Connect with us

JAKARTA

Gubernur Anies Bersyukur Ledakan di Grand Wijaya Tak Sebabkan Korban Jiwa

Published

on

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Apakabarnews.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku bersyukur ledakan di kompleks ruko Grand Wijaya II, Jakarta Selatan, Kamis pagi tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

“Ini terjadi pagi hari ketika belum ada kegiatan perkantoran. Karena itulah kita bersyukur tidak ada korban jiwa,” kata Anies usai meninjau lokasi ledakan Kamis (11/7/2018) pagi.

BACA JUGA : Garis Polisi Dipasang di Lokasi Ledakan

Gubernur Jakarta mengatakan jika ledakan terjadi di siang hari saat warga telah beraktifas maka bisa saja ada korban.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Indra Jafar menyatakan ledakan di rumah toko Grand Wijaya II akibat kebocoran tabung gas ukuran 12 kilogram.

Indra menegaskan peristiwa ledakan tabung gas bocor itu tidak menimbulkan korban jiwa.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Stefanus Tamuntuan mengatakan ledakan tabung gas bocor berasal dari kantor konsultan hukum.

AKBP Stefanus mengungkapkan ledakan tabung gas bocor berasal dari ruang dapur kantor konsultan hukum yang tidak terdapat orang.

Stefanus memastikan anggota tim penjinak bom telah menyisir tidak ditemukan bahan peledak di sekitar lokasi kejadian.

Ledakan terjadi di kawasan Ruko Grand Wijaya II Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Kamis (12/7/2018) sekitar pukul 04.30 WIB. (sus/fik)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAKARTA

Polisi Tangkap Dalang Penganiayaan Bentrok Diskotik Bandara

Published

on

Polres Metro Jakarta Barat telah menangkap dalang penganiayaan dibalik bentrok antar ormas di Diskotek Bandara, Daan Mogot Jakarta Barat, Minggu (18/11/2018).

Apakabarnews.com, Jakarta – Subnit Jatanras Unit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menangkap dalang penganiayaan dibalik bentrok antar organisasi kemasyarakatan (ormas) di Diskotek Bandara, Daan Mogot Jakarta Barat yang sebabkan dua korban tewas.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat AKBP Edi Suranta Sitepu di Jakarta, Senin (19/11/2018) membenarkan penangkapan dua pelaku penganiayaan anggota ormas di Diskotek Bandara yang terjadi pada Rabu (17/10/2018).

“Benar, telah dilakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku diduga sebagai dalang di dalam kasus pengeroyokan yang disertai penusukan, dan telah menewaskan dua dari enam pengunjung di Diskotek Bandara di Daan Mogot,” ujar AKBP Edi.

Dua otak pengeroyokan dalam bentrok tersebut yakni Frengky Danger Manu alias Frengky alias Engky (25) beserta Julius Umbu Ngailu alias Bobi (38), di Dusun Samhin, Desa Padang Baru, Pangkalan Baru, Pangkalpinang, Bangka Belitung, Minggu (18/11/2018).

Penangkapan dilakukan atas kerjasama dengan pihak dari Subdit Cyber dan Subdit Jatanras Polda Bangka Belitung.

“Kedua pelaku itu, ditangkap di sebuah rumah di Dusun Samhin yang merupakan tempat persembunyian mereka,” ujar dia.

AKBP Edi memaparkan, kedua pelaku tersebut sebelum meninggalkan Jakarta sama-sama beralamat tinggal di Jalan Flamboyan Terusan, RT 08/11, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Saat penangkapan mereka, satu pelaku diberi tindakan tegas dan terukur di kaki kanannya, karena mencoba melawan petugas.

“Sampai saat ini, dua pelaku tersebut masih dalam pemeriksaan, di Polres Metro Jakarta Barat,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Polsek Kebon Jeruk Jakarta Barat Komisaris Polisi Marbun mengungkapkan keributan yang terjadi di Diskotek Bandara Daan Mogot pada Rabu (17/10) dini hari.

Keributan di Diskotek Bandara disebabkan kesalahpahaman antar dua kelompok saat sedang mabuk karena minuman keras.

Sewaktu berjoget, kelompok yang terlibat keributan tersebut saling senggol, sehingga memicu adu mulut. Merasa tidak terima, kedua kelompok sejumlah 20 orang saling menantang untuk berkelahi di luar diskotek sekitar pukul 02.30 WIB.

Insiden tersebut menyebabkan dua korban tewas yakni HS di lokasi kejadian dan LS di Rumah Sakit Royal Trauma.

Adanya korban tewas dari pihak ormas tersebut menarik perhatian ratusan anggota ormas lainnya, sehingga mereka membuat acara tabur bunga di tempat kejadian perkara di Diskotek Bandara. (dns)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Burung Hantu Seharusnya Bukan untuk Dipelihara

Published

on

Burung hantu bukan untuk dipelihara karena hewan tersebut termasuk satwa liar.

Apakabarnews.com, Jakarta – Organisasi peduli burung hantu “The Owl World of Indonesia” mengatakan burung hantu seharusnya bukan untuk dipelihara karena hewan tersebut termasuk satwa liar.

“Burung hantu yang diperdagangkan diambil langsung dari alam, jika burung hantu terus di jual-belikan untuk dijadikan hewa peliharaan maka keberlangsungan hidupnya dan populasi burung hantu akan terancam,” kata antropolog dari The Owl World of Indonesia Dyah Wara Restiati di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Dia mengatakan kebanyakan pemelihara burung hantu tidak memperhatikan kesejahteraan hewan, misalnya burung hantu Tyto Alba yang memiliki tubuh besar disimpan di dalam kandang yang sempit.

Sering juga kandang dibiar kotor, sehingga dapat membuat burung hantu stress.

“Burung hantu ini hewan yang bersih, kalau tempat tinggalnya kotor maka kakinya bisa kutilan,” kata dia.

Burung-burung ini juga kadang dibiarkan bertengger di luar namun dengan kaki terikat sehingga mereka tidak bebas bergerak.

Belum lagi beberapa pemilik memberi makan burung hantu dengan buah-buahan padahal burung hantu adalah karnivora.

“Selama kami melakukan pemantauan, banyak orang yang memilihara untuk dipamerkan saja. Sehingga tak jarang usia burung hantu yang dipelihara hanya beberapa hari saja ditangan para pemelihara,” kata dia.

Saat dipelihara, burung hantu sebagai hewan nocturnal juga dipaksa untuk bangun pada siang hari oleh pemiliknya. Hal itu dapat menyebabkan stress pada hewan.

Dia mengatakan jenis burung hantu yang banyak dijual-belik adalah Celepuk Reban karena harganya murah yaitu sekitar Rp50 ribu untuk satu ekor.

Perdagangan burung hantu pun banyak dilakukan secara daring, biasanya burung hantu yang dibeli akan dimasukkan ke dalam kardus oleh penjual dan dikirim lewat bus atau kendaraan umum lainnya.

Saat ini diperkirakan ada 54 jenis burung hantu di Indonesia, di mana 16 jenis telah masuk daftar hewan yang dilindungi.

“Kami harap burung hantu yang tidak masuk daftar hewan dilindungi tetap menjadi perhatian pemerintah dan masyarakat. Jangan sampai hewan tersebut punah,” kata dia. (akf)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

JAKARTA

Jenazah Staf DPRD Babel Korban JT 610 Dikebumikan Pihak Keluarga

Published

on

Jenazah korban pesawat Lion Air JT 610, Muhamad Syafei (45) yang bekerja sebagai staf Sekretariat DPRD hari ini dikebumikan.

Apakabarnews.com, Sungailiat – Jenazah korban pesawat Lion Air JT 610, Muhamad Syafei (45) yang bekerja sebagai staf Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dkebumikan pihak keluarga di tempat pemakaman umum desa tempat asalnya. 

 “Semoga amal ibadah beliau semasa hidupnya diterima Allah SWT, atas nama masyarakat dan pemuda Desa Baturusa memaafkan segala kesalahan almarhum,” kata Perwakilan Tokoh Masyarakat Desa Baturusa, Ahmad, di Sungailiat, Jumat (16/11/2018).

BACA JUGA : RS Polri akan Terbitkan Sertifikat Kematian untuk WNA Korban Lion Air JT 610

 Dia mengatakan, almarhum warga  Desa Baturusa, Kecamatan Kerawang, Kabupaten Bangka itu merupakan sosok ustadz yang patut diteladani oleh masyarakat. 

Sementara itu, Perwakilan Sekretariat DPRD Provinsi Babel, Rudi, mengatakan pihaknya menerima jenazah di Bandara Depati Amir secara resmi sekitar pukul 07.20 WIB. Sebelumnya jenazah dibawa dengan Lion Air JT 216 berangkat dari Jakarta sekitar pukul 06.10 WIB. 

“DPRD Babel turut berbelasungkawa yang mendalam kepada keluarga atas berpulangnya rekan kami ini,” kata Rudi. 

 Dia mengatakan, almarhum merupakan teladan bagi semua staf di DPRD Babel, sering memberikan pencerahan kepada pegawai serta memberikan dampak yang luar biasa bagi pegawai terutama dengan mengingatkan pegawai untuk beribadah.

 Jenazah korban berhasil diidentifikasi TIM DVI Mabes Polri berdasarkan tes DNA yang dicocokkan dengan DNA keluarga di antaranya kakak, adik dan anaknya. 

 Mantan Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi, mengatakan sangat mengenal almarhum, baik sebagai staf di DPRD Babel atau pun teman di masyarakat. 

 “Almarhum sosok yang menjadi teladan bagi rekan-rekan kerja di DPRD Babel, patuh atas perintah atasan serta rajin ibadah,” kata Amri. 

 Ditambahkannya, kepada TIM DVI Mabes Polri diharapkan dapat segera mengidentifikasikan jenazah anggota DPRD Babel maupun korban lainnya, sebab pihak keluarga sangat berharap korban dapat dikebumikan dengan layak. (kas)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending