Connect with us

INTERNASIONAL

Yuan Tiongkok Melemah jadi 6,6726 Terhadap Dolar AS

Published

on

Kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan melemah 492 basis poin menjadi 6,6726 terhadap dolar AS.

Apakabarnews.com, Beijing – Kurs tengah nilai tukar mata uang Tiongkok renminbi atau yuan melemah 492 basis poin menjadi 6,6726 terhadap dolar AS pada Kamis (12/7/2018), menurut Sistem Perdagangan Valuta Asing Tiongkok.

Di pasar spot valuta asing Tiongkok, yuan diperbolehkan untuk naik atau turun sebesar dua persen dari tingkat paritas tengahnya setiap hari perdagangan.

Kurs tengah yuan terhadap dolar AS didasarkan pada rata-rata tertimbang harga yang ditawarkan oleh pelaku pasar sebelum pembukaan pasar uang antar bank setiap hari kerja. (pep)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

INTERNASIONAL

Mantan Menteri Perminyakan Venezuela Meninggal dalam Tahanan

Published

on

Mantan menteri perminyakan Venezuela, Nelson Martinez.

Apakabarnews.com, Caracas – Mantan menteri perminyakan Venezuela, Nelson Martinez, meninggal saat berada di bawah tahanan negara, kata lima sumber yang mengetahui kejadian itu, Rabu (12/12/2018).

Martinez ditahan pada 2017 sebagai bagian dari penyelidikan kasus korupsi di perusahaan minyak milik negara, PDVSA.

Ia adalah seorang ahli kimia yang juga pernah memimpin PDVSA serta anak perusahaannya yang berada di Amerika Serikat, Citgo Petroleum.

Menurut dua sumber, Martinez sebelum meninggal dipindahkan dari penjara ke sebuah rumah sakit militer karena mengalami masalah pada ginjalnya.

Ia mengalami serangan jantung ketika sedang menjalani cuci darah, kata kedua sumber.

Martinez dipenjara setelah kejaksaan negara itu mengatakan bahwa Martinez membiarkan terjadinya kesepakatan buruk, soal pendanaan kembali bagi Citgo, tanpa mendapat persetujuan pemerintah.

Ia ditahan bersama Eulogio del Pino, mantan menteri perminyakan lainnya yang juga mantan kepala PDVSA. Del Pino saat ini masih meringkuk di penjara.

Kematian Martinez kemungkinan akan menyulut perdebatan soal kondisi para mantan politisi serta pejabat pemerintah yang sedang dipenjara, termasuk beberapa pejabat tinggi yang dituding Presiden Nicolas Maduro melakukan kesalahan.

Martinez meninggal dua bulan setelah munculnya skandal nasional soal kematian seorang anggota dewan kota, Fernando Alban.

Pemerintah mengatakan Alban meninggal karena bunuh diri, tapi para pemimpin oposisi bersikeras bahwa ia dibunuh di dalam penjara.

“Kematian Nelson Martinez adalah tanggung jawab Nicolas Maduro, yang… menahannya selama satu tahun walaupun tahu bahwa ia (Martinez) sedang sakit,” kata Rafael Ramirez di Twitter.

Ramirez adalah menteri perminyakan yang sedang buron dan menjabat sebagai Kepala PDVSA di bawah pemerintahan mendiang Presiden Hugo Chavez. Ramirez diburu atas tuduhan melakukan korupsi.

Hingga ia meninggal, Martinez belum pernah hadir di persidangan menghadap hakim dan tanggal awal persidangannya beberapa kali ditunda.

Para pengacara Martinez beberapa bulan lalu mulai meminta pihak berwenang agar Martinez mendapatkan penahanan rumah karena klien mereka itu sakit, kata salah satu sumber.

Martinez mulai mengalami masalah kesehatan ketika ia memimpin Citgo, yang berpusat di Houston, Amerika Serikat.

Maduro menunjuknya sebagai menteri perminyakan pada Januari 2017 dan Martinez kemudian juga menduduki jabatan sebagai kepala PDVSA tahun itu, menggantikan del Pino.

Martinez mulai bergabung dengan PDVSA pada 1980. Ia mengawasi cabang-cabang perusahaan minyak tersebut yang berada di London, Argentina, dan Ekuador sebelum ditugaskan memimpin Citgo. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Bentrokan Baru Meletus di Yaman

Published

on

Bentrokan baru meletus antara pihak yang berperang di Yaman di dekat instalasi penting pemerintah di Kota Pelabuhan Al-Hudaydah.

Apakabarnews.com, Yaman – Bentrokan baru meletus pada Senin malam (10/12/2018) antara pihak yang berperang di Yaman di dekat instalasi penting pemerintah di Kota Pelabuhan Al-Hudaydah, yang strategis, kata warga setempat kepada Xinhua.

Pasukan Pemerintah Yaman terlibat dalam bentrokan sengit bersenjata dengan gerilyawan Syiah Al-Houthi, yang didukung Iran, di daerah di sekitar Universitas Al-Hudaydah dan di bagian selatan kota tersebut, kata warga.

Mereka mengatakan senjata berat, termasuk senjata artileri, digunakan dalam baku-tembak itu, sehingga mengakibatkan ledakan kuat di kota tersebut –yang telah menyaksikan jeda singkat dalam pertempuran.

Mamun Mahjami, Juru Bicara Resmi Brigade Imlaq –yang pro-pemerintah, mengatakan melalui telepon kepada Xinhua gerilyawan Al-Houthi menyerang dan berusaha merebut kembali beberapa daerah di sekitar Universitas Al-Hudaydah.

“Pasukan kami (Brigade Imlaq) menghadapi serangan gerilyawan Al-Houthi bersenjata dan menggagalkannya setelah beberapa jam pertempuran,” kata Mahjami, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau di Jakarta, Selasa pagi (11/12/2018).

Sementara itu, tim perunding pemerintah dalam pembicaraan perdamaian yang ditaja PBB di Swedia mulai mempelajari gagasan baru yang diajukan oleh Utusan PBB untuk Yaman Martin Griffiths mengenai Al-Hudaydah.

Beberapa sumber mengatakan gagasan utusan PBB tersebut menyarankan penarikan gerilyawan Al-Houthi dan pasukan pro-pemerintah dengan dipantau PBB dari semua daerah di Al-Hudaydah.

Namun, seorang pejabat pemerintah yang berpusat di Aden mengatakan pemerintah menolak gagasan itu dan mendesak penarikan penuh gerilyawan Al-Houthi dari Al-Hudaydah, sementara menempatkan managemen di bandar udara utama kota tersebut di bawah kendali pemerintah.

“Pasukan sah kami akan siap mengusir gerilyawan Al-Houthi dari Al-Hudaydah dan takkan menerima kehadiran pasukan asing,” kata pejabat itu –yang tak ingin disebutkan jatidirinya.

Selama satu taklimat yang diselenggarakan di Swedia, Griffiths mengatakan Al-Hudaydah tetap menjadi masalah yang paling rumit dalam pembahasan antara kedua pihak yang berperang.

Pada Kamis (6/12), pembicaraan perdamaian yang ditaja PBB untuk membangun kepercayaan antara pihak yang berperang di Yaman diluncurkan di Swedia, dalam langkah pertama untuk melanjutkan proses politik yang terhenti pada 2016.

Pemerintah Yaman dengna keras mendesak dikembalikannya Provinsi Al-Hudaydah, tempat pasukannya, dengan dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi, telah terlibat dalam pertempuran sengit melawan gerilyawan Al-Houthi selama berbulan-bulan.

Selain itu, pemerintah juga menuntut dilaksanakannya Resolusi 2216 Dewan Keananan PBB, yang menyerukan penarikan gerilyawan Al-Houthi dari kota besar dan penyerahan senjata berat mereka.

Semua pihak yang berperang di Yaman telah mengadakan beberapa babak pembicaraan perdamaian sejak gerilyawan Al-Houthi merebut kekuasaan pada penghujung 2014.

Namun, semua pembicaraan itu ambruk dan gagal mencapai penyelesaian politik, sehingga mengakibatkan kerusuhan lebih lanjut di lapangan.

Banyak pengamat mengatakan gerilyawan Al-Houthi tampaknya takkan setuju menyerahkan senjata mereka sebab semua pihak kekurangan i`tikad baik untuk mencapai kesepakatan perdamaian. (cha)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

INTERNASIONAL

Pendatang Ilegal Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsha

Published

on

Sejumlah pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur pada Senin, kata seorang pejabat Palestina.

Apakabarnews.com, Jerusalem – Sejumlah pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Jerusalem Timur pada Senin, kata seorang pejabat Palestina.

“Sebanyak 127 pemukim Yahudi memaksa masuk ke kompleks tempat suci umat Muslim itu,” kata Firas Ad-Dibs, Juru Bicara Jerusalem Islamic Waqf, organisasi yang dikelola oleh Jordania dan bertanggung-jawab untuk mengawasi tempat suci Islma di kota tersebut, di dalam satu pernyataan.

Menurut Jerusalem Islamic Waqf, serbuan para pemukim Yahudi itu –yang dimulai pada 2003– ke dalam tempat suci tersebut telah memperlihatkan peningkatan tajam tahun ini, demikian laporan Kantor Berita Anadolu –yang dipantau Antara di Jakarta, Senin malam (10/12/2018).

Buat umat Muslim, Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga. Sementara itu orang Yahudi merujuk tempat tersebut sebagai “Bukit Knisah”, dan mengklaim itu adalah “lokasi dua kuil Yahudi pada masa lalu”.

Israel menduduki Jerusalem Timur, tempat Masjid Al-Aqsha berada, selama Perang Timur Tengah 1967. Israel mencaplok seluruh kota tersebut pada 1980, dan mengklaimnya sebagai ibu kota negara Yahudi, dalam tindakan yang tak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Jerusalem tetap menjadi inti konflik beberapa dasawarsa di Timur Tengah. Rakyat Palestina berharap Jerusalem Timur pada suatu hari menjadi ibu kota Negara Palestina. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending