Connect with us

HEALTH

Multivitamin Tak Terbukti Bisa Cegah Penyakit Jantung

Published

on

Penggunaan suplemen multivitamin dan mineral dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Apakabarnews.com, Jakarta – Sebuah studi dalam jurnal Circulation:Cardiovascular Quality and Outcomes baru-baru ini mengungkapkan hasil uji klinis bahwa multivitamin ternyata tidak bermanfaat bagi kesehatan jantung.

Para peneliti berharap ini bisa menyelesaikan perdebatan kontroversial tentang apakah penggunaan multivitamin dan suplemen mineral mampu mencegah stroke, serangan jantung, dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

BACA JUGA : Ciri Nyeri Dada Karena Penyakit Jantung

“Studi kami mendukung pedoman profesional saat ini yang menyarankan untuk tidak menggunakan suplemen [multivitamin dan mineral] secara rutin untuk tujuan pencegahan penyakit kardiovaskular pada populasi umum,” kata mereka.

Mereka menyarankan bahwa orang-orang fokus pada upaya yang sudah terbukti bermanfaat bagi kesehatan jantung, seperti diet jantung sehat, olahraga.

“Ini termasuk diet jantung sehat, olahraga, berhenti merokok, mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol yang tidak sehat, dan bila diperlukan, perawatan medis,” kata Joonseok Kim, asisten profesor kardiologi di University of Alabama di Birmingham.

Dalam studi ini, Kim dan koleganya mengumpulkan dan menganalisis data dari 18 uji klinis dan studi kohort prospektif pada populasi umum. Mereka lalu menyatukan hasil penelitian dan mengamati  perkembangan lebih dari 2 juta peserta selama rata-rata 12 tahun.

Secara keseluruhan, peneliti tidak menemukan hubungan antara penggunaan suplemen multivitamin dan mineral dengan kematian akibat penyakit kardiovaskular, penyakit jantung koroner, dan stroke.

Penggunaan suplemen tampaknya terkait dengan risiko yang lebih rendah dari insiden penyakit jantung koroner. Tetapi ini tidak signifikan ketika diuji hanya dengan data dari uji coba terkontrol secara acak.

“Sangat sulit meyakinkan orang, termasuk peneliti nutrisi, untuk mengakui bahwa multivitamin dan suplemen mineral tidak mencegah penyakit kardiovaskular,” tutur Kim seperti dilansir Medical News Today. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

HEALTH

Manfaat Protein Kedelai yang Tak Kalah dari Protein Hewani

Published

on

Kedelai menghasilkan penurunan kadar kolesterol jahat serta kadar trigliserida, yang merupakan jenis lemak yang ditemukan dalam darah.

Apakabarnews.com, Jakarta – Protein kedelai menjadi alternatif bagi orang yang alergi terhadap produk susu atau protein hewani. Protein kedelai juga tak kalah bermanfaat dari protein hewani.

Berbagai produk kedelai yang dapat ditemui adalah tahu, susu kedelai serta tempe. Ada juga protein kedelai yang dikonsumsi dalam bentuk bubuk protein. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari protein kedelai dilansir Boldsky, Senin (17/12/2018).

1. Membantu membangun otot

Protein kedelai memberi banyak asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Protein kedelai mengandung asam amino rantai cabang (BCAA) yang terdiri dari tiga asam amino yakni leusin, isoleusin dan valin. Berbagai penelitian telah mengungkapkan meski BCAA membantu dalam membangun otot, tugas protein kedelai tidak seefektif sumber protein lain seperti protein whey. Akan tetapi jika mengkonsumsi produk susu bersama dengan protein kedelai akan lebih efektif.

2. Membantu menurunkan berat badan

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa protein kedelai memicu penurunan berat badan sama efektifnya dengan produk berbasis hewani. Sebuah penelitian dilakukan di mana 20 peserta laki-laki obesitas diberi diet protein tinggi berbasis kedelai serta diet tinggi protein berbasis daging. Penelitian ini mengarah pada temuan bahwa diet protein tinggi berbasis kedelai sama efektifnya dengan pola makan kaya protein berbasis daging dalam membantu penurunan berat badan.

3. Menjaga kesehatan jantung

Protein kedelai ditemukan baik untuk kesehatan jantung. Berbagai penelitian telah mengungkapkan bahwa kedelai membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kadar kolesterol baik. Sebuah penelitian juga mengatakan bahwa mengganti protein hewani dengan sekitar 25 g protein kedelai menghasilkan penurunan kadar kolesterol jahat serta kadar trigliserida, yang merupakan jenis lemak yang ditemukan dalam darah.

4. Menurunkan resiko kanker

American Cancer Society menyatakan bahwa meski kedelai mengandung isoflavon seperti estrogen, mereka memiliki sifat anti-estrogen. Beberapa penelitian mengungkap bahwa orang yang mengonsumsi makanan kedelai, akan sedikit beresiko terhadap kanker payudara. Kandungan serat yang ada dalam kedelai juga dapat membantu memerangi berbagai jenis kanker. Meski demikian, studi tentang makanan kedelai dan kanker memiliki hasil yang beragam. (mar)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Kurang Vitamin D Berisiko Kena Skizofrenia

Published

on

Mereka yang lahir dengan kekurangan vitamin D memiliki risiko 44 persen lebih tinggi terkena skizofrenia di kemudian hari.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bayi yang lahir dengan kekurangan vitamin D berisiko lebih tinggi mengalami skizofrenia di masa depan, menurut studi dari Universitas Aarhus di Denmark dan Universitas Queensland di Brisbane, Australia.

“Sebagian besar perhatian dalam penelitian skizofrenia fokus pada faktor-faktor yang dapat dimodifikasi pada awal kehidupan dengan tujuan mengurangi beban penyakit ini,” kata penulis studi Prof. John McGrath seperti dilansir Medical News Today, pekan lalu.

BACA JUGA : Enam Tanda Kekurangan Vitamin D

Untuk sampai pada temuan ini, para peneliti menganalisis kadar vitamin D dalam sampel darah dari bayi yang lahir di Denmark pada 1981-2000.

McGrath dan tim lalu membandingkan sampel-sampel ini dengan sampel tambahan dari individu-individu bebas skizofrenia.

Hasilnya, mereka yang lahir dengan kekurangan vitamin D memiliki risiko 44 persen lebih tinggi terkena skizofrenia di kemudian hari.

“Kami berhipotesis bahwa kadar vitamin D yang rendah pada wanita hamil karena kurangnya paparan sinar matahari selama musim dingin mungkin mendasari risiko ini, dan [kami] menyelidiki hubungan antara kekurangan vitamin D dan risiko skizofrenia,” papar McGrath.

Mencegah kekurangan vitamin D pada wanita yang sedang hamil, mencegah risiko skizofrenia nantinya pada anak-anak mereka.

“Karena janin yang sedang berkembang sepenuhnya bergantung pada penyimpanan vitamin D ibu, temuan kami menunjukkan bahwa memastikan ibu hamil memiliki tingkat vitamin D yang cukup dapat menyebabkan pencegahan beberapa kasus skizofrenia,” tutur McGrath.

Skizofrenia memiliki gejala seperti halusinasi, delusi dan masalah kognitif. Sejauh ini, para peneliti belum dapat menemukan dengan tepat apa yang menyebabkan kondisi ini.

Walau begitu, ada beberapa faktor risiko munculnya skizofrenia – seperti adanya set gen tertentu atau paparan beberapa virus. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HEALTH

Benarkah Telur Bisa Naikkan Kolesterol?

Published

on

Telur meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”, yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.

Apakabarnews.com, Jakarta – Pakar nutrisi setuju bahwa protein dan vitamin dalam telur menjadikannya sebagai pilihan makanan yang sehat.

Seperti dilansir Time dikutip Rabu (12/12/2018) ahli diet Brigitte Zeitlin dan Ryan Maciel mengatakan telur juga kaya nutrisi termasuk biotin (yang membantu Anda mengubah makanan menjadi energi yang dapat digunakan).

BACA JUGA : Apa Itu Diet Telur?

Lalu, kolin (mikronutrien penting yang terlibat dalam metabolisme, di antara fungsi lainnya), vitamin A (penting untuk sistem kekebalan tubuh) dan lutein dan zeaxanthin (antioksidan yang membantu lindungi tubuh Anda dari radikal bebas.

Namun, apakah telur bisa meningkatkan kolesterol?

Penelitian terbaru menemukan bahwa orang yang makan sekitar satu butir telur per hari memiliki tingkat risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah, karena telur meningkatkan kadar kolesterol HDL “baik”, yang dapat membantu melawan penumpukan lemak di pembuluh darah.

Penelitian lain, yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition, juga menemukan bahwa makan satu butir telur sehari bukanlah masalah bagi orang yang berisiko lebih besar mengalami masalah jantung dan kolesterol.

Apa cara tersehat menyantap telur?

Memasak telur menjadi saran yang baik, karena bukan hanya mengurangi risiko keracunan makanan, tetapi juga membuat protein dalam telur lebih mudah dicerna dan meningkatkan bioavailabilitas biotin, kata Maciel.

“Selama Anda makan seluruh telur, Anda akan mendapatkan semua nutrisi yang ditawarkan telur,” kata Zeitlin.

Tentu saja ada cara untuk membuat telur lebih bergizi, seperti mengombinasikannya dengan sayuran. Omelet adalah cara yang bagus untuk memasukkan lebih banyak sayuran dalam makanan Anda sambil mendapatkan sumber protein yang kaya.

“Kombinasi protein dan serat akan menjaga rasa lapar untuk jangka waktu yang lebih lama,” tutur Zeitlin. (lws)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending