Connect with us

SEKTOR RIIL

Sektor Properti Menjadi Alat Ukur Pertumbuhan Nasional

Published

on

Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto.

Apakabarnews.com, Jakarta – Konsultan properti Colliers International menyatakan bahwa dari seluruh aspek perekonomian, maka sektor properti merupakan bidang yang paling efektif dalam mengukur tingkat pertumbuhan nasional.

“Pertumbuhan sektor properti paling efektif sebagai acuan dari pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia, Ferry Salanto, di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut dia, dibandingkan dengan pertumbuhan sektor lainnya seperti pertambangan, maka kecocokan pertumbuhan nasional paling pas dengan pertumbuhan properti.

Untuk itu, berbagai kebijakan pemerintah yang ada diharapkan dapat dilakukan untuk dapat menggairahkan pembangunan properti ke depannya.

Di tempat terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta seluruh anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) membantu pertumbuhan ekonomi di Tanah Air sesuai dengan perannya masing-masing, baik sebagai ekonom, akademisi, birokrat maupun profesional.

“Dengan empat macam profesi yang sebagian besar dilaksanakan ISEI ini, maka dapat membawa perubahan baik di kebijakan negara, kebijakan swasta dan tentu kemajuan bersama. Kombinasi itu tentu akan membawa ISEI ini punya andil besar bagi perekonomian kita semuanya,” kata Wapres Jusuf Kalla saat memberikan pidato kunci dalam Kongres ISEI ke-20 di Bandung, Rabu (8/8/2018) malam.

Wapres mengatakan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, yang secara keseluruhan mencapai 5,17 persen, masih berada di posisi tengah dibandingkan dengan negara-negara berkembang lainnya.

Sementara itu, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro masih optimistis dan memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 akan mencapai 5,2-5,3 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan target dalam APBN 2018 5,4 persen.

“Yang paling memungkinkan tahun ini kita tumbuh 5,2-5,3 persen,” ujar Bambang di Kantor Bappenas, Jakarta, Rabu (7/8/2018).

Menurut Bambang, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2018 yang mencapai 5,27 persen, dapat dijadikan momentum untuk tumbuh lebih tinggi di sisa kuartal tahun ini. (mrr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SEKTOR RIIL

Harga Cabai di Ternate Naik

Published

on

Harga cabai kriting dan cabai nona di Ternate, mengalami kenaikan.

Apakabarnews.com, Ternate – Harga cabai kriting dan cabai nona di Ternate, Maluku Utara (Malut) mengalami kenaikan menyusul berkurangnya stok akibat belum masuknya pasokan dari luar Ternate.

Pantauan Antara di Pasar Higinies Gamalama Ternate, Rabu (15/8/2018), menunjukkan harga cabai kriting yang sebelumnya Rp30.000 per kg naik menjadi Rp40.000 per kg, begitu pula cabai nona Rp30.000 naik menjadi Rp40.000 per kg.

Khususnya untuk nona harga Rp40.000 per kg itu masih dalam kategori normal, kecuali untuk cabai kriting sudah tergolong mahal, karena harga normalnya Rp30.000 per kg, bahkan tidak jarang hanya Rp20.000 per kg.

“Harga cabai nona dan cabai kriting tidak tertutup kemungkinan akan terus naik kalau stoknya masih terbatas, apalagi menghadapi lebaran Idul Adha permintaan konsumen meningkat,”kata salah seorang pedagang di Pasar Higinies Gamalama Ternate, Farida.

Sementara itu, untuk harga bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya masing-masing mencapai Rp30.000 per kg, kini naik menjadi Rp40.000 per kg, karena stoknya di pasaran masih terbatas Menurut Farida, harga bawang merah dan bawang putih itu, tidak tertutup kemungkinan akan naik lagi, karena ketersediaan stoknya di pasaran saat ini terbatas, tetapi ia mengharapkan agar nanti stoknya tetap tersedia karena kebutuhan masyarakat semakin tinggi.

Harga tomat yang sebelumnya sempat menembus di angka Rp20.000 per kg, kini telah turun ke harga normal Rp10.000 per kg, bahkan untuk tomat yang kualitasnya mulai menurun pedagang menjualnya seharga Rp8.000 per kg.

Sedangkan harga sayuran lainnya seperti wortel dan kentang yang sebelumnya hanya Rp12.000 per kg kini naik menjadi Rp15.000 per kg, sementara untuk kol bertahan di angka Rp10.000 per kg, begitu pula sayur sawi tetap Rp5.000 per ikat. (dul)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Toyota akan Tingkatkan Produksi dan Penjualan di Tiongkok

Published

on

Pusat produksi Toyota di Tianjin saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi sebanyak 510 ribu kendaraan per tahun.

Apakabarnews.com, Beijing – Toyota Motor Corp kemungkinan akan membuat 120 ribu lebih mobil dalam setahun di kota pelabuhan Tianjin, sebagai bagian dari strategi jangka menengah yang semakin cepat saat hubungan Tiongkok – Jepang membaik, kata empat orang dalam perusahaan yang mengetahui tentang masalah tersebut.

Rencana Toyota untuk meningkatkan kapasitas produksi tahunannya di Tianjin akan menjadi fondasi untuk meningkatkan penjualan di Tiongkok menjadi dua juta kendaraan per tahun, meningkat lebih dari 50 persen, kata empat sumber.

Ekspansi di Tianjin tersebut mengisyaratkan keinginan Toyota untuk mulai menambah kapasitas manufaktur yang siginifikan di Tiongkok dengan kemungkinan mendirikan satu atau dua pabrik perakitan baru di pasar mobil terbesar di dunia tersebut, kata sumber. Impor mobil juga bisa meningkat.

Langkah ini terjadi pada saat prospek perdagangan antara Tiongkok dengan Amerika Serikat tampak tidak pasti.

Toyota berencana untuk memperluas jaringan penjualannya secara signifikan dan lebih fokus pada teknologi mobil listrik sebagai bagian dari strategi mereka, kata sumber yang menolak disebutkan identitasnya karena tidak berwenang untuk berbicara kepada media.

Toyota telah menjual sebanyak 1,29 juta kendaraan di Tiongkok pada tahun lalu. Sementara penjualan pada tahun ini diproyeksikan sebesar 1,4 juta kendaraan. “Terbatasnya kapasitas” telah membatasi pertumbuhan yang lebih kuat, kata sumber tersebut.

Pusat produksi Toyota di Tianjin saat ini memiliki kapasitas untuk memproduksi sebanyak 510 ribu kendaraan per tahun. Sedangkan Toyota secara keseluruhan, termasuk dua usaha joint venture, memiliki kapasitas untuk menghasilkan sebanyak 1,16 juta kendaraan per tahun.

Menurut dia situs web pemerintah Tianjin pada pekan lalu, Toyota telah diberi persetujuan oleh Komisi Pengembangan dan Reformasi pemerintah kota untuk mengejar ekspansinya.

Kedua situs web mengatakan produsen mobil Jepang berencana untuk memperluas basisnya di Tianjin untuk dapat memproduksi 10 ribu mobil listrik dan 110 ribu mobil hybrid plug in setiap tahunnya.

Namun masih belum jelas kapan Toyota akan dapat mulai memproduksi mobil-mobil tambahan tersebut.

Seorang juru bicara Toyota yang berbasis di Beijing menolak untuk berkomentar. Demikian seperti dilansir Reuters. (ant)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

SEKTOR RIIL

Kemenperin Pilih Promosi IKM di Palembang dibanding Jakarta

Published

on

Ada 20 gerai IKM fesyen dan enam IKM kopi

Apakabarnews.com, Jakarta – Sebanyak 26 Industri Kecil Menengah (IKM) yang bergerak di bidang mode serta makanan dan minuman akan tampil meramaikan perhelatan akbar Asian Games 2018 di Palembang pada 18 Agustus – 2 September 2018.

“Ada 20 gerai IKM fesyen dan enam IKM kopi. Itu semua tampil dari awal sampai akhir acara. Ini ajang yang sangat baik untuk promosi,” kata Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih dihubungi di Jakarta, Rabu.

Menurut Gati, pemilihan lokasi untuk memamerkan hasil karya IKM di Palembang adalah karena atlet yang ada di Jakarta akan berkesempatan langsung melihat produk-produk IKM yang ada di berbagai pusat perbelanjaan.

“Mereka akan diajak melihat-lihat mall yang ada di Jakarta. Jadi kami pilih Palembang saja,” ungkap Gati.

Gati meyakini ajang tersebut membuka banyak peluang bisnis bagi pelaku IKM, misal dari yang paling sederhana yakni menawarkan produk khas Jakarta dan Palembang berupa kerajinan maupun kuliner bagi para wisatawan yang datang.

Pasalnya, selain diramaikan oleh keterlibatan sekitar10.000 atlet dan official tim, 5.000 awak media, 2.500 OCA Family, 5.500 delegasi teknik dan 20.000 relawan, ajang itu juga berpotensi mendatangkan sedikitnya tiga juta wisatawan lokal. (spg)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending