Connect with us

SPORT

Latih Daya Tahan dan Kekuatan, Timnas Sepeda Lakoni “Altitude Training”

Published

on

Tim nasional balap sepeda yang akan berlaga di Asian Games 2018 telah menjalani altitude training.

Apakabarnews.com, Jakarta – Tim nasional balap sepeda yang akan berlaga di Asian Games 2018 telah menjalani altitude training atau latihan di ketinggian untuk melatih daya tahan dan kekuatan.

Manajer Pelatnas Ikatan Sepeda Sports Indonesia (PB ISSI) Budi Saputra ketika dihubungi di Jakarta mengungkapkan bahwa latihan ketinggian itu dijalani timnas balap sepeda ketika berlatih di Melbourne, Australia bulan lalu.

“Progres anak-anak sangat bagus karena di sana ada satu program yaitu altitude training yang dilakukan di ruangan…. Itu yang membuat anak-anak berbeda,” kata Budi.

Di dalam ruangan simulasi tersebut, pebalap nasional Aiman Cahyadi dkk. menjalani simulasi latihan seolah-olah mereka berada di ketinggian 3.500 meter di atas permukaan laut dengan kadar oksigen 14 persen.

Setelah menjalani latihan tersebut, progres Aiman pun terlihat ketika mengikuti kejuaraan Australia Nasional Series, ungkap Budi.

Di hari pertama kejuaraan, Aiman berada di urutan 8. Kemudian pada hari kedua, di 5 km terakhir, Aiman berada di posisi empat, namun sayang rantai sepedanya putus.

Aiman Cahyadi, Jamal Hibatullah, Dadi Suryadi, Robin Manullang, dan Adrian Hidayat disiapkan untuk membela Indonesia dalam cabang olahraga balap sepeda nomor road race Asian Games 2018 yang akan digelar di Subang, Jawa Barat.

Budi mengungkapkan bahwa altitude training bukan disiapkan semata-mata untuk balapan di Subang, yang ketinggiannya kurang dari 1.500 meter.

“Ini memang untuk kekuatan mereka, untuk daya tahan mereka agar performanya naik. Jadi apa pun, dan di mana pun arenanya, latihan ini akan sangat menunjang,” kata Budi.

Timnas balap sepeda sudah kembali ke Indonesia pada 1 Agustus setelah menjalani kamp pelatihan dan tryout di Melbourne.

“Pada intinya perkembangan di Australia cukup bagus…. Itu sebagai modal kita,” tambah pelatih kepala timnas balap sepeda Dadang Haris Purnomo. (aes)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

SPORT

Peserta Superliga 2018 Diajak Piknik ke Borobudur

Published

on

Peserta kejuaraan bulu tangkis Blibli Superliga Junior 2018 terutama atlet asing mendapatkan tambahan agenda yaitu diajak piknik oleh penyelenggara ke Candi Borobudur.

Apakabarnews.com, Magelang – Peserta kejuaraan bulu tangkis Blibli Superliga Junior 2018 terutama atlet asing mendapatkan tambahan agenda yaitu diajak piknik oleh penyelenggara ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (19/10/2018).

Pebulutangkis muda yang mendapatkan kesempatan melihat dari dekat salah satu peninggalan bersejarah di Indonesia dan pernah masuk dalam tujuh keajaiban dunia itu diantaranya berasal dari Taiwan, India dan Thailand.

Salah satu pebulutangkis yang mendapatkan kesempatan ke Candi Borobudur adalah Denis Srivastaka. Atlet asal India itu mengaku kagum dengan keberadaan candi tersebut. Tak ketinggalan, Denis juga mengabadikan kunjunganya ke candi terbesar di Indonesia itu.

“Ini berkaitan dengan kultur budaya, indah dan menakjubkan, hampir sama dengan negara saya, India. Saya kagum melihat keindahan dan kemegahan Candi Borobudur ini. Saya senang dan bangga bisa datang dan berada di sini,” kata Denis seperti dilansir pihak penyelenggara kejuaraan.

Hal sama dikatakan pebulutangkis asal Taiwan, Chien Tzu Huang. Bagi pemain tunggal putri Keelung High School ini, bisa melihat langsung keindahan Candi Borobudur akan menjadi pengalaman seumur hidup yang tidak akan terlupakan.

“Candi Borobudur sangat cantik ketika dilihat secara langsung. Saya sangat senang sekali bisa kesini. Ini pertama kalinya dalam hidup saya melihat salah satu keajaiban dunia. Pengalaman ini tidak akan terlupakan,” kata Chien.

Candi Borobudur merupakan salah satu unggulan pariwisata di Jawa Tengah. Bangunan candi sendiri dihiasi sekitar 2.672 ukiran relief dan 600 patung serta stupa Buddha yang dinilai sebagai keajaiban karya manusia dan tidak bisa ditemui di tempat yang lain.

Blibli Superliga Junior 2018 diikuti 13 klub baik dari dalam maupun luar negeri dan bersaing untuk memperebutkan piala bergengsi dari dua kategori usia yaitu U-17 dan U-19 baik putra maupun putri. Sistim ini akan menggunakan format kejuaraan Thomas Cup dan Uber Cup. Setiap tim terdiri dari 10 pemain putra dan 10 pemain putri.

Pada kategori U-19, piala yang diperebutkan adalah Piala Liem Swie King untuk sektor putra dan Piala Susy Susanti untuk putri. Sementara itu, perubahan nama piala terjadi di kategori U-17. Jika pada tahun sebelumnya piala yang diperebutkan ialah Piala Superliga Junior, tahun ini peyelenggara mengabadikan nama Hariyanto Arbi sebagai piala untuk U-17 putra dan Yuni Kartika untuk putri.

Sementara itu manajer tim PB Djarum, Fung Permadi mendorong pemainnya bermain dengan lepas agar performa yang dimiliki bisa maksimal. Apalagi lawan yang dihadapi sering bertemu di Sirnas.

“Di fase grup banyak atlet kita yang tertekan untuk bertanding di format beregu. Makanya kami instruksikan semuanya bermain lepas dan menunjukkan performa maksimal,” katanya. (bay)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SPORT

Kevin/Marcus Lewati Rintangan Pertama Denmark Terbuka

Published

on

Pasangan atlet bulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon melewati rintangan pertama turnamen Denmark Terbuka 2018 setelah mengalahkan pasangan China He Jiting/Tan Qiang.

Pasangan Indonesia yang akrab disapa Minions itu, seperti dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam (17/10/2018), dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang atas He/Tan dalam dua gim 21-19, 22-20 selama 30 menit permainan.

Pertemuan itu menjadi kemenangan kedua bagi Minions dari tiga pertemuan dengan pasangan China peringkat 15 dunia itu. Kevin/Marcus kalah dari He/Tan pada turnamen Malaysia Terbuka 2018. Tapi, wakil Indonesia itu menang pada turnamen Jepang Terbuka 2018.

“Pasangan muda China memang banyak yang bagus. Mereka punya tenaga yang kuat, pertahanan rapat, dan tidak mudah untuk menekan mereka,” kata Marcus setelah pertandingan di Odense, Denmark seperti tercantum dalam situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sinyo, sapaan Marcus, mengaku masih beradaptasi dengan lapangan di Odense, termasuk kok yang kencang dan melintir.

“Kami lebih siap bermain hari ini sejak awal karena tidak mudah bagi kami untuk melawan mereka. Kami juga tidak boleh lengah,” kata Kevin.

Kevin mengaku masih banyak melakukan kesalahan dalam serangan karena banyak kok yang keluar garis lapangan. Koknya kencang dan saya kesulitan untuk mengendalikannya,” kata Kevin.

Pasangan Merah-Putih peringkat pertama dunia itu mengaku target gelar juara di Denmark setelah gagal meraih posisi itu pada 2017. Kevin/Marcus menempati posisi runner-up pada Denmark Terbuka 2017 setelah kalah dari pasangan China Zhang Nan/Liu Cheng.

“Tentu kami ingin juara kali ini. Pada setiap turnamen, kami juga ingin menjadi juara. Tapi, kami tidak ingin berpikir terlalu jauh dan hanya melewati satu per satu pertandingan,” kata Kevin.

Sebelumnya, pasangan putra senior Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan telah melangkah ke putaran kedua turnamen tingkat Super 750 itu dengan menyingkirkan pasangan Taiwan Lee Jhe-Huei/Lee Yang 21-18, 19-21, 21-13 selama 41 menit permainan.

Hasil menang juga dipetik ganda Berry Angriawan/Hardianto yang menundukkan pasangan unggulan enam tuan rumah Mads Conrad Petersen/Mads Pieler Kolding tiga gim 13-21, 21-19, 21-15 selama 68 menit permainan. (mam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SPORT

Owi/Butet Menang pada Laga Pertama Denmark Terbuka

Published

on

Pasangan bulu tangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir.

Apakabarnews.com, Jakarta – Ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menang pada laga pertama turnamen Denmark Terbuka 2018 atas pasangan Inggris Ben Lane/Jessica Pugh yang berlangsung di Odense, Denmark, Rabu waktu setempat.

Pasangan atlet Indonesia yang akrab disapa Owi/Butet itu, seperti dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam (17/10/2018), dari situs resmi Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), menang dalam dua gim langsung 21-11, 21-16 selama 30 menit permainan turnamen tingkat Super 750 itu.

Ganda campuran andalan Merah-Putih itu mengaku seringkali tertinggal dari lawan pada awal permainan sebagaimana terjadi pada gim pertama 1-6 meskipun mereka mampu menuntaskan permainan dalam dua gim sekaligus.

“Kami memang sering lambat untuk bermain. Kami baru tersadar ketika sudah tertinggal jauh 1-6. Semestinya kami dapat langsung fokus. Tapi, pertandingan pertama selalu ada penyesuaian,” kata Liliyana selepas pertandingan seperti tercantum dalam situs Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Meskipun menjadi salah satu pasangan andalan, Butet, sapaan Liliyana, mengaku beban meraih target juara bukan terletak pada pundaknya bersama Tontowi di Denmark.

Tapi, pasangan Juara Olimpiade Rio 2016 itu tentu juga ingin memiliki target pribadi dalam turnamen berhadiah total 775 ribu dolar AS itu. “Rasa penasaran pasti ada karena kami belum pernah juara di sini. Kami tetap ingin jadi juara, tapi itu tidak mudah karena banyak pemain-pemain muda dengan persaingan yang sengit di sini,” kata Butet.

Pada pertandingan putaran kedua, Owi/Butet akan melawan pasangan Jerman Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich yang menyingkirkan wakil Taiwan Lee Yang/Hsu Ya Ching dalam dua gim 21-13, 21-17 pada pertandingan pertama.

“Bagi kami, semua lawan itu berat. Tapi, itu tidak berarti kami menganggap lawan enteng pada sebelumnya. Kami akui dari kecepatan dan stamina memang menurun,” kata Butet.

Sebelumnya, pasangan lain campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi/Debby Susanto melaju ke putaran kedua dengan menaklukkan pasangan China Zhang Nan/Li Yinhui 21-15, 21-15 selama 36 menit permainan.

Pasangan lain Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja juga melangkah ke putaran kedua. Mereka menang atas pasangan Prancis Ronan Labar/Audrey Fontaine 21-11, 21-11 selama 24 menit permainan.

Sementara, pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus tersingkir dari turnamen Denmark Terbuka 2018 setelah kalah dari pasangan unggulan pertama asal China Zheng Siwei/Huang Yaqiong 14-21, 7-21 selama 26 menit permainan. (mam)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending