Connect with us

UKM

Menteri BUMN Tinjau UKM di Area Rihat Tol Palikanci

Published

on

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Apakabarnews.com, Cirebon – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno pada Rabu (11/7/2018) meninjau aktivitas pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di area rihat kilometer 207 Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci).

“Sebetulnya saya dengan Kementerian PU sudah berkoordinasi bahwa rest area itu harus ada tempat untuk UMKM, dan juga di situ sudah ditambahkan bahwa minimal itu tersedia 30 persen (area komersial) untuk UMKM,” kata Rini saat meninjau UKM binaan PT Jasa Marga (Persero).

Ketika meninjau Tempat Istirahat KM 207, Rini berdialog dengan sejumlah pelaku UKM yang menjual berbagai produk mulai dari buah, makanan ringan, sampai batik.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaku UKM di area rihat jalan nasional tidak terimbas pengoperasian jalan tol baru.

Rini menegaskan kementerian aktif meminta badan-badan usaha milik negara yang mempunyai kemampuan untuk membina UKM di area ruas jalan tol baru.

Ia mengatakan program Rumah Kreatif BUMN akan diaktifkan untuk membantu Jasa Marga dan Waskita mengelola area UMKM di tempat istirahat jalan tol.

Direktur Operasi I Jasa Marga Mohammad Sofyan mengatakan Tempat Istirahat KM 207 di ruas Palikanci strategis karena berada di tengah jalur Jakarta-Semarang yang panjangnya sampai 400 kilometer. Tempat istirahat tersebut luasnya enam hektare dengan kapasitas parkir 600 kendaraan kecil dan 80 kendaraan besar.

Rata-rata jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan tol tersebut, menurut dia, mencapai 200 kendaraan per jam pada hari biasa dan 800 hingga 900 kendaraan per jam pada libur panjang. (rcb)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

UKM

Pengelola Tak Masalah Rest Area Diisi UMKM

Published

on

Pengelola Rest Area KM 39 dari PT Japek Tol Nusantara Suhaimi ketika ditemui di Rest Area yang dikelolanya di kawasan Cikarang Pusat.

Apakabarnews.com, Cikarang – Pengelola Rest Area salah satunya PT Japek Tol Nusantara yang mengelola tiga zona istirahat di beberapa titik jalan tol menyatakan tidak masalah jika ada instruksi dari pemerintah untuk menampung lebih banyak UMKM.

Pengelola Rest Area KM 39 dari PT Japek Tol Nusantara Suhaimi ketika ditemui di Rest Area yang dikelolanya di kawasan Cikarang Pusat, Jawa Barat, Rabu (18/7/2018), mengatakan tidak ada masalah bagi perusahaannya untuk mendukung lebih banyak UMKM berkembang di kawasan kelolaannya.

“Di Rest Area 39 jumlah UMKM-nya bahkan 66 persen dari total kapasitas usaha yang kami sediakan. Jumlahnya 43 UMKM dan untuk usaha besar hanya 21 unit,” kata Suhaimi.

Ia mengaku sampai saat ini belum ada aturan yang mewajibkan pengelola rest area untuk menyediakan dan menetapkan luasan zona khusus bagi UMKM.

Namun, pihaknya tetap memprioritaskan para pelaku UMKM khususnya yang datang dari kawasan di sekitar rest area untuk mengisi zona usaha di dalamnya.

“Sebenarnya tidak ada kewajiban untuk menyediakan sekian persen untuk UMKM di area ini, tapi kami melihat perlu UMKM masyarakat sekitar diwadahi agar bisa berkembang sehingga kawasan rest area bisa memberikan kesejahteraan juga bagi masyarakat lokal,” katanya.
Pihaknya juga ingin produk-produk lokal bisa mewarnai dan menjadikan rest area yang dikelolanya menjadi jujukan para pengendara karena memiliki produk khas masyarakat setempat.

Meski begitu ia mengaku tidak memberikan subsidi khusus kepada tenant UMKM. “Belum ada subsidi yang kami sediakan tapi kita berikan sewa yang menurut kita murah kisaran Rp4-5 juta saya kira sangat terjangkau jika dibandingkan pendapatan mereka yang rata-rata Rp1 juta perhari.”

Angka itu belum termasuk pendapatan saat “peak season” misalnya saat libur lebaran yang bisa mencapai Rp5 juta dalam sehari.
Pihaknya sendiri tidak menerapkan seleksi khusus yang ketat terhadap UMKM yang ingin masuk di wilayah kelolaannya sepanjang mampu berproduksi secara kontinyu dan bisa memasok kebutuhan pengunjung.

Suhaimi mengatakan untuk Rest Area 39 yang luasannya mencapai 4,5 hektar sejak awal berdirinya pada 2006 memang mengutamakan tenant dari masyarakat lokal yang tinggal di Pasir Tanjung, Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi.

Tidak hanya di Rest Area 39, pihaknya juga mengelola dua rest area lain yakni di jalan tol square Jakarta (km 6 B) dan tol square Cirebon (km 208 B).

“Di Rest Area KM 6 kami sedang membuka kesempatan kepada UMKM-UMKM yang ingin bergabung di area kami. Kami memprioritaskan 80 persen zona untuk UMKM,” katanya.

Presiden Jokowi saat meresmikan Tol Kartasura-Sragen yang menjadi bagian dari Tol Solo-Ngawi, Minggu (15/7) meminta agar rest area atau tempat istirahat yang terdapat di sepanjang jalan tol harus bisa dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan usaha masyarakat. (fia)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

“Rest Area” Sarankan UMKM Jual Produk Beragam

Published

on

Pengelola Rest Area salah satunya PT Japek Tol Nusantara yang mengelola tiga zona istirahat di beberapa titik jalan tol menyarankan para pelaku UMKM di kawasan rest area agar menjual produk yang beragam dan khas supaya diminati pengunjung.

Apakabarnews.com, Cikarang – Pengelola Rest Area salah satunya PT Japek Tol Nusantara yang mengelola tiga zona istirahat di beberapa titik jalan tol menyarankan para pelaku UMKM di kawasan rest area agar menjual produk yang beragam dan khas supaya diminati pengunjung.

Pengelola Rest Area KM 39 dari PT Japek Tol Nusantara Suhaimi ketika ditemui di Rest Area yang dikelolanya di kawasan Cikarang Pusat, Jawa Barat, Rabub (18/7/2018), mengatakan saat melibatkan UMKM untuk bergabung di area istirahat yang dikelolanya pihaknya menyaratkan salah satunya agar UMKM berjualan produk yang berbeda satu sama lain.

“Sejak awal kami menyarankan agar mereka menjual produk yang berbeda-beda satu sama lain, jangan sama,” katanya.

Misalnya untuk UMKM kuliner di Rest Area 39 Cikarang Pusat, Bekasi, dimana satu blok hampir seluruhnya menjual sop iga.

“Mungkin mereka lihat kanan kiri juga, yang laku kok sop iga. Apalagi karena sebagian besar konsumen mereka sopir-sopir truk yang menempuh perjalanan panjang, saat istirahat barangkali ingin makan sop. Jadilah sekarang semuanya jual sop,” katanya.

Pihaknya pun kemudian tidak bisa melarang mereka untuk menentukan produk yang dijual.

Namun, ia tetap menyarankan agar para pelaku UMKM yang beroperasi di area kelolaannya untuk mengutamakan pelayanan agar tetap bisa bersaing dengan usaha besar yang juga menjadi tenant di rest area tersebut.

“Pelayanan itu yang utama, lalu menjaga kebersihan, baru kemudian rasa makanan itu sangat menentukan,” katanya.

Selama ini, para pelaku UMKM sering kali kurang menjaga kebersihan sehingga lingkungan tempatnya berjualan terkesan jorok membuat pengunjung enggan untuk mampir.

Pihaknya sendiri selalu menganggarkan dana khusus untuk pemeliharaan kebersihan meski begitu tetap mengimbau UMKM untuk memiliki inisiatif tinggi dalam menjaga kebersihan.

Ia juga menyarankan agar UMKM memilih untuk memasarkan produk lokal yang khas daerah setempat.

Pihaknya menyatakan mendukung UMKM untuk terus berkembang dengan berbagai kemudahan termasuk menetapkan biaya sewa yang terjangkau sekitar Rp4-5 juta perbulan.

Biaya itu mencakup pemeliharaan dan pengamanan.

“Satu shift pengamanan 12 orang seluruhnya ada tiga shif total sebanyak 36 ditambah personel TNI ada 4 personal. Kami tetap berkoordinasi juga dengan kepolisian setempat dan Jasa Marga sebagai operator jalan tol,” katanya. (han)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

UKM

UMKM Rest Area Berani Saingi Merek Asing

Published

on

Para pelaku UMKM yang membuka usaha di Rest Area sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek menyatakan berani menyaingi merek-merek asing.

Apakabarnews.com, Cikarang – Para pelaku UMKM yang membuka usaha di Rest Area sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek menyatakan berani menyaingi merek-merek asing yang juga beroperasi di kawasan yang sama.

Sejumlah UMKM di Rest Area KM 39 di kawasan Cikarang Pusat, Jawa Barat, Rabu (18/7/2018), mengaku tidak khawatir untuk membuka usaha dengan merek-merek asing atau brand waralaba ternama yang sudah populer.

“Kalau yang ke sana ya yang keluarga-keluarga gitu, kalau yang ke sini sopir-sopir bus besar dan truk,” kata Hikmah pedagang sop iga sapi “Pak Wardi Wong Kudus” yang membuka usaha di wilayah Rest Area 39.

Oleh karena sudah adanya segmen pasar yang jelas tersebut, Hikmah tidak khawatir jualannya tidak laku.

“Kalau rata-rata sehari laku 100 porsi, satu porsi Rp25.000. Kalau hari raya bisa lebih banyak lagi,” katanya.

Resep khas Kudus yang ditawarkannya dipertahankan rasanya sesuai racikan asli sehingga diharapkan bisa tetap bersaing dengan kuliner dari brand asing yang juga ramai dikunjungi para pengendara yang mampir.

Senada disampaikan Lia pedagang warung pecel lele di kawasan Rest Area 39 yang menyebut jualannya tetap laku meski banyak restoran cepat saji beroperasi di seberang atau tak jauh dari lokasi usahanya.

“Ada saja sih tiap hari yang makan di sini, tidak ada pengaruhnya,” kata perempuan asal Lampung itu.

Ia tidak merasa terganggu dengan restoran-restoran cepat saji bermerek asing karena masing-masing sudah ada pembelinya sendiri.

“Yang ke sini tetap saja ada, yang penting buat saya sih asal rasanya enak mereka akan balik lagi ke sini,” katanya.

Tak hanya di Rest Area 39, di zona peristirahatan lain yakni Rest Area 42 B yang terletak di Karawang juga tampak para pelaku UMKM oleh-oleh khas Jawa Barat yang beroperasi bahkan tetap ramai dikunjungi pengendara.

Nur penjual tape Bandung di Kios Oleh-oleh Priangan mengaku dagangannya tetap laku meski tak jauh dari usahanya ada toko ritel modern.

“Biasanya mereka beli tape dan ubi cilembu,” katanya.

Nur tidak khawatir bersaing dengan usaha-usaha besar di sekitarnya karena produk yang dijualnya tidak tersedia di toko-toko ritel modern.

Sejajar dengan usaha yang Nur buka di Rest Area 42 B banyak toko oleh-oleh yang ramai dikunjungi pengendara yang beristirahat di antaranya Raar Sari Snack dan Addrah’s Snack yang semuanya menjual kuliner dan produk lokal. (han)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending