Connect with us

SEKTOR RIIL

Bakal Ada Mobil ASEAN?

Published

on

Mobil ASEAN yang dimaksud adalah kendaraan yang diproduksi dengan 40 persen komponen dari negara ASEAN.

Apakabarnews.com, Jakarta – Setelah cukup lama tidak terdengar tentang mobil ASEAN, Indonesia dan Malaysia menyepakati untuk berkolaborasi mengembangkan industri otomotif hingga mampu menciptakan mobil ASEAN, melalui penandatanganan sebuah Memorandum of Agreement (MoA).

“Iya, kami ingin nanti arahnya untuk menciptakan mobil ASEAN,” kata Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurutnya, mobil ASEAN yang dimaksud adalah kendaraan yang diproduksi dengan 40 persen komponen-komponennya berasal dari negara-negara ASEAN.

“Ada yang namanya ASEAN content. Nah, ASEAN content ini terdiri dari komponen yang diproduksi di masing-masing negara. Sehingga kalau sudah mencapai 100 persen komponennya, itu sudah disebut mobil ASEAN,” ujar Made.

Made menyampaikan, untuk mewujudkan hal itu, industri komponen asal Indonesia akan menjalin joint venture (usaha patungan) dengan industri komponen asal Malaysia untuk mengembangkan produk komponen yang dibutuhkan industri otomotif kedua negara.

Selain itu, usaha patungan tersebut akan diperdalam dengan melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk otomotif yang dibutuhkan negara-negara di ASEAN.

Hingga saat ini, ada tiga industri komponen asal Indonesia yang siap menjalin usaha patungan dengan industri komponen dari Malaysia.

“Dua dari anggota PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif), satu lainnya di luar PIKKO,” ungkap Made.

Sementara itu, Chief Executive Officer Malaysia Automotive Institute (MAI) Dato’ Madani Sahari menyampaikan bahwa potensi industri komponen kedua negara sangat besar untuk dikolaborasikan.

“Jika digabungkan bisa mencapai 90 persen untuk memenuhi kebutuhan komponen di ASEAN. Sangat besar,” ujar Madani.

Untuk itu, Dirjen Industri Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengharapkan keduanya mampu menciptakan pusat riset dan pengembangan untuk industri otomotif ASEAN.

“Sehingga dari situlah akan muncul produk-produk bersama. Mereka akan mengidentifikasi, industri komponen mana saja yang layak untuk dikolaborasikan,” pungkas Putu. (spg)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Dua Mobil Tangki Pertamina Terparkir di Halaman Monas

Published

on

Dua mobil tangki Pertamina tampak dari kejauhan terparkir di halaman Monas, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Apakabarnews.com, Jakarta – Dua unit mobil tangki Pertamina yang diinformasikan dibajak, terparkir di area halaman Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.

Berdasarkan pantauan ANTARA di area Monas, seberang Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019) nampak ratusan pegawai Pertamina Patra Niaga berseragam biru muda bersiap melakukan unjuk rasa.

Diinformasikan sebelumnya, dua unit mobil tangki milik PT Pertamina yang telah dibajak orang tak dikenal pagi ini pukul 05.00 WIB, sudah dalam penanganan Polisi.

“Benar mobil Pertamina dibajak, namun sekarang sudah dalam penanganan Polisi,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia ketika dihubungi ANTARA, di Jakarta, Senin.

Menurutnya, penjelasan atau penanganan lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Dua mobil tangki PT Pertamina sekitar pukul 05.00, Senin pagi tadi dihadang dan dilarikan orang tidak dikenal menuju arah Istana Merdeka.

Dari pantauan GPS, dua mobil tangki itu mengarah ke Istana Merdeka.

Dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu berukuran 32 Kilo Liter (KL). Dalam dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.

“Kami telah menerima laporan adanya penghadangan dan perampasan mobil tangki yang sedang mengangkut bioslar. Kami sudah melapor pada aparat kepolisian,” kata Ayulia.

Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing ber plat polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU dan dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

“Pak Cepi sudah diketahui keberadaannya dan sedang dalam perjalanan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelas Ayulia.

Dipaparkan, penghadangan dan perampasan itu terjadi saat mobil tangki akan mengirim biosolar tujuan SPBU area Tangerang.

Saat hendak memasuki pintu Toll Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopir atau awak mobil tangki.

“Sopir atau awak mobil tangki itu diancam dan dipaksa turun. Mobil tangki dikuasai oleh kelompok perampas yang mengatakan mereka akan menuju Istana Negara,” kata Ayulia. (asn)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Sudah Ditangani Polisi, Ini Kronologi Pembajakan Mobil Tangki Pertamina

Published

on

Dua unit mobil tangki Pertamina di depan Istana Merdeka.

Apakabarnews.com, Jakarta – Dua unit mobil tangki milik PT Pertamina yang telah dibajak orang tak dikenal pagi ini pukul 05.00 WIB, sudah dalam penanganan Polisi.

“Benar mobil Pertamina sudah dibajak, namun sekarang sudah dalam penanganan Polisi,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia kepada ANTARA, di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Menurutnya, penjelasan atau penanganan lebih lanjut masih menunggu hasil penyelidikan dari pihak kepolisian.

Dua mobil tangki PT Pertamina sekitar pukul 05.00 WIB Senin pagi tadi dihadang dan dilarikan orang tidak dikenal menuju arah Istana Merdeka.

Dari pantauan GPS, dua mobil tangki itu mengarah ke Istana Merdeka.

Dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu berukuran 32 Kilo Liter (KL). Dalam dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.

“Kami telah menerima laporan adanya penghadangan dan perampasan mobil tangki yang sedang mengangkut biosolar. Kami sudah melapor pada aparat kepolisian,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia.

Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing bernomor polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU dan dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

“Pak Cepi sudah diketahui keberadaannya dan sedang dalam perjalanan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelas Ayulia.

Dipaparkan, penghadangan dan perampasan itu terjadi saat mobil tangki akan mengirim biosolar tujuan SPBU area Tangerang.

Saat hendak memasuki pintu Toll Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopor alias awak mobil tangki.

“Sopir atau awak mobil tangki itu diancamn dan dipaksa turun. Mobil tangki dikuasai oleh kelompok perampas yang mengatakan mereka akan menuju Istana Negara,” Kata Ayulia. (asn)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Dua Mobil Tangki Pertamina Dibajak ke Depan Istana Merdeka

Published

on

Dua unit mobil tangki Pertamina di depan Istana Merdeka.

Apakabarnews.com, Jakarta – Dua mobil tangki PT Pertamina sekitar pukul 05.00, Senin pagi tadi dihadang dan dilarikan orang tidak dikenal menuju arah Istana Merdeka.

“Benar mobil tangki Pertamina telah dibajak,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (18/3/2019).

Dari pantauan GPS, dua mobil tangki itu mengarah ke Istana Merdeka.

Dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu berukuran 32 Kilo Liter (KL). Dalam dua mobil tangki BBM itu berisi biosolar dalam kondisi penuh.

“Kami telah menerima laporan adanya penghadangan dan perampasan mobil tangki yang sedang mengangkut bioslar. Kami sudah melapor pada aparat kepolisian,” kata Humas PT Pertamina Patra Niaga Ayulia.

Ayulia menambahkan, dua mobil tangki yang dihadang dan dilarikan itu masing-masing ber plat polisi B 9214 TFU dan B 9575 UU dan dikemudikan Muslih bin Engkon dan Cepi Khaerul.

“Pak Cepi sudah diketahui keberadaannya dan sedang dalam perjalanan melaporkan ke Polda Metro Jaya,” jelas Ayulia.

Dipaparkan, penghadangan dan perampasan itu terjadi saat mobil tangki akan mengirim biosolar tujuan SPBU area Tangerang.

Saat hendak memasuki pintu Toll Ancol, tiba-tiba ada sekelompok orang sekitar 10 orang turun dari sebuah mobil sejenis pick up mengambil alih kemudi sambil membentak-bentak sopor alias awak mobil tangki.

“Sopir atau awak mobil tangki itu diancamn dan dipaksa turun. Mobil tangki dikuasai oleh kelompok Perampas yang mengatakan mereka akan menuju Istana Negara,” Kata Ayulia. (asn)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending