteri tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus.

Sehubungan dengan hal tersebut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengadakan uji publik di enam kota yaitu Surabaya, Makassar, Medan, Batam, Bandung, dan Yogyakarta.

Uji publik dilakukan untuk menghimpun masukan dari berbagai kalangan demi penyempurnaan peraturan tersebut. (jtr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

DIGITAL

Menkominfo Harapkan Korsel Berinvestasi pada Start Up Indonesia

Published

on

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Apakabarnews.com, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengharapkan Korea Selatan dapat berinvestasi untuk mengembangkan usaha rintisan berbasis digital atau Start Up Indonesia agar dapat sama-sama berkembang.

“Harapannya sih ya para investor dari Korea Selatan ini, melirik start up Indonesia untuk bisa berinvestasi ataupun bermitra dalam mengembangkan bisnisnya,” kata Rudiantara ketika menghadiri diskusi Start Up Asia di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Ia menjelaskan bahwa pengembangan bisnis digital Indonesia berkembang dengan pesat, dan rata-rata rintisan usaha digitalnya dikelola olah anak muda.

“Tidak perlu membawa teknisi Korsel ke Indonesia, kita mampu kok bersaing, cukup bermitra dari segi pendanaan ataupun penerapan teknologi, itu sudah banyak membantu kami,” kata Rudiantara.

Menurutnya, jika membawa teknisi dari Korsel, itu sama saja tidak memberi kesempatan tenaga lokal untuk berkembang, bahkan nanti justru muncul kecemburuan sosial.

Rudiantara menilai Korsel sebagai negara yang memiliki perkembangan usaha rintisan yang bagus, sebab banyak faktor yang mendukung pengembangan anak muda di Negeri Ginseng tersebut.

Selain infrastruktur teknologi yang mendukung, jaringan internet di Korsel memiliki kemampuan yang di atas rata-rata negara Asia, bahkan merupakan salah satu yang tercepat di dunia.

Setelah infrastruktur, lembaga serta kesiapan dari pembiayaan juga lebih mudah di Korsel, sebab di negara tersebut sudah banyak dilirik oleh negara maju lainnya sebagai tempat strategis untuk berinvestasi, utamanya sektor teknologi.

Pertemuan Indonesia dengan delegasi investor Korsel bertujuan untuk mempermudah pengembangan usaha rintisan di Indonesia, kesempatan tersebut juga sebagai lahan untuk bertukar pikiran dengan yang berkembang di Korea. (asn)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending