Connect with us

POLITIK

Pengamat : Jokowi Pilih Cawapres Tangkal Politik Identitas

Published

on

Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Lili Romli.

Apakabarnews.com, Jakarta – Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli menilai penggunaan politik identitas berpotensi memecah belah masyarakat sehingga Joko Widodo disarankan memilih calon wakil presiden yang dapat menangkal hal tersebut.

“Dengan kehadiran Mahfud MD, Jokowi bisa merangkul kalangan Islam dan meminimalkan serangan politik identitas,” kata Lili dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/7/2018).

Dia mengatakan, saran tersebut diberikan karena Jokowi menjadi satu-satunya figur yang dukungannya memenuhi syarat sebagai calon presiden.

Lili menilai sosok Mahfud MD memiliki basis dukungan yang cukup luas seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah dan semua golongan karena mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu merupakan tokoh Islam yang moderat.

“Mahfud juga berpengalaman menjadi anggota DPR dan menteri, serta banyak membuahkan pemikiran untuk kemaslahatan umat,” ujarnya.

Dia menilai semua figur yang bersaing pada Pilpres 2019 harus mencegah dan mengantisipasi kelompok tertentu yang menggunakan isu politik identitas untuk meraih kemenangan, karena politik identitas berpotensi memecah belah umat.

Menurut Lili, Jokowi dan partai koalisi dapat meraih dukungan dari kelompok Islam jika Mahfud dipinang jadi cawapres.

“Yang paling berpotensi jadi cawapres Jokowi adalah Mahfud MD. Karena integritas Mahfud sudah terbukti, basis dukungannya besar,” katanya.

Menurut dia, Mahfud memenuhi semua kriteria dan secara kemampuan lebih baik dibandingkan kandidat cawapres lainnya yang namanya sudah beredar luas di masyarakat.

Selain itu, dia menilai pengalaman dan kemampuan Mahfud MD bisa melengkapi Jokowi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan menjalankan program pro kepentingan umat. (mam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

JAWA BARAT

Di Hadapan Persatuan Penggilingan Padi Indramayu, Sandiaga Uno, Stop Impor Beras

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat bertemu dengan kelompok Tani Indramayu Selatan, Selasa (18/12/2018).

Apakabarnews.com, Indramayu — Feri Priatna, Ketua DPD Indramayu Persatuan Pengilingan Padi (Perpadi) wilayah Indramayu-cirebon meminta Sandi agar beras Indonesia jangan tergerus oleh impor dari negara lain. Hal ini diungkapkan Feri saat menggelar temu wicara bersama Sandi di Pabrik beras CV. Fajar Niaga  Desa Widasari Kecamatan Widasari. Jalan Simpang Tiga Desa Kongsi Jaya, Indramayu Jawa Barat, Selasa (18/12/2018).

“Jangan sampai Pak beras kita tidak laku karena maraknya beras impor. Kami sudah sulit menjual beras karena harganya tinggi, sementara beras impor dijual dengan harga murah,” terang Feri.

BACA JUGA : Sandiaga Uno, Jeritan Ibu Yoyok, Jeritan Emak-Emak se-Indonesia

Sandi menyatakan dirinya bersama Prabowo Subianto akan melakukan tiga swasembada, yakni pangan, air dan enerji. Jadi menurut Sandi khusus untuk seasemba pangan, dia akan mengambil kebijakan stop impor saat petani panen.

“Swasembada pangan menjadi program kami di tahun 2019. Selain penyerapan beras hasil petani di bulog akan ditingkatkan, Hadol beras lokal diutamakan. Jangan lagi kita didikte oleh mafia pangan dan mafia impor. Jangan sampai yang makmur petani vietnam, bukan petani Indramayu. Perut masyarakat utama. Nomor satu adalah perut rakyat, presiden nomor dua,” terang Sandi.

Menurut Sandi di pemerintahannya kelak, jika diijinkan Allah SWT menjadi pelayan masyarakat Indonesia, Prabowo Sandi akan fokus pada penyediaan lapangan kerja dan harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau serta stabil. Termasuk harga pupuk dan obat-obatan untuk petani. “Kami akan perhatikan 182 ribu penggilangan padi termasuk untuk permodalan dan teknologinya, sehingga tenaga kerja terserap dan mampu meminimaisasi ongkos produksi,” tutupnya. (dam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Sandiaga Uno, Jeritan Ibu Yoyok, Jeritan Emak-Emak se-Indonesia

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat bertemu dengan kelompok Tani Indramayu Selatan, Selasa (18/12/2018).

Apakabarnews.com, Indramayu — Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno bertemu dengan kelompok tani Indramayu Selatan, Selasa (18/12/2018). Mereka mengeluhkan pendapatan yang kian turun dan harga-harga pupuk melambung tinggi, di Desa Amis Kecamatan Cikedung Indramayu, Selasa (18/12/2018) Salah satunya yang mengeluhkan kondisi petani adalah Karyadi.

“Selain harga obat pertanian dan pupuk yang tidak terjangkau, kami juga butuh legalitas Pak. Sebagian dari kami adalah pemggarap tanah negara. Harapan kami bertahun-tahun selama menggarap tanah, bisa diakui. Tapi sebaiknya kami dianggap penumpang gelap oleh Perhutani. Padahal di sana Ada pabrik gula yang juga menggunakan tanah negara.

BACA JUGA : Curhat Peternak Lele dan Emak-Emak pada Sandiaga Uno di Indramayu

Kami ingin sejahtera bukan perusahaan saja yang sejahtera. Kami anak bangsa ingin memajukan negara. Perhutanan untuk sosial bukan cuma untuk perusahaan,” ucap Karyadi berapi-api.

Keuhan petani sebagaimana yang disampaikan Karyadi tidak hanya di Indramayu, tapi juga seiuruh Indonesia. Termasui perani penggarap di tanah negara.

“Petani pemilik sawah dan petani penggarap lahan hutan, ke depan In Shaa Allah lahan hutan Indramayu untuk kesejahteraan rakyat Indramayu. Irigasi juga akan memadai. Pemasaran produk-produk pertanian akan diterima dengan baik. Pupuk, obat, bibit terjangkau. Jika kami terpilih sebagai pelayan masyarakat Indonesia,” kata Sandi.

Keluhan juga disampaikan oleh Bu Yoyok. Pengusaha kue ini mengeluhkan harga terigu yang naik dan harga Gas serta kelangkaan premium di daerahnya. Menurut Yoyok, ini tragis. Padahal Indramayu dangat dekat dengan pemgolahan minyak dan gas.

“Gas itu katanya harga perkilo enambelas ribu 16000 sampai ke kami dua puluh satu. Di SPBU kami juga susah dapat premium, yang dijualnya malah pertalite, hidup susah Pak. Padahal katanya Indramayu kaya minyak dan gas,” jerit Bu Yoyok.

“Jeritan Ibu Yoyk, jeritan seuruh emak-emak di Indonesia. In Shaa Allah Indramayu ada Gas dan minyak, harusnya ketersediaan itu ada. Jika Prabowo Sandi jadi presiden dan wakil presiden di 2019, in Shaa Alah dolar turun, harga bbm dan gas juga stabil,” jawab Sandi. (dam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

POLITIK

Curhat Peternak Lele dan Emak-Emak pada Sandiaga Uno di Indramayu

Published

on

Calon Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno saat bertemu para pekerja budidaya lele di Indramayu, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). 

Apakabarnews.com, Indramayu – Toto Warnoto pemilik sentra budidaya ikan lele mengeluhkan  pakan yang sudah mencapai sepuluh ribu rupiah perkilogram. Hal ini disampaikannya di acara Temu dan Bincang Sentra Budidaya Lele bersama Sandiaga Salahuddin Uno di Karang Sinom Blok 1 RT 01/RW 02, Desa Karanganyar Kecamatan kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (18/12/2018). 

“Pergerakan dolar, berpengaruh pada harga pakan. Bahan baku pakan yang masih impor berpengaruh dari nilai rupiah yang lemah. Kami berharap jika nanti Pak Sandi, In Shaa Allah jadi cawapres tahun 2019, bisa memberikan Kontribusi agar  harga pakan lele murah dan stabil,” terang Toto. 

BACA JUGA : Sandiaga Uno Bertemu Mantan Pengasuh Anaknya di Banjarnegara

Menurut Toto, inilah yang membuat pengusaha, petani dan pekerja budidaya lele mengeluh karena perndapatannya turun. Akibat rupiah melemah, menciptakan efek yang beruntun. 

“Para pengusaha budidaya punya petani, petani  ada pekerja, para pekerja punya keluarga yang harus dihidupi dinafkahi. Sekarang hidup tambah berat. Harga jual lele mahal, omset perdagangan lele turun, termasuk para pembeli pakan menurun,” ucap Toto panjang lebar. “Kami serahkan nasib semua budidaya lee di Indramayu  kepada Pak Sandi,” lanjutnya. 

Sandi mengaku akan menampung keluhan Pak Toto. Dia minta didaakan agar tidak. menjadi politisi Pil KB. “Ini amanah, doakan kami  jangan jadi politisi pil KB. Tahu kan  beda pil KB dan Pilores? Kalau Pil KB, lupa jadi, kaau pilprex sudah jadi lupa,” kata Sandi. 

Sementara otu Ibu Hanifah,  pemilik akademi Migas di Indramayu, berharap Sandi bisa menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi biat Emak-emak. Menurut Hanifah, banyak  perempuan di Indramayu menjadi pekerja di luar negeri. Sehingga banyak para suaminya kawin lagi. 

“Indramayu ini kaya pak. Ada pertanian, laut dan minyak. Tapi banyak yang  cari kerja di luar negeri karena susah hidupnya. Ini juga pekerjaan rumah buat bapak. Tolong pak,” kata Hanifah. 

“Saya alan tampung semuanya. Ini memang menjadi fokus kami, penciptaan dan penyediaan lapangan kerja dan menjaga harga-harga kebutuhan pokok yang terjangkau serta stabil,” kta Sandi yang senpat menebar beibih lele ke kolam. (dam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending