Connect with us

NUSA TENGGARA BARAT

Dusun Dekat Titik Gempa Lombok Belum Tersentuh Bantuan

Published

on

Apakabarnews.com, Mataram – Dusun Labu Pandan, Sambalia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat yang terletak di dekat episentrum (pusat) gempa bumi 6,9 Skala Richter (SR) pada Minggu (19/8), sampai sekarang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah padahal hampir sekitar 60 rumah dari 100 rumah ambruk. Kamis (23/8/2018)

Dari pantauan Antara, warga dusun yang berada di seberang Pulau Gili Sulat itu, tinggal di posko pengungsian alakadarnya inisiatif tokoh pemuda setempat. Dari terpal sampai kebutuhan bahan pokok, mereka mencari sendiri. Kendaraan bantuan hanya melintas saja daerah itu tanpa berhenti.

“Belum ada juga bantuan dari pemerintah sampai sekarang padahal sudah empat hari terjadi gempa yang merobohkan rumah-rumah warga,” kata warga yang juga Ketua Yayasan Anak Pantai, Munawir Haris.

Warga pun terpaksa mendirikan tenda alakadarnya, dan mendapatkan bantuan dari jejaring mereka sendiri melalui media sosial. “Kami mencari sendiri sumbangan,” katanya.

Padahal saat gempa skala 7 SR yang berpusat di Lombok Utara, warga Dusun Labu Pandan juga memberikan sumbangan ke daerah itu. “Namun ketika kami tertimpa musibah, tidak ada yang membantu,” katanya.

Bahkan, pemerintah setempat ketika ditanyakan belum adanya bantuan yang diberikan kepada warga, aparat pemerintah hanya diam saja. “Kami benar-benar kecewa,” katanya.

Mereka berharap adanya tindakan inisiatif dari pemerintah dengan segara mengambil kebijakan dalam menangani warga tertimpa musibah itu. “Akibat tidak ada perhatian dari pemerintah, saat warga mendapatkan bantuan secara pribadi, terjadi saling cemburu di antara sesama warga,” tandasnya.

“Untung saja, saya ada jejaring dari rekan-rekan yang minta bantuan melalui media sosial, barusan mendapatkan bantuan 20 dus mie,” katanya.

Saat ini, yang paling dibutuhkan adalah terpal, selimut, air, dan matras. “Itu yang pokok, mengingat anak-anak banyak yang mulai terserang sakit,” tandasnya.

Meski mengurusi kebutuhan warga, Munawir Haris juga turut menjadi korban rumahnya rusak berat bahkan sekolah untuk anak-anak TKW, terlantar dan yatim piatu serta klinik orang tidak mampu yang dikelolanya, turut menjadi korban gempa bumi tersebut.

“Sekolah yang saya kelola juga rusak, termasuk klinik,” ujarnya. (rfr)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

NUSA TENGGARA BARAT

BPPT Kirim Mobil Arsinum ke Lombok

Published

on

BPPT telah mengirim satu mobil pengolahan Air Siap Minum (Arsinum) keliling dan satu unit alat pengolah air.

Apakabarnews.com, Jakarta – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah mengirim satu mobil pengolahan Air Siap Minum (Arsinum) keliling dan satu unit alat pengolah air permanen ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih untuk konsumsi pascagempa.

“Kami sudah kirim dan operasikan unit pengolahan Arsinum sejak tiga minggu lalu ke Lombok,” kata Deputi Pusat Teknologi Lingkungan BPPT Rudi Nugroho di Jakarta, Kamis (20/9/2018), dalam konferensi pers mengenai seminar nasional dan konsultasi teknologi lingkungan di Kantor BPPT.

Rudi mengatakan sejak 1990an BPPT mengembangkan teknologi pengolahan air siap minum. Instalasi Arsinum dapat mengolah air yang bersumber dari mata air atau sumur atau dari perusahaan air minum menjadi air siap minum.

Teknologi Arsinum yang baru dikemas dalam mobil diesel sehingga bisa dibawa ke daerah-daerah yang membutuhkan air minum.

“Kami kemas dalam satu mobil diesel yang bisa manuver ke daerah-daerah, khususnya yang terkena bencana, untuk melayani kebutuhan air masyarakat,” ujarnya.

Selain dapat bergerak ke mana-mana, instalasi Arsinum yang direkatkan ke mobil dapat dioperasikan tanpa harus menggunakan energi listrik dari Perusahaan Listrik Negara.

“Bisa dari tenaga matahari yang disimpan di baterai, genset dan listrik langsung,” ujarnya.

Dia mengatakan mobil yang dilengkapi instalasi pengolahan Arsinum itu telah berkeliling di beberapa daerah.

Unit Arsinum itu dapat menghasilkan minimal 400 liter air siap minum per jam, atau 4.000 liter air dalam 10 jam. Jika satu orang butuh air minum dua liter per hari maka, maka 4.000 liter air siap minum bisa mencukupi kebutuhan 2.000 orang.

Di Lombok, unit Arsinum keliling mengolah air dari mata air, sungai, air tanah atau sumur masyarakat. “Setelah gempa, air jadi keruh atau tercemar septictank dan lain-lain, dengan teknologi Arsinum ini maka bisa menjamin air tadi diolah menjadi air yang bisa diminum,” jelas Rudi.

Kerja Arsinum

Instalasi Arsinum terdiri atas pompa air baku, filter bertekanan, filter mangan zeolit, filter karbon aktif, catridge filter, sterilisator ultra violet dan ozon generator.

Alat ini mengolah air dari sumur atau perusahaan penyedia air menjadi air siap minum dengan memompa air menggunakan pompa jet sambil menginjeksikan larutan kaporit atau kalium permanganat, lalu mengalirkannya ke tangki reaktor.

Dari tangki reaktor, air dialirkan ke saringan pasir cepat untuk menyaring oksida besi atau oksida mangan yang terbentuk di dalam tangki reaktor. Selanjutnya air dialirkan ke filter mangan zeolit, yang akan menghilangkan zat besi atau mangan yang belum sempat teroksidasi oleh khlorine atau kaporit.

Air dari filter mangan zeolit dialirkan ke filter karbon aktif untuk menghilangkan polutan mikro seperti zat organik, deterjen, bau, senyawa phenol, logam berat dan lain-lain; dan kemudian dialirkan ke filter cartridge ukuran 0,5 mikron untuk menghilangkan sisa partikel padatan yang ada di dalam air sehingga air menjadi benar-benar jernih.

Sesudahnya air dialirkan ke sterilisator ultra violet agar seluruh bakteri atau mikroorganisme yang ada dalam air dapat dibunuh secara sempurna. Supaya lebih aman lagi, alat ini dilengkapi dengan ozon generator. Air yang keluar dari sterilisator ozon dan ultra violet bisa langsung diminum. (mhs)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

NUSA TENGGARA BARAT

Bantuan Prabowo ke Masyarakat Disabilitas Korban Gempa Lombok Terus Mengalir

Published

on

Bantuan yang dikirimkan kali ini berupa mesin pompa air,sembako, fasilitas pendidikan anak, hingga bantuan dana tunai dari sejumlah kader Gerindra.

Apakabarnews.com, Nusa Tenggara Barat– Calon Presiden Prabowo Subianto terus memberikan perhatiannya kepada masyarakat disabilitas korban gempa Lombok, NTB. Sejak kunjungannya pada Rabu (5/9/2018) lalu, bantuan Prabowo untuk penyandang disabilitas yang menjadi korban gempa Lombok terus mengalir.

Bantuan yang dikirimkan kali ini berupa mesin pompa air,sembako, fasilitas pendidikan anak, hingga bantuan dana tunai dari sejumlah kader Gerindra.

BACA JUGA : Sekuntum Bunga dari Emak-Emak Sambut Kehadiran Prabowo di Sabuga Bandung

Kunjungan Prabowo ke masyarakat disabilitas korban gempa Lombok tersebut dilakukan di tengah kesibukannya sebagai Capres di Pemilu 2019. Dalam kunjungannya Prabowo menyerahkan bantuan untuk korban gempa Lombok dari hasil penggalangan tim Partai Gerindra dan Prabowo-Sandi.

“Sementara itu, bantuan masih terus diterima tim Gerindra dan Prabowo-Sandi untuk nantinya diserahkan ke warga korban gempa Lombok barat,desa Guntur macan,khususnya masyarakat disabilitas.

Kunjungan Prabowo didorong atas nalurinya yang selalu ingin dekat dengan warga Lombok,” kata Anggota komisi XI DPR RI dan Wakil Ketua BAKN DPR RI, H. Willgo Zainar, di Lombok, Senin (17/9/2018).

Prabowo ingin agar masyarakat disabilitas yang juga menjadi korban gempa Lombok mendapat perhatian lebih, sama hal dengan korban gempa Lombok lainnya.

Hadirnya Prabowo di Lombok saat itu disambut langsung tokoh disabilitas Lombok, Ibu Fitria Ningrum yang merupakan seorang disabilitas tunanetra. Fitria yang juga ketua Masyarakat disabilitas NTB berdialog langsung dengan Prabowo terkait berbagai keluhan masyarakat disabilitas yang menjadi korban gempa di Lombok.

Dalam dialog tersebut Prabowo hendak menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat disabilitas. Jika nantinya terpilih menjadi Presiden di 2019, aspirasi tersebut akan dimasukkan dalam 5 tahun program kepemimpinannya. (res)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

HUKUM

Tersangka OTT Rehabilitasi Pascagempa Dijerat Pasal Berlapis

Published

on

Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram, Muhir.

Apakabarnews.com, Mataram – Tersangka operasi tangkap tangan (OTT) dugaan pemerasan proyek rehabilitasi SD dan SMP pascagempa di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dijerat dengan pasal tindak pidana korupsi secara berlapis.

Kepala Kejaksaan Negeri Mataram I Ketut Sumedana di Mataram, Rabu (19/9/2018), mengungkapkan tersangka OTT, Muhir, Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram dari Fraksi Golkar, dijerat Pasal 11, Pasal 12b, dan atau Pasal 12e Undang-Undang RI Nomor 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Karena ada unsur dugaan pidana penyuapan dengan menerima hadiah, janji atau barang berupa uang, makanya turut kita sangkakan Pasal 11,” kata Sumedana.

Jeratan pasal berlapis tersebut diberikan kepada tersangka karena tertangkap tangan menerima uang sejumlah Rp30 juta dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Sudenom yang didampingi stafnya Catur Totok pada Jumat (14/9/2018) lalu di sebuah rumah makan wilayah Cakranegara.

Uang tersebut terindikasi sebagai jatah yang diminta tersangka kepada kepala dinas setelah proyek rehabilitasi senilai Rp4,2 miliar itu masuk dalam pembahasan DPRD Kota Mataram.

Kejari Mataram telah menahan Muhir terhitung sejak Jumat (14/9/2018) kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk pemeriksaannya, Sumedana mengatakan pihaknya belum mengagendakan. Jaksa penyidik masih fokus dengan pemeriksaan saksi-saksi dari pihak Dinas Pendidikan Kota Mataram dan DPRD Kota Mataram.

“Untuk tersangka belum, kita fokus dulu dengan pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Sumedana, mantan jaksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. (dbp)


Media Apa Kabar menerima undangan Press Conference, permintaan wawancara eksklusif (atau liputan khusus), dan pengiriman Press Release, melalui email : redapakabarnews@gmail.com, dan redaksi@apakabarnews.com, atau via wa/SMS : 0878-15557788.

Continue Reading

Trending