Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Pemkot Mataram Gelar Istighatsah Terhindar dari Gempa

Published

on

Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan istighotsah bersama jajaran pejabat dan aparatur sipil negara.

Apakabarnews.com, Mataram – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan istighotsah bersama jajaran pejabat dan aparatur sipil negara di kota itu agar bisa terhindar dari gempa bumi susulan dan berbagai bencana lainnya.

“Istighotsah ini dihajatkan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT agar Kota Mataram, NTB dan negara ini bisa terhindar dari berbagai bencana yang saat ini masih mengkhawatirkan,” kata Wakil Wali Kota Mataram Mohan Roliskana di Mataram, Jumat (10/8/2018).

Kegiatan istighotsah dilaksanakan di halaman kantor Wali Kota Mataram, dengan membaca Surah Yasin dirangkaikan dengan zikir dan doa bersama.

“Kita berharap melalui kegiatan ini, Mataram dan NTB pada umumnya bisa kembali aman dan kondusif serta masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal,” katanya.

Menurutnya, gempa bumi yang mengguncang daerah ini pada Minggu malam dengan kekuatan 7,0 skala richter (SR) dan beberapa kali gempa susulan yang kekuatannya semakin kecil, berdampak pada semua sektor di kota ini.

Akibat gempa bumi tersebut kerusakan fasilitas pemerintah dan milik pribadi mencapai ribuan unit. Data terakhir tercatat 533 unit fasilitas umum, pemerintah dan milik pribadi rusak berat, 1.526 unit rusak sedang dan 2.386 unit rusak ringan.

“Selain itu, juga berdampak pada terus meningkatnya jumlah warga yang mengungsi karena takut terjadi gempa susulan. Informasi terakhir jumlah pengungsi kini tercatat 66.674 jiwa,” katanya menyebutkan.

Menurut dia, pengungsi yang ada di Kota Mataram bukan pengungsi permanen seperti kasus-kasus seperti korban gempa bumi di Kabupaten Lombok Utara yang bangunan rumah dan fasilitas umumnya runtuh total.

Kalau pengungsi di Mataram hanya untuk penyelamatan sementara, sehingga jumlah pengungsi di malam hari meningkat signifikan.

“Tetapi memang kita juga mengimbau masyarakat untuk tidak berada di dalam rumah untuk antisipasi gempa susulan, jadi mau tidak mau mereka berada di luar rumah,” katanya. (nir)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NUSA TENGGARA BARAT

Sandiaga Uno Kunjungi Korban Gempa Lombok

Published

on

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi para korban gempa bumi di Dusun Wadon, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/8/2018).

Apakabarnews.com, Lombok Barat  РBakal calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi para korban gempa bumi di lokasi pengungsian yang berada di SDN 2 Kekait di Dusun Wadon, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Rabu (15/8/2018).

Selain meninjau posko pengungsian, Sandiaga Uno menyempatkan diri bersalaman serta berbincang dengan warga dan juga anak-anak yang menjadi korban gempa.

Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Sandi itu juga menyerahkan sejumlah paket bantuan, berupa kebutuhan sembako, air mineral dalam kemasan, mie instan, peralatan masak, beras dan kebutuhan logistik lainnya.

“Saya datang ke Lombok untuk ikut merasakan penderitaan masyarakat yang ditimpa bencana gempa, sehingga kehadiran kami paling tidak bisa meringankan beban warga yang di antaranya adalah anak-anak,” katanya.

Ia mengharapkan warga Lombok segera pulih dan bisa bangkit kembali serta bersemangat dalam menjalani hidup pascabencana. Mengingat, NTB khususnya Pulau Lombok menjadi destinasi pariwisata unggulan di tanah air.

“Kita turut bersimpati, begitupun seluruh bangsa dan negara ini terhadap musibah yang di alami warga Lombok. Termasuk, Pak Prabowo juga menyampaikan salam kepada warga Lombok, karena tidak bisa hadir, namun beliau berempati dengan kejadian ini,” ujar Sandi.

Sementara itu, terkait masih minimnya bantuan, seperti terpal, popok bayi, dan logistik lainnya, ia berharap bantuan untuk para korban gempa di Lombok dapat terus mengalir. Sehingga, bisa meringankan hidup korban di lokasi-lokasi pengungsian.

“Kita harap masyarakat tetap tabah. Kita doakan anak dapat kembali sekolah dan lapangan kerja terbuka serta harga pangan bisa terjangkau,” katanya. (nur)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Mataram Segera Miliki Rumah Sakit Sementara

Published

on

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr Herman Mahaputra.

Apakabarnews.com, Mataram – Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat segera memiliki rumah sakit (RS) sementara untuk memperluas sekaligus mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat pascagempa bumi yang melanda daerah tersebut.

“Pembangunan rumah sakit sementara ini merupakan kebijakan dari pemerintah terhadap rumah sakit yang terdampak bencana alam, seperti halnya di Aceh,” kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, dr Herman Mahaputra di Mataram, Selasa (14/8/2018).

Ia menambahkan RS sementara itu direncanakan dibangun di kawasan Jalan Lingkar Selatan di atas lahan sekitar dua hektare. Pemerintah kota diminta untuk menyewa lahan sedangkan pembangunan fisik dan pengadaan alat kesehatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kementerian PUPR.

“Jadi kita di daerah tinggal terima jadi dan menempati, dan tidak ada dana sepeserpun yang akan kita keluarkan untuk pembangunan fisik,” ujarnya.

Menurutnya ke depan RS sementara ini akan menjadi RS satelit sebab rumah sakit tersebut dilengkapi dengan semua poliklinik dan pelayanan kesehatan standar sebuah rumah sakit sedangkan RSUD Mataram tetap menjadi RS induk.

“Jika tidak ada halangan, RS sementara akan mulai dibangun minggu depan dalam waktu empat minggu atau satu bulan,” ujarnya.

Dia menampik alasan pemerintah membangunkan RS sementara karena kondisi konstruksi bangunan RSUD Mataram pascagempa bumi mengkhawatirkan, sebab berdasarkan hasil kajian tim teknis, kondisi bangunan RSUD Kota Mataram masih bagus meskipun ada retak sedikit di beberapa bagian.

“Tetapi Kementerian PUPR mensyaratkan sebuah RS tidak boleh ada retak-retak sehingga ini menjadi beban pemerintah untuk segera membuat RS sementara,” katanya.

Menyinggung berapa lama RS sementara itu akan digunakan, dr Jack begitu Direktur RSUD Mataram ini akrab disapa mengatakan, sejauh ini pihaknya belum ada kejelasan batas RS sementara beroperasi.

“Kalau melihat jangka waktu sewa lahan, kita hanya diminta menyewa dalam waktu dua tahun,” katanya. (nir)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Korban Jiwa Akibat Gempa Lombok Tambah Menjadi 436

Published

on

Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 436 orang pada Senin (13/8/2018).

Apakabarnews.com, Jakarta – Jumlah korban jiwa akibat gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat, bertambah menjadi 436 orang pada Senin (13/8/2018), kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

“Jumlah tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh kepala desa dan bintara pembina desa. Korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian tercatat 259 orang,” kata Sutopo dalam pernyataan tertulis, Senin (13/8/2018).

Sutopo mengatakan jumlah korban meninggal dunia paling banyak di Kabupaten Lombok Utara (374) disusul Kabupaten Lombok Barat (37), Kabupaten Lombok Timur (12), Kota Mataram (sembilan), Kabupaten Lombok Tengah (dua) dan Kota Denpasar (dua).

“Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa. Evakuasi korban yang tertimbun bangunan runtuh dan longsor masih dilakukan oleh tim pencarian dan pertolongan gabungan,” jelasnya.

Selain itu gempa menyebabkan 1.353 orang terluka, dengan 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban terluka juga paling banyak ada di Lombok Utara (640).

Penyaluran bantuan ke pengungsi menurut Sutopo masih dilanjutkan ke seluruh pelosok daerah yang terdampak gempa. Jalan yang rusak membuat penyaluran bantuan terhambat.

Untuk mengatasi masalah itu, tiga helikopter dari BNPB, TNI dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) dikerahkan untuk menyalurkan bantuan.

“Kebutuhan mendesak hingga saat ini adalah tenda, selimut, makanan siap saji, terpal alas tidur, mandi-cuci-kakus, air bersih, perbaikan jaringan komunikasi, penerangan atau listrik, kendaraan untuk distribusi logistik, dan kebutuhan dasar sehari-hari,” kata Sutopo.

Setelah kena guncangan gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya diguncang gempa 7 Skala Richter pada 5 Agustus, yang disusul dengan banyak gempa susulan. Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga menghancurkan dan merusak ribuan bangunan rumah dan fasilitas publik. (dew)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending