Connect with us

NASIONAL

Prabowo Subianto Ungkap Kejadian Unik Saat Pendaftaran ke KPU Pusat

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Calon presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kejadian unik saat ia dan pasangannya Sandiaga Salahuddin Uno mendaftarkan diri ke KPU.

“Ada suatu kejadian unik pada hari ini, di hari ini ada putri presiden pertama RI putri proklamator kita, ada juga putri presiden RI kedua, ada juga 2 putra presiden RI yang ke-6 saudara-saudara,” kata Prabowo di gedung KPU Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Putri proklamator yang ia maksud adalah Rachmawati Soekarnoputri yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, sedangkan putri presiden RI kedua adalah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto yang juga mantan istri Prabowo.

Dua putra presiden ke-6 RI adalah Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Keempatnya mendampingi Prabowo dan Sandiaga untuk mendaftar ke KPU.

“Ini kehormatan besar bagi saya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada KPU yang sudah bekerja keras. Saya menitipkan harapan kader-kader semua partai dari seluruh Indonesia, kami titip masa depan seluruh rakyat Indonesia di pundak KPU, demokrasi menurut keyakinan kami semua adalah satu-satunya sistem pemerintahan yang terbaik dari yang ada,” tutur Prabowo.

Menurut Prabowo, pergantian pemerintahan dan pimpinan baik bupati, wali kota bahkan kepala desa hingga gubernur dan presiden harus berjalan aman, damai dan jujur.

“Apapun keputusan rakyat harus kita hormati karena itu dalam hal ini masa depan nasib bangsa berada di pundak KPU, KPU punya tugas sangat berat, KPU harus menjaga keadilan, kejujuran, kebersihan dari pemilu. Pemilihan melalui kotak suara adalah kedaulatan rakyat, jangan sekali-kali kita menghina hak rakyat, mencurangi hak rakyat, biar rakyat yang berdaulat dan menentukan nasib,” ucap Prabowo.

Prabowo mengaku hanya ingin berkuasa dengan izin rakyat Indonesia.

“Kami ingin berkuasa untuk mengabdi kepada rakyat Indonesia, kami ingin agar tidak ada orang lagi yang lapar di Indonesia, tidak boleh ada orang miskin di Indonesia, tidak boleh keadilan tidak sampai ke seluruh rakyat Indonesia. Saya kira itu tekad kami, hasrat kami, terima kasih KPU,” tambah Prabowo.

Prabowo-Sandiaga di antarkan oleh para ketua umum partai pendukung yaitu Ketua Umum Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman, Ketum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan, Komandan Satuan Tugas Bersama Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (menggantikan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono).

Selanjutnya hadir juga Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Sekjen PKS Mustafa Kemal, Sekjen PAN Eddy Soeparno, Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Berkarya Priyo Budi Santoso.

Hadir juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, politikus Partai Gerindra, Rachmawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya, Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, Waketum Gerindra, Fadli Zon, politikus Gerindra, Habiburokhman, istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno, politikus PKS, Aboe Bakar Al Habsyi, Ketua Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri, politikus PAN, Dedi Gumelar, dan lainnya.

Prabowo-Sandiaga tersebut disambut Ketua KPU Arief Budiman dan Komisioner KPU yaitu Pramono Ubaid Thanthowi, Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Hasyim Asy`ari, Viryan dan Evi Novida Ginting Manik beserta Ketua Bawaslu Abhan dan komisioner Bawaslu serta Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Harjono, dan para anggotanya.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi berdasarkan Peraturan KPU Nomor 22/2018 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden.

Sejumlah syarat itu, misalnya, surat pencalonan yang ditandatangnai oleh pimpinan partai politik atau para pimpinan gabungan partai politik; surat pernyataan bermaterai berisi 14 butir pernyataan yang salah satunya adalah mengajukan permohonan izin kepada presiden bagi gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati; daftar riwayat hidup; tanda terima penyerahan LHKPN dari KPK; surat keterangan dari kepolisian; surat keterangan dari pengadilan; ijazah dan keterangan lain.

Dokumen persyaratan itu dibuat dalam 2 rangkap. Setelah pendaftara, KPU akan melakukan verifikasi hingga 24 Agustus 2018. (des)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NASIONAL

Sandiaga Sampaikan ke KPK Bantah Beri Mahar

Published

on

Calon Wakil Presiden RI 2019, Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bakal Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa dirinya membantah memberikan mahar Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Sandiaga mendatangi Gedung KPK RI, Jakarta, Selasa (14/8/2018) untuk melaporkan harta kekayaannya. Sandiaga pun diterima langsung oleh Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK Cahya Harefa.

“Tadi saya sampaikan kepada Pak Cahya bahwa saya membantah dan saya menggarisbawahi bahwa tidak benar bahwa ada yang menjadi ungkapan yang selama ini ada di masyarakat,” kata Sandiaga usai melaporkan harta kekayaannya.

Sebelumnya, Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief mengatakan bahwa Sandiaga yang memberikan mahar Rp500 miliar tersebut.

Lebih lanjut, Sandiaga pun menghargai pelaporan harta kekayaan tersebut.

Adapun salah satu syarat untuk mencalonkan sebagai presiden dan wakil presiden adalah tanda terima LHKPN.

“Saya menghargai proses ini dan saya ingin pemilu kita ke depan tentunya transparan, bersih, dan menjawab aspirasi masyarakat agar percepatan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi dalam membuka lapangan kerja dan memastikan harga harga bahan pangan dan bahan pokok ini terjangkau dengan ‘good governance’ dengan ‘best practice’,” katanya.

Dalam melaporkan harta kekayaannya, Sandiaga juga ditemani oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

Sudirman mengaku menjadi salah satu anggota tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto/Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

“Saya bantu Pak Sandi beberapa hal, yang jadi garis bawah itu ‘kan Pak Sandi dan Prabowo ingin pemilu berjalan dengan baik. Bahkan, dalam urusan keuangan itu dikelola dengan transparan dan dimulai hari ini dengan laporan kekayaannya. Jadi, tidak ada cerita mahar dan pemberikan apa pun,” ucap Sudirman. (bfd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

Sandiaga Datangi Gedung KPK Lapor Harta Kekayaan

Published

on

Calon Wakil Presiden RI 2019, Sandiaga Uno.

Apakabarnews.com, Jakarta – Bakal Calon Wakil Presiden RI Sandiaga Salahuddin Uno mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (14/8/2018) untuk melaporkan harta kekayaannya.

Sandiaga tiba di gedung KPK sekitar pukul 13.00 WIB didampingi oleh mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said.

“Saya diantarkan sahabat saya Pak Sudirman melakukan pelaporan LHKPN melalui elektronik LHKPN. Seperti teman-teman tahu bahwa setiap tiga bulan saya melaporkan LHKPN dan hari ini melaporkan LHKPN. Melakukan koordinasi dalam rangkaian pencalonan, persyaratan dalam pencalonan sebagai cawapres,” kata Sandiaga.

Sandiaga diterima langsung oleh Direktur Pendaftaran dan Pemeriksaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK Cahya Harefa.

Ia mengaku bahwa setiap tiga bulan sekali melaporkan harta kekayaannya setelah dilantik sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

“Setiap tiga bulan sekali jadi mulai dari Oktober 2017 sampai dengan terakhir bulan Juni,” tuturnya.

Sandiaga juga menyatakan bahwa selalu terdapat perubahan terkait harta kekayaannya.

“Selalu ada perubahan karena jumlah yang dilaporkan itu sesuai dengan kurs dan juga sesuai dengan harga-harga di pasar modal. Jadi karena sebagian besar mungkin 90 persen dari pada yang dilaporkan itu tercatat di bursa dan ini juga menjadi perhatian kami maka setiap tiga bulan kami selalu melakukan pelaporan,” ungkap Sandiaga.

Sebelumnya, harta kekayaan Sandiaga Uno saat menyerahkan LHKPN ke KPK sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta pada 29 September 2016 adalah senilai Rp3,856 triliun dan 10,347 juta dolar AS.

Harta itu terdiri atas harta tidak bergerak senilai Rp113,516 miliar yang terdiri atas tanah dan bangunan di 58 lokasi di kota Jakarta Selatan, tanah di 2 lokasi di kota Tangerang, bangunan di Singapura dan bangunan di Washington DC.

Selain itu masih ada alat transportasi senilai Rp375 juta, logam mulia, barang seni dan antik serta benda bergerak lain sejumlah Rp3,2 miliar.

Sandiaga juga masih memiliki surat berharga senilai Rp3,721 triliun dan 1,287 juta dolar AS, giro dan setara kas lain senilai Rp12,899 miliar dan 30,247 juta dolar AS serta piutang senilai Rp13,834 miliar dan 2,465 juta dolar AS.

Namun Sandiaga masih memiliki utang senilai Rp8,441 miliar dan 23,653 juta dolar AS.

Adapun dasar hukum pelaporan kekayaan Capres dan Cawapres antara lain Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden di mana salah satu syarat untuk mencalonkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden adalah tanda terima LHKPN.

Kemudian juga Peraturan KPU Nomor 5 Tahun 2018 tentang perubahan atas Peraturan KPK Nomor 7 Tahun 2017 tentang tahapan, program, dan jadwal penyelenggaraan Pemilu Tahun 2019 serta Peraturan KPK Nomor 7 Tahun 2016 tentang pelaporan, pengumuman, dan pemeriksaan LHPKN. (bfd)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NASIONAL

PAN Usulkan Zulkifli Jadi Ketua Timses Prabowo – Sandiaga

Published

on

Calon Presiden dan Wakil Presiden 2019, Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) mengusulkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menjadi Ketua Tim Sukses pasangan bakal calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, karena dinilai memiliki kemampuan komunikasi lintas sektoral.

“Kami ingin berkontribusi aktif dan produktif dalam timses Prabowo-Sandi. Karena itu, sejak awal kami mengusulkan agar Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum PAN bisa didaulat menjadi ketua timses,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay di Jakarta, Selasa (14/8/2018).

Saleh menilai sosok Zulkifli selain memiliki banyak pengalaman, juga dinilai punya kemampuan komunikasi lintas sektoral yang sangat baik.

Kemampuan komunikasi itu menurut dia tidak hanya dengan organisasi kemasyarakatan (ormas), OKP, mahasiswa, buruh, petani, nelayan dan organisasi-organisasi profesi, tetapi dengan lintas partai, bahkan dengan partai-partai koalisi lainnya.

“Kita tentu terus berkomunikasi dengan parpol koalisi yang lain untuk mendorong usulan PAN tersebut. Semangatnya adalah ini gotong royong untuk meraih kemenangan sehingga semua harus didasarkan atas kerelaan dan persetujuan bersama,” ujarnya.

Sementara itu terkait posisi Zulkifli saat ini masih sebagai Ketua MPR, Saleh menilai itu tidak menjadi hambatan karena yang penting bagaimana membagi waktu dan peran secara baik.

Dia mengatakan saat ini Zulkifli sudah terbiasa dengan aktivitas yang cukup padat dan semuanya dapat dijalankan dengan baik sehingga tidak ada yang terganggu.

“Kalau jadi ketua timses, tentu akan lebih baik dan lebih tertata lagi,” katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan struktur tim pemenangan pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sedang dimatangkan, dan harus didiskusikan dengan empat parpol pengusung.

“Penyusunan tim pemenangan sedang dalam proses pembicaraan diantara partai pengusung, saat ini sedang kita bicarakan adalah struktur tim pemenangan,” kata Muzani di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Jakarta, Senin (13/8/2018). (ibl)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending